Another Love Love *part 3/end*

Cast:
 Park Soo yoon
 Jung Yunho
 Lee Donghae

Support Cast:
 Park Jung Soo

==========================================================

Part 3

*Yunho Pov*

Aku hanya bisa terdiam menatap 2 orang penting di dalam hidupku.
Mereka saling tertawa satu sama lain.
Aku tersenyum pahit, saat melihat sahabatku sendiri mengecup bibir tunanganku.
Jadi ini yg mereka lakukan saat aku tidak ada ?
Sungguh aku tidak menyangka.
Tidak pernah sedikitpun terbayang di dalam benakku, mereka akan melakukan ini padaku.

Donghae melangkahkan kaki’na menuju mobil’na.
Saat akan masuk kedalam, ia melihatku dan ternyata soo yoon juga melihatku.
Ku oper gigi mobilku, dan menginjak gas.
Dengan cepat kumundurkan mobilku kebelakang.
“yunho-ah !”
Soo yoon mengetuk ngetuk jendela mobilku.
“yunho-ah, aku bisa jelaskan semuaa” teriak’na lagi sambil terisak.
Tak kupedulikan panggilan itu.
Mobilku terus melaju meninggalkan rumah itu dengan cepat.
Mencari tempat untuk menenangkan pikiranku.

Ciiittttt ~
Kuhentikan mobilku secara mendadak tepat di dekat sungai han.
aku keluar dari mobil, dan berjalan mendekati sungai han.
“AAARRRGGHHHHH !” aku berteriak sekencang mungkin untuk meredakan emosiku.

Bughh !
Kuhantam pohon yg tepat berada di sampingku dengan tangan kananku.
Kupejamkan mataku dan membiarkan angin malam menerpa tubuhku.

Aku sudah mulai curiga dengan mereka sejak 2 hari yg lalu.
Saat aku dan soo yoon berada di villa.
Aku secara tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
Tapi soo yoon bilang itu adalah telefon dari jung soo hyung.
Dan saat keesokan hari’na.
Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri mereka berdua berpelukan di restorant itu.
Saat aku menelefon soo yoon, ia berkata bahwa ia berada di rumah.
Akhir’na hari ini kuputuskan untuk meminta manager han untuk berbohong.
Aku menyuruh’na untuk berkata kepada donghae bahwa aku pergi ke Thailand.
Ku ikuti mereka seharian ini, ternyata dugaanku tidak salah.
Mereka berselingkuh dibelakangku.

Aku mengepalkan tangan kananku.
Lee donghae, setega itukah kau kepadaku ?
Aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku sendiri,
Kenapa kau lakukan ini terhadapku ?
Apa salahku sehingga kau berbuat itu padaku ?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POv

Setelah berkeliling seoul, soo yoon masih tidak menemukan yunho.
Hingga akhir’na dia memutuskan untuk datang kerumah yunho.
“selamat malam nona” sapa kepala pelayan di rumah itu.
Soo yoon menganggut perlahan, lalu memasuki rumah yg tak kalah mewah’na dengan rumah’na.
“tuan muda belum pulang ?”
“belum nona. Nona apa kau baik baik saja ? mata anda bengkak”
“ gwenchana, aku akan menunggu’na di kamar’na”
Soo yoon berjalan menaiki tangga, dan berjalan menuju sebuah kamar tepat di seberang tangga itu.
Ia membuka pintu kamar itu.
Aroma khas yunho sangat tercium, membuat’na semakin ingin menangis lagi.
Ia duduk di sofa panjang di kamar itu, menghapus air mata’na lalu memandang cincin yg melingkar dijari manis’na.
“apakah pertunangan ini masih bisa dipertahankan ?”
Pertanyaan itu terus menghantui pikiran soo yoon.
Membuat air mata’na semakin mengalir dengan deras lagi.

1 jam.
2 jam.
3 jam.
4 jam.
Belum ada sama sekali tanda tanda kehadiran yunho di rumah itu.
Ponsel soo yoon terus berbunyi, tetapi dihiraukan oleh’na.

Ckelekk ~
Seseorang membuka pintu kamar yunho, membuat soo yoon mengalihkan pandangan’na ke arah pintu.
Ia bertemu mata dengan si pembuka pintu kamar itu.
“yunhoo” panggil’na lirih.
Pria itu berjalan meninggalkan kamar.
“yunhoo, jebal dengarkan aku dulu”
Soo yoon beranjak dari sofa, dan berlari mengejar yunho.
Yunho membuka pintu sebuah kamar, tepat di sebelah kamar’na.

Braakkk !
Ia menutup kencang pintu itu, lalu mengunci’na dari dalam.
“yunho-ah, jeball….. dengarkan aku dulu” ucap soo yoon sambil memukul pintu kamar itu.
Yunho hanya berdiri mematung membelakangi pintu.
“aku….. aku tau kau berada didekat pintu yunho-ah. Aku tau kau mendengar ucapanku sekarang”
Yunho memejamkan mata, mencoba meredam emosi’na.
“aku…. Aku tau jika aku melakukan kesalahan, aku…. Minta maaf”
Kedua tangan yunho mengepal, emosi’na semakin naik mendengar pengakuan yg keluar dari bibir soo yoon.
Ia memutuskan berjalan menuju kamar mandi di kamar itu.
Ia takut emosi’na akan membuat’na berbuat sesuatu yg dapat melukai soo yoon.
Ia tidak mau menyakiti wanita itu, walau wanita itu sudah menyakiti’na.

Yunho membuka kran yg berada di wastafel.
Mengusap wajah’na dengan air dingin itu hingga berkali kali.
Ia terdiam, lalu menadahkan wajah’na untuk menatap cermin.

Bughh !
Tangan kanan’na meninju kaca itu.
Ia menarik tangan’na, lalu meninju kaca itu lagi.
Ia melakukan’na beberapa kali, hingga kaca itu mulai tidak berbentuk.
Prangg ~
Kaca itupun akhir’na pecah.
Darah segar mengalir dari tangan kanan’na.
Rasa sakit di hati’na, jauh lebih besar daripada sakit ditangan kanan’na.

Yunho menghela nafas, lalu mengambil ponsel’na di saku celana’na dengan tangan kiri’na.
Ia menekan nekan ponsel’na, lalu menempelkan benda itu di telinga kiri’na.
‘yeoboseyo’
“hyung…. Jemputlah soo yoon dirumahku”
Tanpa mendengar jawaban dari jung soo, yunho langsung mematikan ponsel’na.
Ia menyandarkan tubuh’na di tembok, lalu secara perlahan tubuh’na merosot kelantai.
Ia mengusap wajah’na dengan tangan kiri’na,
Tak ia pedulikan tangan kanan’na yg masih mengeluarkan darah itu

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jung Soo Pov

Aishh ! lembur membuatku pulang hingga larut malam seperti ini.
Kukendarai mobilku dengan kecepatan tinggi, agar aku bisa sampai di rumah dengan cepat
Ponselku yg kuletakan di dashboard mobil berbunyi.
Kutekan tombol headset yg menempel d telingaku.
“yeoboseyo”
‘hyung….. jemputlah soo yoon dirumahku’
“mwo ? kenapa…..”
Perkataanku terhenti, yunho sudah mematikan ponsel’na.
Ada apa dengan mereka ? Sedang bertengkar lagi ?
Aigoo, apa yg kau perbuat kali ini soo yoon ?
Kuputar setir mobil, untuk berbalik arah.

15 menit kemudian aku sampai didepan rumah yunho.
“selamat malam tuan” sapa kepala pelayan dirumah itu.
“ne, dimana soo yoon dan yunho ? mereka bertengkar lagi ?”
Ekspresi wajah kepala pelayan itu berubah, membuatku semakin panik.
“waeyoo ?”
“mereka ada dilantai atas tuan”
Aku segera menaiki tangga.
Setelah sampai di lantai 2, langkahku terhenti.
Kulihat dongsaeng kesayanganku sedang menangis sambil memeluk kedua lutut’na didepan sebuah kamar.
“saengie” panggilku yg berlutut didepan’na.
Ia menadahkan kepala’na menatapku.
“oppaa ~” panggil’na dengan suara serak.
“kau kenapa ? apa yg terjadi ?”
“oppa, aku… aku berbuat salah”
“salah ? apa yg kau lakukan ?”
“aku… Aku telah berselingkuh… dengan donghae” ucap’na dengan terbata bata
“mwo ?”
Tubuhku terhuyung kebelakang, sehingga posisiku menjadi duduk sekarang.
Jadi hal yg selama ini kutakutkan terjadi.
“dan… yunho sudah mengetahui’na oppa”
Aku menatap dongsaeng semata wayangku itu.
Aku tidak percaya ia melakukan ini.
Dan donghae, kau benar benar melakukan ini terhadap yunho ?
“aku harus bagaimana oppa ?”
“kita pulang saja sekarang”
“tapi oppa…..”
“sudah soo yoon, dengarkan aku kali ini” kataku dengan setengah membentak’na.
Kubantu ia berdiri dan kupapah ia berjalan meninggalkan kamar itu.

“oppaa…. Bagaimana dengan yunho ?” tanya’na saat kami berada didalam mobil.
“kita bicarakan besok”
Kunyalakan mesin mobilku, dan menjalankan’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

“kau mau kemana ?” tanya jung soo saat melihat dongsaeng’na sudah rapi dan duduk di meja makan, menunggu’na untuk sarapan.
Jung soo duduk tepat disamping soo yoon.
“aku akan pergi ke kantor yunho”
Jung soo menghela napas, lalu membelai rambut panjang soo yoon.
“saengi, kenapa kau lakukan ini ?”
Soo yoon terdiam, ia hanya menatap makanan didepan’na.
“ku tau perbuatanmu ini bisa merusak pertunanganmu ?”
Soo yoon menganggut perlahan, sambil menundukan kepala’na.
“kau sudah besar saengi, kau tau mana yg baik dan tidak untuk dirimu”
“aku… aku hanya kesepian oppaa… Kau tau, aku tidak bisa sendirian”
Jung soo menghela nafas lagi.
“kau selesaikan dengan kepala dingin masalah ini. Aku ingin kau bisa menjadi dewasa saengi. Kau tidak mungkin seperti kekanak kanakan lagi seterus’na. Demi masa depanmu nanti, berubahlah”
“ne oppa…”
“sekarang makanlah sedikit, jangan sampai maagmu kambuh lagi”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon menghela napas setelah keluar dari lift.
Hari ini ia memutuskan untuk datang ke kantor yunho.
Ia berjalan menghampiri sebuah meja didepan ruangan yunho.
“tuan jung ada diruangan’na ?”
“ne, tuan jung berada didalam” jawab seorang wanita setengah baya yg menjabat menjadi sekretaris yunho.
“jangan memberitahu’na jika aku datang”
“ne, arraso nona”

Dengan perlahan soo yoon berjalan menuju pintu ruangan yunho.
Ia membuka pintu itu dengan hati hati.
Ia melihat yunho sedang memandang laptop dengan tatapan kosong sambil bersandar di kursi’na.
Tangan kanan’na terdapat perban dengan bercak darah yg cukup banyak.
Soo yoon melangkahkan kaki’na mendekati yunho.
Ia menelan ludah, ia takut yunho akan menghindari’na seperti kemarin.
Sekian lama soo yoon berdiri disamping yunho, tetapi yunho belum sama sekali menyadari’na.

“yunho”
Akhir’na soo yoon membuka mulut untuk memanggil pria yg sedang melamun itu.
Yunho langsung menadahkan wajah’na menatap orang yg memanggiil nama’na.
Setelah melihat siapa yg memanggil’na, ia langsung beranjak berdiri dan melangkah keluar ruangan.
“dengarkan aku kali ini saja, jebal” ucap soo yoon yg membuat’na menghentikan langkah’na.
Soo yoon berbalik dan menatap punggung pria yg sudah di sakiti’na.
“aku tau, hanya meminta maaf saja itu tidak cukup….. tapi aku sangat berharap kau…..”
“apa kau pantas untuk kuberikan maaf ?” sela yunho.
Yunho berbalik menatap soo yoon.
“setelah apa yg kau lakukan padaku ?”
Soo yoon menundukan kepala’na, ia tidak berani menatap mata tajam yunho.
“bagaimana jika kau yg berada di posisiku ? apa kau akan memaafkan orang yg sudah benar benar menyakitimu ?”
“aku….. aku hanya kesepian yunho-ah”
“tapi haruskah kau berselingkuh dibelakangku ?” bentak yunho.
Tubuh soo yoon bergetar hebat, ia benar benar takut sekarang.
Selama ia mengenal yunho, pria itu tidak pernah membentak’na.
Yunho menghela nafas, mencoba meredam emosi’na.
“kenapa harus dia soo ?” tanya’na dengan nada lemah.
Soo yoon tetap menunduk, dan mata’na sudah membengkak karena menangis.
“kenapa harus sahabatku sendiri ? kau tau, aku sudah menganggap’na seperti saudaraku sendiri”
Soo yoon mencoba memberanikan diri mengangkat kepala’na, untuk menatap yunho.
“jawab aku soo, kenapa harus dia ?” bentak yunho lagi, dan kali ini lebih keras dari sebelum’na.
Suara tangis soo yoon semakin terdengar dengan jelas ditelinga yunho.
Membuat hati pria itu dengan perlahan luluh.
Ia paling tidak bisa mendengar suara tangisan wanita didepan’na sekarang.
“aku sudah berjanji padamu, aku akan meninggalkan kesibukanku kalau kita sudah menikah nanti. Aku hanya memintamu menunggu 1 atau 2 tahun setelah pertunangan kita soo. Kenapa kau tidak mau menunggu ? aku benar benar kecewa dengan mu, sangat kecewa”

Yunho berbalik, dan meninggalkan soo yoon.
Soo yoon hanya menatap yunho yg berjalan pergi meninggalkan’na.
Kaki soo yoon melemas, hingga akhir’na tubuh’na jatuh di atas karpet.
Ia menangis sekencang kencang’na, ia sungguh menyesal sekarang.

Donghae keluar dari balik tembok di dekat ruangan yunho.
Ia mendengarkan dengan jelas pertengkaran yg terjadi diruangan itu.
Ia memandang soo yoon yg sedang menangis hebat didekat meja kerja yunho.
Hati’na sakit melihat wanita itu menangis, terlebih lagi itu akibat perbuatan’na.
Dengan ragu donghae menghampiri soo yoon.
Ia berlutut didepan soo yoon.
“yoonie-ah”
Soo yoon mengangkat kepala’na dan menatap donghae.
“gwenchanayoo ?”
soo yoon menghapus air mata’na, donghae membantu’na berdiri.
“aku baik baik saja hae, kau tidak perlu khawatir” jawab’na sambil menepis kedua tangan donghae yg memegang bahu’na.
“aku permisi dulu hae”
Soo yoon berlalu meninggalkan donghae.
Donghae berdiri terpaku, dari tindakan soo yoon barusan.
Sangat terlihat dengan jelas ia tidak mau dekat lagi dengan donghae, membuat donghae tersadar bahwa soo yoon bukanlah milik’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“bagus manager kim. persentasimu sangat bagus hari ini” ucap jung soo sambil bertepuk tangan.
semua orang yg hadir di ruangan itu ikut bertepuk tangan.
“gamshamnida tuan jung soo”
manager kim membungkukan badan’na, lalu duduk kembali.
“selanjut’na, tolong manager choi persentasikan tentang penjualan perusahaan bulan ini”
manager choi pun berdiri, dan bersiap untuk mempresentasikan laporan’na.

Braakkkkk.
tiba tiba seseorang membuka ruangan rapat itu dengan kencang.
membuat semua yg ada di ruangan itu menatap’na.
“oppa !” panggil’na sambil menghentakan kaki.
“nona, tuan jung soo dengan rapat” kata sekretaris jung soo
jung soo menghela nafas, lalu berjalan menghampiri dongsaeng’na.
ia menggelengkan kepala’na saat melihat penampilan dongsaeng’na itu.
air liner yg luntur, rambut yg berantakan, serta mata yg bengkak.
“tuan mianhamnida, aku sudah melarang nona soo yoon tapi…”
“gwenchana. kau kenapa saeng ?”
“oppa, aku ingin cerita”
jung soo menghela nafas lagi.
ia membalikan badan’na menatap seluruh pegawai’na yg sedang rapat.
“mianhamnida, rapat kita tunda 2 jam” ucap jung soo.
semua karyawan menganggut pasrah dan berjalan meninggalkan ruangan.

kejadian ini bukanlah yg pertama kali’na.
para karyawan sudah tau, semua keinginan soo yoon harus segera di patuhi.
dulu saat mereka sedang rapat tahunan.
soo yoon datang merengek rengek meminta oppa’na, untuk membujuk orang tua mereka agar soo yoon diperbolehkan oleh mengambil cuti kuliah di saat ia akan menghadapi ujian akhir.
karena jung soo tidak tega melihat dongsaeng’na menangis, akhir’na ia membatalkan rapat penting itu.

“kajja, kita keruangan oppa” ajak jung soo.
soo yoon mengikuti jung soo.
“sekretaris song, tolong tunda jadwalku selama 2 jam kedepan”
“ne tuan”

setelah sampai di ruangan’na, jung memberikan soo yoon coklat.
ia tau, dongsaeng’na itu sangat membutuhkan coklat sekarang.
“waeyoo ?” tanya jung soo.
soo yoon diam sambil memakan coklat’na.
“yunho membentakmu ?”
“bagaimana kau tau ?”
“wajar kalau ia melakukan itu”
“oppa”
“kau ingat dulu aku pernah mengalami hal yg sama dengan yunho ?”
soo yoon menganggutkan kepala’na.
ia sangat ingat, dulu oppa’na pernah di khianati oleh sahabat’na.
sama percis dengan posisi yunho sekarang.
“tapi mungkin yg ia rasakan lebih parah dari pada aku” ucap jung soo sambil menunduk.
“oppa, kau oppaku satu satu’na. jeball, bantu aku”
Jung soo tertawa, “di saat seperti ini kau baru bilang aku ini oppamu satu satu’na. Tetapi jika aku tidak menuruti keinginanmu atau memarahimu, kau bilang aku bukan oppamu”
“tapi saat ini kau benar benar oppakuu, oppaku tersayangg ~”
Soo yoon memasang puppy eyes, senjata andalan’na jika ingin sesuatu dari jung soo.
“arra arra, nanti malam aku akan mencoba membicarakan’na dengan yunho”
“jinjja ?”
“ne, asal kau pulang sekarang. Aku akan rapat lagi”
“ne ! aku akan pulang sekarang, annyeong oppa !”
Soo yoon berlari keluar ruangan, jung soo tersenyum sekilas lalu mengeluarkan ponsel’na.
“yunho-ah bisa kita bertemu nanti malam ?” tanya jung soo
‘……’
“ne, ku tunggu kau di tempat biasa yunho-ah”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jung soo memainkan gelas di tangan’na, sambil sesekali melirik jam tangan’na.
Ia menghela nafas.
Sudah hampir setengah jam ia menunggu, tetapi 2 orang yg di tunggu’na belum datang.
“hyung, mian aku telat”
Seorang pria duduk disamping kiri jung soo.
“aku pesan vodka” ucap’na kepada bartender.
“kita tunggu seseorang lagi yunho-ah”
“nugu ?”
“mianhae hyung, aku terjebak macet” ucap seseorang di samping kanan jung soo.
“gwenchana hae. Kau duduk lah”
Donghae duduk disamping sebelah kanan jung soo.
“hyung, kenapa kau tidak bilang kalau kau mengajak’na ?” ucap yunho.
Ia beranjak dari duduk’na, tetapi jung soo menahan’na.
“yunho-ah, kita bicarakan masalah ini bersama dengan baik baik”
Karena rasa hormat’na kepada jung soo, yunho kembali duduk.

“aku mengajak kalian bertemu untuk membicarakan ini sebagai seorang pria. Kalian sudah besar, jadi kalian tau bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan baik”
Yunho dan donghae terdiam menatap kosong gelas bening yg berisi alkohol didepan mereka.
“kalian sudah bersahabat dari kecil….”
“seorang sahabat tidak mungkin menghianati sahabat’na sendiri” sela yunho.
“aku hanya ingin mencari kebahagiaan yg seharus’na kudapat” jawab donghae.
“tapi haruskah merebut tunangan sahabatmu sendiri ?” tanya yunho dengan nada tinggi.
Ia menatap tajam donghae yg masih memandang gelas didepan’na.
“aku mencintai’na lebih dulu dari padamu, dan aku yg bertemu’na terlebih dulu darimu” jawab donghae dengan dingin sambil membalas tatapan yunho.
Yunho tersenyum meremehkan, “lalu kenapa akhir’na malah ia menjadi milikku, bukan milikmu ?”
Donghae beranjak dari duduk’na, “itu hanya masalah waktu, lambat laun aku akan merebut’na darimu” balas’na.
Yunho beranjak, dan menghampiri donghae.
“kau benar benar lee donghae !” ucap’na sambil mencengkram kerah kemeja donghae dengan kedua tangan’na.
“sudah ku bilang, selesaikan masalah ini secara baik baik” seru jung soo sambil melerai mereka berdua.
“kurasa aku tidak akan bisa berbicara baik baik dengan dia” kata yunho sambil terus menatap tajam donghae.
“aku permisi hyung”
Yunho meninggalkan mereka berdua, pergi dengan emosi yg memuncak.
“donghae-ah, aku tak percaya kau melakukan ini”
“seseorang bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta’na”
Jung soo tercenang mendengar perkataan donghae.
“kupikir kau sudah melupakan dongsaengku, dan membiarkan’na bahagia dengan yunho”
Donghae tertawa getir, jung soo tau jika donghae dari dulu mencintai dongsaeng’na dari dulu.
“entahlah hyung, awal’na aku berpikir seperti itu. tapi hatiku menyuruhku agar merebut’na dari yunho”
Jung soo menghela nafas.
“aku tidak bisa membela salah satu dari kalian, biarlah soo yoon yg memilih satu diantara kalian”
Donghae kembali duduk, dan meneguk habis alkohol yg ada di gelas’na.
“soo yoon sudah menungguku, aku pulang dulu hae. Pikirkanlah semua’na baik baik”
Jung soo meninggalkan donghae sendirian.
Ia menuangkan vodka kedalam gelas’na, ia tersenyum getir lalu meneguk habis minuman beralkohol itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setelah mendengar suara mesin mobil.
Soo yoon berlari keluar rumah, menghampiri jung soo dan mengandeng manja lengan oppa’na itu.
“oppa ~ bagaimana ?” tanya’na dengan mata berbinar.
“bicarakan didalam saja saeng”

Jung soo duduk di sofa kamar soo yoon.
“jadi bagaimana hasil’na ? yunho tidak marah denganku lagikan ?”
“mianhae…”
“mwo ? apa maksudmu oppa ?”
“aku tidak bisa membantumu kali ini”
Soo yoon terdiam dan menunduk, apa yg diharapkan’na ternyata gagal.
“donghae….. kau mencintai’na ?”
Ia mengangkat kepala’na, menatap jung soo binggung “hmmm ?”
“apa kau mencintai donghae sekarang ?”
Soo yoon menggelengkan kepala’na pelan, “mollaso”
“yg bisa menyelesaikan ini hanya kalian bertiga sendiri. kau renungkan masalahmu ini, dan cari jalan keluar’na. kau harus mandiri mulai sekarang. Aku tidak mungkin membantumu terus terusan”

Jung soo berjalan meninggalkan soo yoon.
saat akan keluar kamar, ia menatap soo yoon.
Ia sadar, sikap kekanak kanakan soo yoon selama ini akibat kesalahan’na yg terus terusan memanjakan dongsaeng’na, menuruti semua keinginan’na.
Hal itu menjadi boomerang untuk soo yoon sendiri.
Sesungguh’na, hati’na tak tega melihat dongsaeng tersayang’na seperti ini.
Tapi ini semua demi kepentingan soo yoon sendiri.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini soo yoon memberanikan diri untuk datang lagi ke kantor yunho, dan mendapati ruangan yunho sedang kosong.
Ia menunggu di situ, hingga mata’na tertuju pada sebuah kotak di atas meja yunho.
Ia membuka kotak kecil itu, dan terkejut melihat apa isi didalam’na.
Sebuah cincin tunangan, yaa yunho sudah melepas cincin itu.
Pria itu sudah tidak memakai cincin putih dengan berlian berbentuk kotak ditengah’na dan nama park soo yoon dibagian dalam cincin itu.

Soo yoon berusaha menahan air mata’na, lalu tertawa getir.
“ia melepas’na….. itu arti’na ia sudah tidak menginginkan pertunangan ini lagi”
Cklek ~
Pintu ruangan itu terbuka, “nona soo yoon ?” panggil sekretaris yunho.
Soo yoon langsung menghapus air mata’na, lalu berbalik.
“dimana yunho ?”
“tuan sedang rapat nona”
“arraso, aku akan menemui’na”
Soo yoon berjalan keluar dan menaiki lift.
Ruang rapat, berada 2 lantai diatas lantai ruangan yunho.

Ting ~
Pintu lift terbuka, dan tepat di saat yunho melewati lift itu.
Yunho berjalan sambil membaca sebuah berkas di tangan’na, membuat ia tak menyadari lift yg terbuka.
Soo yoon keluar dari lift dan menatap punggung yunho yg berjalan menjauhi’na.
“yunho”
Merasa nama’na di panggil, yunho berhenti dan menutup file itu.

Dengan setengah berlari soo yoon menghampiti yunho, dan berdiri di depan pria itu.
“aku hanya ingin mengembalikan ini”
Soo yoon melepas cincin putih yg melingkar di jari manis’na, dan menyerahkan kepada yunho.
Yunho hanya terdiam menatap cincin yg ada di atas tangan soo yoon itu.
“aku hanya ingin mengembalikan, apa yg bukan menjadi hakku sekarang” ucap’na dengan nada bergetar.
Yunho masih terdiam.
Karena tidak mendapat respon dari yunho, ia mengambil tangan yunho dan meletakan cincin itu diatas telapak tangan kanan yunho.
“gomawo, jeongmal gomawooo atas segala yg kau berikan padaku selama ini”
Soo yoon berjalan meninggalkan yunho sambil terisak.
Yunho masih berdiri terpaku sambil menatap cincin putih itu.

Saat pintu lift tertutup, seseorang menahan pintu lift itu dengan tangan’na.
Membuat soo yoon terkejut.
“bisakah kita bicara sebentar ?” tanya’na.
“mianhae hae, aku tidak bisa”
“jebal, jangan menghindar dariku lagi yoonie-ah”
“baiklah”
Donghae tersnyum, lalu masuk kedalam lift, dan menekan tombol lantai paling atas.
“kau akan kemana hae ?”
“keatas gedung, tempat itu sangat baik untuk berbicara”

Setelah sampai diatas gedung, mereka terdiam.
Hanya terdengar suara angin.
“mianhae atas semua kejadian beberapa hari ini”
“gwenchana”
Soo yoon menunduk, menatap high heels merah’na.
“bisakah kau jadikan aku yg pertama ?” tanya donghae sambil menatap soo yoon yg menunduk.
“mwo ?”
Soo yoon menatap donghae tak percaya.
“bisakah aku mengantikan posisi yunho di hatimu ?”
“donghae-ah…..”
“setiap hari, aku selalu memikirkan ini yoonie. Aku ingin sekali mengantikan posisi yunho dihatimu”
Soo yoon menghelas nafas.
“mianhae, aku tidak bisa hae”
“walaupun kalian sudah mengakhiri pertunangan kalian ?”
“ne, walaupun ia membenciku. Cintaku terhadap’na akan selalu seperti ini”
Donghae memalingkan pandangan’na, menatap lurus kedepan.
“kau tau, saat aku bersamamu layak’na sepasang kekasih itu adalah sebuah mimpi terindah di hidupku”
Soo yoon masih menatap lekat lekat pria disamping’na.
“tapi setelah kejadian ini, aku seperti tersadar dan bangun dari mimpi indah itu”
Soo yoon bisa merasakan perasaan tulus dari pria ini.
“aku benar benar tidak ingin bangun dari mimpi indah itu, aku ingin bersamamu terus”
Donghae tersenyum getir. “setelah terbangun dari mimpi indah itu, aku menemukan sebuah kenyataan. Kenyataan bahwa selama’na kau bukan milikku yoonie”
Perasaan iba memenuhi hati soo yoon, ia tau bahwa pria ini tulus mencintai’na.
Tetapi ia tidak bisa berbuat apa apa, karena hai’na hanya untuk yunho.
“jeongmal mianhae hae, aku terlalu menyakitimu selama ini. Aku…..”
“gwenchana yoonie. Aku bisa mengerti”
Mereka terdiam, dan saling menatap satu sama lain.
“hae…”
“gomawo… Gomawoo karena kau telah memberikanku sebuah mimpi indah”
Pria itu berusaha mengeluarkan senyum tulus’na kepada soo yoon.
“angin disini sangat besar, aku takut kau sakit yoonie”
Donghae menarik tangan soo yoon untuk masuk kedalam.

Merekapun turun dari atas gedung.
“kuharap kau bisa datang kepantai ‘soo yoon’ besok yoonie” ucap donghae.
“untuk apa ?”
“pokok’na kau harus datang kesana besok, atau kau akan menyesal seumur hidup”
“tapi hae….”
“mereka sudah menunggu rapat. Kau pulang sekarang”
Donghae berjalan meninggalkan soo yoon.
“ingat jangan lupa datang besok” ucap’na sebelum memasuki ruang rapat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho memperhatikan seksama berkas di tangan’na sambil sesekali membalik halaman’na.
Didepan’na, donghae duduk menunggu yunho memeriksa berkas yg ia kerjakan.
karena kepropesional mereka mengenai pekerjaan, mereka melupakan sejenak masalah pribadi.
“kurasa ini bagus” komentar’na tanpa melepaskan pandangan dari berkas itu.
Donghae terdiam menatap berkas’na.
“hari ini aku ada pertemuan dengan perusahaan kang, ku harap kau yg pergi memprentasikan ini”
“ne, aku akan pergi kesana”
Yunho menutup berkas itu, lalu memberikan’na kepada donghae.
“kau tidak terburu buru kan ? ada waktu untuk berbicara ?” tanya donghae.
“kalau tentang’na, aku tidak ingin”
Yunho bediri, lalu meninggalkan donghae.
“aku hanya tak ingin kau menyesali nanti’na”
Yunho menghentikan langkah’na.
Donghae menghela napas “ ini semua salahku, jangan salahkan dia”
“kalian berdua sama sama salah”
“Kau boleh memukuliku sampai kau puas, tapi jebal jangan salahkan ia”
Yunho berbalik dan menatap tajam donghae.
“aku bisa memukulimu hingga kau mati, kau rela lee donghae ?”
“aku rela….. Asal kau kembali pada’na”
“cih ! sekarang kau mengatakan itu ? kemana perkataanmu bahwa kau akan merebut’na dariku ? sekarang pertunanganku sudah hancur, kau tidak datang kepada’na lalu mengajak’na berkencan ?”
“aku akan melakukan itu, seandai’na dia mencintaiku yunho-ah”
“mwo ?”
“dia mencintaimu, bahkan sangat”
Yunho terdiam, ada perasaan senang saat ia mendengar perkataan donghae barusan.
“Ia menolakku, aku tidak bisa mengantikan posisimu dihati’na”
Donghae berdiri dari duduk’na, “ia berkata, walaupun kau membenci’na perasaan’na terhadapmu tetap seperti itu selama’na”
Yunho semakin diam, sesungguh’na ia tidak bisa membenci soo yoon.
“aku tau, kaupun masih mencintai’na sama seperti dulu…. dan kaupun tidak bisa membenci’na
Yunho membuang pandangan’na dari donghae, perkataan’na sangat benar.
“pikirkanlah semua baik baik yunho-ah, aku benar benar tidak ingin kau mengalami penyesalan seumur hidup sepertiku. Waktu tidak bisa diputar kembali, jadi jebaall pikirkan baik baik”
Donghae berjalan menghampiri yunho.
“mianhae….. jeongmal. Aku tau aku adalah seorang penghianat. Anggaplah kau tidak pernah kenal dengan lee donghae”
Ia berjalan lagi, kali ini untuk keluar dari ruangan yunho.
“Jika kau berubah pikiran, pergilah ke pantai ‘soo yoon’. Ia berada d sana sekarang” ucap donghae saat akan hendak menutup pintu.
Yunho masih terdiam, sibuk dengan pikiran’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon menatap kosong laut biru didepan’na, sambil memeluk kaki’na.
Ia sudah menunggu disini selama 3 jam, tetapi donghae tak kunjung datang.
Ponsel’na pun tidak aktif.
Karena tidak menunjukan tanda tanda kehadiran donghae.
Soo yoon berdiri, menatap matahari yg sudah berbentuk setengah bulat karena senja sudah datang.
Ia menghela napas, “apa pantai ini akan tetap bernama ‘soo yoon’ ?” gumam’na.
Setelah menatap puas menatap matahari berwarna jingga itu, ia berbalik.
Soo yoon membulatkan mata’na setelah melihat seseorang yg berdiri tak jauh dari’na.
Seseorang yg berdiri memandang’na lekat lekat.
Ia menghampiri soo yoon.
“selama’na pantai ini akan bernama ‘soo yoon’, dan selama’na juga pantai ini milikmu” ujar’na.
Ia menghampiri soo yoon.
“kau mendengar’na ?”
“dan selama’na juga aku milikmu soo, begitu juga sebalik’na”
“yun… yunho…..”
Yunho mengeluarkan sebuah kotak dan membuka’na, mengambil isi’na.
Ia mengambil tangan kanan soo yoon, dan memasang cincin itu di jari manis soo yoon.
Soo yoon memandang yunho tak percaya.
“miann…..” kata itu yg keluar dari bibir soo yoon.
Yunho bergerak, memeluk soo yoon.
“aku memaafkanmu, jika kau mau berjanji padaku”
“nde ?”
“kumohon, jangan berbuat itu lagi. Kau tau betapa sakit’na hatiku ?”
“ne. aku janji yunho-ah. Aku janji !” jawab soo yoon sambil membalas pelukan yunho.
“jeongmal saranghae soo”
“nado saranghae yunho-ah. Gomawo, jeongmal gomawo”
Soo yoon mengeratkan pelukan’na.
Secara tak sengaja, ia melihat cincin di jari manis tangan kanan’na.
Cincin yg berbeda dari cincin pertunangan’na.
“yunho-ah. Kenapa cincin’na berbeda dari cincin pertunangan kita ?”
Yunho melepaskan pelukan’na, “tentu, itu cincin pernikahan kita”
Ia mengangkat tangan’na, menunjukan bahwa ia memakai cincin yg sama dengan soo yoon.
“mwo ?”
“would u marry me soo ?”
Soo yoon tercenang, ia membulatkan mata’na karena terkejut.
“kenapa diam ? kau tidak mau menikah denganku ?”
“aku…. Aku tidak percaya, kau melamarku ?”
“ne, kau lupa hari ini anniversary kita yg ke 6 ?”
“mwo ?”
Soo yoon menepuk dahi’na, karena terlalu banyak pikiran ia lupa tentang hari ini.
“dan kau lupa janjiku padamu bahwa aku akan melamarmu di saat hari anniversary kita yg ke 6 ?”
Soo yoon tertawa, “aku benar benar lupa”
“jadi apa jawabanmu ?”
“tentu saja jawabanku, I do yunho-ah ! I will marry with you”
Soo yoon memeluk yunho, dia melonjat loncat kecil didalam pelukan yunho.
Ia tak henti henti’na mengeluarkan senyum bahagia, begitu juga yunho.

Dari kejauhan seorang pria menatap mereka berdua yg sedang berpelukan.
Ia mengeluarkan senyum tulus, walaupun merasakan sakitdi hati’na.
“aku akan bahagia jika ia bahagia” guman’na.
Ia tertawa pahit, “saranghae…. Selama’na kau akan ada di hatiku, walau kau sudah jadi milik orang lain yonnie”

The End ~~

6 thoughts on “Another Love Love *part 3/end*

  1. hyaaaaaaaaaaa~ terharu ih
    g ngebayangin yunho marah sambil ngeliatin BG ini blog, ude GIF kan mana muka yunho nya songong hahah . jd deg deg an sndiri , maap ce tika -.-V wwkwkk!

  2. Dih gue juga mau jadi Sooyoon kalo begitu!
    WKWKWKWK
    masa masa gue sedih baca nya WKWKWK
    deg2an bayangin yunho *0*

  3. akhirnya selesai,
    konfliknya kurang HOT nih, Yun belum memperlihatkan sisi berbeda.
    nikahannya kapan? pengen dateng, di undang kanyah?
    #plak😀

    • sisi berbeda ?
      maksud’na ?
      boleh nih, buwad masukan ff selanjut’na.
      ahahahahahah

      aku uda bikin squel’na kok.
      tp baru setengah.
      belon sempet lanjutin.
      maklum org sibuk.
      wuakakakakakaak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s