My Bias, My….

Cast :
Park Soo Yoon
Jung Yunho

Support Cast :
Shim Changmin
Lee Jeun Hye
Kim Taehyun
Choi Shinrin
Member Super Junior

annyeeong ~
akhir’na aku datang lagi dari sekian lama.
maap saya baru come back lg nih.
ahahahahahah.
ya uda jgn byk cakap, cekidot aja.
eppi read yaa ~~

oh iya.
dan cover ini buwad’an cho ryushin.
chukae !! *loh*

============================================================

Soo Yoon Pov

Jepret … Jepret … Jepret … Jepret … Jepret …
Itulah bunyi yg terdengar selama 5 menit ini.
Suara dari kamera Canon EOS 60DDSLR milikku
Aku begitu asik mengambil gambar dari sebuah objek.
Objek yg menurutku sangat indah.

20 menit sudah aku berdiri di sini, sambil terus terusan mengambil gambar.
Entah sudah berapa puluh foto yg kuambil, yg terpenting adalah mengambil foto dari objek itu.
Setelah objek yg kufoto masuk kedalam gedung, kuturunkan kameraku dari pandanganku.
Mataku lelah, terus terusan membidik objek melalui lensa kecil di kameraku itu.
Dan tanganku juga letih memegang kamera yg cukup berat ini.

Akhir’na aku beranjak dari tempatku mengambil gambar tadi.
Kukalungkan kamera itu di leherku.
Aku berjalan menuju semua taman.
Kaki sudah pegal, karena sudah hampir 5 jam aku berdiri menunggu objek yg indah tadi datang.

Aku ini bisa mengetahui jadwal si objek indah tadi.
Mengapa ?
Karena aku mempunyai seorang paman yg bekerja mengatur jadwal’na.
Dia bekerja sebagai assiten manager namja yg tadi kuambil gambar’na.
Jadi aku bisa tahu semua aktifitas’na.
Awal’na pamanku tidak setuju, tapi setelah meyakinkan, akhir’na dia mensetujui’na.

dan kalian tau, siapa yg kusebut sebut dengan objek indah ?
dia adalah my ultimate bias, jung yunho.
sebuah leader dari boyband korea yg begitu terkenal.

Kuedarkan pandanganku untuk mencari tempat duduk.
Aishh, ini taman mewah kenapa tidak ada tempat duduk ?
Dan kuputuskan untuk duduk di atas rerumputan didekat pohon.

Aku membuka tas selempangku, dan mengambil sebuah jepitan, lalu menguncir rambutku.
Mengapa musim semi begitu panas sekali ?
Apa ini efek karena habis melihat’na ? kekekeke.
Ku menghelas napas sebentar, lalu mulai melihat lihat gambar hasil tadi.
Aku tersenyum melihat foto foto itu.
Foto foto itu terdapat seorang namja , dengan berbagai ekpresi.
Namja itu memakai kacamata hitam’na.
Kalian tahu, aku sudah mengikuti namja ini selama satu tahun lebih.
Aku mengikuti’na kemana saja, dan mengambil gambar dari’na.
Mungkin kedengaran’na aku seperti menguntit, tapi ya harus bagaimana lagi aku benar benar menyukai hal ini.
Hanya dengan mengambil gambar’na langsung dari kameraku, itu sebuah kebahagiaan tersendiri bagiku.

Tanganku terus menekan tombol next pada kameraku.
Berusaha untuk mencari gambar yg sempurna, walaupun menurutku semua gambar itu sempurna.
Aku terhenti disebuah foto dimana namja itu sedang tersenyum.
Senyum’na begitu manis dan tulus, membuat jantungku berdebar begitu cepat.
Tunggu, namja ini. Namja ini tersenyum kearahku.
Aigoo, kurasa tidak mungkin dia tersenyum kepadaku.
Mungkin ada seseorang di arahku yg membuat’na tersenyum seperti itu.
Dia tidak mungkin menyadari keberadaan diriku, karena pasti banyak fan’na yg melakukan hal sama sepertiku.
Aku masih terpaku menatap foto tadi.
Aku terus memandangi foto itu dengan lekat lekat.

Seperti’na ada yg aneh.
Kulihat dari pantulan layar kameraku, ada seseorang yg berdiri membungkuk dibelakangku.
Dengan ragu kuputar kepalaku kesamping kananku.
Aku terkejut melihat orang itu, lalu bangkit dari dudukku.
Aku hanya diam sambil menunduk menatap rerumputan dibawah.

“mengapa kau tidak mengambil gambarku ?” ucap seorang namja yg memakai kemeja berwarna putih di hadapanku sekarang.
Kupandang dia sedetik, kemudian menunduk lagi.
“bukankah kau sering mengambil gambarku, lalu mengapa sekarang kau tidak melakukan’na ?”
Aku masih terdiam dan menunduk.
“apa kurang dekat ? baiklah aku akan mendekat” kata’na.
Dia mengambil selangkah maju untuk lebih dekat kepadaku, otomatis aku mundur dua langkah menjauhi’na.
“mian… mianhamnida, jeong….mal mianhamnida” kataku dengan terbata bata.
Dia terdiam.
Aku tau mungkin dia datang kepadaku untuk memarahiku, karena kegiatanku yg mengambil gambar’na dimana saja.
dan dia sangat terganggu dengan itu.
“aku tau aku salah. Jika kau ingin memarahiku. Marahlah, itu hakmu” ucapku dengan ragu.
“siapa namamu ?” tanya’na.
“mwo ?”
Aku langsung menegakkan kepala, dan memandang’na.
Ya tuhan, dia benar benar tampan jika dilihat dari dekat.
“aku bertanya, siapa namamu ?” tanya’na lagi yg diakhiri dengan senyuman.
Jantungku tiga kali lebih cepat berdebar, melihat dia tersenyum seperti itu.
“namaku… park… soo… yoon… Imnida” jawabku dengan susah payah.
Lagi lagi dia tersenyum.
“baiklah, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi. Annyeong”
Dia berbalik dan berjalan meninggalkanku yg masih berdiri terpaku.

Aku jatuh keatas rerumputan, kakiku lemas dan bergetar.
Kupegang dadaku, aku mulai merasa sesak.
Benarkah itu dia ?
benarkah tadi seorang jung yunho ? namja yg benar benar ku kagumi ? my ultimate bias ?
kupejamkan mataku untuk menetralkan detak jantungku.
Kuhirup nafas sedalam dalam’na, lalu kukeluarkan dengan susah payah.
Ya tuhan, apa aku sedang bermimpi sekarang ?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho POV

“hyung” panggil dongsaengku yg duduk di sebelahku.
“waeyo ?” jawabku sambil tetap menutup mataku.
“sebentar lagi kita akan sampai hyung”
Sekarang aku dan dongsaengku ini masih berada di dalam sebuah mobil, yg akan membawa kami kesebuah gedung stasiun TV.
“arrasoo” jawabku singkat.
“apa dia akan ada di sana lagi ?” tanya’na yg membuatku sukses membuka mataku dan menatap’na.
Aigoo, dia selalu saja menanyakan hal ini saat kami akan melakukan aktifitas di sesuatu tempat.
“dia ? dia siapa maksudmu ?”
“aishh, jangan pura pura tidak tahu hyung. Yeoja yg selalu mengikutimu kemana saja dan selalu mengambil gambarmu itu. kau tidak mungkin lupa kan ?”
Aku kembali menyandarkan kepalaku di sandaran bangku mobil.
“oh dia, kurasa dia tidak ada. Setiap orang mempunyai kesibukan masing masing, jadi tidak mungkin dia mengikutiku terus”
“kau yakin ? bagaimana jika dia ada disana ?”
Aku kembali menatap’na, “ dia tidak akan datang”
“kau mau taruhan hyung ?”
“taruhan apa ?”
“jika dia ada disana, kau harus mentraktirku makan sepuas’na”
Aigoo, magnae ini memang gila makan. Ckckckckck.
Aku berpikir sejenak, kurasa dia tidak akan datang.
Dia pasti mempunyai kesibukan lain selain mengikutiku bukan ?
“ne, aku terima”
Magnae itu mengeluarkan smirk’na.
“seperti’na aku harus puasa sampai nanti malam”
Aku hanya melirik’na yg sedang tertawa penuh kemenangan.

Mobilpun berhenti disebuah gedung TV.
Aku dan changmin turun dari mobil itu.
“siap siap hyung, aku akan menang” bisik’na saat berjalan di belakangku.
Cih, bocah 1 ini percaya diri sekali bahwa dia akan menang.
“studio’na sedang dipakai, kalian tunggu sebentar” kata manager hyung.
“ne” jawabku.
“kalian ingin menunggu didalam ?” Tanya manager hyung.
“kurasa kami menunggu di sini saja hyung” jawab changmin.
“ne, aku kedalam dulu untuk mengatur semua’na”
Manager hyung masuk kedalam gedung.

Kuedarkan pandanganku, untuk melihat sekitarku.
Benarkah dia datang ?
Mengapa changmin begitu percaya diri’na bahwa ia akan datang.
Pandanganku terhenti kepada sesosok yg kukenal.
Dia memakai kaos putih dan celana panjang berwarna hitam.
Dan dia sedang asik menekan nekan kamera’na untuk mengambil gambarku.
Tanpa kusadari, aku tersenyum menatap’na.
“sudah kubilang, ia akan datang hyung”
Perkataan itu membuat aku berhenti tersenyum, dan berbalik menatap’na.
“ne, arrasoo” jawabku ketus.
Dia terkekeh, “traktir aku hyung”
“ne ! aku akan mentraktirmu nanti malam”
Dia tertawa penuh kemenangan.
Aku tidak peduli dengan si magnae tukang makan itu, tapi sejujur’na aku senang dia ada di sini.

Aku tahu dia sudah mengikutiku selama beberapa bulan ini.
Entah mengapa, dia begitu berbeda dengan fansku yg lain’na.
Hanya dia yg bisa menarik perhatianku seperti ini.
“hyung” panggil’na lagi.
“tenang saja, aku akan mentraktirmu nanti malam”
“bukan itu hyung”
“lalu ?”
“kau tidak penasaran siapa nama’na ?”
Aku terdiam mendengar perkataan’na.
“ayolah hyung, jangan jadi pengecut seperti ini”
“pengecut apa maksudmu ?”
“hampiri dia, dan Tanyakan kepada’na siapa nama’na. aku yakin kau ingin tahu hyung”
Magnae ini benar, aku begitu penasaran dengan diri’na.
Memang bocah 1 ini bisa mengerti sekali perasaanku.
“ne, aku akan menghampiri’na”
“jinjja ? aigoo, hwaiting hyung !” jawab’na.
“semua’na sudah beres, kalian bisa masuk” kata manager hyung.
Aishh, mengapa disaat seperti ini aku harus memulai syuting’na.
“ne hyung” jawab changmin.
Mereka berdua berjalan duluan, sedangkan aku masih berdiri terpaku di sini.
“sudah hyung, lain kali saja kau bertanya’na. aku yakin dia pasti akan datang lagi”
Akupun akhir’na menyusul’na.

Saat berjalan didalam gedung, aku melihat’na sedang duduk didekat pohon.
Otomatis kuhentikan langkahku.
“hyung, beri waktu aku 5 menit” kataku tiba tiba.
“mwo ?”
“hanya 5 menit saja hyung, tidak lebih”
“ne, jangan sampai terlambat yunho-ah”
Aku segera berlari keluar menuju gadis itu.
Dengan nafas tersengal sengal, aku melihat’na.
Dan lagi lagi tanpa kusadari, senyum mengembang di bibirku.
Kubungkukan tubuhku untuk melihat kamera’na.
Kulihat dia sedang melihat lihat fotoku yg diambil’na tadi.
Dia berhenti menekan tombol next pada sebuah foto.
Sebuah foto dimana aku sedang tersenyum pada’na.
Dia terdiam sebentar, hingga akhir’na dia menyadari keberadaanku yg sedang ada dibelakang’na.

Dia memutarkan kepala’na, lalu menatapku.
Kemudian dia terkejut melihatku, dan langsung beranjak dari duduk’na.
Dia memandangku sebentar, lalu menunduk.
“mengapa kau tidak mengambil gambarku ?” kataku.
Dia memandangku sedetik, lalu menunduk lagi.
Aigoo, mengapa dia menunduk terus seperti ini.
Aku ingin melihat wajah’na dari dekat.
“bukankah kau sering mengambil gambarku, lalu mengapa sekarang kau tidak melakukan’na ?” kataku lagi mencoba agar dia mendongakan kepala’na.
Tapi sayang, dia masih diam dan menunduk.
“apa kurang dekat ? baiklah aku akan mendekat”
Ku langkahkan kakiku selangkah agar lebih dekat kepada’na.
Tujuan’na untuk melihat wajah’na, tapi dia malah menjauhkan diri’na dariku.
“mian… mianhamnida, jeong….mal mianhamnida” kata’na dengan terbata bata.
Aku terdiam, mengapa dia harus meminta maaf ?
“aku tau aku salah. Jika kau ingin memarahiku. Marahlah, itu hakmu” ucap’na dengan ragu.
Aishh, aku menghampiri’a bukan untuk memarahi’na.
Melainkan untuk menanyakan nama’na.
“siapa namamu ?” tanyaku.
“mwo ?”
dia langsung menegakkan kepala, dan memandangku.
“aku bertanya, siapa namamu ?” tanya’ku lagi.
“namaku… park… soo… yoon… Imnida” jawab’na dengan susah payah.
Jadi nama’na park soo yoon, ternyata yeoja ini lebih cantik jika dilihat dari dekat.
Tiba tiba terlintas wajah manager hyung di benakku.
Sial, aku masih ingin berbicara dengan’na.
Tapi apa boleh buat, aku harus syuting terlebih dahulu.
“baiklah, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi. Annyeong” kataku yg langsung berbalik meninggalkan’na.
Semoga di lain waktu aku bisa menemui’na lagi.
Entah mengapa aku ingin sekali dekat dengan’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seminggu setelah kejadian itu, dia tidak lagi mengikutiku.
Entah mengapa. Aku takut terjadi sesuatu dengan’na.
“hyung, jangan mondar mandir seperti itu” protes changmin.
Sudah berkali kali aku mondar mandir didepan magnae yg sedang makan itu.
“kau ini kenapa hyung ? mengapa seminggu ini kau gelisah ?”
Kutarik kursi meja makan diseberang changmin.
“kau tau soo yoon sudah seminggu ini tidak mengikutiku”
“soo yoon ? oh yeoja itu, memang’na kenapa dia tidak mengikutimu terus ? bukan’na itu bagus ?”
“aishh, bukan seperti itu changminie. Aku… aku takut terjadi sesuatu dengan’na”
“memang jika terjadi sesuatu dengan’na, apa urusan’na denganmu hyung ?”
“aishh, jangan Tanya mengapa changminie, aku pun tidak tahu mengapa aku begini”
Dia mengeluarkan smirk’na, lalu memakan lagi bulbogi’na.
“kau menyukai’na hyung”
“mwo ?”
“kau menyukai’na hyung ! sejak kapan leaderku menjadi tuli seperti ini”
“yak ! aku hyungmu, jangan mengataiku seperti itu”
Dia hanya mendiamkanku, dan melanjutkan makanan’na lagi.
Apa aku menyukai’na ?
Rasa’na tidak mungkin, aku ini tidak dekat dengan’na.
“changmin-ah”
“wae ?”
“apa bisa seseorang menyukai yeoja, padahal dia tidak tahu siapa yeoja itu ?”
“tentu saja bisa hyung !”
“mwo ? bagaimana bisa ?”
“tanyakan saja pada dirimu sendiri” jawab’na sambil meninggalkanku.
“yak, changmin ! jawab pertanyaanku dengan jawaban yg benar”
“aku tidak mau menjawab”
Aishhh ! bocah ini.

Bip bip. Bip bip.
Ponselku berbunyi, ku ambil ponsel itu secara kasar.
“yeoboseyoo”
‘yunho-ah, kau harus ke gedung SM sekarang’
“mwo ? untuk apa hyung ? bukankah hari ini aku tidak ada jadwal ?”
‘ada hal yg penting, yg harus dibicarakan. Kutunggu kau 15 menit lagi’
“ne hyung, aku akan kesana”

Aku beranjak dari dudukku, dan mengambil kunci mobil di atas meja.
“changminie, aku pergi dulu” teriakku sebelum membuka pintu dorm.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon Pov

Haahhh ~
Kuletakan kameraku itu di sampingku.
Kurebahkan tubuhku diranjangku, dan menatap sebuah poster besar.
Aku sudah tidak mengikuti lagi biasku yg paling kucintai itu.
Dan kamera itu sudah seminggu juga tidak kugunakan sama sekali.
Aku memang memutuskan untuk berhenti mengikuti’na semenjak kejadian itu.
Pasti waktu itu dia ingin menegurku, tapi karena dia adalah seorang idola yg baik maka’na dia mengurungkan niat’na.
Aku hanya seorang fan’na, aku bisa mengerti jika dia butuh privasi.

come on kiss me my baby hirogaru magic gingaoka kenukero (on fire)
we got
Superstar Superstar Superstar Star
Superstar Superstar Superstar Star

Ponselku berbunyi disampingku.
“yeoboseyo”
‘yak !’
Aisshh ! kebiasaan selalu saja berteriak jika meneleponku.
“waeyo ?” bentakku.
‘jangan membentakku !’
“kau yg membentakku duluan !”
‘kau !’
Kudengar suara chinguku, jeun hye menjauh dari ponsel.
Entah apa yg di perbuat oleh’na.
‘kalian bertengkar saja bisa’na, sudah lebih baik aku saja yg berbicara’
Kudengar suara taehyun .
‘yak, kau cepat datang kesini’
Aishh dia juga membentakku.
“bisa tidak kalian, tidak membentakku hah ?”
‘sudah tidak ada waktu untuk bertengkar. Cepat kegedung SM ! kau tau, kami akan stalking super junior. Kau tidak mau melewatkan’na kan ?’
“mwo ? kenapa tidak bilang dari tadi ! aishh, aku segera kesana”
Kumatikan ponselku, lalu mengambil tasku.
Dan mengambil kameraku.
Aku terdiam, melihat kamera itu.
Aku tidak pernah mengambil gambar member super junior dengan kamera itu, kamera itu hanya kupakai untuk mengambil gambar yunho saja.

Kubuka meja belajarku, di sana ada kameraku yg lain’na.
Kamera ini pemberian oppaku.
Dan kamera punyaku itu yg kuletakan diatas ranjangku adalah kamera kesayanganku, karena itu kubeli dengan hasil jerih payahku sendiri.
Kamera ini sebenar’na tidak beda jauh dengan kameraku itu, hanya berbeda tipe.
Tapi entah mengapa, kameraku itu benar benar spesial.

Kulirik jam tanganku, aishh aku sudah hampir terlambat.
Ketiga yeoja itu pasti akan marah marah jika aku terlambat datang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

“yak kemana saja kau baru datang ?” Tanya jeun hye dengan ketus setelah melihat soo yoon datang.
“menunggu bus dangat lama, kau tau itu kan” jawab enteng soo yoon.
Soo yoon membuka tas’na, dan mengeluarkan kamera’na.
“tumben kau memakai kamera itu” Tanya taehyun.
“ne”
“kamera lamamu ?” kini giliran shinrin.
“itu kupakai hanya untuk menfoto yunho saja”
“bukankah kau sudah pensiun untuk mengikuti’na ?” Tanya shinrin tak berdosa.
Soo yoon berdecak, dan hendak menjawab.
“kyaa ! itu super junior !” teriak jeun hye.

Mereka lalu segera berlari menghampiri para member super junior.
Seperti biasa, soo yoon asik mengambil gambar donghae.
Donghae tersenyum tepat didepan kamera soo yoon, membuat yeoja itu sedikit kaget.
soo yoon menurunkan kamera’na.
“annyeonghaseo oppa” sapa soo yoon.
“ne, annyeong” jawab donghae sambil dibumbuhi dengan senyuman.

Member super junior, semakin berjalan masuk kedalam.
Jeun hye, taehyun, dan shinrin pun mengikuti mereka, sedangkan soo yoon masih berdiri di tengah jalan.
“seperti’na foto foto ini bagus” guman soo yoon sambil melihat lihat foto foto tadi.

Tinnnnn.
Tiba tiba sebuah mobil dibelakang soo yoon membunyikan klakson’na.
Membuat yeoja itu terkejut, dan akhir’na terjatuh ke aspal.
“aishh, siapa pemilik mobil ini?” guman’na.
Si pemilik mobil audi hitam itu keluar, dengan memakai kacamata hitam.
“agasshi, gwenchana ?” tanya’na panik.
Soo yoon berdiri, dan membersihkan baju’na.
“gwen… Chana” kata’na setelah melihat seorang namja didepan’na.
Namja itu membuka kacamata’na, “soo yoon ?”
“yun…. Yunho oppa”
“kau sedang apa disini ?” Tanya yunho dengan gembira.
“aku habis mengambil gambar dari member super junior”
Tiba tiba ekpresi wajah yunho berubah setelah mendengar jawaban soo yoon.

Yunho berpikir soo yoon berada disini lagi, untuk mengikuti’na.
Tetapi ternyata dugaan’na salah besar.
“oppa, aku permisi dulu. annyeong”
Soo yoon hendak berbalik, tetapi yunho segera menahan’na.
“chakaman”
“nde ?”
“bisakah kita berbicara sebentar saja ?”
“berbicara ? berbicara apa ?”
“ada sesuatu yg ingin kubicarakan, kau bisa ?”
Soo yoon berpikir sejenak, “ne aku bisa”
“tapi tunggulah aku 1 jam. Ah ani, setengah jam saja. Aku harus menemui manager hyung. Bisakah kau menungguku ?”
“ne, aku… aku bisa menunggumu”
“kau tunggu saja di dalam, aku akan secepat’na kembali”
“ne”
Yunho dan soo yoon berjalan masuk kedalam gedung.
“kau tunggu d kantin saja, aku janji aku hanya sebentar”
“ne”
Yunho masuk kedalam lift, dan soo yoon melangkahkan kaki’na menuju kantin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV

Sudah kurang lebih 30 menit aku menunggu.
Bosan sudah mulai melanda.
Tapi tak apa, semua kulakukan demi bias kutercinta.
Jika ia menyuruhku untuk menunggu’na setahun juga, akan kulakukan. Kekekeke.

Tapi untuk apa ia ingin berbicara denganku ?
Apa dia akan memarahiku ?
Tapi dari nada bicara’na, seperti’na ia tidak akan memarahiku.
Yg kuharapkan cuman satu, aku tidak gugup jika berbicara dengan’na.

“park soo yoon ~”
Sebuah suara memanggilku, dan aku tau ini suara siapa.
Dengan malas kutolehkan pandanganku kepada segerombolan yeoja yg berlari mendekat padaku.
“wae ?” jawabku setelah mereka duduk di hadapanku.
“kau kemana saja ?” Tanya taehyun.
“iya, kami mencarimu kemana mana” tambah jeunhye.
“ne, tadi kami sempat melihat super junior berlatih loh” shinri mengakhiri.
Cih, mereka tidak mungkin mengingat diriku saat sudah bertemu dengan bias bias’na.
“kalian mana mungkin mengingatku, sudah jangan basa basi”
Mereka hanya terkekeh mendengar perkataanku.
“lalu untuk apa kau disini ?” Tanya shinrin.
“menunggu seseorang”
“menunggu siapa ?” tanya taehyun dengan semangat.
Anak ini, selalu saja ingin tau tentangku.
“menunggu…”
“aishh, mianhamnida telah menunggu lama” ucap seseorang d sebelahku.
Aku hanya diam menatap’na, ayolah soo mengapa jadi diam seperti ini.
“gwen… gwenchanayo”
“ya tuhann”
Kulirik mataku melihat si pemilik suara itu.
Kulihat jeun hye dan taehyun sedang memandang kagum bias tercintaku ini.
“yak !” bentakku.
“annyeonghaseo oppa” sapa mereka berbarengan.
“aishh !” umpatku.

Aku langsung berdiri, dan menarik yunho oppa.
“soo yoonn, kau mau kemana ? kami belum puas memandang’na” teriak jeun hye.
“ne, kemari soo yoon !” giliran taehyun yg berteriak.
Aku terus menarik yunho oppa meninggalkan mereka.
aku tidak akan rela, mereka memandangain biasku ini lama lama.

Sesampai’na di lobby, aku baru menyadari aku memegang tangan yunho oppa.
Otomatis aku melepaskan tanganku.
“kenapa lari ?” tanya’na.
“mmm, hanya…. Hanya ingin menjauhkan oppa dari mereka”
Ayo soo, jangan gugup.
Anggap dia bukan bias tercintamu, anggap dia orang biasa.
“wae ?”
“mmmm, pokok’na menjauhkan oppa dari mereka. kenapa oppa ingin berbicara denganku ?”
“kau sudah makan ?”
“mwo ?”
“kalau begitu temani aku makan”
Dan sekarang dia lah yg menarik tanganku.
Aigoo… aigooo…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“waeyo ?” tanya yunho oppa yg melihatku celingak celinguk (?)
Bagaimana aku tidak merasa aneh, yunho oppa tidak memakai masker, topi, dan kacamata hitam di tempat umum seperti ini.
“oppa” Aku memajukan badanku.
“ne ?”
“kau tidak memakai perlengkapan untuk menutupi indetitasmu ? di sini banyak orang”
Yunho oppa tersenyum mendengar perkataanku, membuat aku ingin meleleh (?)
“pemilik resto ini adalah temanku, jadi aku tidak perlu memakai itu”
Aku hanya beroh ria mendengar jawaban’na.
Aku sudah mulai terbiasa dengan’na, perasaan gugupku mulai menghilang.

“seminggu ini kau kemana saja ?”
“ne ?”
“aku tidak melihatmu mengambil gambarku tanpa ijin lagi ?”
Oh my god, sekarang dia akan memarahiku.
“aku…. Aku…”
“kau kenapa ?”
“aku… takut kau marah. Maka’na aku menghentikan’na”
“mwo ? jadi karena itu ?”
“ne”
Yunho oppa tertawa, “mengapa kau bisa mensimpulkan hal itu ?”
“bukankah seminggu yg lalu kau menanyai namaku, untuk kau masukan kedalam daftar hitam fansmu ?”
Yunho oppa tertawa semakin kencang, aku hanya mengerutkan dahiku karena binggung.
“kenapa oppa tertawa ?”
“kau lucu sekali, waktu itu aku hanya ingin mengetahui namamu. Dan kau bilang daftar hitam fansku ? aigoo soo, aku tidak mempunyai daftar macam itu”
Akupun ikut tertawa.
Dan tak lama pesanan’na datang.
“kau yakin tidak ingin makan ?”
“aniyoo, aku sudah makan oppa. Gamshamnida”
Yunho oppa tersenyum, lalu mulai memakan pesanan’na.

Aishhh.
Aku ingin sekali rasa’na mengambil gambar’na yg sedang makan.
Tapi tapi, aku tidak bisa. Hah, bagaimana ini.
“soo ?” panggil’na tiba tiba.
“ne ?”
“kalau kau mau, kau bisa mengambil gambarku lagi seperti dulu, aku tidak keberatan”
“jinjja ?”
“ne, aku senang jika kau mengambil gambarku”
“gamshamnida, jeongmal gamshamnida oppa”
Aku membungkuk beberapa kali, dan karena aku terlalu semangat membungkuk…
Duk…
Kepalaku terjedut meja makan.
“ashhhh” ringgisku.
“neo gwenchanayo ?” tanya’na panik.
“gwenchana oppa” jawabku sambil terkekeh dan mengusap dahiku.
“aigoo, lain kali hati hati”
Yunho oppa menjulurkan tangan’na, dan mengusap dahiku.
Dan, aku hanya bisa diam terpaku.
Ini benar benar seperti mimpi.
“sudah tidak sakit ?”
“an…. Aniyo”
“baguslah” ucap’na dengan penuh senyuman.
Ia melanjutkan acara makan’na lagi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Seminggu kemudian. Soo yoon kembali kepada aktifitas’na
Soo yoon kembali mengambil gambar – gambar dari yunho.
Dan hubungan mereka berdua semakin dekat.

Setelah puas, dia melihat hasil dan tersenyum lebar.
“sudah selesai ?” tanya namja disamping’na.
“ne” jawab’na dengan semangat.
“harus’na aku meminta bayaran atas ini semua”
Senyum memudar dari bibir soo yoon, “mwo ?”
“kau sudah mengambil gambarku, kau tau di dunia ini tidak ada yg gratis soo”
“lalu aku harus membayar’na begitu oppa ?”
“tentu saja”
Soo yoon membuka tas’na dan mengeluarkan dompet.
“bukan itu maksudku” kata yunho sambil menahan tangan soo yoon.
“lalu ?”
“temani aku pergi”
“kemana ?”
“sudah ikut saja aku”
Yunho menarik tangan soo yoon menuju mobil’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon masih asik mengambil gambar dengan kamera’na, dan yunho hanya memperhatikan’na.
“kau ini seorang photographer ya ?”
“ne, photographer seorang jung yunho”
Yunho tertawa mendengar’na.
Soo yoon memang bercita cita ingin menjadi photographer, dan sangat menyukai hal yg berbau dengan photografi.
Merasa lelah, yunho akhir’na duduk diatas rerumputan.
“soo, duduklah” kata’na sambil menarik tangan soo yoon.
Dan soo yoon pun duduk disamping yunho sambil terus menekan nekan kamera’na.
“kau ini selalu mengambil gambar hal lain ?”
“ne”
“tidak pernah mengambil gambar dirimu sendiri ?”
“ne”
“aigoo”
Soo yoon menurukan kamera’na dan menatap yunho.
“nah oppa, ekpresimu sangat bagus jika seperti itu. tahan oppa”
Soo yoon menaikan kamera, dan bersiap untuk mengambil gambar yunho.

Setelah mengambil gambar beberapa kali, ia menurunkan kamera’na lagi.
“ekpresimu sangat lucu oppa” kata’na sambil tertawa.
“kita belum pernah melakukan selca kan ? ayo kita lakukan sekarang”
Yunho mengambil kamera dan mengarahkan’na kepada mereka berdua.
“han dul set, kimchii” kata mereka berbarengan.
Setelah mengambil gambar beberapa kali, yunho menyerahkan kamera itu kepada soo yoon.
“woahh, bukankah langit’na begitu bagus ?” kata soo yoon antusias.
Dia mulai kembali mengambil gambar, langit biru dengan setengah orange itu.
Hari yg mulai senja, membuat langit tampak begitu bagus.

“soo” panggil yunho.
“ne ?” jawab soo yoon yg masih tetap berfokus mengambil gambar.
“I love u”
Soo yoon menghentikan aktifitas’na, dan menatap yunho binggung.
“mwo ?”
“I love u soo, saranghae”
Soo yoon masih menatap yunho tidak percaya.
“jangan becanda oppa”
Soo yoon hendak menaikan kamera’na lagi untuk mengambil gambar.
“do you love me soo ?” tanya yunho, sambil menurunkan kamera agar dapat melihat mata soo yoon.
Soo yoo terdiam.
Dia sangat sadar, bahwa ia mencintai yunho lebih dari sekedar seorang bias.
“yes, I love u oppa”
“so, be my girl please ?”
Soo yoon tertawa getir.
“i… I cant oppa”
“why ? u love me too, right ?”
“because, i think we have a different world oppa. U’re an artist, and I’m just an ordinary person”
“I dont care about it, who I care about is that I love you soo”
“but….”
“please believe me, I really really love u soo”
Yunho menarik soo yoon kedalam pelukan’na.
Soo yoon hanya terdiam didalam pelukan yunho.
“please, think again soo”
Setelah berpikir panjang akhir’na, “yes, I want”
“mwo ?”
Yunho melepas pelukan’na dan menatap yunho.
“yes, I want to be ur girlfriend oppa”
“jeongmal ?”
“kalau tidak percaya, akan kutarik kembali kata kataku oppa”
“aishh, andwaee”
Yunho kembali memeluk soo yoon.
“thanks soo” ucap yunho sambil mencium kepala soo yoon

THE END ~~~~~

15 thoughts on “My Bias, My….

    • yeeee, deg2an mulu yul.
      perhatikan jantung eh.

      wuakakakakakakak.

      gak akan amnesia g.
      kalo g amnesia jg.
      hal pertama yg g inget itu yunho.
      dan hal kedua’na si eun hyuk.

      wuahahahahahah !

      • Ye jantung gue sehat buat YUNHO ahahaha.
        hyuk eun? ih lu kualat ngatain gue dr Jonghun ke Wook, skrg lu jg dari yunho ke hyuk eun *ngakak*

      • jgn ganjen deh.
        ntr si jonghun g ganjen’in lg loh.

        wuakakakakakakak.

        hey gak bgt urutan’na.
        dari yunho k dongee baru k eun hyuk.
        gak ada sejarah’na dari yunho k eun hyuk.

        ckckckckckckcck

  1. Tikaaaaaaa…….EP-EP mu kecepetan😀

    Gayamu ketemu Yunho sok malu2 padahal mah klo ketemu beneran loncat2 kegirangan GeJe gtu yah + Langsung meluk bahkan nyium2 Yunho. Wkwkwk

    Btw kmu terinspirasi ama si stalker itu yah makanya buat EP EP ini? semoga aja si stalker itu ga berakhir jadian ama si Yunho kyk di EP EP kmu ini #HatiKetarKetir

    • kecepetan ?
      iya si aku bikin’na ngebut.

      ahahahahahhaha.

      gak eonn.
      asli’na pasti cengo doank.
      kalo d tulisan kan yee agresif.
      asli’na pasti diem aje.

      ahahahahahahah.

      yoii.
      terinspirasi dari dia.
      kyk’na kalo jd’an imposibble bgt eonn.

    • yee.
      sejak kapan dia godain u.
      mana mungkin si.
      ngigo aje nih.

      wuakakakakaakak.

      iye kn skrg bukan elfishy.
      tapi proses’na gt.
      gratia >> elfishy >> jewel.
      ah u rempong aje ahjumma.

      wuakakakakakakak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s