Wrong Number ~

Cast ::
Park Soo Yoon
Jung Yunho

Support Cast ::
Cho Ryushin
Member DB5K

annyeong ~
aku kembali bersama yunho !
aku bosen sama dongee *masukin dongee ke dalem kamar*

bayangkan yunho pas dia lagi di mv wrong number yaa.
bah dia ganteng banget disitu !
aku gak gak gak kuat, ngeliat’na.
kalau belum nonton, sana nonton dulu << pemaksaan.

======================================================

Author POV

“aishhh !” guman seorang yeoja yg sedang duduk di sebuah toko kue.
Dia terus terusan mengumpat terhadap benda mati yg bernama ponsel.
“dimana si pabo itu !”
Dia menusukkan garpu kepada kue blackforest didepan’na, lalu memakan’na dengan lahap.
“aku sudah menunggu’na 30 menit !”
Dengan kasar, dia membanting garpu itu diatas piring kue tersebut.
Dia menyenderkan tubuh’na, lalu menyilangkan kedua tangan’na didepan dada.
“agasshi” panggil seorang pelayan.
“nde ?” jawab ketus’na.
“mi… mianhamnida” jawab gugup pelayan itu.
Pelayan itupun meninggalkan yeoja tadi dengan ketakutan.

Tonenot.
Sebuah bunyi keluar dari ponsel yg tergeletak di meja itu.
Tetapi bukan nada telefon maupun sms, melainkan karena baterai ponsel itu habis.
“sial ! kenapa habis disaat seperti ini !” umpat yeoja itu.
Dia menekan nekan ponsel touchscreen itu, mencoba menelepon seseorang.
‘yeoboseyo’ jawab seseorang diseberang sana.
“yak, kau pabo ! ada di…”
Perkataan yeoja itu terhenti, karena ponsel’na sudah tidak bernyawa lagi.
“benar benar menguji kesabaranku ! pelayan !” teriak’na.
Seorang pelayan menghampiri yeoja yg bernama park soo yoon itu.
“ne, agasshi ?”
“pinjam ponselmu sebentar”
“mwo ?”
Dengan cepat soo yoon mengambil ponsel pelayan itu dari kantung celemek yg dipakai oleh pelayan itu.
“kau tidak tau nomor bosmu ?”
Pelayan itu menunduk, lalu menggeleng perlahan.
“aishh pegawai macam apa kau ini. Untung saja aku hafal dengan dengan nomor’na”
Dia menekan nekan beberapa angka, lalu menempelkan ponsel itu di telinga’na.
‘yeoboseyo’ jawab seseorang.
“yak, namja pabo ! aku sudah menunggumu di toko kuemu !” teriak soo yoon.
‘toko kue ?’
“jangan berlaga polos seperti itu ! kau sudah meminjam buku kuliahku untuk tugasmu, sekrang cepat kembalikan ! aku besok ada ujian semester !”
‘aku tidak mengerti….’
“cepat datang ke Ryu Cake !”
Soo yoon mematikan ponsel itu.
“bosmu menyebalkan sekali ! kalau saja dia bukan sepupuku, akan kubunuh dia karena membiarkanku menunggu lama !” omel soo yoon kepada pelayan yg tidak bersalah itu.

15 menit soo yoon menunggu.
Tetapi sepupu’na, cho ryushin belum kunjung menampakan batang hidung’na.
“kesabaranku sudah benar benar habis cho ryushin ! aku paling tidak suka menunggu !”
Dengan kasar soo yoon mengambil ponsel pelayan tadi di atas meja.
‘yeoboseyo’
“kau benar benar ingin kubunuh ya ? cepat datang kesini, kalau kau masih mau bernapas !” teriak soo yoon.
soo yoon menaruh ponsel itu diatas meja dengan kasar, dan si pemilik ponsel itu hanya pasrah melihat ponsel'na yg diperlakukan kasar oleh soo yoon.
“aishh, benar benar sepupu yg menyusahkan !”

Yunho POV

You Got The Wrong Number
You Got The Wrong Number
I'm Sorry. You Got The Wrong Number
So Don't Call Me No More

Ponsel yg kuletakan di atas dashboard berbunyi.
Kulihat hentikan mobilku, lalu mengambil ponsel itu.
Nomor tidak dikenal ?
Siapa menelefonku ?
Kuangkat saja lah, mungkin para dongsaengku mengganti nomor ponsel’na lagi.

“yeoboseyo” jawab ku.
‘yak, namja pabo ! aku sudah menunggumu di toko kuemu !’ teriak seorang yeoja.
“toko kue ?”
‘jangan berlaga polos seperti itu ! kau sudah meminjam buku kuliahku untuk tugasmu, sekarang cepat kembalikan ! aku besok ada ujian semester !’
“aku tidak mengerti….”
‘cepat datang ke Ryu Cake !’

Yeoja itu mematikan hubungan telefon’na.
Aishh, yeoja aneh.
Aku tidak mengenal’na, mengapa dia menelefonku dengan berteriak teriak seperti itu ?
Kulemparkan ponselku, kebangku sebelah.
Dan kujalankan lagi mobilku.

15 menit kemudian ponselku berbunyi.

You Got The Wrong Number
You Got The Wrong Number
I'm Sorry. You Got The Wrong Number
So Don't Call Me No More

Nomor itu lagi ?
Sebenar’na siapa dia ?
Kalau ini keisengan dari jaejoong, akan kubalas dia nanti !

“yeoboseyo”
‘kau benar benar ingin kubunuh ya ? cepat datang kesini, kalau kau masih mau bernapas !’ teriak yeoja itu.
Sampai sampai aku harus menjauhkan ponselku dari telingaku.
“yak agasshi ! aku tidak mengenalmu”
Tut tut tut.
Kudengar suara itu.

Yeoja ini benar benar membuat emosiku naik !
Dia tidak tau aku ini siapa, sampai berani membentakku seperti itu ?
Aku penasaran dengan yeoja aneh itu.
Kuhentikan mobilku, karena lampu merah sedang menyala.
Kuedarkan pandanganku kearah deretan toko dipinggir jalan.
Ryu cake ?
Bukankah tadi yeoja itu bilang, dia menungguku di ryu cake ?
Karena rasa penasaranku yg begitu besar, akhir’na parkirkan mobilku di pinggir.

Author POV

Krining krining.
Bunyi bel, jika ada seseorang yg masuk kedalam toko kue itu.
Soo yoon melihat kearah pintu.
Dia melihat seorang namja berdiri didepan pintu.
Namja itu mengunakan hoodie dan masker.
Dengan cepat soo yoon menghampiri namja itu.
“yak pabo, kau benar benar membuatku kesal !”
Soo yoon langsung mendaratkan pukulan bertubi tubi di lengan namja itu.
“ya ya ya !” teriak namja itu sambil melindungi diri’na.
“aku sudah menunggu selama 2 jam ! kau tau aku sangat benci menunggu sepupuku yg pabo !”
Soo yoon semakin mempercepat pukulan’na, hingga akhir’na namja itu memegang kedua tangan’na dan menghimpit tubuh’na ketembok.
Namja itu melihat sekitar, melihat tidak ada orang, dia membuka penutup kepala dan masker’na.
“dengar agasshi, aku tidak mengenal anda sama sekali”
Soo yoon terkejut melihat namja didepan’na.
Dia membuka mulut’na untuk berkata , tetapi saat itu lidah’na seperti kaku sehingga tidak ada satu suarapun yg keluar dari mulut’na.
Namja itu menatap dalam dalam mata soo yoon dengan tatapan’na yg tajam.
Soo yoon hanya bisa menelan ludah melihat tatapan itu.

Odiso nuguwa mwol halka buranhago
Nal wihangora to mitji
*yunho part – wrong number*

Tiba tiba ponsel namja itu berbunyi.
Dia melepaskan tangan’na, dari tangan soo yoon.
“yeoboseyo”
“…….”
“ne hyung, aku akan segera datang”
Namja itu memasukan ponsel’na kedalam saku celana.
“jangan menelefonku lagi, kau itu salah sambung” ucap’na.
Namja itu berbalik meninggalkan soo yoon yg masih berdiri mematung.
Soo yoon berjongkok ditempat tadi.
Dia masih menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.

“noona cerewet !” panggil seorang namja.
Namja bernama cho ryushin itu menatap binggung noona sepupu’na berjongkok dengan tatapan seperti itu.
“hey cerewet ! gwenchana ?”
Soo yoon masih terdiam, mata’na sama sekali tidak berpedip sedari tadi.
“aishh, yeoja berisik !” teriak ryushin sambil menarik lengan soo yoon.
Soo yoon terjatuh, dan kepala’na terbentur tembok.
“appoo” ringis’na sambil memegang kepala’na yg terbentur tadi.
“yak yeoja berisik, kau kenapa si ? kau sedang epilepsi ?” Tanya ryushin dengan polos’na.
“mwo ? epilepsi ku bilang ? kau… “
Soo yoon mengangkat tangan’na untuk menjitak sepupu evil’na itu.
Tetapi dia berhenti, mengingat kejadian 5 menit yg lalu.
“jung yunho !” teriak soo yoon.
“mwo ? jung yunho ?”
Ryushin melihat kearah sekitar.
“jangan gila yeoja cerewet ! disini tidak ada idolamu itu !”
Ryushin sangat tau bahwa noona sepupu’na itu, adalah seorang pengila jung yunho dari Tvxq.
Karena memang dari dulu mereka selalu bersama, dan rumah mereka bersebelahan.
Tetapi bukan’na mereka seperti layak’na sepupu yg saling menyayangi, malah pertengkaran selalu menghiasi hari hari mereka.
“aku melihat’na ! aku harus minta foto bersama !” seru soo yoon.
Soo yoon bangkit berdiri, dan berlari keluar café.
Dia melihat kanan kiri, tetapi tidak menemukan idola’na itu.
“aishh, cepat sekali dia pergi”
“apa kau sudah gila noona ?” Tanya ryushin yg sekrang sudah berdiri disamping doo yoon.
“tidak, aku benar benar melihat’na ryu-ya. Dan dia memegang tanganku tadi”
“just in your dream” kata ryushin sambil mengkibaskan tangan’na didepan wajah soo yoon.
Ryushin meninggalkan soo yoon.
“aigoo, tapi tadi itu benar benar dia”
Soo yoonpun mengikuti ryushin untuk masuk kedalam.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho membuka pintu dorm’na.
Melihat junsu dan changmin yg sedang asik bermain game, jaejoong yg sedang memasak, dan yoochun yg sedang tidur di sofa.
Yunho menghampiri yoochun.
“aishh, selalu saja tidur disofa !” ucap yunho.
Dia menepak nepak lengan yoochun.
“yoochun-ah, cepat tidur dikamarmu sana !”
Yoochunpun membuka mata’na, lalu bangkit berdiri menuju kamar’na.

Yunhopun menghempaskan tubuh’na disofa.
“aishh, bayangan yeoja aneh itu masih terpikirkan olehku” gumam’na.
Dia mengambil ponsel, lalu membuka kontak masuk’na.
“aku suka mata’na” gumam’na lagi.
Secara tidak sadar, yunho tersenyum melihat nomor soo yoon yg tertera di layar ponsel’na.
“minnie-ah, yunho hyung kenapa ?” kata junsu sambil menarik narik lengan baju changmin.
“aishh hyung ! jangan licik, menggunakan cara lama untuk membuatku kalah” kata changmin yg masih fokus menatap layar tivi.
“kau pause saja dulu game’na ! yunho hyung sedang tertawa sendiri”
Akhir’na changmin mempause game itu, meletakan stik ps 3’na, lalu berbalik melihat yunho yg sedang tersenyum disofa.
“apakah ada yg salah dengan uri leader ?” tanya junsu dengan cemas.
“mungkin yunho hyung sudah gila”
“kurasa seperti itu”
Junsu dan changmin menatap binggung yunho, sedangkan yg ditatap masih asik dengan dunia’na sendiri.
“makanan sudah siap !” teriak jaejung sambil membawa makanan !”
“ne” jawab yunho.
Yunho bangkit dari sofa’na, dan berjalan menuju meja makan.
“makanan’na sudah siap !” pekik changmin sambil berlari menuju meja makan.
“aigoo, magnae itu”
Junsu hanya bisa menggelengkan kepala’na melihat magnae’na itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV

Kupandangi sebuah poster besar didepanku.
Aku tadi benar benar bertemu dengan’na.
Aigoo, kujambak jambak rambutku sendiri.
Aku sedang tidak bermimpi seperti yg dikatakan ryushin.
“ne ! aku yakin itu adalah yunho” kataku sambil menunjuk nunjuk poster.
“tapi kalau itu benar yunho, bukankah aku melakukan kesalahan besar karena telah memukul dan berteriak pada’na ?”
“aishh, kau pabo soo yoon !”
Ku katupkan kedua tanganku didepan dada.
“mianhae oppa, jeongmal mianhae” kataku sambil menatap nanar poster itu.

“semakin hari, kau semakin gila saja”
Tiba tiba aku mendengar suara seseorang.
Kutolehkan pandanganku kebelakang.
“kau ! sejak kapan kau disini !” bentakku kepada’na.
“sejak dari tadi” jawab’na asala lalu tidur dikasurku.
“yak cho ryushin ! bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk ?”
“sayang’na tak bisa yeoja berisik”

Pletaakk.
Kujitak kepala sepupu paboku ini.
“panggil aku noona ! aku ini lebih tua daripadamu 2 tahun”
“ne ahjumma”
Aishhh, anak ini benar benar seperti setan.
“yak !”
Aku bersiap siap akan menjitak’na lagi, tiba tiba eomma memanggil.
“soo-ya”
“ne, eomma ?”
“ada ahjusshi lee dibawah, kata’na dia mencarimu”
“ne, aku akan segera kebawah”
Ahjusshi lee ?
Tumben sekali dia datang kesini mencariku, biasa’na mencari appa.
kulangkahkan kaki keluar kamar.
Setelah keluar kamar, aku baru ingat bahwa si setan kecil itu ada dikamarku.
Aku segera berbalik dan membuka pintu.
“jangan coba coba mengacak acak kamarku cho ryushin, atau kau akan mati !” ancamku.
Dia hanya menatapku dengan tatapan -aku tidak peduli-

“annyeonghaseo, ahjusshi” sapaku sambil membungkuk kepada seorang ahjusshi yg sedang duduk disofa rumahku.
“ne, annyeong”
“ada apa ahjusshi mencariku ?”
“kudengar kau butuh kerja part time untuk mengisi liburan kuliahmu. Benar itu ?”
“ne, lalu ahjusshi akan memberikanku perkerjaan ?”
Aku sedang dalam tahap liburan akhir semester selama 2 bulan.
“kau mau menjadi cordi sebuah boyband ?”
“menjadi cordi ?
Ne, ahjusshi lee ni bekerja sebagai manager HRD di SME.
“ne, bayaran lumayan untukmu”
“boyband ? kalau aku boleh tau boyband apa itu ahjusshi ?”
“itu adalah kejutan untukmu, tapi kau mau tidak ?”
Aishh, ahjusshi lee ini selalu saja seperti ini.
“aku mau ahjusshi”
“kalau begitu kau besok akan ku bawa ke dorm mereka jam 8 pagi”
“ne ahjusshi !”

Setelah ahjusshi pulang, aku langsung beranjak kekamarku,
Sesungguh tidak tenang meninggalkan kamarku kepada sepupuku yg seperti setan itu.
Kubuka kamarku, dan hasil’na masih baik baik saja.
Dia sedang tertidur nyenyak di kasurku.
Tumben, setan ini tidak membuat aneh aneh di kamarku.

Tadi ahjusshi lee bilang aku akan menjadi cordi sebuah boyband.
Siapa boyband itu ?
Tvxq, Super Junior, atau SHINee ?
Itu membuatku sangat penasaran.

Kuambil boneka nemo diatas kasurku, menjauhkan’na dari si setan kecil itu.
Aku berpikir sambil memainkan boneka itu.
Tiba tiba, salah satu sirip di boneka itu robek.
“CHO RYUSHIN !!!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Soo yoon berdiri mematung didepan sebuah apartemen.
“soo-ya, kenapa kau belum masuk juga ? tadi kan ahjusshi menyuruhmu masuk duluan” Tanya ahjusshi lee yg melihat soo yoon berdiri mematung.
“ahjusshii, seperti’na aku tidak jadi…..”
Cekelekk.
Pintu dorm itu terbuka, sebelum soo yoon menyelesaikan perkataan’na.
‘aigoo, matilah aku’ ucap soo yoon di dalam hati.
Seorang namja tinggi keluar dari dalam dorm.
Soo yoon cepat cepat berbalik.
“annyeonghaseo ahjusshi, kau datang membawakan cordi baru untuk kami ?” tanya namja itu.
‘apa yg harus kulakukan sekarang ? kemarin aku sudah melakukan kesalahan dengan’na, aigoo’ Tanya soo yoon di dalam hati.
“ne, perkenalkan dia park soo yoon. Dia sudah bisa mulai menjadi cordi hari ini”
Namja itu melihat seorang yeoja disamping ahjusshi lee.
Soo yoon membuka tas, dan memakai masker’na, lalu berbalik menghadap namja tadi.
“annyeonghaseo, park soo yoon iminda” sapa soo yoon sambil membungkuk.
Namja itu memperhatikan soo yoon dari atas hingga bahwa.
‘semoga dia tidak mengenaliku tuhan’ doa soo yoon di dalam hati.
“aku harus kembali ke kantor yunho-sshi. Soo-ya, ahjusshi tinggal dulu”
‘ahjusshi lee, jangan pergi’ kata soo yoon didalam hati.
“ku permisi dulu, annyeong”
Ahjusshi lee meninggalkan mereka berdua.

“jadi kau cordi baru ?” Tanya yunho.
“n… ne”
“baiklah kalau begitu, silakan masuk”
Yunho membuka pintu lebar lebar.
Dengan gugup soo yoon masuk kedalam dorm Tvxq itu.
“hyung, kau membawa siapa ?” Tanya changmin.
“dia cordi baru” jawab yunho sambil duduk disebelah changmin.
“ne, annyeonghaseo pasrk soo yoon iminda”
“kenapa kau memakai masker ? kau terkena flu burung ?” Tanya junsu dengan polos’na.

Pletakk.
Sebuah pukulan mendarat indah dikepala junsu.
“aigoo junsu ! jangan berbicara sembarangan” omel jaejoong.
“appo hyung ! aku kan hanya bertanya saja !”
“mianhamnida, hattchhiii *suara bersin* aku sedang terkena flu, hattchhii *suara bersin lagi*”
“ne ne, gwenchana. Tapi itu hanya flu biasa bukan ? bukan flu burung ?” Tanya junsu lagi.

Pleettakk.
Lagi, sebuah pukulan mendarat indah di kepala junsu.
Dan kali ini berasal dari sang magnae.
“changminie !”
Mereka semua tertawa melihat tingkah mereka berdua, kecuali yunho yg masih berkonsentrasi (?) menatap soo yoon.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seminggu sudah, soo yoon bekerja sebagai cordi Tvxq.
Dan selama dia bekerja sebagai cordi dia selalu memakai masker.
“omona panas’na !” guman soo yoon.
Akhir’na dia membuka masker itu, lalu mengkibas kibaskan tangan’na di depan wajah.
“jika aku bekerja dengan mereka terus, aku bisa mati kepanasan” ucap’na.
Soo yoon duduk di sofa ruang tunggu, dia sedang menunggu para member yg sedang syuting acara di sebuah stasiun televisi.

Gwanshiminnun chok nal wihanchok iranun gose nan gudaemanui kokdugakshi
No ranun sorie modun sumul jugil pillyoga omnunde
*yunho rap part – wrong number*

“yeoboseyo ?”
‘soo-ya, ini sudah jam 12 malam. Mengapa kau belum pulang juga ?’
“acara’na belum selesai eomma, aku belum boleh pulang dulu”
‘minta seseorang untuk mengantarmu, kau jangan pulang sendiri. arraso ?’
“ne arraso”
Soo yoon mematikan ponsel’na, lalu merebahkan tubuh’na di sofa.
“aigoo, aku lelah”
Semenjak bekerja menjadi cordi, soo yoon selalu pulang larut malam dan pergi lagi saat pagi hari’na.
“kurasa memejamkan mata sebentar saja tidak masalah”
Soo yoonpun memejamkan mata’na.
30 menit kemudian, para member kembali keruang ganti.
“hyung, dia tertidur” kata changmin setelah melihat soo yoon.
“ne, pasti dia lelah” jawab yunho.
“lalu ? bagaimana kita membawa’na pulang ?” Tanya junsu dengan polos’na.
“kita tinggalkan dia disini hyung”
“aigoo, aku tau kalau ka magnae yg jahat. Tapi sejahat itukah kau dengan seorang yeoja ?”
Junsu menatap changmin dengan tidak percaya.
Dan yg ditatap hanya mendengus kesal.
“sudah jangan bertengkar” yunho menengahi si dolphin dan si magnae.
“aku yg akan mengendong’na” ucap yunho.
Yunho mendekati sofa, dan mengendong soo yoon.
“kajja, mari kita pulang” ajak yunho.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho POV

Aku sangat tau, yeoja yg ada disampingku ini adalah yeoja yg berteriak padaku saat ditelefon dan yeoja yg memukulku di toko kue itu.
Tapi seminggu ini dia selalu menghindar dariku, dan terus terusan memakai masker.
Kulihat kepala’na terus membentur kaca mobil.
Akhir’na kutarik tubuh’na, dan kusenderkan kepala’na di bahuku.
“hyung, apa kita antar saja soo-ya ke rumah’na ?” Tanya junsu yg duduk dibangku paling depan.
Sedangkan changmin, jaejoong dan yooshun duduk dibangku tengah.
Dak aku sendiri duduk di bangku paling belakang dengan soo yoon.
“hey, kenapa kau begitu perhatian dengan’na junsu-ah ?” Tanya yoochun.
“jangan jangan uri dolphin menyukai soo yoon” ledek jaejoong.
“aigoo, dolphin” changmin menambahkan.
Mereka bertiga tertawa terbahak bahak.
Kulirik soo yoon yg ada disampingku.
Junsu menyukai soo yoon ?
Kenapa ada perasaan tidak rela di hatiku ?

“mmmmm” soo yoon berguman, lalu memeluk tanganku.
“andwae andwaeee” ucap’na sambil mempererat pelukan’na ditanganku.
Jantungku semakin berdetak dengan kencang’na.
“aigoo” kataku sambil membuang napas panjang.
Aku mencoba menstabilkan detak jantungku.
Semua member menengok kearahku.
“yunho-ah, kau kenapa ?” Tanya jaejoong.
“an…. Aniyo” jawabku gugup.
Mereka menatapku dengan curiga, dan soo yoonpun semakin mempererat pelukan’na.
“andwaeee, andwaaeeee !” ucap’na.
“hyung, soo yoon kenapa ?” Tanya changmin.
“mo… mollasooo”
“yak ! cho ryushin ! jangan ambil kueku !” teriak soo yoon.
Soo yoon melepaskan pelukan’na kepadaku.
“kau pabo ! pabo !”
Soo yoon memukul mukul lenganku.
“aigoo, soo sadarlah !” kataku.
“apa dia mengigau ?” Tanya yoochun.
“ne, lucu sekali dia” ucap junsu.
Kugengam kedua tangan’na, dia terdiam.
Tubuh’na terjatuh kedalam pelukanku. *itu memang mau’na author ! muahahahah*
Kudiamkan dia, dan kupeluk dia.
“hyung jangan curi curi kesempatan” cibir changmin.
“aku tidak mencuri curi kesempatan. Kalau dia mau tidur dengan posisi ini aku harus berbuat apa”
Mereka semua menggelengkan kepala, lalu menghadap kedepan lagi.
Senyum mengembang dibibirku, setelah melihat yeoja yg ada dipelukanku ini.
Kueratkan pelukanku kepada’na dan kupejamkan mataku.

Author POV

“hyung ! irrona” kata junsu yg membangunkan yunho.
“engg, sudah sampaikah ?”
“ne hyung ! ayo cepat turun”
Yunho tersadar masih ada soo yoon didalam pelukan’na.
Dengan perlahan dia senderkan soo yoon di jok mobil, dan dia turun dari mobil.
Setelah turun, dia menggendong soo yoon dengan perlahan’na.
“apa kita tidak mengantar’na pulang hyung ?” Tanya junsu.
“aku tidak tau rumah’na dimana”
“lalu ?”
“biarkan saja dia menginap didorm, dia akan tidur dikamarku. Aku akan tidur disofa”

“chakaman !” teriak seseorang dibelakang yunho dan junsu.
Mereka berdua berbalik menatap namja yg berteriak itu.
Namja itu berlari menghampiri yunho dan junsu.
“aishh, yeoja tukang tidur” cibir namja itu setelah melihat soo yoon yg tertidur pulas digendongan yunho.
“kau siapa ?” Tanya yunho.
“aku ryushin, sepupu dari yeoja yg sedang kau gendong”
Yunho melirik soo yoon yg ada digendongan’na.
“lalu ?”
“aku akan membawa’na pulang, eomma’na sudah menunggu’na dirumah”
“kau pulang naik apa ? bisa kuantar saja ?” Tanya yunho.
“aku datang bersama appa’na soo yoon, dan kami pulang naik mobil”
“baiklah, aku akan mengantar’na sampai mobil kalian. Dimana mobil kalian ?”
“disana” jawab ryushin sambil menunjuk sebuah mobil diujung jalan.
“junsu-ah, kau naik saja dulu. Aku akan mengantar soo yoon”
Yunho berjalan bersama ryushin, menuju mobil tuan park, appa’na soo yoon.
Didepan mobil, sudah menunggu tuan park yg sedang menunggu putri satu satu’na itu.
“annyeonghaseo ahjusshi” sapa yunho sambil membungkuk.
“ne, annyeonghaseo. Mianhamnida sudah merepotkanmu, sampai harus mengendong putriku”
“gwenchana ahjusshi”
Tuan park membuka pintu mobil, dan yunho menaruh soo yoon di bangku belakang.
“gamshamnida” ucap tuan park.
“ne, cheonmaneyo”
Tuan park dan ryushin masuk kedalam mobil.
Setelah melihat mobil tuan park menjauh, yunho kembali kedalam apartemen.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aishh kemana dia, tidak biasa’na jam segini dia sudah datang” guman yunho.
Yunho melirik lagi jam tangan’na.
“sudah jam 11 siang, tapi belum ada tanda tanda dia datang” guman yunho lagi.
Keempat member lain’na, hanya duduk d sofa sambil menatap sang leader yg sedang mondar mandir didepan mereka.
“hyung ! jangan mondar mandir !” protes changmin.
“ne hyung ! aku pusing melihat’na” junsu menambahi.
“kalian berisik sekali” jawab yunho.
“seperti’na kau sedang menunggu seseorang yunho-ah” kata jaejoong.
“dia sedang menunggu soo yoon hyung” jawab yoochun.
“aigoo, uri leader sedang jatuh cinta !” goda junsu sambil bertepuk tangan.
Yunho hanya menatap member lain, dengan tatapan tajam.
Lalu dia beranjak masuk kedalam kamar’na, dan merebahkan tubuh’na di kasur.
“kemana dia ?” Tanya yunho.
“apa sebaik’na ku telefon saja ?”
Yunho menatap layar ponsel’na.
“ya sudah, aku akan menelefon’na”
Yunho menekan nekan ponsel’na, lalu menempelkan’na di telinga.

‘yeoboseyo’
“yeoboseyo, kenapa hari ini kau tidak datang ?”
‘aku… aku sedang sakit. Jadi aku tidak bisa datang’
“jinja ?”
Yunho langsung merubah posisi’na menjadi duduk.
‘ne, mianhamnida’
“gwenchana, sekarang kau berikan saja alamatmu, aku akan datang menjengukmu”
‘ne, aku akan mengirimkanmu pesan’
Yunho mematikan ponsel’na, dan menatap layar ponsel dengan cemas.
“jadi dia sakit ? aigoo”

Bip bip bip.
Terdengar suara pesan masuk.
Yunho segera membuka’na.
Setelah membaca pesan itu, dia langsung beranjak pergi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho POV

Kupandangi sebuah gedung apartemen biasa, yg ada didepanku.
Apa dia tinggal disini ?
Aku sedikit ragu kalau dia tinggal disini, tapi ini adalah alamat yg ditulis’na dalam sms.
Ah, aku turun saja.
Setelah memakai topi, masker, dan kacamata, aku segera turun dari mobilku.
Kumasuki apartemen itu, dan menaiki tangga.
Karena apartemen’na terletak dilantai 3.

Kamar no 303.
Kucari kamar itu dilantai 3, setelah ketemu.
Kuketuk langsung pitu apartemen itu.
Seorang yeoja yg asing bagiku keluar dari dalam apartemen itu.
“mianhamnida, apakah soo yoon ada ?”
“soo yoon ?” Tanya yeoja itu.
“ne, pemilik apartemen ini”
“apartemen ini milikku”
“mwo ? tapi soo yoon bilang ini apartemen’na”
Kuambil ponselku dari kantung jaketku, lalu menunjukan kepada’na sms dari soo yoon.
“soo yoon mengirimkanku sms ini”
Dia hanya menatapku binggung.
“itu aku yg mengirimkan sms”
“kau yg mengirimkan’na ?”
Dia menganggut perlahan, dan masih menatapku binggung.
“nomor ini punyamu ?”
“ne, itu nomorku”
Aku terdiam, bukankah nomor ini soo yoon ?
Dia menelefonku beberapa minggu yg lalu, dan berteriak teriak padaku.
“lalu, apa kau mengenal park soo yoon ?”
“ne ! dia adalah sepupu dari pemilik toko kue tempat aku berkerja”
“sepupu ?”
“ne, nama’na cho ryushin”
“apa soo yoon pernah meminjam nomor ponselmu ?”
Dia terdiam, dan keliatan’na dia sedang mengingat ngingat sebuah kejadian.
“pernah ! berberapa minggu yg lalu, saat dia menelepon ryushin”
“bisakah kau lihat diponselmu, apakah nomor ini yg dia hubungi waktu itu ?”
Dia mengambil ponsel’na dari kantung celana’na, mengutak atik ponsel’na itu.
“ne benar, nomor ini yg dihubungi’na waktu itu”
Ternyata benar, waktu itu soo yoon memakai nomor ini untuk menelepon sepupu’na.
Tetapi dia salah menekan angka, sehingga ia menelefonku dan berteriak teriak kepadaku.
“ternyata aku salah nomor, mianhamnida”
“ne, cheonmaneyo”

Akupun kembali kemobil.
Setelah sampai didalm mobil, aku berpikir bagaimana cara’na aku bertemu dengan soo yoon.
Aha !
Bagaimana jika aku pergi ketoko kue itu saja ?
Siapa tau dia ada disana.
Kulajukan mobilku menuju toko kue itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Setelah sampai, yunhopun langsung masuk kedalam.
“bisakah aku bertemu dengan pemilik toko kue ini ?” tanya yunho kepada seorang pegawai.
“itu pemilik toko ini” jawab pegawai itu, sambil menunjuk seorang namja yg sedang bermain psp sambil memakan kue.
“annyeong” sapa yunho.
Namja itu menghentikan aktifitas’na, lalu menatap yunho binggung.
Yunho menarik kursi di seberang ryushin.
“kau siapa ?”
Yunho menurunkan sedikit masker’na.
“aku jung yunho”
Ryushin berpikir sejenak, “oh aku ingat ! lalu ada apa kau datang kesini ?”
“mmm… aku mencari soo yoon”
“mencari soo yoon untuk apa ?”
“mmm… aku….”
“kau menyukai sepupuku yg cerewet itu ?”
“mwo ?”
“jika yeoja cerewet itu tau idola’na menyukai’na, dia bisa mati kegirangan. ckckckck”
“aku tidak mengerti apa maksud pembicaraanmu ryushin-sshi”
“kau pasti tidak menyadari kalau kau menyukai soo yoon”
“nde ?”
“kalau kau tidak menyukai’na, kau tidak akan repot repot datang kesini untuk mencari soo yoon, hanya karena dia tidak masuk bekerjakan hari ini ?”
Yunho terdiam, mendengar perkataan ryushin.
Dia baru menyadari, kalau dia sangat mengkhawatirkan soo yoon hanya karena dia tidak masuk sekarang.
Kalau tidak ada perasaan, untuk apa repot repot untuk mencari’na kemana mana.
“yunho-sshi ?”
“bisakah aku minta nomor ponsel soo yoon ?”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon berjalan menelusuri jalanan seoul, sambil merapatkan mantel’na.
“aigoo, dingin sekali mala mini” ucap’na sambil mengusap ngusap kedua tangan’na.

I’m sorry-ran mareul hagi shi-rhot-don
jajonshim ma-nhat-don nomudo mami kana-nhaet-don
*yunho part – You’re my melody*

Soo yoon merogoh ponsel’na yg berada dijaket mantel’na.
‘yak ! cepat datang kesini !’ teriak orang itu saat soo yoon mengangkat telefon’na.
Soo yoon menatap layar ponsel’na.
“yak ! kau siapa menelefonku langsung berteriak seperti itu !”
‘kau bertanya aku siapa ? jangan berlaga polos !’
“siapa yg berlaga polos, memang aku tidak mengenalmu !”
Soo yoon mematikan ponsel’na, lalu mendengus kesal.
“aku tidak mengenal’na juga”

Ponsel soo yoon berbunyi lagi, tetapi dia tidak memperdulikan’na.
Orang itu terus terusan menelefon soo yoon.
Hingga akhir’na soo yoon mengangkat telefon itu lagi.
“yak ! kenapa menelefonku terus !”
‘sudah kubilang, kau harus datang kesini !’
“datang kemana ? aku tidak punya janji dengan siapapun !”
‘tapi kau harus kesini !’
“jangan memaksaku !”
Soo yoon lagi lagi mematikan telefon’na.
“orang gila” umpat soo yoon.

Dan ponsel soo yoon berbunyi lagi, karena sudah benar benar emosi dia mengangkat telefon itu lagi.
“yak ! beri tau aku kau ada dimana sekarang ?!”
‘aku ada di taman red ocean’
“baiklah aku kesana untuk memukulmu, karena sudah berteriak padaku !”
Soo yoon membuka tas selempang’na, lalu memasukan ponsel’na dengan kasar.
“akan kuberi dia pelajaran karena telah berteriak padaku”

Soo yoon berjalan menuju taman itu.
Dia melihat sekeliling taman itu, mencari orang yg menelefon’na tadi.
“kemana orang gila itu ?” sungut’na.
Dia mengambil ponsel yg ada didalam tas’na.
“yak ! kau ada dimana ?” tanya’na dengan nada ketus.
‘kau sudah sampai ?’ Tanya orang diseberang sana.
“ne ! cepat katakan dimana tempat kau berada ! aku akan memukulmu”
‘kau jalan lurus saja. Tapi jangan tutup telefonmu’
Soo yoon berjalan lurus mengikuti perintah orang itu, dengan posisi masih menempelkan ponsel’na di telinga.

Langkah’na terhenti setelah melihat begitu banyak’na gelembung berbentuk hati.
ada gelembung besar sekali, sampai ada gelembung yg kecil, semua’na berbentuk hati.
Dia menurunkan ponsel’na yg tadi menempel di telinga’na, dan mengulurkan tangan’na dan menusuk gelembung gelembung itu dengan jari telunjuk’na.

Tiba Tiba mata’na tertuju pada sebuah bangku di bawah pohon.
Dia berjalan mendekati bangku itu.
“apa ini ?” gumam’na saat melihat sebuah kotak kecil berwarna merah dibangku itu.
Diapun membuka kotak kecil itu, dan melihat sebuah cincin dengan berlian berbentuk hati.
Dan potongan potongan bunga mawar yg sudah dibentuk bentuk hati jatuh di atas soo yoon.
“mwo ? bunga mawar dengan bentuk hati ?” kata’na sambil memegang sehelai bunga mawar itu.
Gelembung berbentuk hati itu, muncul lagi di sekitar soo yoon.
“kenapa semua berbentuk hati ?” gumam soo yoon.

‘yak yak yak !’ teriak seseorang.
Soo yoon menyadari orang yg tadi masih menelepon’na, dan menempelkan ponsel’na lagi ke telinga.
“apa ?” Tanya ketus soo yoon.
‘kau masih bisa ketus, disaat aku sudah membuat ini semua untukmu ?’
“mwo ? apa maksudmu ?”
‘ini semua untukmu !’
“memang’na kau siapa, sampai menyiapkan aku ini semua ?”
‘berbaliklah, aku ada di belakangmu’
Soo yoon berbalik, dan melihat seorang namja yg tinggi menatap’na sambil menempelkan ponsel’na di telinga.
“op… oppa ?”
Soo yoon terkejut melihat namja itu.
“ne ini aku, tadi kata’na kau ingin memukulku. Jadi pukullah aku sekarang” ucap orang itu.
“aku.. aku hanya bercanda” jawab soo yoon sambil terkekeh.
‘aigoo, kau bodoh soo yoon’

“engg.. aku pergi dulu oppa”
Soo yoon berbalik dan meninggalkan yunho, Tetapi yunho menarik tangan soo yoon.
“kau mau kemana lagi ?”
“aku… ada urusan”
“kau tidak boleh pergi begitu saja”
“mwo ?”
“ingat dulu kau pernah menelefonku, berteriak teriak agar aku datang ke toko kue itu. setelah aku datang, kau malah memukuliku hah ?” kata yunho dengan nada marah.
Soo yoon tersenyum polos, “mianhae, aku lupa”
Soo yoon berlari, tetapi yunho menarik’na lagi.
“aku tidak akan membiarkanmu lari”
Yunho menatap tajam soo yoon.
“aigoo, ara ara. Aku ingat kejadian itu. mianhae oppa, aku tidak tau itu kau. Mianhae mianhae” kata soo yoon sambil mengatupkan kedua tangan’na didepan wajah’na.
Tiba tiba yunho tertawa mendengar perkataan soo yoon.
Soo yoon menurunkan kedua tangan’na, lalu menatap binggung yunho.
“kau lucu soo”
“mwo ?”
“dan satu lagi, kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku jatuh cinta kepadamu”
“apa maksud…..”
Ucapan soo yoon terhenti, karena yunho mendaratkan bibir’na dibibir soo yoon.
Soo yoon hanya membulatkan mata’na, membiarkan yunho melumat bibir’na.
Yunho pun menghentikan aktifitas’na, dan menatap soo yoon.
“saranghae” ucap yunho pelan.
“mwo ?”
“please be my girl”
Soo yoon menatap yunho tidak percaya.
“kau bercandakan oppa ?”
“aishh, bercanda kau bilang ? jika aku bercanda, aku tidak mungkin menyiapkan gelembung, cincin, dan bunga berbentuk hati soo !” teriak yunho frustasi.
“jadi benar kau mencintaiku oppa ?”
“apa yg harus kulakukan agar kau percaya ?”
Soo yoon tersenyum, “kalau begitu jadilah namjachinguku”
“mwo ?”
Soo yoon langsung memeluk yunho dengan erat, “saranghae leader jung !”
Yunho tersenyum mendengar perkataan soo yoon, dan membalas pelukan soo yoon.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Because you naughty, naughty, hey! Mr. Simple
Because you naughty, naughty

Ponsel eun hyuk berbunyi.
“yeoboseyo” jawab’na.
‘yak ! pabo ! cepat datang ketoko kuemu ! atau kau akan mati di tanganku !’ teriak seseorang diseberang sana.
Belum sempat eun hyuk menjawab, orang itu sudah mematikan telefon’na.
“mwo ? siapa dia ?” tanya eun hyuk sambil menatap ponsel’na dengan binggung.

The End~

10 thoughts on “Wrong Number ~

  1. WKWKWKWK
    GILA YUNHO *MATI*
    ish babo kan si marita, eunhyuk cerita nya salah nomor lagi -_____-a masa gitu aja ga tau..
    bagus tik *berbinar-binar mikirin sooyoon itu gue*

    • ini juga !
      gak usah liat2 yunho gue !
      *bekep yuli pake baju kotor yunho*

      yoiyoiyoi.
      ahjumma pinter.
      ngerti maksud cerita terakir’na.

      ahahahahahahah.

      apa !
      gak usah ngebayangin u jd soo yoon.
      soo yoon itu g, lee jeun hye !

      • yak~ yg lain cuma d’bekep baju yunho, napa jejung d’buang k’jurang/
        bekep pake baju yunho jg dong
        *PilKa nih
        hahahahaha …

        Hrs’ny u bikin mpe ktmuan trus u maki” n gebukin dulu si hyuk jae *d’bakar masal jewels and ancovy
        hahahahaha ….

        u bikinin gw ff, gw bikinin u ff
        ayolah~ *melas …
        hahahaha ….

        yayayayayaya … *evil eyes berbinar-binar*

  2. beda lah.
    jejung mah musuh terbesar g !
    jadi harus d buang jauh jauh.

    muahahahahahah.

    td’na si begitu.
    tapi males ah.
    kepanjangan ntr.

    antri dulu.
    ff yuli, ff maritha, ff g.
    blon g ketik semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s