I Love U, My Boss ! *Part 6*

I love U, My Bos!

Cast:
 Park Soo yoon
 Jung Yunho
 Lee Donghae

Support Cast:
 Kim Heechul Super Junior
 Go Ara
 Cho Taehyun

* Part6 *

halooo semua !
merindukan istri jung yunho ini ?
muahahahahahah.
mian yaa kalo ff ini kelanjutan’na lama.
aku baru dapet ide lagi nih.
dan aku mungkin akan menghentikan masa hiatusku *mungkin loh*
ahahahahah.

okey !
lets reading !

================================================================

“oppa” panggil soo yoon sambil terisak.
Soo yoon bersama suster rumah sakit berlari sambil mendorong ranjang yg d atas’na terdapat donghae yg mengeluarkan darah.
“oppa, mianhae”
Donghaepun akhir’na masuk ke dalam ruang UGD.
“agasshi kau tunggu d sini” pinta seorang suster kepada soo yoon,
Soo yoon hanya bisa menutup mulut’na dengan kedua tangan’na sambil melihat kedalam.
“kenapa kau harus menolongku oppa ? itu bisa membunuhmu”
“soo-ya !” panggil seseorang d belakang soo yoon.
“tae-ya”
“bagaimana keadaan’na ?”
Soo yoon hanya menggelengkan kepala dan memeluk sahabat’na itu.
“ini semua gara gara aku tae-ya”
“aku harus bicara padamu”
“nde ?” Tanya soo yoon sambil melepaskan pelukan’na.
“kau tau mengapa donghae oppa pergi 5 tahun yg lalu ?”
Soo yoon menggeleng perlahan.
“karena, ayah’na sakit”
“mwo ?”
“malam itu, sebenar’na dia ingin mengatakan cinta’na padamu. Tp tiba tiba appa’na jatuh sakit jadi ia tidak jadi menemuimu”
Soo yoon hanya terdiam menatap sahabat’na.
“keesokan hari’na, appa’na donghae oppa harus d bawa ke inggris. 1 tahun kemudian appa’na meninggal, dan meninggalkan pesan pada donghae oppa bahwa ia harus melanjutan kuliah’na di inggris”
Taehyun menghela napas, lalu melanjutkan cerita’na lg.
“donghae oppa menepati janji itu. dia terus menghubungi waktu itu, tapi ponselmu waktu itu hilang sehingga dia tidak bisa menghubungimu lagi”
Soo yoon tidak bisa berkata kata, dia lalu terjatuh kelantai dan menangis.
“bagaimana ini bisa terjadi tae-ya ?”
“dia ingin menjelaskan’na padamu, tapi kau terlalu membenci’na hingga kau tidak mau bertemu dengan’na”
“aku… aku”
“kembalilah pada’na soo-ya, dia mencintaimu”

Soo Yoon POV

“apa ada yang disini keluarga pasien ?” Tanya dokter yg keluar dari ruang UGD.
“aku teman’na dok, apa yg terjadi ?”
“pasien mengalami benturan yg cukup keras di kepala’na, dan pasien dalam keadaan kritis sekarang”
Aku hanya diam terpaku mendengar perkataan dokter itu.
“dan kaki kanan’na mengalami patah tulang”
“apa aku boleh masuk ?”
“tentu saja”
Dengan ragu kubuka pintu ruangan itu.
Kulihat donghae oppa terbaling lemah.

Kutarik bangku yg ada disamping ranjang’na.
“sunbaenim” panggilku.
Kugengam tangan kiri’na.
“aku tau kau paling tidak suka aku panggil sunbaenim”
Tangisanku semakin pecah.
“mianhae, jeongmal mianhae…… aku telah membuat kau seperti ini. Ini bukan pertama kali’na kau menyelamatkan hidupku dan mengorbankan hidupmu untukku”

*flashback*
*author POV*

Soo yoon berjalan sambil mendengarkan alunan lagu melalui headset’na.
Tinn.
Terdengar suara motor di belakang soo yoon.
Karena sedang memakai headset, dia tidak mendengar suara klakson itu.
Tiiinnnn ~
Tiba tiba seseorang mendorong soo yoon.
“sunbaenim !” teriak soo yoon.
Dia melihat motor itu menyerempet orang yg mendorong’na.
“sunbaenim“
Dia berlari menghampiri donghae yg terduduk.
“yoonie-ah gwenchanayo ?” Tanya donghae, tanpa memperdulikan luka di kaki’na.
“kenapa menanyakan keadaanku ? seharus’na aku yg bertanya seperti itu padamu”
“tidak usah pedulikanku, yg penting kau baik baik sajakan ?”
“ne. lalu bagaimana kakimu ?”
Donghae berusaha bangun, tetapi terhenti karena ia merasakan sakit yg luar biasa pada kaki kiri’na.
“sunbaenim, aku antar kau kerumah sakit”
Soo yoon membantu donghae berjalan.

*at hospital*
“donghae-sshi, kaki kiri anda menyalami patah tulang” ucap dokter sesudah memeriksa keadaan donghae.
“jeongmal ? kapan bisa kembali pulih dok ?” Tanya soo yoon.
“sekitar 3 sampai 4 minggu”
Soo yoon terdiam, lalu memandang donghae disebelah’na.
“gwenchanayo” ucap lembut donghae.
“gamshamnida dokter” kata donghae sambil membungkuk.
“ne, jaga kesehatan anda baik baik donghae-sshi”

Soo yoon pun membantu donghae berjalan keluar.
Donghae memakai tongkat, untuk membantu’na berjalan.
“sunbaenim” panggil soo yoon saat mereka sudah keluar ruangan.
“jangan panggil aku sunbaenim yoonie, panggil aku oppa”
“ne oppa, bukankah besok akan ada pertandingan basket ?”
“ye, waeyo ?”
“seharus’na kau tidak menolongku sun… ah maksudku oppa. Bagaimana bisa kau mengikuti pertandingan penting itu dengan kaki seperti ini ?”
Donghae menghentikan langkah’na, lalu tersenyum lebar kepada soo yoon.
“gwenchana, asal kau baik baik saja yoonie-ah” jawab’na sambil membelai lembut rambut soo yoon.

*flashback end*
*author POV end*

“kau selalu berusaha tersenyum kepadaku, seolah olah waktu itu kau baik baik saja. Aku tau, bahwa waktu itu kau begitu menginginkan untuk mengikuti pertandingan karena pertandingan itu sangat penting. Kau mengorbankan’na hanya demi aku”
Aku menunduk, dan semakin keras mengenggam tangan kiri’na.
“jebal, bangunlah”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho POV

Setelah mendengar donghae kecelakaan, aku segera pergi ke rumah sakit.
“dimana kamar pasien bernama lee donghae ?” tanyaku kepada suster.
“disebelah sana tuan”
“ne, gamshamnida”
Aku berjalan menuju ruangan yg ditunjuk oleh suster tadi.

Ceklek.
Kubuka pintu ruangan itu.
Langkahku terhenti setelah melihat seorang yeoja yg sedang menangis di samping donghae.
“soo” panggilku.
Dia mengalihkkan pandangan’na menatapku.
Mata bengkak, dan terdapat bekas air mata dipipi’na.
“oppa”
Soo yoon beranjak dari bangku.
“kenapa kau bisa disini ?”
“aku…”
“yoonie-ah” panggil pelan donghae.
“sunbaenim”
Soo yoon kembali menatap donghae, dan mengengam tangan donghae.
“yoonie… kau baik baik saja ?” tanya lirih donghae setelah membuka mata’na.
“kenapa kau selalu bertanya seperti itu ? seharus’na aku yg bertanya”
“selama kau baik baik saja, aku akan baik yoonie”
Soo yoon tersenyum lebar. “aku baik baik saja, gomawo”
Kulihat donghae mengulurkan tangan’na membelai pipi soo yoon.
Aku hanya tercenang melihat’na.
“yunho-ah. Kau ada disini ?” tanya donghae.
“ne, aku baru datang”
“ini sudah malam yoonie-ah, sebaik’na kau pulang”
“aniyo, aku mau menemanimu sunbaenim”
“aigoo, sudah kubilang jangan panggil aku sunbaenim, panggil aku oppa. Arra ?”
“tapi aku suka memanggilmu sunbaenim”
“andwae… panggil aku oppa”
“ne ne ne, oppaaaaa ~”
Mereka berdua saling melempar senyuman.
Aku merasa mereka sudah mengenal lama sekali.
“kau pulang saja yoonie, yunho-ah bisa kau antar soo yoon pulang ?”
“ne, aku bisa”
“oppaa, aku tidak…”
“jangan membantah, kau tidak mau kau sakit yoonie-ah. Pulanglah”
“ne, aku akan pulang” jawab’na melemah.
“donghae-ah, aku pulang dulu”
“oppa, aku pulang”
“hati hati di jalan”
Kami berduapun keluar dari kamar donghae dan berjalan menuju parkiran.

“kau sudah lama mengenal donghae ?” tanyaku yg memecahkan keheningan di dalam mobil.
“dia sunbaenimku saat di senior high school dulu”
Akupun terdiam, dan begitupun juga dengan’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Soo yoon keluar kamar’na setelah selesai bersiap siap.
Ia berjalan kearah dapur untuk menyiapkan menyiapkan roti panggang, sebagai sarapan pagi.

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through

Ponsel soo yoon berbunyi, dan ia merogoh saku’na untuk mengangkat’na.
“yeoboseyo”
‘kau sudah bangun ?’
“tentu saja, ini sudah jam 6 lewat, sebentar lagi aku akan ke kantor”
Terdengar suara tertawa donghae dari seberang sana.
‘bisakah nanti saat pulang kerja kau mampir ke rumah sakit ?’
“mmm, aku tidak janji”
‘haruskah aku menjemputmu dahulu, baru kau akan datang kesini ?’
“untuk berjalan saja kau sussah oppa, bagaimana untuk menjemputku ?”
Soo yoon meletakan roti panggang di atas piring.
‘semua akan kulakukan demimu yoonie-ah’
“sudah jangan mulai mengeluarkan kata kata manis untukku. Ne, aku akan kesana nanti”
‘gomawo’

Soo yoon mematikan ponsel’na, lalu membawa dua piring kearah meja makan.
Saat berbalik, ia terkejut melihat yunho sudah ada di belakang’na. entah sejak kapan.
“oppa”
Yunho hanya menganggut perlahan, lalu duduk dimeja makan.
Keheningan melanda mereka berdua lagi.
Setelah selesai sarapan, yunho mengambil jas dan tas kerja’na yg ia letakan diatas sofa.
Lalu berjalan keluar apartemen.
Soo yoonpun melakukan hal yg sama, dan mengikuti langkah yunho.
‘lagi lagi dia kembali seperti dulu, dingin dan tak banyak bicara’ pikir soo yoon didalam hati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*author skip ya cerita’na jadi pulang kerja. Ahahahah*

Tok tok tok.
Terdengar suara ketukan di pintu ruangan yunho.
“masuklah”
Setelah mendengar suara yunho, soo yoon langsung membuka pintu.
“tuan, sudah saat’na untuk pulang” ucap soo yoon sambil mendekati meja yunho.
“kau sudah ingin pulang ?” tanya yunho tanpa memandang soo yoon.
“ne, bagaimana denganmu tuan ?”
“kau pulang dulu saja, aku masih banyak pekerjaan”
Soo yoon menganggut pelan, “aku pulang dulu tuan. Annyeong”
Ia berjalan meninggalkan yunho yg masih berkutat dengan kertas kertas didepan’na.

Setelah mendengar suara pintu ditutup, yunho meletakan ballpoint yg ia pegang dengan kasar.
Ia menyandarkan tubuh’na di sandaran kursi lalu menatap tubuh soo yoon yg menjauh dari ruangan’na.
Ia menyusap wajah’na dengan tangan kanan’na, lalu menghela nafas panjang.
Pikiran’na mulai melayang tentang wanita itu lagi.
Entah mengapa, ada perasaan lain saat berdekatan dengan wanita itu, dan saat melihat’na itu berdekatan dengan pria lain.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon membuka pintu kamar tempat donghae di rawat.
Ia melihat donghae sedang duduk ditepi ranjang menghadap ke jendela besar.
Dengan perlahan soo yoon menghampiri donghae.
“oppa !” teriak’na yg membuat donghae terkejut.
“aigooo, yonnie-ah !”
Soo yoon terkekeh, dan duduk di samping donghae.
“kau sedang apa oppa ?”
“sedang menunggumu”
“ck, aku serius oppa”’
“aku bosan, dan aku tidak tau ingin melakukan apa”
“kakimu masih sakit ?” tanya soo yoon sambil menyentuh kaki donghae yg sedang diperban.
“sedikit, tapi berkat kau pegang rasa sakit itu menjadi hilang”
“kau tidak berubah dari dulu, selalu saja berkata manis yg dapat membuat yeoja terbang”
Donghae tertawa geli.
soo yoon mengalihkan pandangan’na kejendela besar, tetapi donghae masih fokus memandang wajah soo yoon.
“mianhae”
Soo yoon kembali memandang donghae.
“mianhae, yoonie-ah”
Donghae terus menatap yeoja didepan’na yg sedang menundukan kepala.
“kau sudah mendengar semua’na dari taehyun ?”
Soo yoon menganggut perlahan, dan masih tetap memandang tangan’na yg berada di atas kedua kaki’na.
“mianhae, jeongmal mianhae. kau mau memaafkanku ?”
Soo yoon mencoba menatap namja yg berada disebelah’na.
Ia mengembangkan senyum’na, “ne, aku memaafkanmu oppa”
“jinjja ? gomawo ?”
Donghae memeluk soo yoon.
Yeoja itu terdiam, tidak tau harus membalas’na atau tidak.
“tujuanku pulang ke seoul untuk bertemu denganmu dan menjelaskan semua’na kepadamu”
Soo yoon menganggut perlahan.
“gomawo, gomawo sudah memaafkanku yonnie-ah”
“ne oppa”
Akhir’na donghae melepaskan pelukan’na.
“mau menemaniku jalan jalan ?”
“kakimu bagaimana ?”
“kan sudah kubilang, jika aku bersamamu, aku akan cepat sembuh”
“ck, oppa”
Soo yoon membantu donghae berjalan dengan memapah tangan kiri’na, donghae menggunakan tongkat ditangan kanan’na.
“kau ingat yoonie-ah, bukankah sebelum’na kita pernah seperti ini ?”
“tentu saja aku ingat, kakimu patah karena menolongkukan dulu ?”
“ne. rasa’na kejadian itu belum lama”
“gomawo”
Donghae menghentikan langkah’na.
“untuk ?”
“gomawo sudah menolong ku berkali kali, dan sudah mengorbankan diri untukku”
“gwenchana. aku senang menolongmu”
Mereka berdua kembali berjalan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV

Aku hanya berdiri terpaku didepan sebuah pintu apartemen.
Aku binggung, antara masuk atau tidak.
Kuhela napas panjang berkali kali, dan melirik jam tanganku.
Jarum jam menunjukan pukul 00.00 tepat.
Apa aku harus masuk kedalam ?
Tapi pasti dia berpikir yg tidak tidak, seorang wanita pulang di tengah malam seperti ini.
Dengan ragu, akhir’na kutekan password yg sudah kuhafal itu.

Ceklekk.
Pintu itu terbuka.
Perlahan kubuka pintu itu tanpa menimbulkan suara.
Gelap.
Ya apartemen ini gelap.
Kupikir yunho oppa juga sudah tidur sekarang.

Aku berjalan menuju kamarku.
Tetapi langkahku terhenti setelah melihat seseorang tidur diatas sofa.
Kupijingkan mataku untuk memperjelas pandanganku.
Apa itu yunho oppa ?
Mengapa ia tidur di sofa bukan di kamar’na ?
Kuhampiri yunho oppa yg sedang tidur di sofa dengan posisi kedua tangan’na dilipat didepan kedua dada’na, dan menyandar pada sandaran sofa.
Ia bisa pegal jika tidur dengan posisi seperti ini.
“oppa” panggilku.
Ia tidak bergeming, tetap kepada posisi itu.
“oppa” panggiku lagi sambil menyentuh lengan’na.
Yunho oppa tetap tidur.
“oppa”
Kali ini kupanggil dia dengan sedikit menggoncangkan tubuh’na.
Akhir’na dia terbangun, mengucek mata’na perlahan lalu menatapku.
“kau sudah pulang ?”
“ne, mianhae aku pulang terlambat”
“gwenchana, kau beristirahatlah. Kau pasti lelah”

Yunho oppa beranjak dari sofa, dan berjalan meninggalkanku lalu masuk kedalam kamar’na.
Aku terdiam menatap kamar’na.
Untuk apa ia tidur diluar ?
Untuk menungguku pulang atau memang ia tertidur ?
Aishhh, jangan berpikiran bermacam macam soo.
Pasti dia secara tak sengaja tertidur di sofa, untuk apa dia menungguimu ?
Janganlah kau berharap lebih.
Akhir’na aku masuk kekamarku, dan langsung tertidur.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Yunho berjalan keluar dari kamar’na menuju dapur.
Diatas meja makan terdapat sarapan yg tersedia untuk’na dan secarik kertas di samping’na
Ia mengambil kertas itu dan membaca’na.
“oppa, mianhae aku pergi tidak berpamitan kepadamu. Tapi aku janji akan tiba di kantor tepat waktu”
Setelah membaca’na, ia meremas kertas itu.
“setiap hari, pulang larut malam dan pergi pagi pagi sekali” guman’na yg langsung membuang kertas itu.

Ting Tong.
Bel berbunyi, yunho mengalihkan pandangan’na kearah pintu.
Dengan malas ia berjalan menuju into, dan membuka’na.
“yunho-ah !” teriak seorang pria setelah melihat yunho dibalik pintu.
“untuk apa kau kesini ?”
“ck, jangan seperti itu. persilahkan aku masuk dulu”
Pria itu mendorong pintu apartemen yunho, dan melenggang masuk kedalam.
“sepi sekali apartemenmu” ucap’na.
Yunho tidak memperdulikan’na, ia mengambil jas hitam’na, lalu memakai’na.
“masih ada waktu kan, bagaimana jika kita menjenguk donghae ?”
Yunho menghentikan aktifitas’na, lalu menatap heechul.
“wae ? sudahlah, ayo kita jenguk dia”
Heechul menarik yunho keluar dari apartemen’na.

*at hospital*

“kau datang pagi sekali yoonie-ah ?”
“ah gwenchana oppa”
“kau kan semalam pulang jam 12, dan tadi jam 6 pagi sudah ada disini. Apa kau tidak tidur ?”
“aku tidur kok oppa, sudah jangan khawatir”

Soo yoon menatap lurus kedepan, dan menghirup udara dalam dalam.
“aku suka udara di taman ini” ucap soo yoon sambil menatap sekeliling taman itu.
“suka karena ada aku bukan ?”
“yak ! oppa”
Donghae terkekeh, lalu mengacak rambut soo yoon.
“sudah saat’na kau sarapan dan minum obat oppa, kembali ke kamar sekarang. Kajja”
“ne suster pribadiku”
Donghae masih berjalan dengan menggunakan tongkat di tangan kanan’na.
Soo yoon membantu’na dengan memegang tangan kiri donghae.
“kau mau membantuku berjalankan ?”
“ne, waeyo ?”
Donghae tersenyum penuh arti, dan melingkarkan tangan’na dibahu soo yoon.
“kalau ingin membantu seperti ini yoonie-ah”
“jangan mencuri kesempatan oppa”
“tapi ini membuatku lebih mudah berjalan”’
“ne ne ne, terserah kau oppa”
Mereka berjalan menuju ruang inap donghae dengan tersenyum 1 sama lain.
“donghae-ah” panggil seseorang.
Donghae menghentikan langkah’na, lalu menatap orang itu.
“aigoo, kim heechul !”
Dengan posisi tangan kiri’na masih merangkul soo yoon, dia menghampiri heechul yg datang tidak sendirian.
“yak ! kalian berdua mengapa baru menjengukku sekarang ? kemana saja ?”
“kau tau kan, kami berdua ini orang sibuk” kata heechul sambil melirik yunho disebelah’na yg sedang menatap soo yoon.
“ah, arra arra”
Soo yoon melepas tangan donghae secara perlahan dari pundak’na.
“soo-ya ? aku ada di sini ?” tanya heechul yg melihat soo yoon berdiri disebelah donghae.
“ne, aku disini oppa”
“mwo ? kau mengenal soo yoon ?” tanya donghae.
“tentu saja, aku bertemu dengan’na saat dia berada di apartemen yunho”
“apartemen yunho ?” tanya donghae dengan binggung.
“ah, aku sudah terlambat ke kantor. Heechul-ah, donghae-ah, aku pamit dahulu. Masih banyak pekerjaan yg harus kuselesaikan” sela yunho.
“sudah mau ke kantor ? aishhh, kau benar benar sibuk yunho-ah” ucap heechul.
“ne, aku permisi dulu”
Yunho menepuk pundak heechul lalu berbalik meninggalkan mereka bertiga.
“soo-ya, bosmu itu sudah akan pergi kekantor, kau tidak pergi bersama’na ?”
“ah benar, aku permisi dulu. Annyeong heechul oppa, donghae oppa”
“nanti sepulang dari bekerja, kau akan kesini lagi ?” tanya donghae.
“tentu saja oppa, annyeong”
Soo yoonpun mengikuti yunho yg sudah agak menjauh dari donghae dan heechul.

“dia sering kemari ?” tanya heechul.
“tentu saja, kajja kembali ke kamarku”
“kalian terlihat begitu dekat, apa hubungan kalian ?”
Donghae tertawa mendengar pertanyaan heechul.
“yak ! kenapa tertawa hah ?”
“kau tau wanita hoobaenimku saat aku ada di senior high school ?”
“wanita yg selalu kau ceritakan padaku dan yunho saat di inggris ? dan wanita yg membuatmu menolak puluhan wanita ?”
“ne, kau tau wanita itu siapa ?”
“mana kutau ! kau belum menceritakan padaku”
“yeoja itu soo yoon, kim heechul”
“mwo ?”
Heechul menghentikan langkah’na.
“ta… tapi bagaimana dengan yunho ?”
“yunho ? apa hubungan’na dengan yunho ?”
“an… aniyo, lupakan sajalah”
“kau aneh heechul, dasar golongan darah AB !”
“ck, jangan membahas tentang golongan darah ikan !”
Donghae tertawa geli, dan merangkul heechul.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya terdiam satu sama lain.
Sibuk dengan pikiran masing masing.
Hingga akhir’na tiba di tempat tujuan mereka.
“selamat pagi tuan muda” sapa seorang satpam yg membuka pintu mobil yunho.
Yunho hanya menganggut, dan berjalan kedalam gedung megah itu yg diikuti soo yoon di belakang’na.
“tuan muda” panggil seorang pria dengan jas hitam’na.
“wae ?” jawab yunho.
“ada yg harus anda lihat sebelum anda keruangan anda”
“arraso. Sekretaris park, kau ke ruangan terlebih dahulu”
“ne tuan muda”
Yunho pergi bersama pria yg memiliki jabatan manager di perusahaan itu, sedangkan soo yoon masuk kedalam lift untuk pergi keruangan’na.

Setelah sampai diruangan’na, soo yoon duduk dibangku kerja’na dan mulai membuka buka file.
Mulai bekerja menyusun jadwal yunho.
“sekretaris park”
“nde ?”
Soo yoon menadahkan kepala’na untuk melihat siapa yg memanggil’na.
Ia terkejut setelah mengetaui siapa yg memanggil’na.
“ada apa denganmu sekretaris park ?”
Soo yoon terdiam menatap wanita itu, dan berusaha beranjak dari kursi kerja’na.
“an… annyeonghaseo ara-sshi”
“ne annyeong. Yunho ada dimana ? sedang meeting ?”
“an… aniyoo. Tuan sedang ada urusan sebentar, mungkin sebentar lagi akan datang”
Ara menganggut, “ne aku akan menunggu’na didalam”
Ara berjalan masuk kedalam, dan soo yoon kembali duduk di kursi’na.
“ara… ara sudah kembali ?” tanya soo yoon.
Soo yoon masih meyakinkan diri’na bahwa wanita yg dia liat barusan adalah go ara, mantan tunangan yunho.
Ia mengalihkan pandangan kedalam ruangan itu.
Melihat seorang wanita duduk di kursi tempat yunho bekerja.

“sekretaris park” panggil yunho yg membuat soo yoon mengalihkan pandangan’na dari wanita itu dan menatap yunho yg sudah ada didepan’na.
“ne tuan ?”
“tolong carikan aku berkas financial bulan lalu, seperti’na aku harus memeriksa’na lagi”
“ne tuan, akan kucarikan”
Yunho menganggut lalu berjalan menuju ruangan’na.
Setelah masuk ruangan’na, yunho terkejut melihat seorang wanita yg duduk dikursi’na.
“yunho-ah !” panggil ara sambil berlari menuju yunho.
“yunho-ah ! bogoshipoyoo” ucap’na manja sambil memeluk yunho.
Yunho terdiam, dia masih terkejut melihat ara ada diruangan’na.
“ara-ya ?” panggil’na.
“ne, ni aku tunanganmu yunho-ah. Kau tidak merindukanku ?”
Lagi lagi yunho terdiam, dan tidak membalas pelukan ara.
Sedangkan soo yoon memperhatikan mereka berdua dengan mata berkaca kaca.
“dia memang bukan untukmu soo, sampai kapanpun” guman soo yoon sambil tersenyum pahit.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Semenjak pagi ara masih setia duduk disamping yunho.
Menemani yunho bekerja seharian.
“yunho-ah”
“mmm” jawab yunho.
“kau tidak merindukanku ?”
Yunho menghentikan aktifitas membaca’na, dan menatap ara disebelah’na.
Ia memandang ara. Dan ia tersadar, beberapa minggu ini tidak pernah terlintas dipikiran’na mengenai wanita yg ada didepan’na sekarang.

Tok tok tok.
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
“masuklah”
Pintupun terbuka, dan soo yoon masuk kedalam.
“apa ada yg harus kubantu lagi tuan ?”
“ani. Wae ? kau sudah mau pulang ?”
“ne, aku sudah akan pulang”
“kalau kau ingin pulang, pulanglah”
“aku permisi dulu tuan. Annyeonghaseo ara-sshi”
“ne”
Soo yoon berbalik, dan berjalan keluar ruangan itu.
Yunho hanya menatap punggung soo yoon.
tersadar karena yunho terus memperhatikan soo yoon, ara segera memanggil yunho.
“yunho-ah”
“wae ?”
“kau belum jawab pertanyaanku, kau merindukankukan ?”
“aku sedang banyak pekerjaan. Sebaik’na kau pulang saja, aku akan lembur hari ini”
“aniyo, aku akan disini terus, aku ingin menemanimu”
“terserah”
Yunho kembali membaca file yg dipegang’na itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon berjalan dengan langkah gontai dilorong rumah sakit.
Kurang lebih sudah seminggu ia mendatangi rumah sakit ini.
Langkah’na terhenti di depan sebuah pintu kamar.
Dengan ragu ia masuk kedalam.
“yoonie-ah !” panggil donghae setelah melihat soo yoon.
“annyeong oppa” sapa soo yoon seriang mungkin untuk menutupi kesedihan’na.
“aku sudah menunggumu dari tadi”
Donghae berjalan menghampiri soo yoon, dan masih dengan bantuan tongkat.
“kenapa kau banyak sekali berjalan ?”
“agar aku cepat sembuh”
Donghae melihat mata soo yoon yg agak sembab, dan bola mata’na memerah.
“neo gwenchana ?”
“ne, gwenchanayoo oppa”
“jinjaa ? kenapa matamu memerah ? apa yg terjadi padamu ? ceritakanlah padaku”
Soo yoon menggelengkan kepala’na, “aku baik baik saja oppa, percayalah”
Donghae menarik soo yoon kedalam dekapan’na.
“aku tau suasana hatimu sedang tidak baik sekarang. Jika kau tidak ingin menceritakan’na padaku, itu tidak masalah. Tetapi, aku akan selalu meminjamkan bahuku untukmu”
Soo yoon terdiam, dan mata’na mulai berkaca kaca lagi.
Dengan perlahan soo yoon mengangkat tangan’na, dan mulai memeluk donghae.
Awal’na hanya isakan pelan, tetapi lama kelaman suara tangisan’na semakin kencang.
Donghae semakin memperat pelukan’na.
Ia tau, yg dibutuhkan soo yoon sekarang hanya tempat ia mengeluarkan kesedihan’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ditengah gelap apartemen’na, yunho berjalan mondar mandir sambil sesekali melihat jam tangan’na.
Jam tangan’na tepat menunjukan pukul 02.00 dini hari.
Tetapi tidak ada tanda tanda seseorang yg ditunggu tunggu’na pulang.
Ia menyandarkan tubuh’na disandaran belakang sofa, dan menatap pintu.
Berharap seseorang yg ditunggu tunggu’na dari 5 jam lalu membuka pintu itu.
Ia menghela napas panjang, dan melipat kedua tangan’na didepan dada.
Ia menunduk dan memejamkan mata’na.
Rasa kantuk dan lelah menyerang’na, tapi dia bersikeras menahan’na sampai orang yg di tunggu’na pulang.
5 jam, bukanlah waktu yg sebentar untuk menunggu, apalagi dalam keadaan lelah.
Ia kembali nenegakkan kepala dan berjalan mondar mandir kembali.
Ia memperhatikan jam tangan’na lagi.
Akhir’na dia mengeluarkan ponsel dari kantung celana training’na, dan memandang ponsel itu.
Hati’na ragu, apa ia harus menelefon seseorang itu atau tidak.

Ceklekk.
Suara pintu terbuka, dan ia langsung mengalihkan pandangan’na kearah pintu.
Setelah sosok yg ditunggu’na masuk kedalam apartemen, hati’na begitu lega melihat wanita itu pulang dengan selamat.
Soo yoon berjalan menuju kamar’na dengan menunduk.
Ia menadahkan kepala’na, dan terkejut melihat yunho berdiri tidak jauh dari pintu kamar’na.
“oppa…”
“kau baru pulang ? kemana saja ?”
“mianhae, tadi aku menjenguk donghae oppa”
“apakah harus sampai selarut ini ?”
Soo yoon terdiam mendengar pertanyaan yunho.
Dia sengaja pulang larut malam agar tidak bertemu dengan yunho.
“mianhae”
Mereka sama sama terdiam.
“oppa, kurasa sudah seharus’na aku pindah sekarang”
Yunho terkejut mendengar perkataan soo yoon, karena keadaan gelap dan hanya ada sedikit cahaya, soo yoon tidak bisa melihat ekpresi wajah yunho.
“tak selama’na aku tinggal disinikan ? Aku akan pindah malam ini juga, ketempat chinguku. Lagipula, jika tunanganmu tau aku tinggal disini. Ia akan menduga yg macam macam”
Yunho masih terdiam dengan perkatan soo yoon.
“gomawo, sudah mengijinkanku tinggal disini”
Soo yoon membungkukan tubuh hingga 90 derajat, lalu berjalan menuju kamar’na untuk berkemas kemas.
“chakaman !” teriak yunho.

TBC ~

5 thoughts on “I Love U, My Boss ! *Part 6*

  1. Tikaaaaa…..lega akhirnya lanjutannya nongol jg. Sdh jamuran nunggu lanjutannya.

    Syukurlah yg ketabrak dongee bukan Uno #Kejam si Go Ara knp muncul sih? Ngerusak pemandangan bgt. wkwkwkwkwkwk. Si Soo jg sbnrnya ngerusak pemandangan wkwkwkwkwkwk. btw msh ada beberapa yg typo tuh.

    Tikaaaaaaaaaa *Unyeng2* Bisa bgt yah TBC nya bikin penasaran. Dan Pleaseeeee utk next chap nya jgn lama2, yg ada bukan jamuran lagi nunggunya, tapi lumutan. Keep Writing yak !!!

    • dih kok gt si.
      *lempar eonni k samudra hindia*

      ahahahahhaha.

      oh iya dongg.
      butuh waktu yg keras.
      untk menemukan TBC macam seperti itu.

      bahahahahahah.

      iya eonn.
      ini juga lg dalam proses.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s