Another Love *Part 2*

Cast:
 Park Soo yoon
 Jung Yunho
 Lee Donghae

Support Cast:
 Park Jung Soo

=======================================================

Donghae POV

Hari ini, soo yoon memilih untuk nonton dvd di apartemenku.
Dan aku mengikuti kemauan’na.
Film akan segera di mulai.
Tapi pandanganku bukanlah mengarah ke televisi, melainkan kearah yeoja di sebelahku ini.
Yeoja yg sudah kucintai selama 5 tahun belakangan ini.

Yeoja yg saat pertama kali aku lihat saat memasuki kampus baruku dulu.
Yg saat itu sedang marah dengan seorang yg kukira namjachingu’na.
Setelah kutelusuri, ternyata namja itu adalah oppa’na.
Ekspresi’na yg seperti anak kecil saat itu, membuatku jatuh cinta pada’na.
Love at first sight.
Itu lah kata kata yg paling tepat mengambarkan perasaanku waktu itu.

Dewi fortuna tidak berpihak kepadaku.
Aku terlambat satu langkah oleh sahabat yg sudah aku anggap saudara sendiri.
Dia terlebih dahulu mendekati ia daripada aku.
Aku menyesal ?
Tentu saja, aku sangat menyesal sekali.
Andai waktu aku tau aku mulai jatuh cinta pada’na, aku langsung berkenalan dengan’na.
Mungkin sekarang yang menjadi tunangan’na adalah aku, bukan yunho.

Aku berpura pura serius memandang televisi, saat dia melirik kearahku.
“kyaaa !” teriak’na tiba tiba dan memelukku erat.
Detak jantungku berdetak cepat saat ia memelukku.
Dia mendongakan wajah’na menatapku, dan melepas pelukan’na.
“hae, ada apa dengan jantungmu ? kenapa berdetak cepat sekali ?”
“kau tau, jantungku selalu seperti ini jika berada di dekatmu”
Entah bagaimana kerja otakku sekarang, kata kata itu keluar begitu saja dari bibirku.
“mwo ? memang’na kenapa ?”
kulingkarkan kedua tanganku dipinggang’na, lalu memeluk’na.
“haee, apa yg kau lakukan ?”
“aku mencintaimu park soo yoon”
Lagi lagi kata kata itu keluar dengan sendiri’na.
“mwo ? aigoo, jangan bercanda donghae-ah !” kata’na sambil mencoba melepaskan pelukanku.
Bukan’na melepas pelukan, aku malah semakin erat memeluk’na.
“aku benar benar mencintaimu, sejak aku melihatmu saat pertama kali masuk kuliah dahulu”
Ia terdiam, seperti’na ia sedang berpikir.
Memang, ia mengenalku melalui yunho.
Sesungguh’na aku sudah bertemu dengan’na jauh sebelum ia mengenal yunho.
“jadikan aku yg kedua yoonie-ah”
Ne, aku sangat rela di jadikan yg kedua oleh’na.
Di jadikan yg ke 100pun aku rela, asal aku bisa berada d samping’na.
“yak lee donghae ! jangan gila”
“aku sungguh sungguh, aku rela jika hanya kau jadikan pelarian saat yunho tidak ada disampingmu”
Ia terdiam lg, seperti’na masih mencoba untuk mengerti perkataanku barusan.
Kudekatkan wajahku kepada’na.
“aku tidak berbohong dalam masalah ini, aku benar benar mencintaimu. Jeball, jadikan aku yg kedua. Aku rela, asal aku bisa dekat denganmu terus yoonie-ah”
Ujung hidungku bersentuhan dengan ujung hidung’na. kumiringkan sedikit kepalaku.

Chu ~
Kulumat bibir’na lembut.
Ia terdiam, tidak membalas ciumanku atau menolak’na.
Aku tau sekarang ia sedang berpikir mengenai kata kataku tadi.
Kuputar kepalaku dan masih melumat bibir’na dan kueratkan pelukanku.
Tak lama, akhirna ia membalas ciumanku.
Kutarik tangan’na, agar tangan’na melingkar dileherku.

(Wae?) Nal geureoke swipge tteonanni
(Wae?) Naega swiwo boyeotdeon geoni
(Wae?) Nae gaseumeun jjijeojijanha (wae?)
(Wae?) Modu hansunganui kkumieotdamyeon
(Wae?) Barojabeul sigani isseotdamyeon

Ponsel’na soo yoon berbunyi.
Dia mendorongku, menghentikan ciuman’na.
Ia bergerak mengambil ponsel’na yg berada diatas meja, lalu berjalan menuju jendela.

”yunho-ah !” pekik’na setelah menempelkan ponsel di telinga’na.
Kulihat dari pantulan jendela, wajah’na yg riang saat yunho menelefon’na.
“aku…. Aku sedang berada dirumah” jawab’na yg gugup sambil melirik aku.
Kuhela nafas panjang, sambil tetap memandang’na.
“kapan kau kembali dari Thailand ? kau sudah pergi terlalu lama”
Aku beranjak dari sofa, dan menghampiri’na.
“jinjja ? tak bisa kau pulang hanya 3 hari saja ? kau kan bisa menyuruh sekretarismu untuk mengurus’na hanya untuk beberapa hari” kata’na sambil menekan nekan jari telunjuk’na di jendela.
Cemburu memenuhi ruang hatiku sekarang.
Ingin sekali kurebut ponsel itu, dan mematikan sambungan telefon’na.
“ne arraso. kabari aku jika kau pulang ke seoul. Saranghae yunho-ah”
Setelah mendapat jawaban dari yunho, ia mematikan telefon’na.
“donghae-ah” pekik’na yg terkejut aku berada tepat di belakang’na.

Ku letakan tangan kiriku di jendela sisi kanan’na, dan tangan kananku kugunakan untuk membelai pipi’na.
“bagaimana dengan tawaranku ?”
“mmmmm”
Ia mengalihkan pandangan’na kearah lain.
“kau masih ragu dengan cintaku ?”
“aku….. aku bingung hae. Bagaimana dengan yunho ?”
“kita bisa menyembunyikan ini dari yunho”
Ia terdiam menatapku.
“jebal”
Iapun akhir’na menganggut.
Aku tersenyum lebar kepada’na, dan memeluk’na lagi.
“gomawo”
Aku tau ini salah.
Secara tak langsung, aku telah menikam sahabatku dari belakang.
Tapi perasaanku yg begitu besar kepada’na membuatku melakukan ini semua.
Mianhae yunho…..

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author pov

Seorang namja telah menunggu sedari tadi di ruang tamu yg bergaya mewah itu.
Ia melirik jam tangan’na, lalu mengumpat.
Sudah hampir 1 jam dia menunggu di sini.
Ia berjalan menuju ruang keluarga, tepat di sebelah ruang tamu itu.
Di tembok ruang keluarga itu, di penuhi foto foto keluarga besar park.
Mata’na tertuju pada sisi sebelah kanan, tepat’na kepada sebuah foto yg besar.
Foto dimana seorang namja dan yeoja memakai gaun dan tuxedo berwarna senada, putih gading.
Didalam poto itu, mereka dengan bahagia’na menunjukan jari manis mereka, yg melingkar cincin emas putih dengan aksen berlian berbentuk kotak ditengah tengah’na.
Tanpa ia sadari, ia mengepalkan tangan kanan’na melihat foto itu.

“donghae-ah !” panggil seseorang yg membuat namja itu berbalik.
Soo yoon menghampiri donghae
“sudah menunggu lama ?”
“hanya 1 jam, bukankah itu sebentar ?”
“itu waktu yg sebentar untukku berdandan”
“aigoo, kita ini akan pergi ketaman bermain. Haruskah berdandan terlebih dahulu ?”
“tentu saja ! sudah jangan cerewet, kita pergi sekarang. Kajja”
Soo yoon menarik tangan donghae untuk keluar rumah’na.

Setelah sampai di taman bermain, mereka berdua langsung mencoba permainan yg diinginkan soo yoon.
Hampir semua permainan mereka mainkan.
Hingga saat petang tiba, mereka memutuskan untuk menaiki bianglala *di dufan nama’na itu, gak tau deh di korea LOL*
Kereta bianglala yg mereka tumpangi berhenti tepat di atas, dan dari situ bisa melihat matahari terbenam.
Donghae melingkarkan tangan kiri’na dipinggang soo yoon, dan meletakan dagu’na di bahu soo yoon.
“yoonie-ah”
“nde ?”
“kau tidak mau tau kapan aku jatuh cinta padamu ?”
Soo yoon memandang donghae, dahi’na mengkerut menandakan dia binggung.
“saat aku melihatmu turun dari mobil dengan ekspresi wajah marah”
“mwo ? kapan ?”
“saat mahasiswa baru masuk pertama kali’na. Saat aku turun dari mobilku. Kulihat seorang yeoja yg sedang mengumpat kepada namja yg berada disamping’na. semenjak saat itu, aku selalu memperhatikanmu”
Soo yoon mencoba coba mengingat kejadian itu.
“aku ingat ! namja cerewet itu adalah oppa tunggalku”
“arrasoo, aku sempat patah hati waktu itu, tetapi setelah aku menyuruh orang untuk menyelidikimu.. ternyata dia adalah oppamu”
“kau jatuh cinta padaku saat pertama kali melihatku ?”
“ne. sayang’na ku terlalu pengecut hingga tidak berani mendekatimu dahulu”
“lalu mengapa kau baru mendekatiku sekarang ?”
Donghae menghela nafas.
“mollaso, aku sendiri juga tidak mengerti”
Keheningan menghampiri mereka.
“hae, aku lapar”
“mwo ? kau baru saja makan…..”
“pokok’na aku lapar ! kajja, kita makan setelah ini”
“ne, chagi-ya” jawab donghae sambil mengacak rambut soo yoon.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Soo Yoon POV

Seminggu sudah berlalu.
Aku dan donghae menjalin hubungan ini.
Aku tau, ini salah. Tetapi aku kesepian dan juga butuh seorang teman.

dan perasaanku, aku merasa bahagia jika berada didekat’na.

Selama seminggu penuh ini, donghae mengambil cuti.
Ia menemaniku kemana saja yg ku inginkan.
Seperti sekarang, aku meminta’na menemaniku pergi ke villaku yg berada di atas gunung.
Kami berdua duduk di gazebo villaku, yg menghadap langsung ke pemukiman penduduk yg ada bawah gunung sana.

Yunho dan jung soo oppapun belum pulang hingga hari ini.
Mereka masih tetap sibuk dengan urusan pekerjaan mereka masing masing.
Akupun sudah jarang menelefon mereka, meminta mereka untuk pulang.
Kupikir, aku sudah mempunyai seseorang yg benar benar mengerti diriku.

“ soo yoonie ?” panggil donghae.
“nde ?”
“apa kau senang beberapa hari ini ?”
Aku tersenyum perlahan menatap’na yg sedang meletakan kepala’na di pahaku.
Dia sedang tiduran di gazebo ini, dengan memakai pahaku untuk alas kepala’na.
“menurutmu ?”
Ia berpikir sejenak, sambil menatapku.
“kupikir kau sangat senang”
“kau sok tau sekali ikan !” kataku sambil membelai lembut rambut’na.
Kami berdua saling melempar senyuman.
“bolehkah aku tidur ?”
“mwo ? yak ! aku mengajakmu kesini bukan untuk tidur”
“tapi aku lelah yoonie-ah. Aku menyetir mobil selama 3 jam”
“itu urusanmu”
“ck, jangan melepas tanggung jawab. Kau yg mengajak aku kesini”
“tapi aku tidak memaksamukan ?”
“yak ! kau,……”
Kata kata’na terhenti saat ponsel ku berbunyi.

Aku mengambil ponselku yg tergeletak di sampingku.
Aku langsung menekan tombol berwarna hijau untuk mengangkat’na.
Tanpa melihat siapa yg menelefon.
“yeoboseyoo ?”
‘soo… kau ada dimana ?’
“yunho-ah ?”
Donghae langsung beralih menatapku setelah mendengar nama yunho.
‘ne, aku sudah ada di bandara Survanabhumi’
“mwo ?”
‘wae ? aku akan pulang ke seoul. Bukankah kemarin kau memintaku pulang ?’
“ne. aku… aku akan menjemputmu di incheon”
‘kututup dulu, aku akan memasuki pesawat sesaat lagi’
“hati hati yunho-ah”
Yunho mematikan telefon’na.

“wae ?” tanya donghae.
“yunho…. Dia akan pulang hari ini juga”
Donghae merubah posisi menjadi duduk.
“jinjja ? bukan’na ia di jadwalkan pulang 3 hari lagi”
“mollaso. Sudah antar aku ke bandara, aku akan menjemput’na”
Aku beranjak mengambil tasku, dan berjalan kearah mobil.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Donghae pov

Kulirik wanita yg berada di sebelahku.
Ia tertidur dengan posisi kepala miring.
Aigoo, dia bisa pegal jika tidur seperti itu.
Kutarik tuas yg berada disamping bangku’na, membuat sandaran bangku itu berubah posisi menjadi miring.
Kukecup singkat pipi kanan’na, lalu kembali fokus kejalan.
Aishh ! Mengapa macet sekali sekarang.

Aku tersenyum pahit mengingat yunho pulang hari ini.
Seperti’na ia meminta manager han untuk menghandel pekerjaan’na disana untuk sementara waktu.
Karena aku tau jadwal ia pulang yg sesungguh’na adalah 3 hari lagi.
Kupandangin lagi wanita disampingku ini.
Aku masih sangat tidak rela ia kembali ketunangan’na.
Aku masih sangat ingin berada didekat’na lgi.
Ku hembuskan napas panjang saat melihat cincin putih yg melingkar manis di jari manis tangan kanan’na.
Andai aku yg memakai pasangan dari cincin’na itu.
Aku akan bahagia pasti.
Kusandarkan kepalaku disandaran bangku.
Perasaan menyesal kembali muncul di hatiku.
Kalau saja waktu itu, aku langsung berkenalan dengan’na, pasti tidak seperti ini sekarang.
Sesungguh’na aku tidak mau menghianati sahabatku sendiri, tetapi keadaan memaksaku.
Tiinnnn ~
Sebuah klakson mobil mengagetkanku, dan membuatku fokus menjalankan mobilku.

30 menit kemudian, akhir’na sampai di bandara incheon.
Kurengangkan tanganku yg habis menyetir selama 4 jam lebih.
Soo yoon masih tertidur pulas di sampingku.
Aku enggan membangunkan’na.
Terus terang, aku belum rela ia kembali pada yunho.

(Wae?) Nal geureoke swipge tteonanni
(Wae?) Naega swiwo boyeotdeon geoni
(Wae?) Nae gaseumeun jjijeojijanha (wae?)
(Wae?) Modu hansunganui kkumieotdamyeon
(Wae?) Barojabeul sigani isseotdamyeon
(Wae?) Jebal nega haengbokhagil baraetda (wae?)

Ponsel’na berbunyi, membuat soo yoon membuka mata’na dan merubah posisi menjadi duduk.
“aku dimana ?” kata’na sambil mengucek kedua mata’na.
“di bandara incheon” jawabku.
Soo yoon baru tersadar ponsel’na berbunyi.
Dengan tergesa gesa ia keluarkan ponsel’na.
“yeoboseyo”
‘………………’
“ne, aku sudah sampai. Kau tunggu saja aku di situ”

Ia mematikan ponsel’na, memasukan’na kedalam tas, dan merapikan rambut coklat’na yg agak berantakan.
“donghae-ah, gomawo sudah mengantarku”
Kulihat dia akan membuka pintu, tetapi dengan cepat kutahan.
“waeyo ?” tanya’na.
Aku memajukan tubuhku, mendekatkan wajahku dengan wajah’na.
Cup ~
Kukecup bibir’na sebentar.
“saranghaeyoo yoonie-ah”
“ne. aku pergi duluu”
Soo yoon membuka pintu dan keluar dari mobilku.
Aku masih menatap’na yg berjalan menjauh dari mobilku.
Dengan setengah berlari, ia menghampiri seseorang dengan jas berwarna coklat tua dan memakai kacamata hitam yg berdiri didekat pintu keluar.
Setelah sampai di depan pria itu, soo yoon langsung memeluk pria itu.
Aku hanya bisa menghela napas panjang melihat’na.
Cukup lama mereka berpelukan, soo yoon melepaskan pelukan’na dan mengecup sekilas bibir pria itu.
Aku hanya mengeratkan peganganku di setir mobil.
Mereka berbicara sebentar lalu berjalan menuju arahku.
Terlihat sekali, soo yoon melingkarkan tangan’na di lengan namja yg bernama yunho.
Hatiku memanas, dan kuputuskan untuk meninggalkan tempat itu.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author POV

Yunho masih asik menatap wanita yg sedang makan dengan lahap’na.
Wanita yg tidak ditemui’na selama 2 minggu lebih.
Wanita yg sangat ia rindukan.
“wae ? aku bertambah cantik ?” tanya soo yoon.
Yunho tersenyum menatap soo yoon yg kembali melanjutkan makan’na.
“sehabis ini aku akan mengajakmu kesuatu tempat”
Perkataan yunho tadi membuat soo yoon tersedak.
Buru buru, yunho mengambil minuman dan menyodorkan’na kepada soo yoon.
“minumlah”
Soo yoon mengambil gelas itu dan langsung meminum’na.
“aku…. Aku tidak salah dengarkan ?”
“mwo ?”
“kau mengajakku jalan jalan ?” tanya soo yoon dengan mata berbinar.
“ne, wae ?”
“aku tidak percaya. Kau….. jung yunho…. mengajakku pergi ?”
Yunho tertawa geli mendengar pertanyaan soo yoon.
“kita sudah lama tidak pergi berkencan, salah jika aku mengajakmu pergi ?”
“aniyo. Ne ! aku akan menghabiskan makanan ini dengan cepat”
Dengan cepat soo yoon menghabiskan makanan’na.
“jangan terlalu terburu buru soo”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Yunho berdiri di tepi pantai, ia sedang asik membidik objek untuk di foto’na.
Mengambil gambar seseorang yg penting bagi’na dengan kamera pribadi’na melupakan hobby’na.
“yunho-ah”
Yunho menghentikan aktifitas’na.
“wae ?”’
“kesini. Jangan mengambil fotoku terus”
“shireo”
“yak !” yunho-ah !” teriak soo yoon sambil menghentakan kaki’na.
Yunho terkekeh, ia meletakan kamera’na di atas pasir, lalu berjalan menghampiri soo yoon.
Melihat yunho berjalan kearah’na, secara tiba tiba soo yoon berlari menghampiri yunho.
setelah mendekat, soo yoon melompat dan langsung memeluk yunho.
Yunho terkejut, tubuh’na agak terhuyung kebelakang akibat tindakan soo yoon.
“yunho-ah, jeongmal bogoshippoyoo” bisik soo yoon tepat di telinga sebelah kanan yunho.
Ia tersenyum bahagia, dan memeluk soo yoon serta mengangkat tubuh tunangan’na itu.
Membuat kaki soo yoon tidak menyentuh pasir lagi.
Ia mengecup puncak kepala soo yoon, “nado bogoshippoo soo”
Ia mencium leher dan pundak soo yoon.
Mencoba menghirup harum yg selama ini dirindukan’na.
“jangan pergi lagi, tetaplah di sampingku yunho-ah”
“mian, untuk saat ini aku tidak bisa berjanji tentang itu. tetapi aku janji setelah kita menikah nanti, aku tidak akan meninggalkanmu seperti kemarin”
“jinjja ?”
“ne. aku janji soo”
Soo yoon tersenyum bahagia, lalu menengelamkan kepala’na di pundak yunho.

Yunho berjalan kearah pantai.
Pantai yg diberi nama “soo yoon” ini adalah milik keluarga’na.
Ia memberikan pantai ini kepada soo yoon sebagai hadiah pertunangan’na 2 tahun yg lalu.
Ia sangat tau, soo yoon sangat menyukai pantai.
Setelah betis’na terendam air pantai, yunho menurunkan soo yoon.
“yunho-ah !” pekik soo yoon yg terkejut.
Yunho mendudukan soo yoon, lalu berlari kepinggir pantai.
“aishh ! yunho-ah ! bajuku basah semua”
Soo yoon beranjak dari duduk’na, dan mengejar yunho.
“yunho-ah !”
Yunho berlari menjauhi soo yoon.
“jangan lari !” teriak soo yoon sambil mengejar yunho.

“aarggghhh” teriak soo yoon.
Ia menghentikan lari’na, dan mengangkat kaki kanan’na.
Mendengar teriakan soo yoon, yunho berbalik dan menghampiri’na.
“waeyo ?” tanya’na panic.
“yunho, kakiku seperti tertusuk sesuatu”
“mwo ?
Yunho berjongkok bermaksud untuk melihat telapak kaki soo yoon.
Dengan cepat soo yoon mendorong yunho, membuat’na terjauh diatas air.
“yak !”
Soo yoon tertawa senang, melihat kemeja tunangan’na tak kalah basah dengan diri’na.
“kau membalas dendam kepadaku ?”
Bukan’na menjawab, soo yoon malah menjulurkan lidar dan berlari.
Yunho beranjak dan mengejar soo yoon.
“soo”
Yunho menangkap tubuh soo yoon, lalu memeluk’na dari belakang.
“aigoo, lepaskan aku”
Soo yoon berusaha memberontak dari pelukan yunho.
“aku tidak akan melepaskanmu”
Soo yoon membalikan tubuh’na menhadap yunho, sedangkan yunho mengangkat’na dan berjalan kearah laut.
“kau mau menyeburkan aku lagi ?”
“ne”

Kali ini yunho membawa soo yoon ketempat yg agak dalam.
Lalu kembali meletakan soo yoon.
Soo yoon menarik kerah kemeja yunho, membuat pria itu jatuh tepat diatas soo yoon.
Tubuh’na bertumpuan pada tangan kanan dan kiri’na, agar tidak menimpa soo yoon yg berada dibawah’na sekarang.
“kau tau, aku senang jika setiap hari bisa seperti ini bersamamu”
Yunho terdiam, menatap lekat lekat tunangan’na itu.
Ia tau, ia jarang sekali berpergian dengan soo yoon seperti ini.
Kesibukan’na yg membuat’na terpaksa meninggalkan wanita yg dicintai’na itu.
“mianhae. Aku tau aku sering mengucapkan kata itu, tapi aku benar benar minta maaf”
Soo yoon menganggut lalu tersenyum, “dan untuk kesekian kali’na aku memaafkanmu”
Yunho mendekatkan wajah’na kepada wajah soo yoon.
Bibir mereka saling bersentuhan.
Soo yoon melingkarkan lengan’na di leher yunho.
Tak lama mereka saling melumat bibir masing masing.
Mereka berciuman di saat matahari sedang terbenam.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Soo yoon POV

Setelah bermain air dipantai tadi.
Aku dan yunho langsung menuju ke villa yg yunho bangun khusus untukku.
Villa yg dibangun dengan memakai kaca untuk tembok’na.
Sehingga dari sini, aku bisa melihat hamparan lautan biru yg begitu luas.
Aku duduk di atas sofa yg menghadap langsung kejendela sambil meminum hot chocolate.

Gwaenchanajil georago nan
Jamshibbun ilgeorago nan
Shigani jinamyeon mudyeojil georago
Geureoke mitgo nan sarawanneunde

Ponselku yg tergeletak di meja depanku berbunyi.
Dengan malah aku mengambil’na.
Donghae ?
Ia menelefonku sekarang ?
“yeoboseyo” jawabku setelah menekan tombol hijau di ponselku.
‘soo yoonie’
“waeyo ?”
‘bogoshippoyoo, kau ada dimana sekarang ?’
“aku sedang bersama yunho, donghae-ah”
‘mwo ? sampai selarut ini kau masih bersama’na ?’
“tentu saja. Wae ?”

“soo” kudengar yunho memanggilku
“donghae-ah, nantiku telefon lagi. Arra” kataku yg langsung mematikan ponselku.
Kuletakan ponselku dimeja dan kembali meminum hot chocolateku.
“soo” panggil’na lagi sambil duduk di sebelahku.
“ne ?”
“tadi seperti’na aku mendengar kau sedang menelefon, dengan siapa ?”
Deg !
Jantungku seperti berhenti.
Apa dia mendengar pembicaraanku tadi ?
“mmm…. Tadi…. Jung soo oppa yg menelefonku. Ya, jung soo oppa” jawabku dengan sesantai mungkin.
“hyung ?”
“ne…. ah yunho-ah, kita kapan akan pulang kembali ke seoul ?”
“besok pagi saja, ini sudah hampir larut malam”
“jadi kita menginap di sini ?”
“ne. waeyo ? kau tidak mau ?”
“aku sangat mau !”
Kulingkarkan tanganku di pinggang’na dan meletakan kepalaku didada bidang’na.
Ya tuhan, sungguh aku senang sekali.
Sudah lama aku tidak berliburan dengan’na seperti ini.
Ia membelai rambutku, dan akupun memejamkan mataku.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Kurasakan sinar matahari menyilaukan mataku.
Membuat aku menggeliat pelan, dan menarik selimut tebal itu untuk menghalang sinar itu.
Aku mencoba untuk tidur kembali, tetapi tidak bisa.
Dengan malasku kubuka selimut dan merubah posisiku menjadi duduk.
Ku acak rambut panjangku, dan menguap sebesar besar’na.
“kau sudah bangun ?’
Aku memalingkan pandanganku kepada seseorang yg sedang memakai kemeja hitam’na.
“aku masih ngantuk yunho-ah”
Aku kembail merebahkan tubuhku diatas ranjang, tetapi dengan posisi tengkurap.
Kutenggelamkan kepalaku diatas bantal.
“semalam kau tidur nyenyak sekali, apa itu masih kurang ?”
Kumiringkan kepalaku menatap’na, masih dengan posisi kepalaku yg menempel pada bantal.
Semalam aku tidur satu kamar, bahkan seranjang dengan’na.
Tetapi ia namja yg baik, tidak melakukan hal yg tidak tidak kepadaku.
Ia tidak akan menyentuhku, sebelum aku menjadi istri’na dan berganti marga menjadi jung.
“kau sudah ingin bekerja lagi ?”
Ia duduk di atas ranjang, “ne, wae ?”
“tidak bisakah libur untuk sehari lagi”
“mianhae, aku tidak bisa”
Kuhembuskan nafas panjang, dan bangun.
Ku duduk disebelah’na dan membantu’na memasang dasi.
“arrasooo”
Setelah membantu’na memakai dasi, aku beranjak untuk ke kamar mandi.
“kau tidak marah denganku kan ?” tanya’na sambil menahan tanganku.
“aniyoo, kau tenang saja” jawabku sambil mengeluarkan senyuman termanisku.
Aku turun dari ranjang, dan berjalan menuju kamar mandi.
“kutunggu kau dimeja makan soo”
“ne”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Gwaenchanajil georago nan
Jamshibbun ilgeorago nan
Shigani jinamyeon mudyeojil georago
Geureoke mitgo nan sarawanneunde

Ponselku bordering di saat aku sedang memakai kutek berwarna merah di kuku jari tangan kiriku.
Dengan hati hatiku ambil ponsel itu.
“yeoboseyo ?”
‘kau tidak ke kantor hari ini ?’
“aniyoo, waeyoo ?”
‘biasa’na kan kau akan merengek di samping yunho untuk menemani’na makan’
“mungkin sebentar lagi aku akan kesana”
‘ bogoshippoyoo, makan sianglah denganku hari ini’
“mwo ? donghae-ah, yunho sedang ada d korea sekarang”
‘arrasoo, tapi siang ini yunho akan ada rapat, dan mungkin akan lama’
“kau tau dari mana ?”
Terdengar suara tertawa donghae dI sebrang sana.
‘kau tak lupa kan aku ini siapa ?’
Aishh !
Dia itu rekan kerja yunho, jadi dia bisa tau jadwal yunho.
“aku ingat siapa kau. sudah jemput saja aku di rumah jam 12 nanti”
‘ne, jangan membuatku menunggu lama’
Setelah selesai menelefon, aku melanjutkan lagi menghias kuku kuku-ku

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author POV

“taraaahhh !” teriak soo yoon.
“aishhh kau mengagetkanku saja”
“aku tidak lama kan ?”
“ck, aku sudah menunggumu 30menit”
“sudah jangan mengomeliku terus, kau seperti park jung soo saja”
“mwo ? aigoo, dia oppamu”
“sudah kita pergi, kajja”
Soo yoon menarik donghae untuk keluar rumah.

“kita akan makan dimana ?” tanya soo yoon setelah mereka ada di dalam mobil.
“bagaimana makan di restorant chinguku ?”
“chingumu ?”
“ne, kau pasti akan suka dengan tempat itu”
Donghae menyalakan mesin mobil, lalu menjalankan’na.

Sekitar 30 menit kemudian, mereka sampai di sebuah restorant.
“ini restorant chingumu ?” tanya soo yoon.
“ne, kajja kita turun”
Soo yoonpun turun dari mobil.
Donghae menarik tangan soo toon, menggenggam’na erat.
Menyelipkan jari – jari’na di sela sela jari soo yoon.
“bukankah gedung ini hanya ada 1 lantai ? mengapa kita harus naik lift ?” tanya soo yoon saat mereka ada didepan lift.
“nanti kau juga akan tau”

Ting.
Pintu liftpun terbuka, dan mereka masuk kedalam’na.
Soo yoon lagi lagi di buat binggung, lift itu bergerak turun kebawah bukan keatas.
“hae” panggil’na sambil menggoyangkan tangan donghae yg menggenggam erat tangan’na.
Donghae hanya tersenyum simpul.
Ting.
Liftpun terbuka.
“kau pasti suka tempat ini chagi-yaa” ucap donghae.
Soo yoon membulatkan mata’na, tak percaya dengan desain restorant ini.
Restorant yg dikelilingi oleh kaca kaca besar, dan restorant ini berada tepat di bawah laut.
Membuat pengunjung di sini dapat melihat ikan ikan yg berenang.
“aku sudah menyiapkan tempat khusus untukmu”
Donghae menarik soo yoon berjalan menuju ruang di ujung restorant ini.
Ia membuka pintu dan menarik soo yoon masuk kedalam ruangan itu.
Sebuah ruangan yg hampir sama dengan di depan.
Tetapi ruangan ini lebih privat dan lebih indah karena ikan ikan laut berkumpul disekeliling’na.
“hae, aku…. Aku suka ini”
“jinjja ?”
Soo yoon melepaskan tangan donghae, dan berjalan mendekati jendela.
“ikan nemoo” ucap soo yoon sambil menunjuk nunjuk ikan berwarna orange yg berenang di sisi sebrang jendela itu.
Donghae berjalan mendekati soo yoon dan memeluk’na dari belakang.

(Wae?) Nal geureoke swipge tteonanni
(Wae?) Naega swiwo boyeotdeon geoni
(Wae?) Nae gaseumeun jjijeojijanha (wae?)
(Wae?) Modu hansunganui kkumieotdamyeon
(Wae?) Barojabeul sigani isseotdamyeon
(Wae?) Jebal nega haengbokhagil baraetda (wae?)

Soo yoon terkejut mendengar suara ponsel’na.
Dengan terburu buru dia mengambil ponsel’na yg berada di dalam tas.
“yeoboseyo”
‘soo, kau dimana ?’
“yunho-ah”
Donghae semakin mengeratkan pelukan’na.
‘kau sedang pergi ?’
“eng…. Aku…. Aku sedang berada di rumah”
‘jinjja ? kau tidak berbohong padaku ?’
“ani ! untuk apa aku berbohong kepadamu”
‘aku percaya padamu soo’
“kenapa kau menelefonku ?”
‘gwenchana, hanya ingin bertanya kau ada dimana. Sudah aku harus meeting lagi’

Soo yoon memandang ponsel’na, setelah yunho mematikan telefon’na.
Ia merasakan ada yg aneh, dari nada bicara yunho seperti’na ia sedang kecewa.
Terutama saat yunho mengatakan bahwa ia mempercayai soo yoon.
“wae ?” tanya donghae.
“aku… aku merasa ada yg aneh hae”
Soo yoon membalikan badan menatap donghae.
“nada bicara yunho tadi….”
“sudah jangan dipikirkan, lebih baik kita makan. Aku lapar”
Donghae menarik soo yoon, dan mendudukan’na di kursi sebuah meja makan yg sudah tersedia makanan.
“makanan sudah tersedia, makanlah yonnie-ah”
Soo yoon menganggut , lalu mulai memakan makanan itu.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“mwo ? menjemputmu ?” pekik soo yoon.
Donghae mengalihkan pandangan’na ke soo yoon, lalu kembali memandang jalanan.
‘ne ! jemput aku saengie, ajak yunho juga. Aku akan mentraktir kalian untuk makan malam’
“tapi aku tidak bisa oppa”
‘waeyo ? kau sedang shopping ? Aigoo, korbankanlah waktu shoppingmu demi oppa tampanmu’
“aku sedang bersama….”
‘donghae ? kau sedang bersama donghae ?’ bentak jung soo.
Soo yoon terkejut, jung soo tidak pernah membentak’na seperti ini.
“n… ne oppa”
Jung soo menarik napas sebentar, ‘kutunggu kau di bandara. Kau harus menjemputku, arra ?’
“ne oppa, aku akan menjemputmu”

“hyung membentakmu ?” tanya donghae setelah soo yoon meletakan ponsel’na.
“ne”
“mianhae, gara garaku kau di bentak oleh oppamu”
“gwenchana, antarkan aku ke bandara”
“ne”

*skip time*

“gomawo sudah mengantarkanku” ucap soo yoon.
Ia membuka pintu mobil.
“mianhae yoonie-ah”
“gwenchana hae, ini bukan salahmu”
Soo yoon turun dari mobil, dan berjalan menuju bandara.
Donghae membuka kaca’na dan memandang soo yoon.
“mianhae hyung….” ucap’na.

*another place*

Soo yoon menghampiri seorang pria yg sedang duduk dan melipat tangan’na didepan dada.
“op…. oppaaa”
Jung soo langsung berdiri dan menatap dongsaeng’na.
“aku ini oppamu satu satu’na, mengapa kau tidak pernah mendengarkan perkataanku ?”
“oppa, aku…”
“sudah berapa kali aku bilang padamu park soo yoon, jangan dekat dekat dengan donghae. Mengapa kau keras kepala sekali ? aku tidak mau kau….”
“wae ? aku kenapa ?”
“hyungg” panggil seseorang dibelakang soo yoon.
“yunho-ah, kau ?” tanya soo yoon.
“aku yg menyuruh’na untuk datang kesini. Kajja kita pergi”
Jung soo berjalan melewati yunho dan soo yoon.
Yunho mengikuti langkah jung soo meninggalkan soo yoon.
“yunho-ah” panggil soo yoon yg mensejajarkan langkah’na dengan yunho lalu melingkarkan tangan’na di lengan kanan yunho.
Yunho menatap sekilas soo yoon, kemudian kembali menatap lurus kedepan.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

*skip time again*
*next day*

 

Tok tok tok.
Seorang mengetuk pintu kamar soo yoon.
“waeyo ?”
“nona”
Seorang pelayan masuk kedalam kamar soo yoon.
“nona, ada teman anda yg menunggu di bawah”
“nugu ?”
“tuan donghae”
“mwo ?”
Soo yoon segera berlari kebawah, dan melihat donghae sedang menunggu’na di samping tangga.
“donghae !”
“kau terkejut aku datang sekarang ?”
“ne, kau tidak bekerja ?”
“yunho sudah kembali ke Thailand tadi pagi”
“arraso. yak ! jawab aku, mengapa kau tidak bekerja ?”
“aku mengambil cuti hari ini, bagaimana jika kita pergi ?”
“sekarang ? jinjja ?”
“ne, kajja”
Donghae marik tangan soo yoon keluar rumah.
“tapi hae, aku belum ganti baju”
“bajumu sekarang sudah seperti baju pergi. Jadi kau tidak perlu ganti baju”
“ta… tapi hae”
Donghae membuka pintu mobil dan memasukan soo yoon.
“hae !” teriak soo yoon.
Ia tidak memperdulikan’na, ia masuk kedalam mobil dan menjalankan’na.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

*skip time*
*ps: mian yaa author skip mulu. Biar gak kepanjangan*
*at night*

Soo yoon turun dari mobil donghae, dan donghae mengikuti langkah’na.
“gomawo hae untuk hari ini”
“kau senang setelah ku ajak pergi ?”
“tentu saja, kau kan tau aku sangat suka jalan jalan”
“mwo ? kau suka berjalan jalan dengan sandal rumahmu itu ?” tanya donghae yg menunjuk kaki soo yoon yg mengunakan sandal berbulu berbentuk kelinci.
“ini semua gara garamu hae !”
Soo yoon meninju lengan donghae cukup keras.
“appoooo”
“tidak usah manja hae !”
Donghae menarik dagu soo yoon, lalu mengecup bibir’na.
“good nite chagiyaa”
“ne, sudah sana pulang”
Soo yoon mendorong tubuh donghae.
Ia berjalan menuju mobil’na dan soo yoon masih berdiri di tempat semula.
Saat akan masuk kedalam mobil, donghae melihat mobil yg sangat dikenal’na.
“yunho-ah” ucap’na.
Ia memalingkan pandangan’na kepada soo yoon, yg sedang melihat mobil hitam itu.
“yunho-ah !” teriak soo yoon.
Soo yoon berlari menuju mobil hitam itu.
Mobil itu mundur dari tempat semula.
“yunho-ah !”
Soo yoon mengetuk ngetuk jendela mobil hitam yg sedang berjalan mundur itu.
“yunho-ah, aku bisa jelaskan semuaa” teriak soo yoon sambil terisak.
Mobil itu tetap melaju meninggalkan soo yoon.
“yunho-ah !” teriak’na lagi.
“yoonie” panggil donghae yg berdiri disamping soo yoon.
Soo yoon berbalik, lalu berlari meninggalkan donghae.
“kau mau kemana ?” tanya donghae sambil menarik tangan soo yoon.
“mengejar yunho” jawab’na sambil menepis tangan donghae.
Soo yoon masuk ke salah satu mobil yg berada dibagasi’na, lalu melaju dengan kecepatan tinggi untuk mengejar yunho.

 

 

TBC ~

9 thoughts on “Another Love *Part 2*

  1. gila ce tika. ini seruuuuuuuuuuu banget ~~

    parah ngeduain yunho ! ude lah lu ama donge aje mending *jorokin*

    di part ini yunho romantis yee. mana hadiah pertunangan na pantai lagi *.*
    so sweet ~ ahahaha

  2. konfilknya keren, seperti cinta segi banyak lainnya.
    tapi disini fie fokus ke Yun And Soo ah.
    gag kenal sama Hae.
    #plak😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s