The Legacy *Part 1*

Sekretaris shim, tangan kanan kang sajangnim memasuki ruang keluarga.
Keenam anak kang sajangnim sudah berkumpul di rumah yg sudah disiapkan.
“selamat malam tuan muda” sapa sekretaris shim.
Mereka hanya menggangut sebagai jawaban.
“karena kalian sudah berkumpul disini aku akan memberi tahu kalian tentang peraturan dirumah ini”
Sekretaris shim membuka sebuah map.
“pertama, kalian akan di sekolahkan di tempat yg sama. Kedua, kalian harus pulang sebelum jam 12 malam. Dan ketiga, pembagian kamar sudah diputuskan dan kalian harus mengikutinya. Kamar pertama, heechul dengan kyuhyun”
“mwoya ?” teriak heechul dan kyuhyun berbarengan.
“kamar kedua, donghae dan siwon”
Donghae dan siwon . hanya saling menatap lalu kembali memandang sekretaris shim.
“kamar terakhir, jong woon dengan ryeowook”
“yaa, mengapa aku harus dengannya ?” protes kyuhyun.
“itu sudah peraturannya. Jika tidak ada pertanyaan saya permisi dulu”
Sekretaris shim meninggalkan mereka berenam.
“dingin sekali dia” ucap ryeowook.
“sudahlah, terima saja kau sekamar denganku” ucap heechul.
Kyuhyun hanya diam, dan kembali melanjutkan aktifitas bermain pspnya.

Hening.
Tiba tiba suasana menjadi hening, mereka sibuk dengan aktifitas masing masing.
“ah ! aku belum berkenalan dengan kalian secara pribadi. Bagaimana jika sekarang kita berkenalan ?” tanya heechul dengan antusias.
“itu ide yang bagus !” kata ryeowook sambil bertepuk tangan.
“menurut ahjusshi yg dingin itu, aku yg tertua d sini jadi aku yg akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu”

Heechul beranjak dari duduknya, “saranghaeyo KIM HEECHUL, woo u biccal KIM HEECHUL” teriaknya dengan semangat.
Yang lain hanya melihatnya dengan tatapan aneh.
“ia saudaraku ?” tanya siwon pelan dengan ekpresi wajah yg tidak bisa diartikan.
Melihat kelima saudaranya menatapnya dengan tatapan aneh, ia tertawa.
“waee ? kalian terkesima dengan cara perkenalanku” tanyanya dengan percaya diri penuh.
“kau sangat aneh” cibir kyuhyun.
“tepat ! kau orang yg ke 1 juta yg bilang aku aneh” jawab heechul.
Heechul duduk kembali dengan menunjukan ekpresi bahagia.
“aku tak percaya dia kakak tertuaku” ucap donghae.

“yak ! kau selanjutnya” kata heechul masih dengan ekpresi wajah bahagia sambil menunjuk jong woon.
Jong woon meletakan kura kura peliharaannya yg ia beri nama ddangkoma di lantai.
“kim jong woon imnida, tapi kalian harus memanggilku yesung”
“mwo ? yesung ?” tanya ryeowook.
“ne, aku ini mempunyai suara emas. Jadi jika aku menjadi penyanyi nanti, aku akan memakai nama yesung. Kalian mau mendengar suaraku ? aku akan menyanyi sekarang. Niga animyeon andwae
Neo eobsin nan andwae. Na ireoke haru handareul tto illyeoneul…… DDANGKOMA !”
Yesung menghentikan nyanyiannya, setelah melihat kura kuranya menuju pintu keluar.
Ia lalu berlari mengejar kura kuranya.

“aishh, orang aneh” guman heechul.
“cih, ia tidak sadar kalau dirinya lebih aneh lagi” kata kyuhyun.
“kau selanjutnya, ppali !” suruh heechul sambil menunjuk donghae.
Donghae menghela napas lalu berdiri, “lee donghae imnida, dan aku adalah calon dancer tingkat dunia. Jaa heyy ! *gaya di skip beat* aku juga pandai berenang ~”
“jadi kau bisa menari ?” tanya yesung yg tiba tiba sudah ada di belakang donghae.
“Aishh ! kau mengagetkan aku saja, ne aku seorang dancer” jawab donghae.
“sudah cukup perkenalanmu, sekarang kau” kata heechul.
Siwon hanya menghela napas, “choi siwon imnida”
“hanya itu ?” tanya heechul.
“ne”
“aishh kau sama dinginnya dengan ahjusshi tadi, sekarang kau”
“kim ryeowook imnida, aku ini calon koki terkenal”
“jadi kau bisa masak ? tanya heechul.
“ne ~”
“kalau begitu masakan kami” kata yesung dengan antusias.
“benar ! aku sudah lapar. Ppali ppali” ucap donghae.
Heechul, yesung, dan donghae menarik ryeowook kearah dapur.
“yak ! kau melupakan aku ?” teriak kyuhyun.
“ck, cepat katakan namamu” suruh heechul.
“cho kyuhyun imnida, aku…”
“oh kyuhyun, ya sudah begitu saja perkenalanmu. Aku sudah lapar, kajja kita kedapur” perintah heechul.
“ya ya ya !” teriak kyuhyun.
Heechul, yesung, donghae, dan ryewook pergi kedapur.
“aishh, menyebalkan sekali”
Karena merasakan lapar, akhirnya kyuhyun ikut pergi kedapur.
“kau tidak ikut makan ?” tanya kyuhyun saat menyadari siwon masih duduk disofa.
“aku sedang diet” jawab siwon yg langsung pergi kearah kamarnya.
“terserah” kata kyuhyun yg kembali melangkahkan kaki.

============================================================

“jadi ini sekolah kita ?” tanya heechul.
Mereka berenam berdiri didepan sebuah gedung sekolah yg sangat besar dan ternama dikorea, seoul internasional school.
sekolah itu memiliki fasilitas yg sangat lengkap.
kang sajangnim, apaa dari mereka berenam adalah pemilik sekolah ini.
99% siswa disini adalah orang orang kaya, dan hanya 1% siswa yg memiliki beasiswa.

“ini sangat bagus” ucap kata ryeowook.
“apa didalamnya ada ruang musik ?” tanya yesung.
“yak bodoh ! ini sekolah terbesar di seoul, jadi pasti ada ruang musik” omel heechul.
yeusng hanya tertawa polos mendengar perkataan heechul.
“masih ada beberapa waktu sebelum masuk kelas, aku ingin berjalan jalan dulu” kata donghae yg langsung meninggalkan mereka.
Dan yg lain pun akhirnya berpisah untuk mengelilingi sekolah ini.

============================================================

“ruang tari” guman donghae saat berada didepan pintu coklat dengan terdapat kaca berbentuk persegi untuk melihat kedalam.
Ia memiringkan kepalanya, melihat kedalam melalu kaca persegi itu.
Dari luar sini, terdengar sayup sayup suara musik.
“adakah yg latihan sepagi ini ?” tanyanya pada diri sendiri.
Dengan ragu ia membuka pintu itu , lalu masuk kedalam.
Didalam ruangan itu, terdapat seorang yeoja yg sedang menari.
Menari dengan gerakan yg cukup membuat donghae takjub.
Cukup lama yeoja itu menari, hingga akhirnya berhenti seiring dengan berhentinya lagu.
Yeoja itu mendesah lelah, lalu mengambil botol minum yg terletak dipojok ruangan.

“gerakan tarimu bagus, tetapi kau terlihat seperti menghafalkan tarian itu” komentar donghae sambil berjalan mendekat kearah yeoja itu.
Yeoja itu menghentikan aktifitas minumnya, dan menatap tajam donghae.
“aku tidak minta pendapatmu. Siapa kau, beraninya mengomentari tarianku” jawabnya ketus.
“memang kenyataannya seperti itu”
“cih, memangnya kau bisa menari ?”
Donghae tersenyum tipis, lalu membuka jas seragam sekolahnya.
“akan kutunjukan kemampuanku, tapi jangan berdecak kagum habis melihatku menari”
Yeoja itu hanya mendengus kesal.
Donghae mulai melakukan break dance, menunjukan pada yeoja didepannya bahwa ia seorang dancer juga.
Gerakan break dance itu diakhiri dengan hands stand yg agak lama.
Setelah melakukan hands stand donghae melompat untuk berdiri kembali.
“bagaimana ?” tanyanya dengan bangga.
“dasar tukang pamer” cibir yeoja itu sambil meninggalkan donghae keluar ruangan.
Donghae mengambil jasnya yg berada diatas lantai, dan memakainya sambil tersenyum penuh arti melihat punggung yeoja itu yg semakin menjauh.

============================================================

Karena kyuhyun malas berkeliling sekolah sepeti hyung hyungnya, ia memilih untuk langsung masuk kedalam kelas.
Braaakkkk.
Ia membuka pintu dengan santainya, dan berjalan masuk kedalam dengan cool.
Seluruh murid dikelas itu yg kebanyakan seorang yeoja memperhatikannya dengan kagum.
Ia melemparkan tasnya diatas meja didekat jendela, lalu duduk.
Ia melihat sekelilingnya, lalu memberikan para yeoja itu sebuah senyuman yg menghasilkan teriakan dari para yeoja yeoja itu.
Kyuhyun mengeluarkan pspnya, dan mulai bermain kembali.

“yak ! ini tempat dudukku” teriak seorang yeoja tepat disamping kyuhyun.
Kyuhyun hanya menatapnya sekilas, lalu kembali fokus dengan pspnya.
“mulai sekarang ini tempat dudukku” katanya santai.
“mwo ? yak ! kau tidak bisa seenaknya seperti ini !”
Kyuhyun tidak memperdulikan ocehan yeoja itu.
Karena geram, yeoja itu mengambil psp kyuhyun, membuat kyuhyun berdiri.
“kembalikan pspku”
“kukembalikan, asal kau pindah dari tempat dudukku !”
“shireo !”
“baiklah, kalau kau bersikeras murid baru !”
Yeoja itu mengambil tas kyuhyun, lalu meletakannya dimeja yg berbeda 1 baris dengan mejanya.
“silahkan ambil pspmu” kata yeoja itu.
Kyuhyun menatap tajam yeoja itu, lalu berjalan menuju meja itu.
Yeoja itu duduk dibangkunya, lalu mengeluarkan buku dari dalam tasnya.
Kyuhyun hanya memandang kesal yeoja itu.

============================================================

“ah annyeonghaseo. Aku murid baru disini, bisa kau tunjukan dimana ruang musik ?” tanya yesung kepada beberapa siswa.
“oh ruang musik, itu ada di pojok lorong ini”
“gamshamnida”
Yesung berjalan menuju ruangan yg ditunjuk.
Ia memang paling suka melihat keadaan ruang musik di setiap sekolah yg didatangkannya.
Dengan percaya dirinya ia masuk kedalam ruang music itu, dan melihat lihat sekelilingnya.
“cukup bagus ruangan ini” gumannya.

Tiba tiba ia mendengar suara tuts piano yg di tekan, membuatnya terkejut.
“aishh, apa di sini ada hantu ?”
Hening.
Tiba tiba suasana menjadi hening, membuat yesung menelan ludahnya dengan susah.
Ia berjalan menuju ruang sebelahnya, ternyata ruang musik ini menyambung dengan ruang disebelahnya.
Dan suara tuts piano itu berbunyi kembali, kali ini dengan nada yg tidak beraturan.
Membuat yesung berlari, dan bersembunyi dibawah meja.
“ruangan ini seram sekali, pasti ada hantu di ruangan ini” ucapnya.
“aigoo, aku tidak bisa bermain piano” kata seorang yeoja.
“itu suara yeoja !” pekiknya yg langsung keluar dari kolong meja.

Dengan ragu ragu, ia kembali mendekati ruangan itu.
Yesung berdiri didekat tembok, dan kepalanya keluar untuk melihat siapa didalam ruangan itu.
Ia melihat seorang yeoja yg sedang duduk didekat piano sambil membelakanginya.
“oh ia manusia, bukan hantu” kata yesung semangat.
Yesung berjalan mendekat, lalu menyapa yeoja itu.
“Annyeong !” sapanya dengan semangat.
Yeoja itu hanya mendongak dan menatap yesung polos.
“kim jong woon imnida, tapi kau harus memanggilku yesung”
“kenapa begitu ?”
“karena aku memiliki suara emas ~~. Dan jika aku terkenal nanti, aku akan menggunakan nama yesung untuk nama panggungku” kata yesung sambil mengepalkan tangan kanannya.
“ohhh” tanggapan yeoja itu.

Yesung duduk disamping yeoja itu.
“siapan namamu ?”
“park ji eun imnida”
“ji eun-sshi, kenapa kau terlihat murung ?”
“kau tau, sosaengnim menyuruhku bermain piano untuk pentas seni nanti. Aku tidak bisa bermain piano”
“kalau tidak bisa kenapa sosaengnim itu menyuruhmu ?”
“karena…. Karena aku di tunjuk teman teman sekelasku !”
Ji eun memukul piano dengan kedua tangannya, membuat penutup piano klasik itu jatuh.
“aigoo” guman yesung yg langsung melihat ji eun dengan tatapan aneh.
“kau… kau marah ?” tanya yesung ragu.
“tentu saja kau marah ! aku ini benar benar tidak bisa bermain piano !”
“jangan marah marah seperti itu, aku akan mengajarimu”
“jinjja ?”
“tentu sajaa”

Kriiiiinggggggg.
Terdengar bel panjang.
“suara apa itu ?”
“itu bel tanda masuk kelas. Kita harus masuk kelas. Ppali ppali”
Ji eun berlari keluar ruang music di ikuti dengan yesung.

============================================================

“selamat pagi semuaaa” sapa kim songsaengnim.
“pagi songsaengnim” jawab semua murid.
Kim songsaengnim terkenal dengan guru yg mudah bergaul dengan para murid muridnya, dan ia juga wali kelas dari 12-A.
“hari ini kelas kita kedatangan 6 murid baru”
Disebelah kim songsaengnim sudah berdiri 6 namja.
“baiklah, kalian perkenalkan diri kalian masing masing” suruh kim songsaengnim.
“kim heechul imnida” kata heechul sambil melambai lambaikan tangannya.
“kim jong woon imnida, tapi kalian harus memanggilku yesung”
“kenapa begitu ?” tanya kim songsaengnim.
“karena aku memiliki suara emas, dan jika aku terkenal nanti, aku akan menggunakan nama yesung untuk nama panggungku” kata yesung sambil mengepalkan tangan kanannya.
Ji eun yg ternyata teman sekelasnya tertawa melihat yesung.
“oh baiklah yesung-sshi. Selanjutnya”
“lee donghae…..”
Braaakkk.
Tiba tiba seseorang masuk kedalam kelas, “mianhamnida aku terlambat songsaengnim”
“aishh, soo yoon-sshi. Kau pasti latihan menari dulu, sudah kubilang kau boleh latihan saat jam pulang saja”
Soo yoon hanya tersenyum manis, sambil membuat V sign di tangan kanannya.
“sudah sana, cepat duduk ditempatmu”
Soo yoon berjalan melewati songsaengnim dan 6 namja itu, lalu duduk di meja didepan taehyun.
“kau boleh lanjutkan perkenalanmu”
“gamshamnida songsaengnim, lee donghae imnida. Dan aku adalah seorang dancer” katanya sambil melihat kearah soo yoon.
Soo yoon hanya menatapnya tajam, ia ingat kejadian tadi saat di ruang tari.
“soo-ya, ia seorang dancer juga, sama sepertimu” bisik jeun hye yg duduk disamping soo yoon.
“aku tidak peduli” jawab soo yoon yg kemudian membuka buku tulisnya.
“aishh, ada apa dengannya” guman jeun hye.
Jeun hye kembali melihat kedepan.

“choi siwon imnida”
“mwo ? hanya itu perkenalanmu ?” tanya kim songsaengnim.
“ne”
“ternyata ia orang yg tak banyak bicara, selanjutnya”
“kim ryeowook imnida, aku ini senang memasak”
“apa memasak ?” tanya jeun hye dengan semangat.
“hyenie, kau kenapa si ?” tanya shin ri yg duduk dibelakangnya.
“aku bisa meminta ia mengajarkanku masak. Kau tau masih ingat bukan dengan misiku ?”
“oh jadi karena itu” jawan shin ri.
“cho kyuhyun imnida, aku tidak perlu menyebutkan kelebihanku. Nanti kalian akan mengetauinya sendiri”
“cih ! sombong sekali” guman taehyun.
“karena kalian sudah memperkenalkan diri, kalian boleh duduk”
Keenam namja itu duduk ditempat mereka masing masing.
“jika kalian butuh bantuan, jangan malu untuk bertanya kepada park soo yoon, ketua kelas 12-A ini” kata kim sosaengnim.
Soo yoon menatap kim songsaengnim, lalu menatap keenam namja itu dengan tatapan tajam.
“sepertinya ia seorang yeoja yg jutek” guman ryeowook.
“bukankah ia menarik ?” tanya donghae yg duduk didepan ryeowook.
“mwo ? aigoo, aku tak suka yeoja jutek”
Ryeowook membuka buku didepannya.
Donghae masih memandang soo yoon yg sedang bermain ponsel dilaci mejanya.
Tak lama kemudian ia tersenyum penuh arti, lalu kembali fokus melihat kim songsaengnim.

=============================================================

Krringgggg.
Bel istirahat berbunyi.
Kim songsaengnim keluar kelas.
“ji eun-ah, ayo kita kekantin !” kata soo yoon yg menarik ji eun yg duduk didepannya.
“yaaa, aku ikut !” teriak taehyun yg langsung mengejar soo yoon dan ji eun.
“hyenie, kau tidak pergi dengan mereka kekantin ?” tanya shin ri sambil membawa bola basket.
“ani, aku bawa bekal”
“oh. Kalau gitu aku pergi dulu”
Seperti biasa, shin ri pergi kelapangan basket outdoor.
“ia tidak bosan apa bermain basket setiap hari” tanya jeun hye.

Saat jeun akan memasukan makanannya kedalam mulut, tiba tiba seorang namja menghampirinya.
“annyeong” sapanya.
Jeun hye masih membuka mulut sambil menatap namja itu.
“kim ryeowook imnida. Siapa namamu ?” tanyanya.
Jeun hye menutup mulutnya, lalu menaruh sumpit diatas tempat makanannya.
“lee jeun hye imnida”
“jeun hye-sshi, apa disekolah ini ada pelajaran memasak ?”
“tentu saja ada. Bahkan ada ekstrakulikuler memasak”
“jinja ? aigooo, aku bisa mengikutinya kalau begitu”
“kau sepertinya pintar masak ryeowook-sshi”
“apakah aku terlihat seperti itu ?”
“tentu ! ah kita bisa bertukar ilmu. Kau mau mencoba bekalku ?”
Jeun hye menyodorkan bekalnya kepada ryeowook.
“aku boleh mencicipinya ?”
Jeun hye menganggut semangat, ryeowook mengambil sumpit lalu mencicipi bekal jeun hye.
“mmmm, mashitaa ~~”
“jinja ? ini masakan eommaku”
Ryeowook tersedak saat mendengar perkataan jeun hye.
“ryeowook-sshi ? kau baik baik saja ?”
“uhuk uhuk”
Jeun hye menepuk nepuk punggung ryeowook, lalu memberikannya air minum.
Ryeowook langsung meminum air itu.
“sudah merasa baikan ?”
“ne. jadi ini eommamu yg masak ?”
Jeun hye menganggut, “wae ?”
“kupikir ini masakanmu”
Jeun hye tertawa keras mendengar perkataan ryeowook.
“tidak mungkin masakanku bisa seenak ini”
“kukira kau pandai memasaka sepertiku jeun hye-sshi”
“anii, aku baru ingin belajar memasak sekitar seminggu yg lalu. Aku ini payah sekali dalam memasak” katanya dengan bangga.
Ryeowook mencoba tersenyum kepada jeun hye, dugaannya meleset.
“jadi kau harus mengajariku ryeowook-sshi”
“mwo ? mengajarimu ?”
“harus ! karena kau sudah memakan bekalku”
“baiklah, aku akan mengajarimu”
“gomawo, ini makan lagi bekalku ryeowook-sshi”
Akhirnya ryeowook memakan bekal jeun hye lagi.

============================================================

“shin ri-ah” panggil ryushin.
Shin ri menghentikan langkahnya, lalu berbalik.
“wae ?”
“kau akan bermain basket ?”
Shin ri tertawa, “tentu saja pabo !”
Shin ri berjalan kemabli menuuju lapangan basket, dan ryushin mengejarnya.
“kau tau, dilapangan basket sekarang sedang ramai”
“mwo ? memangnya ada pertandingan basket ?”
“bukan, tapi adaa….”
Ryushin menunjuk seorang namja yg sedang bermain basket sendirian.
Di pinggir lapangan, penuh sesak oleh para yeoja yg sedang bersorak sorai.
“aishhh, siapa diaa” guman shin ri.
Shin ri menerobos gerombolan yeoja yeoja itu sambil menutup kedua telinganya.
Teriak yeoja yeoja itu sungguh menganggunya.

Namja itu melakukan slam dunk, membuat para yeoja semakin histeris.
“cih, belebihan” cibir shin ri epada yeoja yeoja itu.
Shin ri mendekati namja yg sedang menderibble bola basket.
“yaaa”
Namja itu hanya melihat sesaat shin ri, lalu melempar bola itu kedalam ranjang.
Three point shoot.
Namja itu berlari mengambil bola.
“aku berbicara denganmu !” teriak shin ri.
“kau mau apa ?” tanyanya.
“kenapa kau bermain disini ?”
“ini lapangan umum, aku berhak main disini”
Namja yg bernama siwon itu menderibble bola basketnya lagi sambil berlari.
Karena kesal shin ri mengejarnya, dan mengambil bola basket itu.
“yaa !”
“bermain one by one denganku” tantang shin ri.
Siwon tersenyum meremehkan, “aku tidak melawan yeoja”
“cih, jangan memakai alasan karena ku yeoja kau bisa menolak bertanding denganku. Jangan jadi seorang pengecut”
“baiklah kalau itu maumu”

Siwon mengambil bola itu dari tangan shin ri dan berlari.
Shin ri berlari mengejarnya, lalu berusaha mengambil bola itu dari tangan siwon.
Tiba tiba siwon berhneti tepat di tengah tengah lapangan.
Shin rinpun berhenti agak jau darinya.
Siwon bersiap siap akan mengeshoot bola.
“mana bisa ia memasukan bola dari jarak sejauh itu” cibir shin ri.
Blusshhh.
Bola itu masuk dengan mulus dikeranjang basket itu.
Shin ri memandang papan keranjang bola basket itu tak percaya.
“tidak mungkin” gumannya.
Ia lalu menatap siwon yg menatapnya dengan wajah angkuh.
“sudah kubilang, aku tidak bertanding dengan yeoja”

Siwon berjalan kepinggir lapangan, mengambil jas seragamnya dan berjalan keluar.
“sombong sekali dia, aku harus bisa mengalahkannya lain waktu”
“shin ri-ah, kau tidak tau dia itu siapa ?” tanya ryushin yg berada disampingnya.
“ani, memangnya siapa ?”
“pabo ! kau bilang kau mengilai basket, tapi kau tidak tau siapa dia ?”
“memangnya siapa si dia ? apa doa orang penting ?”
“dia itu choi siwon, pebasket nasional pabo !”
“jinjja ? pantas mukanya tidak asing bagiku” kata shin ri dengan polos.
“aishhh”
“tapi aku harus mengalahkannya suatu hari nanti !”

===============================================================

Bel berbunyi.
Semua siswa berlarian keluar kelas untuk pulang.
“kau pulang bersamaku soo-ya ?” tanya jeun hye.
“ani, aku membawa mobil. Lagi pula aku…..”
“ia pasti mau latihan menari” potong shin ri.
“ah, kau memang paling mengerti diriku” kata soo yoon sambil menepuk nepuk bahu shin ri.
“tak lelah setiap hari berlatih ?”giliran taehyun bertanya.
“kau sendiri tidak lelah setiap hari mengerjakan soal matematika ?”
“aishh, jangan balik bertanya seperti itu”
“ia tidak mungkin bosan, sebelum mendapatkan beasiswa ke jepang itu” ucap ji eun.
“sudah, aku ingin latihan dulu. Bye semuaaa” katanya sambil melakukan flying kiss.
“jadi ji eun-ah, kau pulang dengan siapa ?” tanya taehyun.
“dengan kau saja, boleh aku menumpang denganmu ?”
“aishh, setiap hari juga kau menumpang denganku. Kajja, aku harus mengajarkan anak les” kata taehyun.
“dan kau, berlatih basket shin ri-ah ?”
“tentu saja ! hyeniee ~~ aku pergi dulu”
Shin ri langsung berlari meninggalkan jeun hye.
“aigoo, aku harus kemana ? ah menyusul soo yoon saja”
Jeun hye melangkahkan kaki menuju ruang tari.

“donghae-ah” panggil yesung saat donghae berjalan keluar kelas.
“wae ?”
“kau langsung pulang ?”
“ani, aku ingin mencoba ikut ekstrakulikuler menari”
“kalau begitu aku pulang dengan siapa ?”
“tanya saja kepada yg lain”
Donghae meninggalkan yesung.
“donghae-ah, aku pergi bersamamu” kata ryeowook sambil mengejar donghae.
“untuk apa mengikutiku ?”
“aku hanya ingin melihatmu menari”
“baiklah, terserah kau saja”

“heechul-ah, aku pulang bersamamu” teriak yesung.
“boleh, tapi aku akan ke mal dulu sebentar”
“ah gwenchana”
Yesung berjalan mengikuti heechul.

===============================================================

“sooo yoonn” teriak jeun hye saat masuk kedalam raung tari.
Soo yoon menghentikan gerakan menarinya.
“kau belum pulang ?”
“aku bosan jika pulang kerumah, aku menungguimu saja”
“kau yakin ? aku akan berlatih selama 2 jam lebih”
“gwenchana”
Soo yoon melanjutkan aktifitasnya.
“aku ingin bertanya padamu” tanya jeun hye.
“apa ?”
“kau masih mengharapkannya ?”
Soo yoon menghentikan aktifitasnya dan berbalik menatap jeun hye.
“setiap hari, pagi siang sore bahkan malam kau terus berlatih. Kau pasti masih sangat mengharapkannya bukan ?”
“ ia adalah cinta pertamaku”
“tapi kau jangan menyiksa dirimu terus terusan soo-ya”
“ehem”
Soo yoon dan jeun hye mengalihkan perhatiannya kepada 2 namja yg berdiri di dekat pintu.
Entah sejak kapan mereka berdiri di situ, soo yoon dan jeun hye tidak mengetauinya.

“mau apa kau disini ?” tanya soo yoon dengan ketus.
“aku ingin latihan, tempat ini tempat umum bukan ?” jawabnya santai.
Soo yoon mengambil kapur dipojok ruangan, lalu membuat garis lurus di tengah tengah ruangan itu.
“ini daerahku dan ini daerahmu. Jangan melewati daerahmu arrasoo ?”
Donghae tersenyum, “ baiklah”

“jeun hye-sshi, sedang apa kau disini ?” tanya ryeowook.
“menunggu soo yoon, wae ?”
“kau tau ruang memasakkan ? bagaimana sambil menunggu mereka. Kita pergi kesana ?”
“ide yg bagus ! pasti kau ingin mengajarkan aku masakan ? ppali ppali !”
Jeun hye dengan semangat menarik ryeowook keluar ruangan.

===============================================================

“ruangan ini tidak di kunci ?”
Ryeowook dan jeun hye masuk kedalam ruangan yg penuh dengan perlengkapan masak.
“belum, nanti saat penjaga sekolah akan pulang baru ruangan ini di kunci”
“jadi kau ingin belajar memasak apa hari ini ?”
“semuanyaa”
“mwo ? aishh, jangan semuanya. Dari dasar saja, kau bisa memasak ramen ?”
Jeun hye tertawa, “kata teman temanku, ramen buatanku terlalu lembek dan berkuah banyak”
“aigoo, jadi kau tidak bisa masak sama sekali ?”
Jeun hye menggeleng dengan polosnya.
“lalu apa motivasimu untuk belajar memasak ?”
“han songsaengnim menantangku, kalau dalam 1 bulan aku sudah bisa memasak 1 menu makanan sehari hari saja. Ia akan memberikanku nilai tinggi selama ujian pelajarannya”
“kim songsaengnim ? siapa itu ?”
“guru yg mengajarkan pelajaran masak, besok juga kau akan bertemu dengannya”
“ya sudah, kita belajar dari awal saja”
“tentu”
“ah hyennie, jangan memanggilku dengan sehormal itu. arra ?”
“ne arra. Kau memanggilku hyenie ? itu terdengar lucu wookie”
“kau juga lucu memanggilku dengan wookie. Ah, mari kita mulai memasak”
Ryeowook mulai mengambil perlengkapan masak untuk mengajari jeun hye.

===============================================================

“mianhamnida pelatih, aku datang terlambat” ucap shin ri sambil membungkukan badan.
“gwenchana shin ri-sshi, lakukan pemanasan dulu sebelum latihan”
“ne pelatih”
Shin ri mulai melakukan pemanasan.
Seoul internasional school mengadakan turnamen sebulan lagi.
Semua cabang olahraga akan dipertandingkan.
Tak hanya bidang olahraga, tetapi bidang lainnya juga diikut sertakan.
Seperti menari, menyanyi, bahkan akan ada tournament mata pelajaran nantinya”
Seminggu lagi akan ada pengumuman, siapa yg akan mewakilkan nama sekolah untuk mengikuti tournament itu.

Setelah melakukan pemanasan, shin ri kembali kedalam tim.
Shin ri melupakan kapten tim basket yeoja dari seoul internasional school.
Ia terkenal sebagai yeoja yg tomboy.
Ia sangat berbeda denga teman temannya.

“siwon-sshi” panggil pelatih.
“aku percaya dengan kemampuanmu, bisa kau membantuku melatih tim ini ?”
“ne, aku akan membantu pelatih”
“kau memang dapatku andalkan siwon-sshi”
Mendengar perkataan pelatih, shin ri berguman “cih, pasti semakin besar kepala dia”
“ayo berkumpul semua, dan kita berlatih teknik dasar” teriak pelatih.
Semua siswapun berlatih sesuai dengan perintah pelatih.

===============================================================

Setelah selesai berlatih memasak, ryeowook dan jeun hye membereskan ruangan itu.
“sudah rapi semua ?” tanya ryeowook memastikan.
“sudah wookie-ah” jawabnya sambil berjalan menuju pintu.
Jeun hye membuka pintu, ternyata pintu itu terkunci.
“wae hyeenie ?”
“pintunya tidak bisa dibuka”
“mwo ?”
Giliran ryeowook yg berusaha membuka pintu.
“pasti penjaga sekolah sudah menguncinya karena mengira tidak ada orang diruangan ini”
“aishh, lalu bagaimana ?”
“ah hubungi soo yoon !”
Jeun hye mengambil ponselnya dari saku roknya.
“soo yoon-ah”
‘wae ?’
“kau sudah pulang ?”
‘belum, aku baru ingin akan pulang’
“bagus kalau begitu ! tolong aku, aku terkunci didalam ruang masak”
‘mwo ? arrasoo ! aku akan kesana. Kau tunggu sebentar’

===============================================================

Soo yoon melirik jam tangannya.
Jarum jam menunjukan angka 05.00pm.
Ia merasa waktu latihannya sudah cukup.
Ia melirik kearah pojok ruangan, dimana donghae sedang membereskan barang barangnya, seperti yg ia lakukannya sekarang.
Sebenernya soo yoon agak risih dengan keberadaan donghae.
Tapi ini adalah tempat umum, jadi ia tidak bisa berlatih sendirian diruangan ini.

Dddrrtttt Dddrrtttt Dddrrtttt
Saat akan berjalan keluar, ponsel soo yoon berbunyi.
‘soo yoon-ah’
“wae ?”
‘kau sudah pulang ?’
“belum, aku baru ingin akan pulang”
‘bagus kalau begitu ! tolong aku, aku terkunci didalam ruang masak’
“mwo ? arrasoo ! aku akan kesana. Kau tunggu sebentar”

Soo yoon langsung berlari keluar ruangan.
Tenyata nasibnya pun sama dengan jeun hye, terkunci di ruangan ini.
“shit !” gumannya.
“ada apa ?” tanya donghae dibelakang soo yoon.
Soo yoon hanya menyingkir, tidak menjawab pertanyaan donghae.
“aishh, kenapa bisa terkunci seperti ini ?” ucap donghae.

TBC ~

4 thoughts on “The Legacy *Part 1*

    • menurut u jadi ape ?
      *nyolod*
      wuakakakakakakak.

      yee suka2 g.
      g mau kekonci ama dongee.
      kok u sewot ta.

      males ah konciin u ama kyu.
      ntr keluar2 kyu berbadan 2 lg.
      wuakakakakakakak.

      adegan romantiss ?
      kasi gak yaa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s