One Love Three Hearts *Part 1*

Cast:
Park Soo Yoon
Jung Yunho
Lee Donghae

LAAAAAHHHHOOOOO ~~
kali ini aku datang membawa 2 suamiku sekaligus.
ahahahahahahah.

dan cover ff ini.
yg bikin ryushin.
aku suka pesen cover ama dia.
dia buka jasa pembikinan cover.
ahahahahahhahaha.

================================================================

Soo yoon POV

Matahari pagi menemaniku yg sedang memasak.
Memasak untuk orang yg kucintai.
Setelah selesai masak.
kuletakan makanan tadi diatas meja makan.
Kutata dengan baik meja makan itu agar terlihat lebih indah.
Setelah selesai, aku duduk ditengah tengah meja makan yg berbentuk persegi panjang itu.
“good morning chagi-ya” ucap sesorang sambil mengecup pipi kiriku.
Aku tersenyum pada’na, dan diapun duduk manis disamping kiriku.
“aku sangat suka memasakmu chagi-ya” puji’na.
“jangan merayuku dipagi hari”
Diapun memakan nasi goreng yg sudah kubuat dengan penuh cinta itu (?).
“yeoboo ~” Panggil seseorang di belakangku.
Dia juga mendaratkan kecupan di pipi kananku.
“makanlah, nanti kau terlambat meeting” ucapku pada’na.
Dia menarik kursi disamping kananku dan langsung menyatap masakanku dengan lahap.

Kalian tau siapa mereka berdua ?
Jika aku bilang, mereka adalah suamiku apa kalian percaya ?

Ne.
Aku mempunyai 2 suami.
Mungkin kedengaran’na aneh, tetapi inilah kenyataan’na.
Aku mempunyai 2 suami.

Pria yg sedang duduk disebelah kananku, adalah jung yunho.
Dia suami pertamaku, pernikahan kami sudah berumur 3 tahun.
Dia pemilik dari jung corporation yg bergerak dibidang konstruksi.

Dan pria yg duduk disamping kiriku, adalah lee donghae.
Dia suami keduaku.
Tidak berbeda jauh dari yunho.
Dia juga memeliki perusahaan besar, bernama lee corporation.
Usia pernikahanku dengan’na baru menginjak sekitar 1 tahun enam bulan.

Mungkin di luar sana banyak seorang istri mempunyai seorang suami lagi, karena suami pertama’na mempunyai sesuatu kekurangan.
Tapi tidak denganku.
Suami pertamaku, jung yunho, dia adalah pria yang benar benar sempurna.
Dia pria yg sangat baik.
Jika dia tidak baik, dia tidak akan duduk manis berdampingan dengan suami keduaku seperti ini.

Aku benar benar mencintai mereka berdua.
Jika aku diberi pilihan antara mereka berdua.
Jawaban’na adalah, aku memilih mereka berdua.
Aku tidak bisa menjatuhkan pilihan kepada salah satu dari mereka.
Aku percaya takdir dan jodoh.
Dan aku sangat percaya bahwa tuhan mengirimkan mereka berdua untuk menjagaku.

Kalian tau mengapa, aku bisa memiliki 2 suami seperti ini ?
Aku akan, menceritakan’na pada kalian.

*flashback*
*1 tahun 6 bulan yg lalu*
*author POV*

“yeobo ~” panggil seorang pria yg keluar dari kamar sambil memakaikan dasi di leher’na.
“nde ?” jawab sesorang wanita di ruang makan.
Yunho menghampiri istri’na yg sedang menyiapkan sarapan.
“yeobo ?”
“waeyo ?”
Soo yoon berbalik menatap suami’na itu.
“ku harus pergi ke jepang nanti sore”
Soo yoon menghela napas panjang.
Ini bukan pertama kali’na suami’na itu pergi keluar negeri secara mendadak.
“berapa lama ? seminggu ? dua minggu ?” Tanya soo yoon sambil membantu yunho memakaikan dasi.
Dan ini merupakan hal yg biasa bagi’na, di tinggal suami’na sampai berminggu minggu.
“ani, 6 bulan”
“mwo ?”
Soo yoon membulatkan mata’na, lalu menghentikan aktifitas’na.
“6 bulan ? kenapa begitu lama ?”
“ini proyek besar yeobo, jadi aku harus benar benar memperhatikan proyek ini dengan baik”
“aku ingin ikut denganmu ke jepang”
“memang’na kau bisa ? jika kau ikut bersamaku, bagaimana dengan butik butikmu ?”
Pikiran soo yoon mulai melayang pada butik butik’na.
Dia adalah seorang fasion desainer, yg mempunyai butik dengan berjuta juta (?) cabang yg tersebar di seluruh korea selatan.
Dia tidak bisa meninggalkan para butik’na (?) itu sehari saja.
“aku tidak bisa pergi bersamamu”
Soo yoon menundukan kepala’na.
“jangan sedih yeobo, jika urusan’na sudah selesai aku akan segera kembali ke seoul”
Yunho memeluk soo yoon, dan membelai lembut rambut coklat’na.
“heyy, mau sampai kapan kau memelukku ? ini sudah siang, nanti kau terlambat” ucap soo yoon.
Yunho melepaskan pelukan’na, lalu meminum susu strawberry’na
“aku pergi dulu”
Yunho mendaratkan bibir’na, di bibir soo yoon.
“jangan lupa makan nanti siang, arra ?” kata yunho sambil mengambil roti panggang’na.
“harus’na aku yg berbicara seperti itu kepadamu tuan sibuk”
Yunho terkekeh mendengar ucapan soo yoon, dan kemudian pergi meninggalkan soo yoon.
“hubungi aku jika sudah sampai di jepang”
Yunho berbalik, “tentu saja yeobo” jawab’na dan langsung berbalik dan berjalan lagi.
“yeobo ?” panggil yunho di ambang pintu.
“nde ?”
“neomu neomu neomu saranghae !”
“ne ! neomu neomu neomu neomu neomu saranghae”
Yunhopun menghilang dari pandangan soo yoon.
Soo yoon menghelas napas panjang.
Entah mengapa dia merasa kali ini adalah yg terakhir dia melihat sosok yunho.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

geudaeman barabwaneun geosi budamseureobdago
neukkindamyeon nan ije geuman tteonalke
*yunho first part – before u go*

“yeoboseyo ?” jawab soo yoon.
‘yeobo ! aku sudah ada di jepang’
“mwo ?”
Soo yoon melirik jam tangan’na.
“ini masih siang, baru jam 1 yeobo”
‘ne, aku berangkat lebih cepat agar pulang’na lebih cepat juga’
“kau jangan macam macam ya disana !”
Terdengar suara yunho tertawa geli disana.
“yak ! mengapa tertawa ?”
“5 tahun menjadi namjachingu, 2 tahun menjadi tunangan, dan 1 tahun 6 bulan menjadi suami, apa itu tidak cukup membuktikan bahwa aku seorang pria yg setia ?”
Kali ini soo yoon yg tertawa geli.
“ne, kau pria setia tuan jung”
‘justru aku yg harus berkata seperti itu nyonya jung’
“5 tahun menjadi yeojachingu, 2 tahun menjadi tunangan, dan 1 tahun 6 bulan menjadi istri, apa itu tidak cukup membuktikan bahwa aku seorang wanita yg setia ?”
‘kenapa kau mengulang perkataanku ?’
“karena aku nyonya jung”
‘aishh kau ini, ya sudah aku harus meeting lg. jaga dirimu baik baik yeobo’
“ne kau juga, jangan lupa makan dan minum vitaminmu. Saranghae yeobo”
‘nado neomu neomu neomu neomu saranghae’

Soo yoon mematikan ponsel’na, dan tersenyum lebar.
Jung yunho.
Cinta pertama dan cinta yg terakhir bagi’na.
Pria itu sudah berada di samping’na sejak tahun kedua’na di senior high school.
Pria yg sudah hampir 8 tahun mencintai’na, begitu juga diri’na.

Soo yoon berjalan menuju mobil’na, dengan tangan penuh dengan kantung belanjaan.
Setelah meletakan belanjaan’na itu di bagasi mobil sport merah’na, dia pun masuk dan mulai mengendarai mobil’na.

Cciiitttttt.
Mobil soo yoon terhenti setelah sebuah mobil jeep berhenti di depan’na.
3 pria bertopeng keluar dari mobil itu.
“cepat keluar !” teriak salah satu pria itu.
Soo yoon terdiam, dia dalam keadaan sangat takut.
“kau tidak tulikan ? aku bilang cepat keluar !”
Salah satu pria itu berteriak sambil memukul cup depan mobil’na.
Soo yoon hanya menangis sambil mengambil ponsel’na.

Praannggg !
Kaca mobil soo yoon pecah, pria itu membuka pintu mobil soo yoon dan menarik’na keluar.
“lepaskan aku !” teriak Soo yoon sambil meronta ronta.
“mmmmpppphhhhh”
Pria itu menaruh sapu tangan dihidung soo yoon.
Membuat’na kehilangan kesadaran’na secara perlahan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo yoon membuka mata’na perlahan.
Dia melihat sekeliling’na.
Tempat itu begitu asing bagi’na.
Belum lagi, keadaan’na sekarang yg diikat kedua tangan dan kaki’na.
“kau sudah bangun agasshi ?” Tanya seorang pria yg masuk kedalam ruangan itu.
Pria itu memakai setelan jas.
“kau siapa ?”
“aku adalah saingan dari suamimu, tuan jung yunho”
“mwo ?”
“kau pasti taukan, jika suamimu itu sedang ada di jepang untuk sebuah proyek besar ?”
“sebutkan apa maumu ?!” bentak soo yoon.
“jangan berteriak seperti itu agasshi”
Pria itu mendekati soo yoon, dan membelai pipi’na.
“kau sangat cantik, tapi yunho sungguh bodoh meninggalkanmu sendirian di seoul. Saingan bisnis’na pasti banyak yg mengincarmu. Tetapi keberuntungan ada dipihakku”
“lepaskan aku !”
“aku akan melepaskanmu, setelah suami tercintamu itu melepaskan proyek besar itu”
Pria itu berdiri lalu meninggalkan soo yoon.
“jangan sampai wanita itu kabur, kalian mengerti ?” kata pria itu kepada anak buah’na.
“ne” jawab serempak 3 pria itu.

Soo yoon beranjak dari duduk’na, mencoba mencari benda yg bisa membuka ikatan.
Setelah mencari agak lama, akhir’na dia menemukan sebuah potongan kaca yg cukup tajam.
Dengan hati hati dia menyayat tali itu menggunakan potongan kaca itu.
Tidak lama kemudian, tali itu terputus.
Diapun melakukan hal yg sama kepada tali yg mengikat kaki’na.

Setelah tali itu terputus.
Soo yoon berjalan kearah pintu, dan membuka’na dengan hati hati.
Pria pria itu sedang tertidur pulas.
Diapun segera berlari keluar.

Praakkkk.
Soo yoon menabrak sebuah pajangan.
“yak ! wanita itu akan kabur !” teriak 1 pria dari 3 pria itu.

Soo yoon langsung berlari keluar rumah itu.
‘dimana aku sekarang ? aku tidak mengenal tempat ini ? dan ini sudah malam’ batin soo yoon berkata.
“jangan lari kau !”
3 pria itupun berlari mengejar soo yoon.

Tttiiiiiinnnnn.
Brraaakkkk.
Sebuah mobil menabrak soo yoon, sehingga membuat tubuh’na terpental beberapa meter.
“apa dia mati ?”
“seperti’na iya, tabrakan’na sangat kencang”
“ya sudah kita tinggalkan saja”
3 pria dan mobil yg menabrak soo yoonpun pergi meninggalkan’na dalam keadaan sekarat.

10 menit kemudian, sebuah mobil lewat.
Sang pengemudi mengetaui bahwa ada seorang wanita yg terkapar (?) di pinggirjalan.
Dia menghentikan mobil’na, lalu turun menghampiri wanita itu.
“agasshi ?” panggil’na.
Pria itu memeriksa denyut nadi soo yoon.
“masih berdenyut !”
Pria itupun mengendong soo yoon, dan memasukan’na kedalam mobil’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seorang dokter keluar dari dalam ruang UGD.
“bagaimana keadaan’na dok ?” Tanya seorang pria.
“dia baik baik saja, untung saja dia segera di bawa kesini”
Pria itu menghela napas lega.
“kau keluarga’na ?”
“ani, aku menemukan’na di pinggir jalan. Seperti’na korban tabrak lari dok”
“jinjja ? aigoo, lalu bagaimana sekarang ?”
“memang’na apa yg terjadi ?”
“karena benturan yg sangat keras di bagian belakang kepala’na, membuat pasien mengalami amnesia”
“amnesia ? apa itu permanen ?”
“seperti’na, kau benar benar tidak mengenal’na ?”
“aku sama sekali tidak mengenal’na”
Seorang suster berlari menghampiri dokter dan pria itu.
“dokter, ada seorang pasien yg sedang sekarat” kata suster itu.
“jinjja ?”
Dokter itupun pergi bersama suster.
Pria itu masuk kedalam ruangan.
Dia berdiri disamping ranjang soo yoon, dan menatap’na lekat lekat.
“amnesia ?” guman pria itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho POV

Beberapa kali aku mencoba menelefon istriku.
Tetapi dia tidak mengangkat’na.
Perasaanku tidak enak sekarang. Aku terus terusan memikirkan’na.
Apa dia sudah tidur sekarang ?
Demi apapun, perasaanku sangat tidak enak.
Tidak biasa’na perasaan ku sekhawatir ini, saat meninggalkan’na sendiri’an.
“tuan jung” panggil assistenku.
“nde ?”
“makan malam bersama akan segera dimulai”
Ku anggukan kepalaku bertanda aku mengerti.
Soo yoon, ku harap kau baik baik saja.
“assiten shin, apa aku mempunyai waktu lenggang besok ?” tanyaku pada’na.
Dia membuka buku yg bertuliskan jadwalku selama 1 bulan kedepan.
“tidak ada, selama seminggu ini. Kau akan sangat sibuk tuan”
Aku tidak menjawab’na, aku sudah menduga’na.
“apa kau pernah khawatir meninggalkan istrimu assisten shin ?”
“anda sedang memikirkan nyonya jung ?”
“ne, perasanku sedang tidak enak”
“hanya perasaan saja tuan, aku yakin nyonya jung akan baik baik saja”
“ne”
Ini hanya perasaanmu saja yunho, percayalah dia pasti baik baik saja.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Soo yoon mulai membuka mata’na, saat sinar matahari menyilaukan mata’na.
Dia meringgis, merasakan sakit yg menjalar ditubuh’na.
Seorang pria masuk kedalam, dan menghampiri soo yoon.
“agasshi, kau sudah bangun ?” sapa’na sambil duduk disebelah ranjang soo yoon.
“aku dimana ?”
“kau sedang ada dirumah sakit”
“kenapa aku bisa disini ?”
“kau mengalami kecelakaan semalam”
“siapa namamu ?” Tanya pria itu.
Soo yoon terdiam, dia mencoba untuk mengingat nama’na.
“aku…. Aku tidak tau siapa namaku”
“mwo ? kau tidak tau namamu ?”
“ne”
‘apakah amnesia’na separah ini sampai dia tidak mengingat nama’na sendiri ?’ pikir pria itu.
“lalu kau siapa ?”
“nae lee donghae imnida”
Soo yoon mencoba duduk, dan donghae membantu’na.
“kau mengenalku donghae-sshi ?”
“ani, aku semalam menemukanmu sedang tergeletak dijalan”
Soo yoon terdiam, dia benar benar tidak ingat sekarang.
“park soo yoon”
“nde ?”
“namamu park soo yoon”
“kau tau dari mana ?”
“dari kalung yg kau pakai”
“mwo ?”
Soo yoon meraba raba leher’na, dan dia menemukan kalung berhiaskan berlian dengan nama park soo yoon.
“aku tidak mengingat apapun”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

yunho beranjak dari ranjang’na sambil menempelkan ponsel di telinga kanan’na.
dia berdecak kesal.
Sudah puluhan kali dia menelefon istri’na, tetapi tidak satupun panggilan yg di angkat’na.
Dan akhir’na dia mengambil inisiatif untuk menelepon kerumah.
“yeoboseyo. Bibi han ?”
Bibi han seorang kepala pelayan di rumah yunho dan soo yoon.
Dia sudah bekerja selama 35 tahun dikeluarga jung.
‘tuan, nyonya tuan’ ucap bibi han dengan histeris.
“ada apa dengan soo yoon ?”
‘dari semalam nyonya belum pulang’
“mwo ? kemana dia ?”
‘entahlah tuan, yg jelas semalam polisi menemukan mobil nyonya di pinggir jalan. Tetapi nyonya tidak ada didalam’na. dan lebih parah lagi, kaca mobil nyonya pecah’

Praakkkk.
Sebuah ponsel melesat jatuh kebawah lantai.
“soo” guman yunho.
“tuan jung gwenchana ?”
“assiten shin ! cepat siapkan pesawat ! aku akan kembali seoul sekarang juga !”
“tapi bagaimana dengan…..”
“istriku menghilang !”
Yunho segera berlari keluar meninggalkan apartemen’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kau mau kemana ?” Tanya donghae yg melihat soo yoon beranjak turun dari ranjang’na.
“aku bosan di sini, aku ingin mencari udara segar”
“mari kubantu”
Donghae menarik tangan soo yoon dan meletakan’na di bahu’na, lalu dia merangkul pinggang soo yoon.
“kakimu sakit ?” tanya’na sambil memapah soo yoon berjalan.
“ne, sedikit”

Akhir’na mereka berdua duduk dibangku taman.
Keheningan melanda mereka berdua.
“kau sudah bosan berada disini ?” Tanya donghae setelah sekian lama terdiam.
“ne, aku benci rumah sakit”
“tenang saja, lusa besok kau akan pulang”
“jinja ?”
“ne, dokter berkata seperti itu tadi”
Soo yoon kembali terdiam, menundukan kepala’na.
“waeyo ? neo gwenchana ?”
“aku lupa ingatan, jadi aku tidak tau dimana aku tinggal setelah aku keluar dari sini”
“kau bisa tinggal dirumahku”
“mwo ?”
“ne, sampai ingatan kau kembali. Kau boleh tinggal di rumahku”
Donghae tersenyum manis, dan soo yoon membalas senyuman’na.
“gomawo jeongmal gomawo donghae-sshi”
“ne, cheonmaneyo”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“mwo ? diculik ?” teriak yunho tak percaya.
“ne, semua benda berharga nyonya jung masih lengkap berada dimobil’na” jelas seorang polisi.
Yunho menghela napas berat.
“siapa yg menculik istriku ?”
“kami masih menyelidiki. Apa anda mempunyai seorang musuh ?”
“aku tidak tau, tetapi bisa jadi saingan bisnisku”
“bisa jadi seperti itu”
“jebal, temukan istriku”
“ne, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari istri anda tuan jung”

Yunho meninggalkan ruangan polisi itu dengan langkah gontai.
Dia masih tidak percaya, bahwa istri’na menghilang.
Baru kemarin dia melihat senyum manis istri’na, tapi sekarang dia menghilang entah kemana.
“tuan, anda baik baik saja ?”
“assiten shin, kerahkan seluruh detektif hebat di seoul ini untuk mencari istriku. Tak peduli berapa banyak uang yg akan kukeluarkan. Yg penting istriku bisa ditemukan”
“ne tuan”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

2 hari kemudian, soo yoon keluar dari rumah sakit.
“jaga kesehatan anda soo yoon-sshi” kata dokter yg merawat’na selama 3 hari ini.
“ne dokter, gamshamnida”
Soo yoon dan donghae meninggalkan ruangan dokter.

“soo yoon-sshi” panggil donghae setelah mereka berdua ada di dalam mobil
“nde ?”
“aku tidak akan langsung pulang”
“maksudmu ?”
“aku sedang berlibur selama seminggu di villaku, kau tidak keberatankan ?”
“aniyo, kau sudah mengijinkanku untuk tinggal bersamamu aku sudah sangat berterima kasih”
Donghae mulai menjalankan mobl’na.
“sebelum kembali ke villaku, seperti’na kita harus pergi ke butik dekat sini”
“mwo ? untuk apa ?”
“kau butuh baju barukan, kau tidak mungkin memakai baju itu terus”
Soo yoon memakai baju saat kecelakaan itu terjadi, tentu’na setelah dicuci oleh pihak rumah sakit.
“jeongmal gomawo ! kau benar benar sangat baik donghae-sshi”
“jangan panggil aku seformal itu soo yoon-sshi”
“ne, donghae-ah. Kau juga jangan memanggilku seperti itu”
“boleh kupanggil kau dengan nama yoonie ?”
“tentu saja boleh” jawab soo yoon tersenyum lebar.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seminggu sudah kepergian soo yoon.
Membuat yunho seperti kehilangan semangat’na untuk hidup.
Yunho meminum sebuah wine di mini bar rumah’na.
“kau selalu melarangku untuk minum wine, soo” kata’na sambil meneguk wine.
Yunho terdiam, menatap gelas yg berisi wine itu.
“tapi sekarang ini adalah temanku soo”
Dia menegak habis wine yg ada di gelas itu, dan kemudian mengambil botol.
Tersadar wine di botol itu habis, dia beranjak untuk mengambil botol wine baru.
Saat terbangun dari duduk’na, yunho kehilangan keseimbangan membuat’na jatuh kelantai.
“tuan jung” teriak bibi han.
Yunho mencoba bangun dengan berpegangan pada pinggir sofa.
“tuan jung gwenchana ?” Tanya assiten shin dengan panik.
“gwenchanayo” ucap’na dengan lirih sambil memegang kening’na dengan tangan kiri’na.
“mari kubantu tuan”
Yunho mengangkat tangan’na, seolah olah memberi isyarat kepada assiten shin untuk tidak membantu’na.
Dengan sempoyongan, akhir’na yunho duduk di sofa kamar’na.
“apa ada perkembangan baru mengenai istriku ?” tanya yunho sambil memejamkan kedua mata’na dan menyandarkan kepala’na di sofa.
“maafkan saya tuan”
Yunho terdiam sambil memejamkan mata’na.
“tuan jung bersabarlah, nyonya jung pasti akan baik baik saja” kata bibi han.
“aku bukanlah suami yg baik untuk’na bibi han. Aku tidak bisa menjaga’na dengan baik, hingga sekarang dia menghilang entah kemana”
Setetes air mata jatuh dari mata kanan yunho yg masih terpejam itu.
“soo, jeongmal bogoshippo” ucap’na lirih.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV

Seminggu sudah aku tinggal bersama’na di villa yg besar ini.
Dan sampai sekarang aku belum mengingat tentang diriku sedikitpun.
Kata dokter aku tidak boleh mengingat terlalu keras karena itu tidak baik bagi kesehatanku.
Aku memandang sebuah cincin indah di jari manisku.
Seperti’na ini cincin pernikahan.
Tetapi setiap aku mencoba mengingat’na, kepalaku terasa pusing.

“yoonie” panggil’na yg membuyarkan lamunanku.
“kita akan pulang, bersiaplah”
“ne”
Akupun beranjak dari ruang tamu menuju kamarku, untuk membereskan barang barangku.

Lee donghae.
Seorang pria yg benar benar baik.
Dia yg mengelamatkan hidupku, dan mengijinkanku untuk tinggal bersama.
Belum lagi, dia membelikan pakaian untukku.
Aku beruntung bertemu dengan pria sebaik’na.

Setelah selesai aku selesai berbenah.
Aku segera turun dengan membawa koper yg berisikan baju bajuku yg dibelikan oleh donghae.
“kau sudah siap ? tanya’na yg melihatku turun tangga dengan membawa koper.
“ne”
Dia berjalan menghampiriku.
“biar kubawakan kopermu” ucap’na yg langsung mengambil koper yg berada ditanganku.
Donghae tersenyum lebar, dan kembali menuruni tangga untuk menaruh koperku di mobil’na.
Melihat’na tersenyum seperti itu, membuat jantungku berdebar dengan kencang.

“kau yakin tidak ada yg tertinggal ?” tanya’na saat berada didalam mobil.
“aniyo”
Donghaepun mulai menjalankan mobil’na.
“sebelum pulang keapartemenku, aku ingin mengajakmu kesesuatu tempat”
“terserah kau saja”
Akupun memandang’na yg sedang serius menyetir mobil.
Apa pria sebaik dia belum mempunyai pasangan ?
“waeyo ? melihatku seperti itu ?”
“eng… ani”
“ada yg ingin kau tanyakan ?”
“eng… Apa kau belum punya pasangan ?” tanyaku ragu ragu.
Dia terdiam, ekspresi wajah’na berubah menjadi sedih.
“mianhae, kalau pertanyaanku terlalu….”
“gwenchana” jawab’na
aku terdiam, aku benar benar merasa bersalah telah bertanya hal pribadi kepada’na.
“nanti kau juga akan tau semua’na”
“nde ?”
lagi lagi dia hanya terdiam.
Membuatku ikut terdiam juga, aku tidak berani bertanya lagi.

15 menit kemudian mobil ini berhenti.
“sudah sampai, kita turun sekarang. Kajja” ajak’na.
Akupun turun dari mobil.
Kuedarkan pandanganku untuk melihat tempat ini.
Ini adalah gereja, gereja yg sangat indah.
Kita harus menuruni banyak anak tangga untuk sampai ke gereja itu.
Setelah sampai didepan pintu gereja itu.
Kuhentikan langkahku melihat sekeliling’na.
Benar benar indah !
Tapi untuk apa dia mengajakkku kesini ?
Aku hanya mengikuti langkah’na yg masuk kedalam gereja.

Setelah sampai didepan altar, dia menghentikan langkah’na yg membuatku berhenti juga.
“seharus’na hari ini aku aku menikah disini” ucap’na lirih.
“mwo ?”
kulangkahkan kaki untuk berdiri disamping’na.
Kulihat dia menundukan kepala.
Dia terdiam cukup lama, aku hanya menatap’na binggung.
Jika hari ini dia menikah, kenapa dia bersikap santai seperti ini ?
Dia memiringkan tubuh’na mengadapku.
“dia… Dia meninggalkanku 2 minggu yg lalu untuk pergi bersama pria lain” jawab’na lirih.
Kulihat air mata jatuh dari mata senduh’na.
Membuatku ingin menangis juga.
Kuhampiri dia secara perlahan.
Dengan ragu kupeluk diri’na.
Awal’na dia tidak membalas pelukanku, tetapi tidak berapa lama dia melingkarkan tangan’na di pinggangku dan meletakkan kepala’na di bahuku.
“dia lebih memilih pria itu, karena pria itu lebih perhatiah daripada diriku”
tangisan’na semakin kencang terdengar di telingan\ku.
“aku sangat mencintai’na, tapi dia membalas’na dengan ini”
dia mengeratkan pelukan’na.
“bersabarlah, tuhan menunjukan bahwa dia bukan jodohmu, tapi percayalah tuhan akan mengirimkan jodoh yg baik untukmu”
tanpa kusudari air mataku jatuh.
Aku merasakan sakit didalam hatiku, sama seperti yg dia rasakan sekarang.
Pria yg selalu melempar senyum manis’na kepadaku, ternyata memiliki hati yg terluka sangat dalam pada hati’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Donghae POV

Dua bulan sudah dia tinggal bersamaku.
Wanita yg bisa dibilang sudah mengobati luka di hatiku.
Ya aku menyadari bahwa aku mencinta’na sekarang.
Entah sejak kapan aku mencintai’na, tetapi yg jelas, cintaku pada’na melebihi cintaku pada mantan calon istriku yg dulu meninggalkanku begitu saja.
Walaupun sampai detik ini.
Aku belum mengetahui sedikitpun tentang’na.
Yg kutau hanya nama’na saja, dan itupun dari kalung yg ia kenakan.

Aku juga tidak berusaha mencari tau tentang’na.
Kedengaran’na egois, tetapi itu kulakukan karena aku tidak mau kehilangan dia.
Aku ingin dia berada disampingku terus seperti ini.
“yoonie” panggilku.
Dia menengok kearahku, dan menghentikan aktifitas’na yg sedang menyiapkan makan malam untukku.
“ne donghae-ah ?” jawab’na sambil tersenyum.
Jantung ku benar benar berdetak dengan cepat’na melihat senyum’na.
“kau tidak perlu memasak, kita akan malam diluar”
“andwae ! Aku sudah separuh perjalanan. Kalau tidak dilanjutkan sayang donghae-ah”
“ya sudah, malam ini kita akan makan disini. Tapi besok kita harus makan malam di luar. Arra ?”
“ne arra”
dia kembali melanjutkan aktifitas’na.
Aku hanya berdiri mematung menyaksikan dia memasak, kusenderkan kepalaku di tembok belakangku.
“aarrggghhh” teriak’na yg mmebuatku menhampiri’na.
“yoonie-ah gwenchana ?”
“jari telunjukku berdarah terkena pisau hae-ah”
tanpa basa basi, segera kuhisap jari telunjuk’na, dia terkejut dengan perlakuanku.
Setelah darah segar itu berhenti, aku segera mengambil plester di kotak p3k tak jau dari sini.
Kulilitkan plester itu di jari telunjuk’na.
Sesuatu yg berkilau melingkar di jari manis’na.
“ini cincin apa ?” tanyaku sambil memegang cincin itu.
Cincin itu seperti cincin pernikahan.
“molla, aku tidak bisa mengingat’na”
aku terdiam melihat cincin itu, apa benar dia sudah menikah ?
Tapi pikiran itu segera kubuang jauk jauh.
Wanita senang memakai cincin berlian yg mahal, apalagi cincin itu dikelilingi oleh permata berlian.
Jadi pasti itu bukan cincin pernikahan.
“donghae-ah, bisakah kau melepas tanganku ?” tanya’na yg membuat pikiranku kembali dan tersadar tanganku masih mengenggam erat tangan’na.
“ne, mianhae”
dia tersenyum dan melanjutkan aktifitas’na lagi.
“hati hati yoonie-ah”
“ne, sudah sana kau menunggu di meja makan saja”
akupun meninggalkan’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho POV

Braaaakkkk !
Ku gebrak meja diruanganku ini.
“sudah 2 bulan kalian masih tidak bisa menemukan istriku ?!” teriakku.
“tuan jung” panggil assisten shin untuk menenangkanku.
“mianhamnida tuan” jawab beberapa ditektif itu.
Maaf, hanya kata itu yg bisa mereka ucapkan.
Benar benar membuat emosiku naik.
“apa selama ini bayaranku kurang, hingga kalian belum bisa menemukan istriku ?!”
“tidak tuan, tuan membayar kami dengan sangat mahal”
“lalu apa lagi alasan kalian sekarang hah ?!”
Mereka menunduk sambil terdiam.
“aku akan memberikan kalian waktu seminggu, jika kalian tidak menemukan istriku. Kalian akan tau konsekuensi’na”
Mereka semua meningggalkanku.

Kuhempaskan tubuhku di bangku ku, dan memijit pelipisku dengan tangan kanan.
“tuan jung”
“tinggalkan aku sendiri”
“tapi….”
Ku dongakkan kepalaku untuk menatap’na.
“kau tidak dengar perkataanku assisten shin ?”
Assisten shin pun pergi meninggalkanku.

Benar benar miris.
Kau suami macam apa yunho, istrimu sudah menghilang selama 2 bulan, tetapi kau belum menemukan’na detik ini.
Kau benar benar tidak becus untuk menjaga’na.
8 tahun ini, dia selalu ada bersamamu.
Selama itu dia tidak pernah meninggalkanku sedetikpun.
Tapi sekarang ?

2 bulan aku tidak lagi melihat’na.
Seperti 20 tahun rasa’na.
Mungkin kedengaran’na berlebihan.
Tapi itulah yg kurasakan sekarang.
Kulihat cincin pernikahan yg melingkar manis di jariku.
Aku benar benar merindukanmu soo.
Kumohon tuhan, berilah aku petunjukmu agar bisa menemukan’na.
aku tidak sanggup lagi, hidup tanpa’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV

Malam ini, donghae mengajakku pergi makan malam.
Seperti’na ini akan special, karena dia sampai membelikanku dress baru.
Dan akupun bersiap siap.
Setelah memakai gaun pembelian’na, dan sedikit berdandan.
Aku keluar dari kamarku, menuruni tangga untuk menghampiri’na yg sudah menungguku.
“mianhae, kau harus menunggu lama” ucapku.
Donghae membalikan badan’na, dan menatapku lekat lekat.
“ada yg salah dengan penampilanku ?”
Donghae menggeleng perlahan.
“aniyo, kau sangat cantik yoonie-ah”
“gomawo”

Donghae mengambil kotak hitam di atas meja, dan berjalan menghampiriku.
Tiba tiba dia berlutut dihadapanku, membuatku terkejut.
“donghae, apa yg kau lakukan ?”
Dia tidak menjawabku, malah membuka kotak itu.
Dia mengeluarkan high heel yg bertaburan permata.
Dia mengambil kaki kananku. Tetapi dengan cepat ku kupindahkan kakiku.
“aku bisa memakai’na sendiri hae”
“biarkan aku yg memakaikan’na”
“kau yakin ?”
Dia menganggut, lalu tersenyu manis.
Senyum yg sangat kusuka.
Dia memakaikan high heels itu di kaki.
“cha, aku tau high heels itu akan pantas dikakimu” kata’na setelah berdiri.
“gomawo hae. Jeongmal gomawo, kau memberikanku…..”
“sudah jangan dibahas lagi. Ini sudah hampir malam, sekarang kita pergi. Kajja” ajak’na.
Dia memberikan lengan’na kepadaku, dengan senang hati kulingkarkan tanganku dilengan’na.
Dia menggenggam tanganku yg berada dilengan’na.
Aku benar benar suka jika ia mengenggam tanganku, rasa’na hangat dan nyaman.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kau suka sunset kan ?” tanya’na.
Kualihkan pandanganku untuk menatap’na.
“ne, aku sangat suka”
Sekarang kami berdua berdiri di atas papan kayu yg dibawah’na terdapat air laut.
“sebentar lagi kapal’na akan tiba”
“kapal ?”
“ne, kau bisa melihat sunset lebih dekat dari kapal itu”
Tak berapa lama kapal itu datang.
Donghae membantuku untuk menaikin kapal itu.
Kapal itu membawa kami ketengah laut.
Matahari tampak lebih indah, daripada di pinggir pantai.
“yoonie-ah” panggil’na yg membuatku berbalik menatap’na.
Dia berlutut lagi didepanku.
“untuk apa kau berlutut ? untuk memakaikan high heels lagi ?” tanyaku.
Dia tersenyum geli mendengar perkataanku.
“aniyo”
“lalu ?”
Donghae mengambil sesuatu di kantung jas’na.
“aku tau, ini mungkin terlalu cepat. Kita baru mengenal satu sama lain selama 2 bulan. Tetapi saranghae yoonie-ah” kata’na yg sukses membuat jantungku berdegup dengan kencang.
“hae….”
“jeongmal saranghae yoonie, would u marry me ?”
Lagi lagi kata’na membuat jantungku tak terkendali.
Aku hanya terdiam menatap’na, tidak percaya atas apa yg dikatakan’na barusan.
“ku rasa, aku tidak bisa hae”

TBC ~

8 thoughts on “One Love Three Hearts *Part 1*

  1. lain kali pesan bayar *ajaran hyukkie hyung*
    awakakakakak …

    ini apakah? dasar maruk woman, maruk people …
    ckckckck …
    untung yg 3 gk ada d’sini
    kalo ada …
    *no comment~
    hahahahaha ….

    sudahlah … yg penting lanjutkan dan jgn d’berhentikan tengah jalan
    kekekeke~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s