YunSoo vs YunJae

Cast: Jung Yunho / Park Sooyoon

Other: Kim Jaejoong / Jung Shinri

Support: Taehyun / Jeunhye / Ryushin / Kyuhyun / Eunhyuk / Donghae / Sungmin

annyeongg ~
memalui ff ini akan kuumumkan sesuatu.
*jeng jeng* ada pairing baru yunsoo *aku dan yeobo yunho*
ahahahahahah.

dannn…
lagi2 ini adalah ff buatan temanku cho ryushin.
mampir k blog’na yaa http://choriccu.wordpress.com

.::Battle::.

Author POV~

“Oppa …” Panggil seorang yeoja dengan nada manja dan ekspresi sebal.

Namja yang dipanggilnya tadi menoleh sambil tersenyum manis. “Ada apa jagiya?” Tanyanya manja sambil tersenyum manis pada yeoja di sampingnya itu.

“Tak bisakah satu hari saja dia tidak mengikuti kita?” Tanyanya dengan nada dan eksresi kesal sambil menunjuk kearah seorang namja lain yang ada di samping namjachingunya itu. Namja manis itu sedang menaruh kepalanya di meja dan memasang wajah imut.

“Memangnya kenapa jagi? Joongie kan tidak mengganggu kita berkencan” Ujar namja itu.

Sang yeoja nampak semakin kesal. Dia menghentakkan kakinya ke tanah beberapa kali dan menggeram kesal. “Arraseo … Kalau oppa masih mau bersama BooJae mu itu, aku lebih baik pergi saja. Selamat berkencan oppa” Ujarnya penuh amarah dan melangkahkan kaki meninggalkan kedua namja yang sedang duduk berdampingan dan menatapnya bingung.

“Kau tidak mengejarnya, Yunho?” Tanya namja manis itu.

Yunho menggelengkan kepalanya. “Akukan sudah janji untuk mendengarkan ceritamu hari ini, Jae. Biar dia kuurus nanti” Jawab Yunho.

Jae atau lebih tepatnya Jaejoong mengangguk pelan dan menghela napas. “Hah” Ia memiringkan kepalanya yang di taruh di atas kedua tangannya yang ada di meja di hadapannya.

***

“Sebal …” Seru yeoja yang tadi meninggalkan Yunho dan Jaejoong.

Yeoja itu kini sedang berada di sebuah caffe dekat kampusnya bersama dengan sahabat-sahabatnya.

“Waeyo, Soo-ya?” Tanya seorang yeoja berambut cokelat.

Soo atau Sooyoon si yeoja yang sedang nampak kesal itu menggeram mengingat kejadian di kantin kampus tadi.

“Aku kesal dengan Yunho oppa. Dia selalu saja menghabiskan waktunya dengan sahabat kecilnya itu. Mereka berdua seperti pacaran saja. Kemana-mana selalu berdua. Pantas saja mereka dikira gay oleh yang lain” Ujarnya kesal.

“Hahahahahaha ….” Seorang namja berambut hitam yang ada di antara mereka tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Sooyoon.

“Yak~ Cho Ryushin … Kenapa kau tertawa seperti itu, hah?” Pekik Sooyoon kesal.

Ryushin tertawa semakin keras. “Hahahaha … Kau lucu, Soonie. Masa kau cemburu dengan namja sih?” Cibir Ryushin sambil berusaha menahan tawanya.

“Wajar saja kalau mereka dikira gay sih. Yunho oppa itu tampan dan keren, sedangkan Jaejoong oppa itu manis dan cantik. Dia bahkan lebih cantik dari mahasiswi yang ada di sini. Kalau dia benar-benar yeoja, mereka berdua sangat serasi” Ujar seorang yeoja lain dengan wajah polos dan datar. Tak menyadari ada tanduk iblis sudah keluar dari kepala Sooyoon.

“Yak~ Lee Jeunhye … Apa maksudmu, hah? Enak saja bilang seperti itu. Yunho opps itu normal dan dia hanya milikku. Meskipun Jaejoong itu menjadi wanita sekalipun, Yunho oppa tetap milikku” Pekik Sooyoon kesal.

“Terimalah nasibmu, Soo-ya. Jae oppa itu memang cantik. Dan aku akui sebagai wanitapun kita kalah darinya”

“Kim Taehyun … Kau juga jangan ikut-ikutan. Dia tidak cantik, dia tidak manis. Dan kita lebih cantik darinya” Sooyoon semakin kesal mendengar penuturan semua teman-temannya yang bukannya mendukungnya melainkan menambah kekesalannya.

“Sebagai sesama namja cantik, akupun mengaku kalah jauh darinya. Ah~ dia sungguh cantik”

Sooyoon semakin panas mendengar celotehan ke-3 sahabat-sahabatnya. Diapun akhirnya meninggalkan mereka bertiga dengan wajah kesal.

“Dia sensitif sekali” Cibir Ryushin.

“Kau tidak mengerti perasaan kami sebagai yeoja, Ryu-ya”

“Aku juga sering merasa kesal kalau melihat Kyuhyun oppa dan Sungmin oppa berduaan terus. Mereka seperti pacaran saja. Apalagi Kyuhyun oppa selalu menempel padanya. Dia pikir aku ini apa? Aku kan yeojachingunya” Kali ini malah Taehyun yang curhat mengenai namjachingunya.

“Huahahahahaha … Tentu saja Kyuhyun lebih memilih bersama Sungmin hyung. Sungmin hyung itu kan manis, ramah, dan tidak galak sepertimu. Aku setuju kalau hyungku itu mau dengan Sungmin hyung” Ledek Ryushin.

“Yak~ evil junior. Berhentilah meledek atau aku robek mulutmu nanti” Pekik Taehyun kesal.

Jeunhye hanya menatap jengah mereka berdua. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menyeruput hot chocolate nya.

***

Sooyoon POV~

Aku Park Sooyoon, mahasiswi universitas Kyunghee jurusan management semeter 2. Aku memiliki seorang namjachingu yang merupakan sunbae ku. Namanya Jung Yunho oppa. Dia mahasiswa jurusan modern dance semester 4.

Kami sudah hampir 1 tahun berpacaran. Kami bertemu saat aku menjalani ospek dan dia yang menjadi panitianya. Dia menyatakan perasaannya 2 minggu setelah ospek itu. Dan kami berpacaran sampai sekarang. Aku sangat senang menjadi yeojachingunya. Karena sebenarnya, aku sudah menyukainya sejak ospek itu.

Hanya ada satu hal yang mengganggu kami. Sebenarnya hanya aku mungkin yang merasa terganggu. Hal yang membuatku merasa terganggu adalah kehadiran seorang namja yang di sebut namja cantik bernama Kim Jaejoong. Dia adalah teman sejak kecilnya Yunho oppa. Mereka memang sering kemana-mana berdua. Bahkan sebelum Yunho oppa berpacaran denganku, banyak kabar yang mengatakan mereka pasangan homo. Itu karena kelakuan mereka yang suka sok mesrah di depan umum. Kalau kata mereka, itu cuma untuk lelucon bersama teman-teman mereka.

Tidak jarang aku melihat mereka sedang bersuap-suapan atau bahkan bermanja-manjaan. Aku kadang meragukan Yunho oppa. Namun aku langsung menampik semua pikiran kotor itu. Karena memang menurut teman-temannya, merekalah yang suka menyuruh Yunho oppa dan si manja Jaejoong untuk berbuat seperti itu. Untuk senang-senang kalau kata mereka.

Yang anehnya, kenapa mereka berdua tidak menolak? Kenapa mereka malah nampak menikmati bercandaan seperti itu? Ck~ tak sadarkah ada seorang yeoja sedang merasa kesal dan sebal di sini? Aku kesal dengan tingkah laku mereka yang kelewat berlebihan. Ingin sekali rasanya aku memisahkan mereka berdua. Namun itu susah sekali. Karena di mana ada Jung Yunho, di situ pasti ada Kim Jaejoong. Bahkan kadang saat kami kencan, dia pun ikut. Argh~ jeongmal micheoseyo …. Saking sebalnya dengan makhluk bernama Jaejoong itu, aku sampai tidak pernah sama sekali memanggilnya oppa meski umur kami berbeda satu tahun.

“Eonni …” Aku merasa seseorang memanggilku. Aku menolehkan kepalaku dan melihat siapa yang memanggilku tadi.

“Ri-ya …” Seruku pada seorang yeoja kecil. Dia adalah Jung Shinri yeodongsaengnya Yunho oppa. Usianya berbeda 1 tahun dariku. Dia masih kelas 3 SMA saat ini.

Dia berlari menghampiriku dan tersenyum lebar padaku. “Eonni … Mana oppa? Kalian tidak bersama-sama?” Tanyanya.

Dia mirip dengan oppanya. Suka sekali tersenyum dan sangat ramah. Aku senang jika bersama dengan mereka. Mereka berdua kompak dan lucu sekali. Tapi aku tidak cemburu melihat kedekatan mereka. Toh mereka kan saudara kandung. Jadi untuk apa aku cemburu? Beda halnya dengan kedekatan YunJae couple itu. Meski Jaejoong itu namja, aku tetap kesal dan cemburu padanya.

“Oppamu sedang bersama dengan couplenya. Dan mereka pasti melupakan aku” Ujarku kesal karena aku kembali ingat kejadian tadi.

Kulihat Shinri sedikit terkikik geli. Dia tahu kalau aku sangat membenci namja bernama Kim Jaejoong itu.

“Aigo eonni. Harusnya eonni tidak cemburu dengan Jae oppa. Karena menurut Yun oppa, kau adalah yeoja paling cantik setelah eomma. Dan dia selalu saja membicarakan tentangmu di rumah” Jawaban inilah yang selalu aku dapat dari calon adik iparku ini.

Aku menghela nafas untuk menahan emosiku agar tidak semakin meluap-luap. “Tetap saja kelakuan abnormal mereka membuatku sebal, Ri-ya. Ku rasa otak waras oppamu sudah berhasil dicuci bersih oleh Jaejoong. Sehingga oppamu tertular virus abnormalnya itu” Ujarku sebal.

Kulihat ekspresinya agak berubah. “Eonni, jangan terlalu membenci Jae oppa. Dia tidak seburuk itu kok. Dia juga naja yang baik dan bahkan lebih baik dari oppaku. Oppa selalu mengerjaiku sejak kecil, namun Jae oppa selalu menolongku” Ujarnya. Kulihat wajahnya agak memerah saat mengatakan hal itu. Jangan-jangan …

“Yak~ Shiri-ya … Kau suka Jae, ya?” Ledekku.

Wajahnya semakin memerah dan ia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia mengangguk kecil.

“Hahahahaha …. Aigo … Kau lucu sekali sih. Eonni tak menyangka kau menyukai Jaejoong” Pekikku senang.

Aku senang karena akhirnya Shinri menyukai seseorang. Yang kudengar dari Yunho oppa, dia sama sekali tidak pernah pacaran karena dia tidak terlalu peduli dengan hubungan seperti itu. Dan ada alasan lain aku senang. Aku harap mereka bisa berpacaran. Mereka cocok dan kalau mereka pacaran, Jaejoong pasti lebih sibuk dan tak ada waktu untuk menggangguku dan Yunho oppa lagi.

‘Kekekeke … Eonni doakan kamu berjodoh dengannya Ri-ya’ Batinku.

***

Yunho POV~

Sudah sejak tadi siang aku terus mencoba menghubungi yeojachinguku. Dia kalau sudah ngambek memang susah sekali dibujuk. Dia akan baik dengan sendirinya, namun itu memakan banyak waktu.

Aku kadanga tidak habis pikir dengannya, dia itu gampang sekali cemburu kalau melihat kedekatanku dan Jaejoong. Apa dia pikir aku ini homo sama seperti pikiran orang lain? Aku ini masih normal dan aku tidak mungkin menyukai Jaejoong. Jadi untuk apa sebenarnya dia cemburu?

“Yunho-ah … Ada Jaejoong nih” Seru eommaku dari lantai satu.

Aku dan Jaejoong memang bertentanggaan. Dan dia sering sekali kerumahku ataupun aku kerumahnya. Kami sudah berteman sejak usia kami 8 tahun. Dulu dia sangat manis dan aku sering mengganggapnya yeoja. Kalau dulu dia tidak mempermasalahkan hal itu. Kami sering main keluarga-keluargaan dulu. Dia jadi istri dan aku suaminya. Aigo~ itu memalukan sekali. Namun sejak SMP, dia mulai berubah dan tidak mau lagi aku anggap yeoja. Sejak saat itulah aku menganggapnya teman namjaku seperti yang lain.

Dan entah sejak kapan dia mulai menyukai seorang yeoja. Dan kalian tahu? Yeoja yang dia suka adalah dongsaengku sendiri. Dia mulai cerita tentang perasaannya satu tahun belakangan ini. Namun ia tidak berani mengatakannya pada Shiri karena ia tahu Shinri tidak begitu memusingkan soal pacaran dan Shinri selalu menolak namja yang menyatakn perasaan padanya.

“Yun-ah … Apa ada Shinri?” Tanyanya sambil sedikit berbisik.

Kami sekarang sedang duduk di ruang santai rumahku. Kami duduk berdua sambil menonton TV.

“Aniyo. Dia sedang belajar kelompok di rumah Changmin temannya bersama teman-temannya yang lain” Jawabku.

Jaejoong menoleh kearahku dan aku ikut menoleh kearahnya. “Changmin? Namja yang waktu itu menyatakan cinta padanya?” Tanya Jaejoong.

Aku mengangguk singkat dan kembali mefokuskan padanganku pada TV sambil mengunyah snack yang ada di tanganku.

“Oh~ Apa dia sudah menyukai seorang namaja, Yun?” Tanya Jaejoong lagi.

Aku melirik kearahnya. Dia nampak sedikit frustasi. Ia menundukkan kepalanya sambil meremas-remas kedua tangannya. Ini hobinya kalau sedang galau.

“Mollayo. Yang aku tahu dia tidak pernah cerita tentang namja manapun. Sepertinya dia belum berpikir tentang hal itu” Ujarku.

Jaejoong menghela nafas berat. Kasihan sekali chinguku ini. Dia nampak sangat galau. Sebenarnya aku sangat senang kalau mereka berdua bisa jadian. Mereka berdua adalah orang yang penting dalam hidupku. Dan aku merasa mereka berdua cocok. Jaejoong itu manis, Shinri juga manis. Mereka berdua juga selalu nyambung kalau mengobrol. Aku malah merasa Shinri lebih cocok dengan Jaejoong daripada denganku yang merupakan oppanya sendiri.

“Oh iya … Apa Sooyoon masih marah padamu?” Tanya Jaejoong.

Kini giliran aku yang menghela napas. ” Ya begitulah. Kau tahu sendiri kalau dia sudah marah” Jawabku seadanya.

“Mianhae. Sepertinya aku sering membuat kalian bertengkar. Dia nampaknya tidak suka dengan keberadaanku. Mianhae aku selalu mengacaukan kencan kalian” Ujar Jaejoon penuh penyesalan.

Aku jadi tidak enak dengan Jaejoong. Inikan bukan salahnya. Jaejoong kan memang dari dulu selalu berada di sampingku. Bahkan banyak mantan yeojachinguku yang menyuruhku membawa Jaejoong ikut bersama kami saat kami berkencan. Baru kali ini ada yeoja yang tidak suka dengan keberadaan Jaejoong.

Namun aku juga tidak bisa menyalahkan Sooyoon. Dia dan yeoja lain mungkin berbeda dan itu bukan salahnya. Dia itu memang mudah cemburu namun aku sangat menyukainya. Bukan menyukainya, namun mencintainya.

***

Author POV~

Sooyoon melangkahkan kakinya dengan riang menuju taman kampus. Tadi Yunho mengirim pesan padanya untuk pergi ke taman. Yunho sudah menunggu di sana sejak setengah jam yang lalu, saat jam kuliahnya sudah berakhir.

‘Apa ya yang mau Yunho oppa katakan? Atau oppa punya hadiah untukku?’ Batin Sooyoon girang.

Namun saat baru sampai di dekat taman, ia dikejutkan dengan pemandangan yang ada di sana. Yunho sedang memberikan sebuah cincin pada Jaejoong? Bahkan memberikannya cincin saja belum pernah. Jadi untuk apa Yunho memberikan Jaejoong cincin?

“Oppa …” Seru Sooyoon.

Yunho, Jaejoong, Kyuhyun, Eunhyuk, Sungmin dan Ryushin yang ada di taman langsung menoleh ke arah Sooyoon. Mereka bingung melihat Sooyoon berdiri di hadapan mereka sambil mengepalkan tangannya dan matanya memerah seperti menahan air mata.

“Oppa … Kenapa kau memberikan Jaejoon cincin? Bahkan memberikanku cincin saja belum pernah. Apa maksudmu oppa?” Tanya Sooyoon sambil terisak.

Yunho berdiri dan mendekati Sooyoon. “Ini tidak seperti yang kau bayangkan, Soo-ya. Tadi aku …” Tangan Yunho yang akan menyentuh bahu Sooyoon langsung ditepis dengan kasar oleh Sooyoon.

“Aku benci oppa. Oppa selalu mendahulukan dia. Oppa tidak pernah memikirkan perasaanku. Aku benci oppa. Dan aku lebih membencinya” Pekik Sooyoon dengan berderai air mata. Dia langsung berbalik dan berlari meninggalkan Yunho yang berdiri mematung.

“Yunho-ya … Kejar dia. Jangan buat dia salah paham terus” Tegur Jaejoong.

Yunho yang tersadar dari lamunannya langsung berlari mengejar Sooyoon yang sudah menghilang.

***

Yunho POV~

Kemana dia sebenarnya? Cepat sekali dia menghilang. Aku sudah setengah jam berkeliling kampus untuk mencari keberadaannya, namun aku sama sekali tidak bisa menemukannya di manapun.

Namun saat aku sampai di sebuah taman di sebelah barat kampus, aku terkejut dengan apa yang aku lihat. Sooyoon sedang menangis dan di sampingnya ada seorang namja yang aku tahu bernama Lee Donghae yang merupakan mantan namjachingunya saat SMA dulu.

Aku panas melihat mereka berduaan seperti itu. Yang aku tahu, Donghae masih menyukainya. Dan mereka putus karena salah paham.

Aku berdiri beberapa jarak di belakang mereka sambil mengepalkan tanganku. Aku menggeram kecil dan aku langsung meninggalkan mereka berdua. Dari pada aku terus di sana dan melihat mereka berdua. Aku bisa saja gelap mata nanti.

***

Author POV~

Sudah hampir 2 hari Yunho dan Sooyoon tidak saling bertegur sapa. Bahkan mengirim pesan atau menelponpun tidak. Setiap kali berpapasan, mereka seperti orang yang tidak saling mengenal.

“Soo-ya … Kamu masih marah dengan Yunho oppa?” Tanya Taehyun.

Sooyoon menghela napas dan mengangkat kedua bahunya. “Mollayo” Jawabnya singkat.

Taehyun dan Jeunhye menatap iba sahabat mereka ini. Sudah 2 hari sejak Sooyoon dan Yunho renggang, Sooyoon nampak tidak bersemangat.

“Hai laddies …” Sapa Ryushin. Sudah 2 hari juga namja evil ini tidak menampakkan batang hidungnya di kampus.

Sooyoon menatap sebal kearahnya. Karena Ryushin ada di samping Yunho saat itu, dan melihat Ryushin membuat Sooyoon ingat akan kejadian itu.

“Mwo? Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan wajahku?” Tanyanya.

“Cih~” Sooyoon langsung berdiri dan melangkah melewati Ryushin.

“Yak~ Park Sooyoon … Kau kenapa, huh? Karena kejadian waktu itu?” Seru Ryushin.

Sooyoon menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya, menatap tajam ke arah Ryushin. “Kalau iya memang kenapa?” Balas Sooyoon dingin.

“Ck~ kau salah paham, babo. Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Waktu itu Jaejoong hyung memperlihatkan cincin yang akan dia berikan ke Shinri. Kami melihatnya. Dan yang terakhir kali memegangnya itu Yunho hyung. Saat Yunho hyung mengembalikannya pada Jaejoong hyung, kau datang dan langsung marah-marah” Ujar Ryushin.

Sooyoon terbelalak kaget. “Mwo? Jadi begitu?” Tanynya tidak percaya dan melangkah mendekati Ryushin.

“Ck~ kau itu selalu mudah tersulut emosi. Lagian untuk apa kamu marah hanya karena hal seperti itu? Itu kan aneh. Memang kau pikir untuk apa Yunho hyung memberikan Jaejoong hyung cincin? Bukankah hal itu aneh?” Tanya Ryushin.

Sooyoon POV~

Aish~ Babo chorom. Kenapa aku marah pada Yunho oppa waktu itu? Ternyata itu semua salah paham saja. Aku sudah salah membentaknya seperti itu di hadapan sahabat-sahabatnya. Pantas saja dia marah padaku sekarang. Aku harus minta maaf padanya.

Aku mencari Yunho oppa. Setahuku, jam kuliahnya sudah berakhir satu jam yang lalu. Dan kuliah selanjutnya baru mulai setengah jam lagi. Kemana ya dia?

#Grep …

Tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. Aku tahu … Tangan kekar dan hangat ini pasti tangan Yunho oppa.

“Oppa …” Lirihku. Air mataku turun dengan sendirinya.

Aku merasakan nafas hangatnya di sekitar leherku dan membuatku geli. Yunho oppa membalikan tubuhku. Dan dia menatapku dalam.

#Chu~

Dia menciumku? Dia menciumku di taman kampus ini? Omo~ ini memalukan.

“Jangan marah lagi, jagi” Bisiknya di telingaku saat ia sudah melepaskan ciumannya dan memelukku.

“Mianhae oppa. Aku sudah salah paham dan marah-marah tidak jelas padamu” Ucapku.

Dia melepaskan pelukan kami. “Aku yang salah. Aku kurang memperhatikan perasaanmu. Aku hanya terlalu biasa berada di samping Jaejoong sehingga sering mengabaikanmu” Ucapnya.

Aku menggelengkan kepalaku. “Aku yang salah oppa. Aku marah padamu hanya karena kamu terlalu dekat dengan Jaejoong oppa. Padahal kaliankan memang sudah bersahabat sejak kecil. Cemburuku tidak logis oppa. Apalagi kalian sesama namja. Tak seharusnya aku cemburu pada kedelatan kalian. Aku terlalu terbawa emosi oppa. Mianhae. Jeongmal mianhae” Ucapku.

Dia memelukku lagi. “Jangan minta maaf lagi, jagi. Kita sama-sama salah. Aku salah karena tidak sadar pada perasaanmu. Dan kau salah karena terlalu terbawa emosi. Kita harus saling intropeksi diri, jagi” Ujarnya.

Benar apa yang Yunho oppa katakan. Kami sama-sama salah dan sama-sama egois. Kami harus saling intropeksi diri. Dan aku harus lebih memahaminya karena aku sangat mencintainya.

“Saranghaeyo oppa”

“Nado saranghaeyo, Soo-ya”

“Soo-ya … Jangan dekat-dekat dengan Donghae lagi, ya. Aku cemburu tahu melihatnya” Ucapnya.

Aku kaget dan langsung melepaskan pelukan kami. “Oppa melihatnya?” Tanyaku tak percaya.

“Nde. Aku panas melihatnya. Apa lagi kalian kan mantan pacar. Jadi jangan dekat-dekat. Nanti aku gelap mata” Ujarnya dengan nada manja.

Aku mencubit pipinya gemas. “Nde oppa … Mianhae aku membuatmu panas. Sekarang sudah dingin kan?” Ujarku gemas.

Dia mengangguk sambil tersenyum lebar dan membuat matanya menjadi segaris dan nampak sangat manis. Aigo~ namjachinguku ini memang sangat manis.

Yunho POV~

Aku senang sekarang hubungan kami sudah membaik dan semua salah paham sudah terselesaikan dengan baik. Mulai sekarang aku akan berjanji semakin mencintainya. Dan aku akan menjaga perasaannya. Karena dia adalah orang yang berharga untukku.

“Oppa … Apakah Jaejoong dan Shinri sudah pacaran?” Tanyanya.

“Panggil Jae oppa, jagi. Nde mereka sudah berpacaran sejak semalam”

Dia terlihat kesal saat aku menyuruhnya memanggil Jae dengan sebutan oppa. Saking kesalnya dengan Jaejoong, dia sama sekali tidak pernah memanggil Jaejoong denga sebutan oppa.

“Jinjayo? Untunglah … Jadi tidak ada lagi yang bisa menganggu kita berkencan lagi sekarang” Ujarnya senang.

Aigo~ dia manis sekali kalau sedang cemburu ataupun bahagia. Aku suka semua ekspresinya. Kekeke~

“Nde … Mulai sekarang kita bebas, jagi. Kau senang kan?” Godaku.

Dia tersipu malu “Nde oppa” Jawabnya malu-malu.

Kekekeke~ yeojachinguku yang sedang malupun sungguh imut. Aku sangat menyukainya. Ani … Bukan suka tapi cinta. Neomu … Neomu … Neomu Saranghaeyo …

-END-

4 thoughts on “YunSoo vs YunJae

  1. muahhahahaaa
    jaejoong is mine, ini mah gag ada YUNJAE YUNJAEnya.
    YunSoo full moment,😀
    good job unnie sayang, ini FF pertama d blogmu yg fie baca.

    oia, fie liad ada bbrapa typo, Jaejoong jd Jaejoon.
    tp overall fie suka.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s