I LOVE U, MY BOSS! *PART 7*

 
PART 1:
https://parksooyoonworld.wordpress.com/2011/06/02/i-love-u-my-bos-part-1/
PART 2:
https://parksooyoonworld.wordpress.com/2011/06/10/209/
PART 3:
https://parksooyoonworld.wordpress.com/2011/06/14/237/
PART 4:
https://parksooyoonworld.wordpress.com/2011/06/19/i-love-u-my-bos-part-4/
PART 5:
https://parksooyoonworld.wordpress.com/2011/07/17/i-love-u-my-boss-part-5/
PART 6:
https://parksooyoonworld.wordpress.com/2011/12/30/i-love-u-my-boss-part-6/

Cast:
 Park Soo yoon
 Jung Yunho
 Lee Donghae

Support Cast:
 Kim Heechul Super Junior
 Go Ara
 Cho Taehyun

halooooo.
aku datang dengan pusblish ff nih.
duh mau minta maaf gara2 ff ini laaamaaaa sekali publishnya juga, aku gak enak.
tp maaf yaa kalo ini ngaret mulu.
dan mungkin ff ini 1 atau 2 part lg selesai.

====================================================================

Part 7

“chakaman” teriak yunho yg membuat soo yoon menghentikan langkahnya.
Yunho merogoh saku celananya, dan mengeluarkan sebuah kunci.
“aku sudah membelikanmu sebuah apartemen tepat di seberang apartemenku. Terserah, kau ingin menggunakannya atau tidak, yg pasti apartemen itu milikmu” ucapnya dengan dingin.
Ia meletakkan kunci itu di meja yg berada di sampingnya, lalu berjalan masuk kedalam kamar.
Soo yoon hanya diam menatap kunci d atas meja itu.
‘apa aku harus menerimanya ?’ tanyanya dalam hati.

You’re my melody noreul yonjuhalgge
On&On non naye norae nae salme Soundtrack
insaengyi mudael bal-khyoju-neun noreul saranghae
(tto bullojullae) non naye norae

Ponsel soo yoon berbunyi.
“cho taehyun” sebuah nama yg tertera di layar ponsel yg berkedip itu.
“yeoboseyo ?”
‘hoamm, kau jadi tidak kesini ? ini sudah jam 2 lewat, aku juga butuh tidur’
“aku binggung”
‘apa yg kau binggungkan ? binggung akan jalan kerumahku ?’
“bukan itu”
‘lalu ?’
“yunho oppa…. dia membelikanku sebuah apartemen”
‘mwo ?’
“aku binggung, harus menerima’na atau tidak”
‘terimalah saja, tidak baik menolak pemberian orang lain’
“tapi…”
‘mungkin itu merupakan fasilitas kantor yg di berikan kepadamu. Sudah terima saja’
Soo yoon menghela napas.
“ne, aku akan menerimanya”
‘bagus ! sudah aku mau tidur dulu”
Taehyun mematikan ponsel’na.
Dengan ragu soo yoon mengambil kunci apartemen itu, lalu masuk kedalam kamarnya.

*****************************************

Yunho membuka matanya dengan terpaksa setelah alarmnya berbunyi.
Jam tepat menunjukan pukul 06.30am.
Ia merubah posisinya menjadi duduk, dan mengucek kedua matanya.
Baru 2 jam ia memejamkan matanya.
Pikirannya sibuk memikirkan sekretarisnya.
Dengan malas ia beranjak keluar kamar, dan mendapati di atas meja makan terdapat sarapan.
Ia menaikan satu alisnya, lalu berjalan menuju sebuah kamar di samping kamarnya.
“soo” panggilnya didepan pintu.
Hening. Tidak ada jawaban dari dalam.
“soo yoon” panggilnya lagi.

Setelah menunggu lama, akhirnya ia membuka pintu kamar dengan perlahan.
Kamar itu bersih dan rapi, seperti tidak ada yang menepati.
Ia mendekati lemari pakaian, dan membukanya.
Tidak ada sehelai pakaianpun di dalamnya.
“ia sudah pindah ?” gumannya yg lalu berjalan keluar kamar.

Klik.
Pintu apartemennya terbuka, begitupun juga pintu apartemen tepat disebrangnya.
Yunho terpaku melihat soo yoon yg juga ada didepan apartemennya.
Mereka terdiam sesaat, hanya saling memandang.
“an… annyeong oppa” sapa soo yoon.
Yunho masih terdiam.
“aku… aku putuskan untuk tinggal disini… mungkin selama aku…”
“kau boleh tinggal disini selama kau mau, apartemen ini milikmu. Nanti saat dikantor aku akan memberikan surat kepemilikannya”
“yunho-ah”
Seseorang memanggil yunho, membuat mereka memalingkan pandangan ke arah wanita yg tersenyum lebar menatap yunho.
“kau sudah bangun ? aku membawakan kau sarapan. Ini sarapan yg kumasak sendiri” ucapnya sambil merangkul manja lengan yunho.
Yunho hanya menatap datar tunangannya itu.
“aku permisi dulu yunho-sshi dan ahra-sshi”
Ahra berbalik dan menatap soo yoon.
“sekretaris park kau tinggal disini ?”
“ne, ini sebuah fasilitas kantor. Mianhamnida seseorang telah menungguku, aku permisi”
Soo yoon membungkukan badan, lalu berjalan meninggalkan yunho dan ahra.
“kajja kita masuk” ucap ahra sambil menarik yunho.

Langkah ahra terhenti setelah melihat meja makan itu tidak kosong.
“siapa yg memasak itu semua ?” tanyanya.
Yunho tidak menjawab pertanyaan itu, ia berjalan menuju meja makan.
“yunho-ah, makanlah masakan ku ini”
Ia hanya menatap sebuah tas yg ahra letakan didepannya.
“kau saja, aku ingin memakan makanan ini”
“tapi ini masakanku yunho-ah”
Yunho tidak memperdulikan ahra, ia terus memakan nasi goreng buatan soo yoon.
Ia tau, gadis itu pagi pagi memasak sarapan untuknya.

*****************************************

“sunbaenimm ~” teriak soo yoon saat masuk dikamar donghae.
Ia terdiam, melihat donghae sedang sibuk memasukan pakaiannya kedalam tas.
“kau sudah akan pulang ?”
“ne. waeyoo ? aku sudah sangat bosan tinggal di sini”
“tapi dokter sudah mengijinkanmu kan ?”
“tentu saja yoonie-ah”
Donghae memasukan pakaian terakhir, lalu menutup tas itu.
“selesai, kajja kita pulangg ~”
“biar ku bawakan tasmu oppa”
“ani, supirku yg akan membawanya. kang ahjusshi”
Seorang pria separuh baya masuk kedalam kamar itu.
“tolong bawakan tasku”
“ne tuan muda”
Kang ahjusshi mengambil tas dari tangan donghae dan keluar.
Donghae mengambil tongkatnya, lalu beranjak dari kasur.
Ia masih harus menggunakan tongkat itu, karena retak pada tulang kering kaki kanannya belum pulih.

“kau sudah sarapan ?” tanya donghae saat mereka berjalan di koridor rumah sakit.
“belum”
“aigoo, nanti kau sakit. Sebelum kau ke kantor kita sarapan dulu”
“tapii…”
“nanti kau bisa pingsan, lagipula ini baru jam 7. Kau tidak akan terlambat kerja”
Soo yoon hanya menganggut pasrah, karena ia tau donghae adalah orang yg keras kepala.

*****************************************

Tingg.
Pintu lift terbuka.
Seorang pria dengan tuxedo merah tua keluar dari dalam lift berjalan menuju ruang’na.
Langkahnya terhenti melihat meja sekretarisnya kosong.
Ia mengangkat tangan kirinya, menarik lengan jasnya sedikit dan kemudian melihat jam.
Jam 08.10am.
Sekretarisnya terlambat 10 menit, tidak biasanya ia terlambat seperti ini.

Terdengar suara sepatu mendekatinya.
Si pemilik sepatu itu menghentakan kakinya dengan kencang.
“mianhamnida… Aku terlambat…” ucapnya terputus putus karena habis berlari.
Yunho berbalik menatap sekretarisnya yg sedang mengatur nafas.
“gwenchana”
“jeongmal mianhamnida sajangnim” ucap soo yoon lagi sambil membungkuk beberapa kali.

Drrrttt drrrrttt
Ponsel yunho bergetar dikantung jasnya.
Ia mengambil lalu menempelkan ponsel itu ditelinga’na.
“yeoboseyo”
Yunho berbalik, lalu memasuki ruangannya.
‘yunho-ah, mianhae gara gara aku soo yoon terlambat’
“mwo ?”
‘aku mengajaknya untuk makan sebentar’
“gwenchana hae”
‘gomawo yunho-ah’

Yunho meletakan ponselnya diatas meja, lalu duduk di kursi kerja miliknya.
Ia menatap soo yoon yg sedang sibuk membuka buku.
Tangannya lalu bergerak mengangkat gagang telefon, lalu menekan angka 1.
“keruanganku sekarang” ucapnya.
‘ne tuan’ jawab soo yoon.

Tok tok tok.
“masuklah”
Soo yoon masuk kedalam dan menghampiri yunho.
Yunho membuka laci meja, dan mengeluarkan sebuah file.
“ini surat kepemilikan apartemenmu, semua atas namamu”
Soo yoon memandang file yg berisi surat surat itu.
“tapi aku tidak sanggup untuk membeli apartemen itu”
“aku tidak menyuruhmu untuk membayarnya, karena aku sudah membayarnya”
“tapi…”
“aku tidak menerima penolakan”
Yunho beranjak dari kursinya, lalu berjalan keluar ruangan.
“sudah waktunya rapat, tolong persiapkan berkas berkas yg diperlukan” ucapnya sebelum meninggalkan ruangan.
Soo yoon menghela nafas, lalu beranjak pergi dari ruangan yunho.

******************************************

Setelah selesai rapat, semua karyawan keluar ruangan.
Tersisa yunho dan soo yoon diruangan itu.
Yunho masih sibuk membaca dokumen didalam laptopnya, sedangkan soo yoon sibuk merapikan berkas berkas.
“sudah jam makan siang tuan” ucapnya setelah selesai merapikan berkas.
“arrasoo” jawab yunho dengan singkat.

Ddrrttt Ddrrttt Ddrrttt
Ponsel soo yoon bergetar, dan ia mengangkatnya.
“yeoboseyo ?”
‘yoonie, kau ada waktu ? mau makan siang bersama ?’
“aku masih ada pekerjaan oppa’
‘jinjja ? ya sudah selesainkan dahulu pekerjaanmu. Aku tunggu kau di depan kantor’
“ne”

Soo yoon meletakan ponselnya diatas meja.
“kau ingin makan siang ?” tanya yunho yg tetap menatap laptop.
“aku bisa menunggumu sajangnim”
“kau pergi saja dulu”
“aku…”
“gwenchana”
Soo yoon menghela napas, “baik, aku permisi dulu tuan. Jangan lupa makan”
“hmmm” jawab yunho.
Soo yoon berjalan keluar.
Setelah soo yoon keluar ruangan, yunho menyandarkan tubuhnya.
Ia menghela napas, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

*****************************************

“yunho-ah !” panggil seseorang saat memasuki ruangan yunho.
Yunho menatap malas orang itu, “kim heechul… untuk apa kau kesini ?”
Tak biasanya sahabatnya itu datang ke kantornya, pada saat jam kerja seperti ini.
“hanya ingin mengunjungi sahabatku yg workaholic. Hey ! kudengar ahra sudah kembali ?”
Yunho menjawabnya dengan menganggut.
“lalu kau, kembali padanya ? maksudku, hubungan pertunanganmu dengannya kembali terikat ?”
“entahlah, perasaanku dengannya sudah tak seperti dulu. Rasanya berbeda”
Heechul mengeluarkan smirknya.
“jangan tersenyum seperti itu, aku tak suka itu heechul-sshi”
“tebakanku dulu benar”
“tebakan ? tebakan apa ?”
“tebakan kalau kau menyukai dia yunho-ah”
“dia ? dia siapa ?”
“aigoo, jangan bertindak bodoh seperti itu yunho-sshi. Dia, sekretarismu, park soo yoon” jawab heechul sambil mengeja nama park soo yoon.
Yunho hanya tertawa.
“jangan tertawa, aku tau kau menyukainya”
“what ever” kata yunho dengan cueknya.
“aishh, kalau kau memang menyukainya kejarlah sebelum terlambat. Sebelum kau terlambat selangkah dengan seseorang”
“sejak kapan seorang seperti kau bisa sebijak seperti ini ?”
“dengar yunho-ah. Aku ini memang anak yg bertindak semaunya, tapi aku ini peka terhadap keadaan lingkungan sekitarku. Pikirkanlah baik baik kataku, sebelum semuanya terlambat”
Yunho terdiam sambil memandang heechul.
“jangan memandangku seperti itu, aku bukan sekretarismu. Ahh, aku rasa aku mulai merasa tak enak berada disini”
Heechul menatap sekelilingnya yg penuh dengan rak buku.
ia tak pernah menginjakan kaki ke kantor manapun, termasuk kantor ayahnya.
“kenapa disini banyak rak buku ? tidak ada bar disini ?”
“mwo ? kau pikir ini club ? disini kantor heechul-sshi”
“arraa arraa, just kidding. ah sudah, aku permisi dulu, pikirkan kataku baik baik sebelum semua terlambat”
Heechul berdiri, dan berjalan keluar dari ruangan yunho.
“ingat jung yunho ! katakanlah semuanya sebelum kau terlambat selangkah dengan orang lain”
‘aku menyukai soo yoon ? apa itu benar ?’ ucapnya didalam hati.

*****************************************

Yunho berjalan keluar ruangannya.
Langkahnya terhenti memandang soo yoon yg masih asik menulis.
Ia mangangkat tangan kanannya, menarik jasnya dan menatap jamnya.
‘jam 6 ? biasanya jam 5 ia sudah keruanganku untuk memintaku pulang, tapi sekarang ?’ ucapnya dalam hati.
Ia menghampiri soo yoon, “sekretaris park, kau masih sibuk ?”
Soo yoon terkejut lalu mengangkat kepalanya, “sajangnim…… ne aku masih sangat sibuk”
Yunho meletakan tas kerjanya, lalu berjalan memutari meja dan berdiri disamping soo yoon.
“perluku bantu ?” tanyanya sambil menundukan tubuh lalu meletakan kedua tangannya dimasing masing sisi kiri kanan soo yoon.
“tidak perlu sajangnim……” jawabnya yg terhenti setelah melihat wajah yunho disampingnya yg hanya berjarak beberapa centi.
Mereka berdua saling memandang manik mata satu sama lain.
Jantung yunho berdetak dengan kencang dengan posisi sedekat ini dengan soo yoon.
Begitu juga dengan soo yoon, ia merasakan apa yg yunho rasakan.

Drrtt drrtt drrtt.
Bunyi ponsel soo yoon yg bergetar diatas meja membuat kesadaran mereka kembali.
Yunho langsung menegakan badan dan berdeham pelam untuk mengatasi canggungnya.
soo yoon segera mengambil ponselnya.

“ye… yeoboseyo ?”
‘yoonie, aku sudah menunggumu di lobby kantor. Kau tidak mau pulang ?’
“mmm… mungkin sebentar lagi aku akan keluar. Oppa tunggu saja”
‘ne, aku akan menunggumu’

“kau pulanglah sekarang” kata yunho sesudah soo yoon meletakan ponselnya dimeja.
“sebentar lagi sajangnim”
“aku ini atasanmu, dan aku menyuruhmu untuk pulang”
“tapi pekerjaanku belum selesai”
“ini adalah sebuah perintah soo”
Soo yoon mengangut pasrah, lalu membereskan barang barangnya.

“donghae sudah menunggumu ?” tanya yunho setelah mereka sudah berada didalam lift.
“ne sajangnim”
Yunho terdiam sambil menatap lurus kedepan.
Keheningan melanda mereka berdua.

Tingg.
Pintu lift terbuka dan mereka berdua berjalan keluar.
“yunho-ah !” panggil ahra.
Dengan setengah berlari ia menghampiri yunho, dan memeluk tubuh pria itu.
“aku sudah menunggumu sedari tadi” ucapnya manja.
Yunho melirik soo yoon yg sedang berdiri disampingnya.
Entah mengapa ia sangat risih dengan ahra yg sedang memeluknya.
“yonnie” panggil donghae.
Seakan kembali kesadarannya ia beralih menatap donghae yg sedang berjalan dengan tongkatnya.
“oppa”
Soo yoon langsung menghampiri donghae, dan membantunya berjalan.
“yunho-ah, lama tidak bertemu. Kenapa kau hanya sekali menjengukku saat aku dirumah sakit ?”
“aku sibuk, mianhae”
“arrasoo” jawab donghae.
“yunho-ah, tadi aku mengajak donghae dan soo yoon untuk makan malam bersama”
“mwo ?” ucap yunho.
“ne, sudah lama kita tidak pergi bersama. Kurasa ini waktu yg pas untuk kita pergi bersama”
Yunho terdiam, ‘pergi makan malam bersama ?”
“yoonie, kau mau pergi makan malam bersamaku dan bosmukan ?”
“mmm, aku terserah oppa saja” jawab soo yoon lemas.
“baiklah ! kalau begitu kau ikuti mobil yunho, karena aku akan mengajak kalian pergi ke restoran favorit kami berdua” kata ahra yg langsung menarik yunho pergi.
Soo yoon terdiam, sambil menatap ahra dan yunho yg berjalan menjauh.
“kau baik baik saja yoonie ?”
“nde ? ah ne aku baik baik saja”
“kalau begitu, kajja kita pergi”

*****************************************

“jadi ini restorant favorit kalian ?” tanya donghae setelah mereka berempat berdiri didepan namsan tower.
“ne, kami berdua dulu sering kesini. Kajja, kita masuk”
Mereka berempat masuk kedalam dengan menggunakan lift.
Didalam lift soo yoon mencengkram lengan donghae, lalu memejamkan matanya.
“yoonie” panggil donghae sambil mengenggam tangan soo yoon yg ada dilengannya.
“sekretaris park, ada apa denganmu ?” tanya ahra.
“soo yoon, ia takut ketinggian ahra-sshi” jawab donghae.
“mwo ? takut ketinggian ? kalau begitu kita pulang saja” kata yunho.
Tersirat nada khawatir didalam perkataan yunho barusan.
“aniyoo aniyoo. Aku… baik baik saja”
“kau yakin soo ?”
“aku yakin sajangnim”

Ting.
Pintu lift terbuka, mereka berempat keluar lift.
Ahra berjalan terlebih dahulu sambil menarik yunho.
“kau yakin masih akan masuk kedalam ? jika kau tidak sanggup, kita bisa pulang yoonie”
“gwenchana oppa, aku harus belajar melawan phobiaku”
“kau yakin ?”
Soo yoon menganggut pelan.

“ah yunho-sshi ahra-shhi, lama kalian tidak kemari” ucap manager restoran dengan ramahnya.
“ne. hari ini aku ingin memesan meja untuk 4 orang. Ditempat biasa kami duduk” ucap ahra.
“mwo ? jangan ditempat itu” kata yunho.
“memangnya kenapa ? aku suka tempat itu yunho-ah”
“soo yoon takut akan ketinggian, jika kita mengambil tempat di situ. Itu membuatnya semakin bisa melihat kebawah, dan menambah ketakutannya”
“tapi…”
“kami pesan tempat di tengah tengah manager kim. Jangan dekat jendela ne ?”
“ne, kami akan mempersiapkannya untuk anda”

Ahra melepaskan rangkulanya terhadap lengan yunho.
“yunho-ah, aku ingin kita duduk ditempat biasanya kita duduk”
Yunho hanya menatap malas ahra.
dulu, mungkin yunho akan menuruti apapun permintaan ahra, dan jika gadis itu marah dengannya, ia akan membujuk ahra hingga kembali seperti semula.
Tapi entah mengapa semua berubah, ia malas untuk melakukan hal seperti dulu.
“tempatnya sudah kami siapkan, silakan masuk tuan”
Yunho berjalan masuk kedalam, tidak memperdulikan ahra yg masih menatapnya kesal.
“ahra-sshi, kau tidak ingin masuk ?” tanya donghae yg sudah akan masuk kedalam bersama soo yoon.
“kalian duluan saja”
Donghae dan soo yoon menganggut, lalu masuk kedalam restorant.

*****************************************

“kau tidak menyuruh ahra masuk ?” tanya donghae setelah duduk di sebrang yunho.
“ahra sudah besar, jadi ia bisa masuk kedalam sendiri” jawab yunho acuh sambil tetap membaca buku menu.
“kalian ingin pesan apa ?” tanya yunho.
“terserah sajangnim” jawab soo yoon disertain anggukan dari donghae.
“aku pesan 4 porsi menu special hari ini”
“ne tuan jung, kami akan segera mempersiapkannya”
Tak lama berselang, ahra datang lalu duduk disebelah yunho. Masih dengan wajah cemberutnya.
Secara tiba tiba, gedung itu berputar 180 derajat.
Setiap 48menit sekali, gedung itu akan berputar 180 derajat, agak pengunjung bisa melihat sisi lain seoul pada malam hari.
Membuat getaran yg cukup menganggu.
Soo yoon segera memejamkan mata, mengerat pegangnya kepada tangan donghae dibawah meja.
“soo, aku baik baik saja ?” tanya yunho.
Ia memandang khawatir gadis disebrangnya.
Ahra memandang yunho, ia mengerutkan dahinya.
Ada yg berbeda dengan pria itu, tidak biasanya pria itu peduli dengan orang lain.
Ia hanya akan peduli dengan orang yg menurutnya penting.
Hanya sebuah perhatian kepada karyawan ? sepertinya tidak mungkin.
Yunho memiliki beribu ribu karyawan, dan tidak ada 1 orang pun yg ia khawatirkan seperti saat ini.
“kalau kau tidak merasa nyaman, kita bisa pergi dari sini sekarang juga”
“yunho !” teriak ahra.
Yunho tidak mengubris teriakan ahra, ia masing memandang gadis di sebrangnya.
“an… ani. Aku… aku baik baik saja”
“kau yakin yoonie ?”
Donghae mengusap punggung soo yoon, memberikan ketenangan kepada gadis itu.
“aku yakin oppa”

Makanan pesanan mereka sudah datang, dengan susah payah soo yoon membuka mata.
dan mencoba memakan makanan yg ada didepannya
Dengan tangan bergetar, ia mencoba mengangkat garpu berisi spageti itu.
“cukup” ucap yunho.
Pria itu meletakan garpunya dengan kasar, sehingga menimbulkan bunyi yg keras.
Yunho mengeluarkan salah satu kartu kreditnya, meletakan dengan kasar diatas meja lalu bangkit berdiri.
“kajja, kita pulang” ucapnya sambil menarik soo yoon berdiri.
“yunho !” teriak ahra.
“sajangnim”
Yunho lagi lagi tidak memperdulikan ahra, ia tetap menarik soo yoon keluar dari tempat itu.
“sajangnim, aku baik baik saja”
Yunho terus menarik soo yoon, tidak peduli dengan penolakan halus soo yoon.
“tuan jung…”
“kau kirim kartu kreditku ke kantorku manager kim”
Yunho melewati manager restorant itu.
Donghae dan ahra saling memandang, terkejut dengan reaksi yunho barusan.
sebuah reaksi aneh yg dilakukan oleh seorang jung yunho.
Akhirnya donghae bangkit berdiri dan mengejar yunho.
“sial !” umpat ahra sambil memukul meja.
Ia semakin yakin tentang pemikirannya tadi.
Bahwa park soo yoon, gadis itu sudah menjadi bagian penting bagi yunho.
Dan kini, ia merasa posisinya terancam.

*****************************************

“aku benar benar baik baik saja sajangnim” kata soo yoon saat ia dengan yunho berada didepan lift untuk turun.
“berhenti berkata kau baik baik saja soo !” jawabnya dengan setengah berteriak.
“tanganmu bergetar saat mengangkat garpu tadi, dan sekarang kau masih berkata kau baik baik saja ? aku tau kau ketakutan didalam sana” kata yunho lagi dengan nada rendah.
Soo yoon terdiam, ia menundukan kepalanya, tidak berani menatap pria didepannya.
“yunho-ah” panggil donghae.
Yunho membalikan badan, menatap donghae yg berjalan agak susah karena ia mengenakan tongkat.
Soo yoon mengangkat kepalanya, lalu berjalan melewati yunho.
ia mendekati donghae, tanpa canggung melingkarkan tangannya dilengan kiri donghae. Membantunya berjalan.
Yunho mengepalkan tangan kanannya.
Ia tak suka jika soo yoon memberikan perhatian lebih kepada sahabatnya.
“biar aku saja yg mengantar soo yoon, kau kembali kedalam untuk menemani ahra”
“mianhae telah menganggu acara makan kalian sajangnim” sesal soo yoon
Donghae mengusap tangan soo yoon yg melingkar dilengannya.
Sebuah pemandangan yg membuat emosi yunho memuncak.
Tanpa berkata kata, yunho meninggalkan mereka berdua untuk masuk kembali kedalam restorant.
Pria itu takut, akan melakukan hal yg diluar perkiraaannya, yaitu menarik jauh jauh soo yoon dari sisi donghae.
“gwenchana, yunho memang pria yg sedikit berbicara” kata donghae.
Soo yoon mengeluarkan senyumnya, melepaskan rangkulannya terhadap lengan donghae lalu menekan tombol turun.
Donghae menoleh kebelakang, menatap punggung yunho yg semakin menjauh.
‘kau cemburu yunho-ah ?’ tanya donghae didalam hati.

******************************************

“seharusnya tadi aku mengajakmu pulang” sesal donghae.
“gwenchana oppa. Memang sepertinya aku harus menghilangkan phobiaku itu”
“tidak usah terlalu memaksa yoonie”
Donghae mengusap pipi soo yoon lembut, sambil tersenyum manis terhadap gadis itu.
“oppa kau pulang saja sekarang”
“ne, tapi setelah kau masuk kedalam”
Soo yoon tersenyum lalu berbalik, menekan password apartementnya.
“yoonie”
“mmm ?”
Ia berbalik lagi menatap donghae.
“mungkin seharusnya aku mengatakan hal ini 5 tahun lalu”
“ne ?”
“saranghae”
Soo yoon membulatkan matanya, pria didepannya baru saja mengatakan cintanya.
“aku sangat ingin mengatakan hal ini dari dulu, tapi baru terucap di depanmu sekarang ini. Jeongmal saranghae yoonie-ah”
Gadis itu masih terdiam, terkejut dengan perkataan donghae.
Donghae memajukan kakinya selangkah, memperkecil jarak antara dirinya dengan soo yoon.
Dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya kepada wajah soo yoon.
Gadis itu masih diam, tak berkutik sama sekali.
Cup.
Bibir mereka saling bersentuhan.
Donghae memejamkan matanya, dan bibirnya mulai bergerak dibibir soo yoon.

Seorang pria berdiri tak jauh dari donghae dan soo yoon.
Kedua tangannya mengepal kencang.
Dengan emosi ia berjalan beberapa langkah mendekati sahabat dan sekretarisnya.
Langkahnya terhenti, tersadar karena ia tak pantas marah saat ini.
Ia bukan siapa siapa bagi gadis itu, ia hanya seorang atasan soo yoon.
Ia memejamkan matanya berusaha meredam emosinya.
‘damn !’ umpatnya didalam hati.
Sebuah pilar disampingnya, menjadi pelampiasannya.
Ia mendaratkan beberapa kali pukulannya di pilar itu.
Akhirnya ia berbalik, dan meninggalkan tempat itu sebelum terjadi yg tidak diinginkan.

******************************************

Yunho memasuki sebuah club malam.
Suara didalam club itu sangat kencang, membuat telinganya terganggu.
Entah apa yg yg membuat ia datang kesini.
Pria itu tidak suka dengan kehidupan malam.
Selama 25 tahun ia hidup, baru 2 kali ia menginjakan kakinya di club malam.
Pertama karena pesta kelulusan high schoolnya, dan kedua saat sahabatnya kim heechul merayakan pesta ulang tahunnya.

Kakinya melangkah naik kelantai 2 club mewah itu, lalu masuk kedalam sebuah ruangan vvip.
Ia menghela nafas malas setelah melihat seorang pria yg duduk ditengah tengah beberapa gadis.
“heechul !” teriaknya.
Pria yg ia panggil itu mendongkakan kepalanya.
“ah kau ! yak, kalian semua pergi keluar”
Dengan wajah cemberut para gadis gadis itu keluar ruangan.
Beberapa dari mereka memedipkan mata kepada yunho saat melewati tubuh pria itu.
Yunho menatap tajam mereka.

“lalu apa yg membawamu kesini ?” tanya heechul sesaat setelah yunho membanting dirinya disofa samping heechul.
Yunho hanya diam, ia mengambil gelas lalu menuangkan bir kedalamnya dan menegak habis minuman itu.
“wow, sekarang jung yunho yg hebat meminum alcohol ?”
“diam kau” desis yunho.
“biar kutebak, kau seperti ini karena sekretaris park kan ?”
Yunho meletakan gelasnya dengan kasar diatas meja.
Heechul mengeluarkan smirknya.
“jadi… kau cemburu terhadap donghae ?”
Yunho memandang heechul sambil mengerutkan dahinya.
“kau pasti binggung kenapa aku bisa tau, ne ?”
“ceritakan semua padaku !”
“hey hey hey, tenanglah yunho-ah ! aku akan menceritakan semuanya kepadamu”
Heechul meneguk gelas birnya, lalu mulai bercerita.
“kemarin malam, aku bertemu dengan donghae. Ia menceritakan semua tentang soo yoon. Ia bilang, malam ini ia akan menyatakan cintanya kepada gadis itu. itu sebabnya siang tadi aku berkunjung kekantormu untuk memberimu nasihat tentang soo yoon”
Yunho terdiam, menatap gelas kosong didepannya.
“apa kau masih tidak yakin, bahwa kau menyukai soo yoon ?”
“entahlah, aku binggung”
“aishh, kau memang bodoh ! aku tau kau pasti akan seperti ini”
Heechul meneguk gelasnya, “kau merasakan hal aneh jika berada didekat gadis itu ?”
“Aku merasa detak jantungku tak terkontrol saat didekatnya, dan merasa senang jika ia d sampingku”
“lalu, kau merasa cemburu saat gadis berdekatan dengan pria lain ?”
Yunho menganggut, lalu meminum minumannya.
“jadi kau bisa simpulkan itu apa yunho-sshi ?”
Pria itu terdiam menatap lurus kedepan, heechul benar ia menyimpan perasaan special kepada sekretarisnya, dan bodohnya ia baru menyadari sekarang.
Yunho tersenyum pahit, “tetapi rasa rasanya cintaku bertepuk sebelah tangan”
Heechul mendengus kesal, “otakmu memang pintar dalam hal bisnis. Tapi untuk urusan cinta, kau benar benar bodoh jung yunho”
“yak”
“kau tau tak pernah merasakannya, cara gadis itu memandangmu itu berbeda dengan cara ia memandang pria lain”
“itu hanya perasaanmu saja. Ia… ia menyukai donghae”
“aigoo, dari mana kau dapat kesimpulan itu ?”
“dari perhatiannya terhadap donghae”
Heechul berdecak kesal, ingin sekali ia memukul kepala sahabatnya ini dengan gelas minumannya.
“soo yoon memang gadis yg perhatian ! kalau ia perhatian kepadaku, lalu kau menyimpulkan bahwa ia menyukaiku, begitu ?”
“dengar tuan jung yunho yg terhormat. Ia memberikan perhatian lebih pasti karena donghae telah menyelamatkan nyawanya waktu itu. jadi ia ingin balas budi dengan donghae”
“darimana kau tau ?”
“aishh. Sekarang, kau coba ingat ingat dengan baik. Pasti ia pernah memberikanmu perhatian yg lebih dari orang lain”
Pikiran yunho mulai melayang, ia mengingat ingat perhatian apa saja yg soo yoon berikan kepadanya.
Mulai dari gadis itu membuatkan makan siang untuknya, menunggunya hingga pulang dari kantor, dan lain lain.
“saranku, jika kau belum yakin jika soo yoon memiliki perasaan yg sama denganmu. Lebih baik kau mengungkapkan perasaanmu kepadanya. Pada akhrinya gadis itu juga akan memilih pria mana yg ia cintai. Kau atau donghae”

******************************************

Ting tong.
Soo yoon mengalihkan pandangannya kearah pintu.
‘siapa yg bertamu sepagi ini ?’ tanyanya dalam hati.
Ia berjalan membuka pintu, dan membeku setelah tau siapa yg bertamu keapartemennya.
“pagi” ucap pria itu.
“ne, pagi sajang… maksudku oppa”
“aku ingin meminta bantuanmu”
“apa yg bisa kubantu ?”
“buwatkan aku bimbimbap. Kau bisa ?” tanya pria itu sambil menggaruk tengkuknya

*****************************************

Yunho memandang punggung soo yoon yg sedang memasak untuknya.
Entah apa yg terjadi kepadanya sekarang, pria itu hanya ingin makan masakan yg dibuwat soo yoon.
ia sudah terbiasa memakan masakan sekretarisnya itu.
Sepertinya ia mulai tergantung dengan soo yoon.

“maaf, merepotkanmu” ujar yunho saat soo yoon meletakan piring berisi bimbimbap didepannya.
“gwenchana. jika kau memang ingin aku masakan sesuatu, kau tinggal bilang aku saja oppa”
Yunho menganggut sambil tersenyum manis, “gomawo”
Pria itu mulai memasukan bimbimbap kedalam mulutnya.
“soo”
“mmm ?”
“bisakah setiap hari seperti ini ?”
“mwo ?”
“maksudku, bisakah setaip hari kau membuatkan sarapan untukku ?”
“tentu, aku akan membuat sarapan untukmu setiap hari oppa”

*****************************************

Soo yoon berkutak dengan laptopnya, memasukan beberapa data penting.
“sekretaris park”
Soo yoon menadahkan kepalanya melihat siapa yg memanggilnya.
“ah… ahra-sshi ?”
Gadis berambut pirang panjang itu tersenyum manis kepada soo yoon, sambil membawa beberapa contoh undangan pernikahan.
“apa hari ini yunho senggang ? aku ingin mendiskusikan tentang pernikahan kami”
Hati soo yoon mencelos setelah mendengar perkataan terakhir ahra.
Pernikahan kami ? jadi cepat atau lambat atasannya itu akan menikah.
“n… ne ahra-sshi. Jadwal sajangnim tidak terlalu padat hari ini”
“baguslah kalau begitu. Hingga nanti siang, jangan biarkan seseorang masuk kedalam menemui yunho. Kau mengerti ?”
“ne, aku mengerti ahra-sshi”
Ahra berjalan masuk kedalam ruangan yunho, disertai beberapa security yg membawa majalah tentang gaun pengantin, referensi tempat pesta pernikahan, dan lain lain yg menyangkut dengan masalah pernikahan.
“sekretaris park ?”
“nde ?”
“sajangnim sedang ada tamu ?”
“ne, manager shin. Ada hal apa ?”
“ada yg harus diperiksa dibagian penjualan. Mungkin kau bisa melihatnya dahulu, lalu nanti kau laporkan kepada sajangnim ?”
“tentu”
Soo yoon berjalan mengikuti manager shin.

*****************************************

“yunho-ah !” panggil ahra.
Dengan berlari kecil ia menghampiri meja yunho, lalu meletakan beberapa contoh undangan pernikahan diatas file file pekerjaan yunho.
“apa ini ?”
“semalam orang tuaku mempertanyakan tentang pernikahan kita, aku berkata kepada mereka tahun ini kita akan menikah. Jadi kupikir aku kesini untuk mendiskusikan tentang pernikahan kita”
Yunho melempar ballpointnya sembarangan, lalu menyandarkan tubuhnya dikursinya.
“pernikahan kita ?”
“ne, aku merencanakan kita akan menikah di akhir tahun. Sekitar bulan desember”
Yunho menghela nafas.
“dengar ahra, kini semuanya sudah berubah”
“maksudmu ?”
“aku sudah tak mencintaimu seperti dulu lagi”
Ahra membulatkan matanya, “ka… kau tidak mencintaiku lagi ?”
“tidak. Aku juga akan memperjelaskan tentang hubungan kita. Hubungan pertunangan kita sudah berakhir saat kau pergi meninggalkanku begitu saja hari itu”
“ak… aku sudah meminta maaf tentang hal itu”
“aku sudah memaafkanmu, tetapi cintaku bukan untukmu lagi sekarang”
“mwo ?”
“jadi kita sudah tidak mempunyai ikatan apapun. Bahkan aku sudah membuang cincin tunangan kita”
“yunho-ah, ka… kau bercanda bukan ?”
“aku tidak pernah bercanda tentang hubungan cinta. Dan kau tau itu ahra-sshi”
Yunho beranjak berdiri dari kursinya, lalu pergi meninggalkan gadis itu.

*****************************************

“baiklah, aku akan menyampaikannya kepada sajangnim”
Soo yoon berdiri dari duduknya, membungkuk kepada manager shin.
Saat ia berbalik, tiba tiba ia merasakan tubuhnya didorong oleh seseorang.
Membuat tubuhnya terhuyung kebelakang.
“dasar gadis murahan !” teriak ahra.
Soo yoon mengerutkan dahinya, tak mengerti dengan ucapan ahra.
“kau ! kau merebut yunho dariku !”
Mata gadis itu membulat sempurna, merebut yunho ? ia merasa tak pernah melakukan hal itu.
“kau bahkan tinggal di apartemen disebelah yunho ! kau pasti merayu yunho kan !”
“ahra-sshi…”
“kau mendekati yunho karena hartanya bukan ? cepat sebutkan berapa uang yg kau mau, aku akan memberikannya kepadamu asal kau menjauhi yunho !”
Mata soo yoon mulai berair, semua orang diruangan itu melihat dan mendengar semua apa yg terjadi.
“tuduhan anda tidak benar ahra-sshi. Aku tidak pernah merebut yunho dari anda, dan aku tidak pernah merayunya” jawabnya dengan suara bergetar.
“kau munafik soo yoon-sshi !”
Ahra memajukan langkahnya selangkah, kedua tangannya menggapai rambut soo yoon dan menjambak rambut panjang gadis itu.
“aku menbencimu soo yoon-sshi”
“go ahra !” teriak yunho.
Seketika ahra merasakan tubuhnya terdorong kebelakang.
“apa yg kau lakukan !”
Yunho menatap tajam ahra, pria itu berdiri didepan soo yoon menghadap ke arah ahra.
“gadis itu merayumu bukan ?”
“tutup mulutmu ! kau tidak tau apa-apa !”
yunho menarik ahra pergi dari tempat itu.
soo yoon hanya diam sambil menangis, tak lama ia berlari meninggalkan tempat itu.

*****************************************

Yunho menghempaskan tubuh ahra kearah tembok, membuat punggung gadis itu menabrak dengan kuat tembok ruangan rapat itu.
“apa yg kau lakukan terhadap soo yoon ?” bentak yunho.
“ia yg menyebabkan hubungan kita berakhir bukan ?”
Yunho melayangkan pukulannya tepat disamping tembok kepada ahra.
“kau yg membuat hubungan ini berakhir ! kau sendiri go ahra !”
“aku tak melakukan apapun !”
“tak melakukan apapun ? kau ingat hari dimana kau meninggalkan aku begitu saja ? padahal aku sudah memohon padamu agar kau tidak meninggalkanku !”
Ahra menundukan kepalanya.
Selama ia mengenal yunho, ia tak pernah melihat pria itu semarah sekarang.
“dan sekarang kau menyalahkan orang lain atas kesalahan yg sudah kau buwat sendiri ?”
“park soo yoon ! ia yg salah !”
Yunho mengangkat tangannya, bersiap untuk mendaratkan tangannya dipipi kanan ahra.
Namun yunho menahan emosinya, mengingat ia tak boleh memukul seorang gadis.
Ia menurunkan tangannya, menghela nafas.
“dulu, saat aku benar benar mencintaimu, kau meninggalkanku begitu saja. Tak pernah memikirkan bagaimana perasaan dan keadaanku tanpa dirimu” ucapnya dengan nada rendah.
“yunho…”
“aku mencintai soo yoon. Kumohon, jangan kau menyakitinya. Aku tidak bisa berjanji tidak akan menyakitimu, kalau kau menyakitinya”
Pria itu berbalik, meninggalkan ahra.
Tubuh ahra merosot ke lantai, dan menangis keras.
Menangis karena penyesalannya telah meninggalkan pria itu dulu.

*****************************************

Menangis, itulah yg dilakukan soo yoon sekarang.
Ia menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya, berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Dua orang karyawan masuk kedalam toilet.
“kau dengar ternyata benar sekretaris park tinggal diseberang apartemen sajangnim”
Soo yoon yg sedang berada didalam bilik toilet itu terdiam.
“pasti ia merayu sajangnim. Aku heran, apa yg ia diberikan kepada sajangnim sampai sampai sajangnim memberikan ia sebuah apartemen.
“apa itu sebuah fasilitas kantor ?”
“tidak mungkin ! banyak karyawan disini yg sudah bekerja puluhan tahun disini. Sajangnim tidak pernah memberikan fasilitas kantor semewah itu”
“jadi apa yg membuat sajangnim memberikan fasilitas mewah itu kepadanya ?”
“mungkin sajangnim sudah pernah tidur dengannya”
Soo yoon membulatkan matanya. tidur dengan yunho ? memikirkannya saja tidak pernah, apalagi benar benar melakukannya.
“cih, dasar gadis murahan”
“ne, aku semakin yakin kalau pertunangan sajangnim dengan ahra itu putus karenanya”
“sebaiknya kita kembali ketempat kita, ini sudah jam pulang kerja”
“ne”
Soo yoon melirik jam tanganya yg sudah menunjukan jam 05.00 pm.
Ia beranjak keluar, lalu mengusap wajahnya dengan air beberapa kali di wastafel.
Ia memandang wajahnya dari pantulan cermin sebentar, lalu pergi keluar meninggalkan toilet.

*****************************************

Dengan gelisah yunho menunggu soo yoon di ruang kerjanya.
Entah sudah beberapa kali ia menghembuskan nafas beratnya.
Pria itu tak pernah mengangka, mantan tunangannya akan berbuat senekat itu.
Jika ia tahu akan terjadi seperti ini, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Dan sekarang perasaan bersalah terhadap sekretarisnya memenuhi pikirannya.

Sekarang, sudah 1 jam lebih sekretarisnya menghilang.
Yunho sudah mencari gadis itu kemana mana, tetapi tak nemukannya sama sekali.
Jika gadis itu pulang, ia tidak mungkin meninggalkan tasnya di meja kerjanya.
Yunho menghela nafas lagi, lalu memasukan kedua tanganya kedalam saku celana.
Ia menatap meja kerja sekretarisnya dari dalam ruangan.
Jam sudah menunjukan, pukul 05.00pm.

Matanya membulat setelah melihat soo yoon berjalan kearah meja kerjanya.
Hatinya kembali lega melihat gadis itu.
Dengan setengah berlari, yunho berjalan keluar.
Dibukanya dengan kasar pintu ruangan, sehingga soo yoon mengangkat kepalanya menatap yunho yg berjalan kearahnya.
“soo”
Yunho melihat mata soo yoon yg membengkak, dugaannya benar gadis itu pasti sudah menangis lama.
Membuat rasa bersalahnya semakin besar.
“ada yg perlu kubicarakan denganmu”
“sajangnim… aku pamit pulang dahulu” ujarnya tanpa menatap yunho.
“aku antar kau pulang”
“tidak ! tidak perlu… donghae oppa… sudah menungguku dilobby”
Tubuh yunho membeku ditempatnya setelah mendengar nama pria itu keluar dari bibir soo yoon.
Yunho membiarkan soo yoon berjalan menjauh darinya.
‘donghae ? kenapa harus donghae ? kau mencintainya soo ?’

TBC

8 thoughts on “I LOVE U, MY BOSS! *PART 7*

  1. akhr nya publishhh eh~~ ahahahahha

    duh gregetan ama si yunho !
    aturan si yunho nyelametin si sooyoon sbelom digaplok ahra–z uda gitu si yunho cium si sooyoon dpn si ahra *drama banget*
    wkakakakka
    dongee jngn ganggu yunho ama sooyoon, mending anda ama ribka WKWKWK!

    harus cepet publishhhh part 8 nya !!

  2. liat! gegara part ini gue baca dari awal !
    TRUS? Gue MAU NYA SOOYOON AMA YUNHO << ga nyantai.
    Gue ga suka donge di ff ini -.-
    Yunho Yunho ! ama gue plisss~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s