H.E.A.R.T

Cast :
Park Soo Yoon
Jung Yunho
Choi Siwon

annyeongg.
aku kembali dengan ff angst.
tp menurutku ini bukan ff angst si *plak.

oh iya, aku ada pesan.
disini siwon aku bikin menjadi doketer, bukan member SJ.
dan maap kalo ceritanya agak gak nyambung.
aku gak ngerti tetang kedokteran si.
ahahahahhaahah

===========================================================

“yunho-ah” guman gadis itu.
Ia tak memperdulikan orang orang yg memperhatikannya.
Yg ia pedulikan hanya sebuah papan iklan besar di depannya.
Sebuah papan iklan tentang konser megah yg akan dilaksanakan di kota itu.
“neomu bogoshippo” ucapnya lagi.
Matanya yg berlinang air mata tak lepas dari papan iklan itu.
Ingatannya melayang ke masa lalu, tepatnya saat 2 tahun yg lalu.

*flashback*

Seorang pria keluar dari mobil hitamnya.
“aigoo, aku lupa isi bensin” erangnya frustasi.
Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, “dan aku juga lupa mengecash ponselku. Yunho, kau benar benar pelupa. Aishh jinjja !”
ia mondar mandir kebinggungan, berjalan disekitar mobilnya.
“bukankah itu jung yunho ?” teriak seorang gadis kepada temannya.
Yunho diam, berdiri terpaku menatap segerombolan remaja itu.
“ne ! itu yunhoo oppa ! kyaaaa”
“aishh, aku lupa memakai masker !”
Yunho segera berlari, tetapi segerombolan remaja itu malah mengejarnya.
Merasa tak memungkinkan untuk berlari terus, ia menghentikan sebuah taksi yg sedang melaju.
Setelah menghentikannya, ia membuka pintu lalu masuk kedalam taksi.
“cepat jalan, sebelum para remaja itu mengepung mobil ini” teriaknya kepada supir taksi.
Ternyata didalam taksi itu terdapat seorang gadis.
“yak ! anda siapa berani memasuki taksiku ?” teriaknya sambil memukul yunho dengan tas jinjingnya.
“agasshi, berhenti. Ya ya ya, aku jung yunho !”
“mwo ? jung yunho ?”
Gadis itu berhenti memukul, dan memandang yunho lekat lekat.
“jung… Jung yunhoo ?”

*flash back end*

“soo yoon-ah” panggil seseorang di belakang soo yoon.
Soo yoon membalikan tubuhnya, “wae ?”
“mau sampai kapan kau berdiri memandang poster itu ?” tanyanya.
“uisanim…”
“aigoo, sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu”
“ne, choi siwon. Dokter tercerewet di dunia”
Siwon tersenyum, “sudah selesai memandangnya ? kita harus cepat cepat pergi ke rumah sakit. Kau ingatkan kau datang ke jepang untuk melakukan…”
“arrasoo, sudah jangan bahas itu lagi. Kajja kita pergi”
Soo yoon menarik tangan siwon untuk pergi ke rumah sakit.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“aku sudah tidak tahan dengan kesibukanmu itu, kau tak pernah ada disaat aku membutuhkanmu. Kau selalu pergi meninggalkan aku sendirian, padahal kau sangat tau aku sangat benci dengan kesendirian. Jadi, sudah tidak ada lagi alasan untuk melanjutkan hubungan ini”

Kata kata itu selalu bergema di otak yunho.
Kata kata yg tak pernah ia harapkan.
Ia memandang miris sebuah cincin yg berada didalam sebuah kotak.
Ia berencana memberikannya kepada gadis itu, tetapi gadis itu malah memutuskan hubungannya.
Ia menghela nafas, lalu menutup kotak cincin itu lalu meletakannya ditempat semula.

Yunho menghelas nafas dan menyandarkan tubuhnya disofa merah miliknya, lalu memejamkan mata.
“masih ingat dengannya ?”
Terdengar suara changmin dari meja makan.
“tentu, tidak mungkin aku melupakannya dengan mudah” jawabnya lirih.
“kau tidak makan hyung ?”
Yunho menggeleng perlahan, “nanti saja”
Changmin menghela nafas.
Pria yg di panggil hyung olehnya itu sudah selama 6 bulan ini selalu seperti itu.
Tepat berselang di saat gadisnya memutuskan hubungan mereka.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon duduk ditaman sebuah rumah sakit.
Ia sesekali melirik jam tangannya.
Sudah 1 jam ia menunggu disini, tetapi siwon juga belum datang.
Ia mengambil headsetnya, dan mulai memutar lagu.

Geudaeman baraboneun geoshi budamseureopdago neukkindamyeon nan
Ije geuman tteonalge
Nae kamjeongeul daseuriji mothae geudael gwerobge haetdeon georamyeon
Ije nan mulleonalke
Nan geudaega huk hago nae gyeoteseo naraga beorilkka
Dan harudo hyu hago swil sujocha eopseotdan malya
Nae ireon pabo gateun jibchagi
Neorapeuge hal jul nan mijyeo mollatda

*HoMin – Before U Go*

Lagu itu mengantun indah di telinga soo yoon.
Air matanya mulai turun dari pelupuk matanya.
Masih terekam di ingatannya dengan jelas, saat ia meminta yunho menyanyikan lagu ini sebelum ia tidur.
“aku ingin mendengar suaramu lagi, aku benar benar… Aaarrghhhhh”
Tiba tiba dadanya sesak, jantungnya mulai mengeluarkan rasa nyeri lagi.
ia menepuk nepuk dadanya, berharap rasa sakit itu hilang.
Bukannya menghilang, rasa sakit itu makin terasa lebih sakit lagi.
“aaaaarrrghhhh !”
Ia meremas kemeja putih’na, tepat dibagian dada kiri.
Ia terjatuh dari kursi, “saa… kit… se…kali…” ucapnya terbata bata.
Ia memejamkan mata, semakin lama sakit itu semakin membesar.
“soo yoon-ah !” teriak seseorang yg berlari mendekati soo yoon.
“soo yoon-ah, waeyo ?”
“si….wonie… jan..tungku…”
Siwon segera mengangkat tubuh soo yoon masuk kedalam rumah sakit.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon membuka matanya, bau obat langsung masuk kedalam hidungnya.
Sungguh ia membenci bau ini.
Ia memejapkan mata beberapa kali.
“kau sudah sadar ?” tanya siwon.
“ne” jawabnya lemah.
“kenapa rasa sakit itu semakin sering terjadi ?” tanya soo yoon kepada orang yg sudah menjadi dokternya selama 6 bulan lebih.
“entahlah, aku tidak tau”
“siwoonie, jangan tutupi lagi tentang masalah jantungku”
Soo yoon sangat tau siwon mencoba menutupi masalah jantungnya.
Siwon menghembuskan nafas, “tim dokter dirumah sakit ini sedang mencari donor jantungmu”
“kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku, apa jantungku semakin parah ?”
“aku ada rapat dengan dokter hitoshi”
Siwon beranjak dari duduknya, dan pergi meninggalkan soo yoon.

Soo yoon mencoba bangun dari tempat tidur.
Dengan langkah yg lemah ia berjalan kearah pintu.
“gumpalan darah dijantungnya semakin membesar. Aku takut, jantung itu akan berhenti berdetak sebelum kita mendapatkan jantung baru” ucap lirih siwon sambil menunduk.
“We’ll do our best, we’ll even harder to find the donor’s heart. Don’t worry” jawab dokter hitoshi sambil menepuk pundak siwon.

Soo yoon menutup pintu kamarnya, dan mulai menangis lagi.
Ia berjalan menuju jendela besar diruangan itu.
Ia mendongakan kepalanya, dan menatap langit biru.
“tak apa jika kau tidak menghendaki aku untuk mendapatkan jantung baru… Tetapi… Kumohon, biarkan aku melihatnya diatas panggung sekali lagi”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“hyungg”
Yunho tersentak, dan kembali tersadar dari lamunannya.
“wae ?”
“kau tidak serius menjalankan latihan ini, hyungg ini konser penting kita”
“mianhae, aku sedang tidak enak badan. Bisakah kita ulangi lagi ?”
“hyung, kau ini seorang leader. Jadi kurasa kau bisa melakukan kepropesionalisme terhadap pekerjaan”
“ne, mianhae”
Mereka memulai latihan mereka lagi.

Setelah 2 jam latihan, mereka beristirahat.
“yunho-ah, changmin-ah. Habis ini kalian harus melakukan permeriksaan rutin” ucap sang manager.
“mwo ? aishh hyungg, kau masih meragukan kesehatanku ?” protes changmin
“aku tau jika tukang makan sepertimu itu pasti sehat ! tapi ini hanya sebagai formalitas saja” jawab manager.
Changmin terkekeh, lalu menatap yunho yg lagi lagi sedang melamun.
“sepertinya yg sakit itu yunho hyung, ia membutuhkan seorang dokter. Dokter cinta tepatnya”
Semua orang yg ada diruangan itu tertawa, terkecuali yunho.
Ia masih melamun seperti biasanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“bolehkah aku menonton konser itu ?” tanya soo yoon dengan puppy eyesnya.
“ani” jawab siwon.
Soo yoon menghembuskan nafas kesal, lalu memandang lurus ke taman bunga tepat didepannya.
“itu membahayakan jantungmu soo yoon-ah”
Soo yoon mengalihkan pandangannya ke siwon lagi.
“aku janji, aku akan duduk manis saat konser itu berlangsung”
Siwon hanya diam memandang soo yoon.
“jebaalll” ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.
“aku janji ini terakhir kalinya aku menonton konsernya, sehabis itu aku akan menuruti semua kata katamu”
Siwon mengkerutkan dahinya, ia memikirkan sejenak permintaan soo yoon.
“baiklah, nona tukang memaksa”
Soo yoon tertawa bahagia mendengar perkataan dokter pribadinya itu.
“tapi kau harus minum obat tepat waktu”
“ne ! uisanim, kau benar benar baik !”
Siwon mengacak lembut rambut soo yoon.
“aku harus membicarakan ini kepada dokter hitoshi, kau mau masuk atau tetap berada disini ?”
“aku ingin disini, nanti aku akan masuk kedalam”
“baiklah, jangan terlalu lama disini. Arrasso ?”
“ne arrasoo !”
Siwon meninggalkan soo yoon sendirian dibangku taman.
Soo yoon menyandarkan tubuhnya disandaran kursi, dan menadahkan kepala keatas.
Ia menatap langit yg dihiasi ratusan bintang.

“kau itu lebih bersinar dari pada bintang bintang itu”
Kata kata itu, tiba tiba terlintas didalam pikiran soo yoon.
“dan kau tau, setiap aku melihat bintang jatuh aku akan meminta agar kau selalu ada disampingku”
Dan kata kata barusan, membuat air matanya jatuh lagi.
Kata kata yg diucapkan yunho saat mereka berdua melihat bintang.

Soo yoon melihat sebuah bintang terjatuh.
“bolehkah aku meminta agar aku bisa bersamanya terus ?”
Ia menundukan kepalanya, lalu menghapus air matanya, “tapi aku rasa itu permintaan mustahil, kalau begitu aku minta agar aku melihatnya sekarang. Aku benar benar merindukannya”

Tiba tiba soo yoon memegang dada kirinya lagi.
Bukan karena rasa sakit, tetapi karena jantungnya berdebar sangat kencang.
“kenapa lagi dengan jantungku ?”
Ia mengangkat kepalanya, menatap sekitarnya.
Matanya tertuju kepada seorang pria yg berdiri tak jauh dari kursi taman.
Seseorang yg sangat dirindukannya.
“ini sebuah keajaiban” ucapnya sambil tersenyum.
Ia memandang terus pria berbaju putih itu, yg sedang menatap lurus.
“yunho-ah, neomu bogosshipoo”
Tersadar bahwa yunho berbalik dan berjalan kearahnya, ia buru buru lari masuk kedalam rumah sakit.
Ia takut, ia akan bertemu dengan yunho.

Karena melihat seseorang yg berlari, yunho memfokuskan penglihatannya kepada seorang gadis yg sedang berlari masuk kedalam rumah sakit.
Gadis itu mirip sekali dengan gadis yg dirindukannya selama ini.
“soo” panggilnya.
Ia menggelengkan kepalanya, “aigoo, aku pasti sedang berhalusinasi”
Tetapi rasa penasarannya, membuat ia mengikuti gadis itu.
“hyung !” panggil changmin yg tak jauh dari tempat yunho.
Yunho berbalik, dan menatap changmin.
“aku mencarimu kemana mana hyung, sudah ayo kita pulang. Aku lapar sekali hyung”
Changmin berbalik meninggalkan yunho.
Yunho kembali menatap kearah tempat gadis itu berlari.
“tidak mungkin soo yoon berada disini, ia pasti berada di seoul”
Setelah meyakinkan diri sendiri, yunho pergi mengikuti changmin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Konserpun tiba.
Soo yoon begitu gembiranya menyaksikan konser tohoshinki.
Sekian lama ia memimpinkan untuk menyaksikan konser yunho di jepang.
Senyumnya perlahan pudar, setelah sebuah memory indah itu muncul

*flashback*

“kau pergi ke jepang besok ?” tanya soo yoon yg mengalihkan pandangannya dari layar laptop.
“ne, wae ? ini bukan pertama kalinya aku pergi ke jepang bukan ?” jawab yunho yg menggeser laptop soo yoon kedepannya.
Soo yoon terdiam, melihat yunho yg sedang asik memainkan laptop miliknya.
“aku… ingin menonton konsermu di jepang” ucapnya.
“kau ingin ? baiklah, aku akan menelefon manager hyung untuk menyiapkan semuanya untukmu”
Yunho mengambil ponselnya diatas sofa, dan menekan layar ponsel touchscreen itu.
“andwae !” teriak soo yoon tiba tiba sambil merebut ponsel yunho.
“wae ? aku menginginkan untuk nonton konserku di jepang kan ?”
“jangan besok, aku akan mengikuti ujian semester besok”
“baiklah, kapanpun kau ada waktu ke jepang. Kau harus memberitahuku. Aku akan menyiapkan semuanya”
Sebuah senyum mengembang dari bibir soo yoon, “gomawo yunho-ah”
“apapun yg kau minta, akan kukabulkan soo”
“jinjja ?” tanyanya dengan mata berbinar.
“apa aku pernah berbohong kepadamu ?”
Soo yoon menggeleng perlahan, lalu memeluk yunho dari belakang.
Ia menyandarkan kepalanya di bahu yunho, dan melihat kearah jendela.
Sedangkan yunho menatap serius layar laptop soo yoon.
“yunho-ah” panggil soo yoon tiba tiba.
Yunho masih menatap layar laptop.
“apa yg kau lakukan ?”
Soo yoon melihat yunho sedang membuka twitternya.
“aigoo, jangan lihat isi twitterku” ucapnya sambil menutup layar laptopnya.
“wae ?”
“banyak rahasia di situ, rahasia yg tak boleh kau lihat”
“mwo ? kau menyembunyikan sesuatu dariku ?”
“ani”
Soo yoon berlari menuju kamarnya.
“yak ! soo, kau mau kemana ?”

*flashback end*

“hey, kau tidak ingin masuk kedalam ?” tanya siwon.
“tentu saja ingin, kajja !”
Dengan semangat soo yoon menarik siwon.
Mereka sengaja mengambil jarak yg agak jauh dari panggung, agar yunho tidak melihatnya.

5 menit kemudian lampu dimatikan, dan seluruh Cassiopeia menyalakan light stick mereka.
Memang ini bukan pertama kali ia menonton konser yunho, tetapi ini akan menjadi konser terakhir untuknya.
Selama konser, mata soo yoon tak lepas dari yunho.
Matanya mengikuti kemanapun yunho pergi.
Tanpa ia sadari pandangannya memburam karena air mata.
Tiba tiba ia merasakan tangan kanan’na di gengam seseorang.
“uljima. Kau datang kesini bukan untuk menangis bukan ?”
Soo yoon menghapus air matanya, lalu mulai berkonsetrasi ke arah stage lagi.
Siwon memandang soo yoon lekat lekat.
Ia tidak menepis, bahwa ia menyimpan perasaan khusus untuk pasien yg sedang ia tangani sekarang.
Tapi ia sadar, dihati gadis ini hanya ada seseorang yg sedang perfom solo diatas stage.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kau tidak ingin ketoilet ?” tanya siwon.
“ani, aku tunggu kau disini”
Siwon menganggut lalu berjalan kearah toilet.
Konser itu berjalan dengan cepat, membuat soo yoon masih tidak rela bahwa ia harus berhenti melihat yunho.
Ia menyandarkan tubuhnya ditembok, lalu menundukan kepalanya.

Yunho berjalan sendirian di lorong.
Saat akan memasuki sebuah ruangan, matanya menatap sosok seorang gadis yg berdiri tidak jauh darinya.
Perlahan ia berjalan mendekat.
Ia semakin yakin, yg ia lihat tadi saat konser adalah soo yoon.
“soo” panggilnya.
Soo yoon terkejut, lalu melihat yunho.
“ini benar benar kau soo ?”
Soo yoon berjalan mundur menjauhi yunho, ia tak percaya yunho ada didepannya sekarang.
“kenapa kau tak bilang padaku, bahwa kau berada di jepang ?”
Ia membalikkan tubuhnya, bersiap siap akan berlari meninggalkan yunho.
Tetapi, jantungnya mengeluarkan rasa sakt lagi.
“aaarrghhhhh” erangnya sambil meremas kaus hitam’na pada bagian dada kiri.
“sooo”
Yunho membalikan tubuh soo yoon, dan melihat soo yoon mengigit bibir bawahnya.
“kau kenapa ? kenapa dengan dadamu ?”
Soo yoon membungkukkan tubuhnya.
Seperti biasanya rasa sakit itu semakin membesar.
“ada apa denganmu soo ?”
Yunho mulai panik, karena soo yoon tidak menjawabnya.
Soo yoon jatuh diatas lantai, dan tangan kanannya menepuk nepuk dada kiri’na.

“soo yoon-ah”
Seseorang memanggil soo yoon, membuat yunho mengangkat kepalanya.
Siwon berjongkok disamping soo yoon, “soo yoon-ah”
“si…wonie…” panggil soo yoon.
Siwon menggendong tubuh soo yoon, membuat yunho membulatkan matanya karena terkejut.
“kau siapa ?” tanya yunho.
“aku adalah dokter pribadinya, bisa kah kau mengantarkanku kerumah sakit terdekat ?”
“tentu, aku akan mengantarkan kalian”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho menunggu dengan cemas diluar pintu ruang ICU.
Didalam benaknya, terdapat puluhan pertanyaan tentang soo yoon.
Dokter pribadi ? sejak kapan soo yoon mempunyai dokter pribadi ?
Kenapa ia begitu kesakitan tadi ?
Itu segelintir pertanyaan, yg ada di benaknya.

Tak selang berapa lama seorang dokter dengan berwajah jepang keluar dari ruangan itu.
Yunho menghampiri dokter hitoshi, “bagaimana keadaannya ?” tanyanya dengan menggunakan bahasa jepang.
Dokter hitoshi menghela nafas, “kau ini siapanya soo yoon ?”
“aku… aku kekasihnya”
“kau kekasihnya, tetapi tidak mengetahui tentang penyakitnya ?”
Yunho terdiam sejenak, “ia merahasiakan semuanya dariku. kumohon, ceritakan padaku yg sesungguhnya”
“jantungnya bermasalah”
“mwo ?”
“ada gumpalan darah di dalam jantungnya, dan gumpalan itu semakin membesar setiap harinya. menyebabkan jantungnya membengkak dan darah tak bisa menyebar keseluruh tubuh . Sesekali dapat menyebabkan sakit yg luar biasa”
Yunho merasakan tubuhnya lemas setelah mendengar penjelasan dokter hitoshi.
“apa… Apa ia bisa sembuh ?”
“awalnya dokter choi mencoba menghancurkan gumpalan itu. tetapi gagal. Dan tidak ada cara lain selain transpalansi jantung untuk menyembuhkannya”
Ia berjalan mundur, hingga tubuh’na menabrak tembok.
“lalu apa ia sudah mendapatkan pendonornya?”
Dokter hitoshi menggelengkan kepalanya.
Kedua kakinya melemas, dan ia terduduk diatas kursi.
matanya memerah, “tidak mungkin, mengapa ia menyembunyikan ini semua dari ku ?”

Siwon keluar dari ruangan dengan wajah panik.
“sepertinya kita harus cepat menemukan pendonor darah, keadaannya semakin parah” ucapnya kepada dokter hitoshi.
Siwon berjalan menjauh dari ruangan itu, disusul dengan dokter hitoshi.

Dengan berat yunho melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Ia melihat soo yoon terbaring dengan lemah.
“kenapa kau tidak mengatakan ini semua padaku ?”
Ia menarik bangku, dan duduk di samping kiri soo yoon.
“apa ini alasanmu memutuskanku ?”
Yunho mengambil tangan kiri soo yoon, dan mengenggamnya.
“bagaimana bisa kau melewatkan ini semua sendirian soo ?”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon membuka matanya.
Ia meringis pelan, saat jantungnya masih mengeluarkan rasa sakit.
Ia menyadari, ada seseorang yg tertidur disampingnya.
“yunho-ah ?” panggilnya.
yunho mengangkat kepalanya, ” kau sudah sadar ?”
“kenapa kau disini ?”
“apa aku tidak boleh ada sini ?”
“kau tidak boleh ada disini, jebal pergilah dari sini”
Soo yoon membalikan tubuhnya membelakangi yunho.
Yunho menghela nafas, lalu duduk diatas ranjang tepat disamping soo yoon.
“aku sudah mengetaui semuanya”
“kalau begitu pergilah, tinggalkan aku sendiri”
“aku tidak akan pergi soo, aku akan tetap d sini”
“terserah”

Soo yoon memejamkan matanya.
Setetes air mata jatuh dari kelopak mata’na.
“karena ini kau memutuskanku ?”
“ne”
“sooo, tataplah mataku” ucapnya sambil menarik tangan soo yoon, membuat gadis itu menatap yunho.
Yunho membungkukan badan, dan mendekatkan wajahnya kepada soo yoon.
“jebal, jangan pergi dariku lagi. Aku mencintaimu”
“untuk apa kau mencintai gadis penyakitan sepertiku ? jangan bodoh yunho-ah, kau seorang bintang. Kau bisa mendapatkan gadis yg kau mau dengan mudah. Gadis yg sehat, dan mempunyai umur yg panjang, tidak seperti aku yg…..”
“tapi hanya kau yg kuinginkan, aku hanya mencintaimu”
Soo yoon mengalihkan pandangannya dari mata yunho yg sedang menatapnya teduh.
“kenapa tidak melihatku ?” tanya yunho.
Ia menarik wajah soo yoon, agar gadis itu melihatnya kembali.
“aku yakin, kau pasti bisa sembuh”
Yunho memeluk soo yoon, membuat gadis itu terkejut dan meronta agar yunho melepasnya.
“lepaskan aku yunho-ah”
“bogoshippo, jeongmal bogoshippo” bisik yunho.
Soo yoon terdiam setelah mendegar kata kata yunho.
“aku hampir gila, karena tidak ada kau disampngku”
“na…do bogoshippo”
Kata kata itu keluar begitu saja dari bibir soo yoon.
Otaknya memerintahkan tangannya untuk membalas pelukan yunho.
Merasa pelukannya dibalas, yunho mengangkat kepalanya, menatap soo yoon lekat lekat.
“kau berjanji, tidak akan meninggalkan aku lagi ?”
“entahlah yunho, aku….”
“aku tidak mau mendengar kata penolakan, aku hanya ingin mendengar jawaban ya darimu”
Soo yoon tersenyum sekilas, ia tau yunho adalah seseorang yg keras kepala.
“baiklah, aku tidak akan meninggalkanmu. Kau puas ?”
“sangat puas” jawabnya yg kemudian memeluk soo yoon lagi.
Hati kecil soo yoon menyuruhnya untuk kembali pada yunho.
Sentuhan dan perkataan dari yunho, meruntuhkan segala pemikirannya tentang meninggalkan pria itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“boleh aku mengajaknya pergi siwon-sshi ?” tanya yunho.
Siwon memandang soo yoon dari jendela kecil yg ada dipintu.
“aku tak yakin, aku takut jantungnya akan kambuh lagi” jawabnya sambil memandang yunho sekilas.
“aku akan menjaganya, jebal”
Siwon menatap yunho lekat lekat.
“baiklah, jika terjadi sesuatu dengannya cepat bawa ia kembali kesini”
“ah gamshamnida siwon-sshi”
“dan satu lagi, ini adalah obat pengurang rasa sakit. Berikan ini padanya jika sakitnya kambuh, tapi ini hanya mengurangi rasa sakit sekitar 30%”
Siwon memberikan 1 botol kecil kepada yunho.
“ne, sekali lagi terima kasih”
Siwon berbalik, lalu meninggalkan yunho.
Yunho menggenggam botol kecil itu, lalu memasukannya kedalam saku celana.

“kau ingin berjalan jalan ?” tanya yunho ketika ia sudah masuk kedalam kamar rawat soo yoon.
“jalan jalan ?”
“ne, bukankah kau ingin sekali mengitari jepang ? aku sudah meminta ijin kepada dokter choi, dan ia mengijinkanmu untuk pergi”
“jinja ?”
Soo yoon turun dari ranjangnya, memandang yunho dengan mata berbinar.
“tentu, kajja kita pergi”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“disneyland ?” tanya soo yoon ketika mobil yunho berhenti tepat didepan taman bermain yg terkenal di jepang itu.
“ne, bukankah kau begitu menginginkan untuk bermain kesini ?”
“kau masih ingat dengan permintaanku waktu itu ?”
“tentu, aku tidak akan pernah melupakan semua keinginanmu”
Soo yoon tersenyum lebar, lalu ia keluar dari mobil.
Ia menatap Disneyland itu dari luar, ia benar benar ingin pergi kesini.
“kau hanya ingin melihatnya saja ? tidak ingin masuk kedalam ?”
“tentu saja aku ingin ! kajja”
Soo yoon menarik yunho kedalam.

Hampir seharian mereka mengitari taman itu.
“yunho-ah , ayo kita kesana”
Soo yoon menarik narik tangan yunho.
Yunho menghentikan langkahnya, menarik soo yoon, dan melingkarkan tangan kirinya di pinggang gadis itu.
“kau tidak lelah ?” tanyanya lembut.
“ani, ayo kita kesanaaa”
“istirahat sebentar, baru pergi kesana. Arra ?”
Soo yoon menganggut pasrah saat dirinya ditarik yunho kesebuah tempat.
Yunho mengajak soo yoon ketaman yg sepi, lalu duduk dibawah pohon yg rindang.

“aku masih mau berjalan jalan yunho-ah”
“nanti kau akan jalan jalan, tapi istirahat dulu sekarang. Aku takut kau malah akan sakit”
Yunho menurunkan masker yg sedari tadi ia pakai, lalu membuka topinya.
“kenapa dibuka ? nanti ada penggemarmu yg melihat bagaimana ?”
Soo yoon menarik kembali masker yunho.
“aku kepanasan, ini sangat pengap. Lagipula disini sepi sekali”
“lain kali, kau pakai saja masker oksigen, agar kau tidak pengap”
“mwo ?”
Soo yoon tertawa lepas.
Selama 6 bulan belakangan ini, ia tidak pernah tertawa seperti ini.
“soo” panggil yunho dengan menatap soo yoon dengan tatapan teduhnya.
“ne ?”
“adakah keinginanmu selanjutnya ?”
“maksudmu ?”
“kau ini kan gadis dengan penuh keinginan, ada keinginanmu yg lain ? aku ingin mewujudkan semua keinginanmu itu”
Soo yoon terdiam, sesungguhnya yg paling ia inginkan sekarang adalah selalu berada disamping yunho.
“aku ingin….”

Ddrrtt ddrrttt ddrrttt.
Ponsel yunho tiba tiba bergetar, membuat si pemilik mengeluarkan ponselnya dari saku.
“yeoboseyo”
‘yunho, kau ada dimana ?’
“aku sedang berjalan jalan hyung, wae ?”
‘sekarang juga kau harus temui aku di dorm, arra ?’
“tapi hyung…”
Manager mematikan sambungan telefonnya.

“managermu menelefon ?”
“ne, ia memintaku untuk pulang sekarang juga”
“sudah pulanglah, sepertinya ada hal yg penting yg ingin ia bicarakan denganmu”’
“setelah aku mengantarmu pulang”
Yunho menarik tangan soo yoon, tetapi soo yoon menahannya.
“tidak perlu, aku bisa pulang sendiri kerumah sakit”
“aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian”
“kalau begitu, aku akan minta dokter choi menjemputku”
Yunho terdiam manatap soo yoon, “tidak apa apa yunho-ah. Dokter choi pasti akan menjemputku”
“mianhae, aku harus meninggalkanmu seperti ini”
“gwenchana. kau sudah meluangkan waktumu sebentar saja untuk, aku sudah sangat senang. Sekarang pergi lah, manager sudah menunggumu”
Yunho masih ragu untuk meninggalkan soo yoon.
“yunho-ah, percayalah. Dokter choi akan menjemputku”
“baiklah, aku akan pergi. Jaga dirimu baik baik sooo”
Yunho mendaratkan bibirnya sekilas dibibir soo yoon.
Lalu berdiri, dan memakai penyamarannya kembali.
Ia mengacak rambut soo yoon, kemudian berjalan menjauh dari gadis itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ciitttt.
Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi berhenti mendadak didepan lobby rumah sakit terbesar di Tokyo itu.
Pengemudi mobil itu keluar lalu berlarian memasuki rumah sakit.
Berlari terus, tanpa memperdulikan apapun.
Tak peduli dengan orang orang yg mengenali siapa ia.
Tak peduli dengan makian orang lain, karena ia berlari.
Tak peduli dengan apa yg ia tabrak saat ia berlari.

Pelariannya terhenti, tepat disebuah kamar.
Tangannya yg bergetar diulurkannya untuk menggapai knop pintu itu.
Dengan ragu ia menurunkan knop itu, lalu membuka pintu.
Seorang gadis terbaring remah, dan sesekali wajahnya mengeluarkan ekpresi sakit.
Disampingnya terdapat seorang yg memakai baju putih yg sedang duduk memandang gadis berwajah pucat.
“soo” panggil pria itu.
Siwon mengalihkan pandangannya kearah pria itu.
Ia beranjak dan berjalan mendekati yunho.
“kita bicarakan semua diruanganku” ucapnya.

“kenapa kau meninggalkannya ?” tanya siwon usai mereka berdua berada diruangan siwon.
“aku…”
“aku sudah mempercayaimu untuk mengajaknya pergi, tapi nyatanya kau membuat penyakitnya bertambah parah”
Yunho terkejut mendengar perkataan siwon.
Ia merutuki dirinya sendiri, karena telah meninggalkan soo yoon sendirian.
Dengan mudahnya percaya, bahwa gadis itu akan menelefon siwon untuk menjemputnya.
Soo yoon, tipikal gadis yg tidak mau merepotkan orang lain.

“mianhamnida….. jeongmal mianhamnida”
“andai saja, tadi aku tidak menelefonnya. Mungkin kau sudah kehilangan ia selamanya”
“mwo ?”
“penyakitnya kambuh disaat perjalanan pulangnya kesini. Perasaanku tidak enak waktu itu, akhirnya aku menelefonnya. Ternyata orang lain yg mengangkat telefon itu, dan berkata bahwa soo yoon sedang pingsan”
Yunho benar benar menyesal, tindakannya dapat membuat ia kehilangan soo yoon.
“dengar yunho-sshi. Disetiap harinya, penyakit nyeri itu akan sering menyerang soo yoon. Kumohon, jangan biarkan ia sendirian. Atau hal yg tidak kita inginkan akan terjadi”
“ne, aku tidak akan mengulangi itu lagi”

Siwon menghela napas.
“kurasa kau harus tau hal ini juga”
“ne ?”
“mengenai tentang donor jantung itu, sampai sekarang kami belum menemukannya”
“apa kalian tidak bisa berusaha lagi ?”
“kami selalu berusaha mencari si pendonor, tapi hasilnya nihil. Sepertinya soo yoon harus kembali ke seoul”
“kembali ke seoul ?”
“ne, aku sudah merencanakannya. Besok ia akan kembali ke seoul”
“aku masih ada urusan di jepang. Kau bisa menjaganya ?”
“tentu saja, itu sudah kewajibanku sebagai dokternya”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“sebentar lagi pesawat aku akan masuk kedalam pesawat” ucap soo yoon sambil meletakan ponselnya ditelinga.
‘jinjja ? ah mianhae, aku tidak bisa menemanimu kembali ke seoul’
“gwenchana. Pekerjaan dan fansmu lebih penting daripada aku”
‘aku janji, besok aku akan langsung kembali ke seoul’
“tidak usah terburu buru yunho-ah”
‘kalau sudah sampai seoul, hubungin aku’
“ne, aku akan menghubungimu nanti”
‘saranghae soo’
“nado saranghae yunho-ah”

Soo yoon menekan ponselnya untuk mengakhiri hubungan telefon.
“sudah selesai ?” tanya siwon.
“ne, kajja kita masuk”

Soo yoon duduk didekat jendela, iya terus memandang awan awan didepan.
“siwonie”
“ne ?”
Siwon menatap soo yoon yg masing melihat kearah jendela.
“berhentilah mencarikan pendonor untukku”
Soo yoon mengalihkan pandangannya ke arah siwon yg duduk disebelahnya.
“mwo ?”
Siwon membulatkan matanya mendengar perkataan soo yoon.
“kupikir tidak ada gunanya mencari pendonor”
“dengar soo yoon-ah, mencari pendonor bukanlah hal yg mudah”
“aku tau, aku sangat tau. Karena itu aku memutuskan untuk menghentikan ini”
“soo yoon-ah…”
“siwonie, tuhan sudah mentakdirkan semua orang, dan ini adalah takdirku. Aku akan menerimanya”
“kau pasti menemukan pendonor, dan kau pasti bisa sembuh”
“jangan memberikan aku harapan palsu, aku tau keadaanku yg sesungguhnya. Kau juga pasti tau, jangan tutupi semuanya dariku”
Siwon hanya terdiam menatap soo yoon yg sedang tersenyum manis kepadanya.
Gadis itu mulai tau, bahwa penyakitnya bertambah parah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sesudah yunho kembali ke seoul, ia langsung mengajak soo yoon berjalan jalan.
Yunho membawanya ketempat yg ia sering kunjungi bersama soo yoon.

“aku suka tempat ini” kata soo yoon sambil menadah keatas, menatap langit.
“arrasoo, kau sering merengek kepadaku untuk datang ke sini”
Soo yoon melempar senyuman polosnya kepada yunho, membuat pria itu ikut tersenyum.
Soo yoon kembali menadahkan kepalanya keatas.

“dokter choi bilang, kau menyuruhnya berhenti mencari pendonor jantung untukmu ?”
“ne, wae ?”
Yunho menghela nafas, “kau tidak mau sembuh ? tidak mau hidup bersama denganku ?”
Soo yoon merubah posisi duduknya menjadi menghadap ke yunho.
“setiap orang sudah ditentukan takdirnya oleh tuhan bukan ?”
“ne, tapi kau…”
“takdirku seperti ini, jadi aku menerimanya”
“kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku saat aku tau kau meminta dokter choi menghentikan semuanya ?”
Soo yoon diam menundukan kepalanya.
“aku hanya mengikuti apa yg telah tuhan takdirkan untukku”
“soo…”
“keadaanku semakin hari semakin parah, kau tau itu kan ? lagi pula aku tidak akan mungkin mendapatkan pendonor. Semua orang tidak akan mau memberikan organ terpenting didalam tubuhnya, mereka juga ingin untuk hidup bukan ?”
Yunho menatap sendu soo yoon.
“mengenai keinginan, aku ingin mengatakan sesuatu padamu yunho-ah”

Yunho memutar tubuhnya untuk menghadap soo yoon.
“apa keinginanmu ?”
“berjanjilah, jika aku sudah tidak ada, kau tidak boleh menangis dan kau harus melanjutkan hidupmu dengan bahagia ? aku juga harus cepat mencari penggantiku”
Soo yoon mengangkat tangannya, lalu mengacungkan kelingkingnya di depan yunho.
“aku tidak mau berjanji seperti itu”
Yunho memalingkan wajahnya.
“ayolah, itu keinginanku yg terakhir”
Soo yoon mengambil tangan yunho, lalu melingkarkan kelingkingnya di jari kelingking yunho.
“kau sudah berjanji, jika kau banyak menangis aku akan menghantuimu setiap malam”
“mwo ? kalau begitu aku akan menangis terus. Agar kau datang menemuiku”
“ya, jangan seperti itu”

tiba tiba yunho mengambil sesuatu dari saku celananya.
ia mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah maroon, lalu membukanya dihadapan soo yoon.
“ini cincin yg sudah kupersiapkan dari 6 bulan yang lalu”
soo yoon menatap cincin itu.
“maukah kau memakai cincin ini ?”
soo yoon menggelengkan kepalanya, “tidak yunho-ah”
“wae ?”
“berikanlah pada gadis lain”
“maksudmu ?”
“umurku tidak akan lama lagi. kurasa aku tidak pantas memakainya. berikanlah cincin itu kepada gadis lain. gadis yg bisa menemanimu sepanjang hidupmu”
“mwo ? jangan berkata seperti itu soo. aku….”
“arrrghhhh”
Kata kata yunho terhenti.
ketika sebuah erangan kesakitan keluar dari bibir soo yoon.
“sakit itu datang lagi ?”
Soo yoon menganggut, tangan kanannya mencengkram dada kirinya.
“kajja, kita kerumah sakit”
Yunho beranjak dari duduknya, lalu mengendong soo yoon.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“jantungnya melemah uisa” ucap salah seorang dokter.
“andwae ! ambilkan aku alat pemacu jantung” teriak siwon.
Siwon dan beberapa assistennya sedang sibuk didalam ruang UGD.
Berusaha menyelamatkan nyawa seorang gadis.
“ini uisanim”
Seorang suster memberikan siwon alat pemacu jantung.
“han dul set”
Siwon menempelkan alat itu di dada soo yoon, membuat tubuhnya terangkat keatas.
Alat penunjuk detak jantung meperlihatkan detak jantung soo yoon semakin normal.
“han dul set”
Siwon kembali menempelkan alat itu, membuahkan hasil yg baik.
Detak jantung soo yoon kembali normal.

Siwon menghela nafas lega, gadis itu selamat.
“pindahkan pasien keruangan lain” perintahnya.
2 suster mendorong ranjang soo yoon, untuk dipindahkan keruang ICU.
Siwon berjalan dibelakangnya.
“siwon-sshi” panggil yunho.
“ne ?”
“bagaimana keadaannya ? ia baik baik saja kan ?”
“bisa keruanganku untuk membicarakan hal ini ?” ajak siwon.
“ne”
Yunho mengikuti siwon untuk pergi ke ruangannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“jantungnya semakin parah. Aku benci mengatakan ini semua… Tapi kuharap kau bersiap mulai dari sekarang tentang kemungkinan hal buruk terjadi padanya”
Yunho terdiam sambil menatap soo yoon.
Kata kata siwon barusan, terus menghantui dirinya.
Jika boleh jujur, yunho belum siap menerima hal buruk itu.
Ia masih ingin lebih lama lagi bersama soo yoon.
“aku belum siap, jebal jangan tinggalkanku sekarang” ucapnya sambil mengeratkan genggamannya kepada tangan soo yoon.
“tunggu sampai aku selesai wamil nanti, aku akan menikahimu. Membangun semua mimpi masa depanku bersamamu… “
Yunho terdiam, tidak bisa menlanjutkan kata katanya.
“andai aku bisa mendonorkan jantungku, aku akan mendonorkannya untukmu soo”

Soo yoon menggerakan tangannya.
“soo” panggil yunho.
Yunho langsung duduk diatas ranjang soo yoon, tepat disamping soo yoon.
“yunho” panggilnya dengan mata masih terpejam.
“ne, aku ada disini soo”
Ia membuka matanya.
“yunho-ah, aku…”
Kata katanya terhenti, setelah rasa nyeri itu datang lagi.
“wae ?”
“aku…”
“jantungmu kambuh lagi ? aku akan memanggil dokter choi dulu”
Saat yunho beranjak, soo yoon menahan tangannya.
“ani… Jangan tinggalkan…. Aku…”
“tapi…”
“jebal… Jangan”
yunho merasa bingung, disatu sisi ia ingin memanggil siwon, tetapi disisi lainnya hatinya menyuruh agar ia tetap disamping soo yoon.
“soo”
Yunho memeluk soo yoon.
Ia mendengar erangan kecil kesakitan soo yoon.
Soo yoon mencengkram kaus hitam yunho, berharap rasa nyeri itu teralihkan sedikit.
“jebal soo, biarkan aku memanggil dokter choi”
“and…waee”
Soo yoon mengelengkan kepalanya dibahu yunho.
Yunho semakin mempererat pelukannya.
“soo”
“sa… sarang…hae yunho-ah”
Terdengar sebuah nada panjang alat penditeksi jantung itu.
Suara itu bergema, seiring mengendurnya cengkraman tangan soo yoon dan akhirnya mata gadis itu tertutup untuk selamanya.
“nado saranghae, jeongmal saranghae” jawab yunho.

Kedua mata yunho mengeluar air mata.
Pria itu terkenal jarang mengeluarkan air mata.
Tetapi kali ini ia menangis, kepergian soo yoon membuatnya terpukul.
“andwae, andwae !” erangnya frustasi.
ia terus memeluk soo yoon.

Sesorang membuka pintu ruangan ICU itu.
Ia menatap nanar soo yoon yg sedang dipeluk erat yunho.
“soo yoon-ah” panggilnya dengan suara sangat pelan.
Siwon sudah bisa memperediksi hal ini, tetapi sekeras mungkin ia menepis kenyataan ini.
“saranghae soo, jeongmal saranghae” ucapnya.
ia melepaskan pelukannya, lalu mengambil sesuatu di saku celananya.
yunho memakaikan sebuah cincin di jari manis soo yoon.
“selamanya, aku akan memakai cincin ini”
ia melihat cincin yg melingkar dijari manisnya, sama dengan cincin yg melingkar di jari manis soo yoon.
“dan selamanya, aku akan mencintaimu soo”
yunho bergerak memeluk soo yoon lagi.
ia mencium dahi soo yoon.
“jeongmal saranghae soo”
entah berapa kali yunho mengucapkan kata kata itu.
berharap ini adalah sebuah mimpi buruk yg sedang ia alami.
tetapi ini adalah sebuah kenyataan.
Gadis itu telah pergi untuk selamanya, meninggalkan 2 pria yg mencintainya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seorang pria berdiri sebuah batu Nissan.
Mata pria itu memerah, karena menangis.
“aku mencintaimu, tanpa pernah mengharapkan balasan darimu soo yoon-ah”
Pria itu menundukan kepala, menatap rumput hijau dibawahnya.
“maaf. Aku benar benar minta maaf. Aku tidak bisa menyembuhkanmu. Dokter macam apa aku ini”
Siwon mengeluarkan senyum getirnya, sambil menatap batu nissan itu
Ia merasa benar benar gagal menjadi seorang dokter.
“kau tidak pernah bilang padaku secara terus terang. Tapi aku tau, kau sangat ingin melanjutkan hidupmu… seandainya aku bisa menemukan pendonor jantung untukmu… Pasti tidak akan menjadi seperti ini”
Siwon melangkahkan kakinya bebeberapa langkah kedepan.
“sampai jumpa dikehidupan mendatang soo yoon-ah… Semoga aku memiliki kesempatan untuk bersamamu nanti”
Ia mengelus batu Nissan itu, lalu berjalan menjauh sambil sesekali menghapus air mata.

THE END

9 thoughts on “H.E.A.R.T

  1. WKWKW bahagia amat ce yuli😄
    yaude yunho ama ce yuli, siwon ama gue!! sik asikkkkk~
    buat sekuel dngn crita lanjutan sperti itu plis wahahahahha
    yunho ! si sooyoon di twitter tuh tukang gangguin si donge sahabat luu *ngadu*
    ckckkcc -_-

    • WKWKWK nah setuju ni gue !
      Bener yunho Donge itu pengganggu mana kek gitu *ngakak* lo yunho jgn jd fanboy donge😄
      SEKUEL SEKUEL !!

      • GAK ADA SEKUEL !
        gak usah ngarepin sekuel !
        gak bakal g biarkan kalian bersenang2 dgn suami g !

        yee suka2 yunho kalo die jadi fanboy dongee.
        berarti dongee itu sempurna kyk yunho.
        wuakakakakakakakak

    • g ude tau !
      pasti yuli goda2in yunho.
      lo goda2in siwon.
      gak ada lg ff dengan ending g mati !
      g sakit ati !
      wuakakakakakakakak.

      malesss ah.
      buang2 waktu g.
      kalo buwad sekuel kyk gitu.
      wuakakakakakak

      dih.
      u ngadu ampe u k korea jg.
      si yunho gak bakal tau *emo belagu*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s