-SooHae- Mianhae …

MC: Lee Donghae / Park Soo Yoon

OC: Cho Kyuhyun / Kim Ryeowook /Kim Taehyun/Lee Jeun Hye / Cho Ryushin / Jung Krystal

lohaaaa.
ini ff buwad’an ryushin.
aku suka banget ama ff ini.
kalian tahu mengapa ?
karena romantis sekaliiii suamiku si nemo.
makin cinta dehh.

maen k blog’na ya.

http://choriccu.wordpress.com/

oh iya readers.
blogku error,
jd ada cerita yg kepotong gt.
baca’na di ryushin pny bolg aja.
ahahahhahah
=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=

Author POV~

“Ottokhae???” Seru Soo Yoon panik sambil mengacak-acak seluruh isi kamarnya.

“Sedang cari apa, eonni?” Tanya Taehyun yang masuk kedalam kamar Soo Yoon karena mendengar ribut-ribut dari dalam.

“Aku sedang mencari cincin dari Hae oppa yang dia berikan minggu lalu” Jawab Soo Yoon tanpa melihat kearah Taehyun karena masih sibuk mencari.

“Cincin? Cincin dengan liontin ikan itu?”

“Nde yang itu. Apa kamu melihatnya Tae-ya?”

“Tidak eonni. Aku tidak melihatnya. Memang kamu taruh dimana sebelumnya?” Taehyun akhirnya membantu Soo Yoon mencari cincin tersebut.

“Tadi kulepaskan saat akan mandi. Karena takut karatan, aku jadi tidak memakainya saat mandi. Otthe? Hae pa pasti marah kalau tahu aku menghilangkannya” Ujar Soo Yoon semakin panik. Ia mengacak-acak rambutnya karena stres cincin yang ia maksud tak kunjung ketemu.

“Hae oppa tidak akan marah hanya karena eonni menghilangkan cincinnya” Ujar Taehyun menenagkan Soo Yoon yang sekarang terduduk lemas dikasurnya.

“Tapi katanya, aku tidak boleh menghilangkannya. Kalau sampai aku atau salah satu dari kami menghilangkannya, kami akan menerima hukuman dari pasangan. Dia pasti akan menghukumku kalau dia tahu” Soo Yoon semakin stres karena membayangkan hukuman apa yang akan ia teriman dari Donghae jika Donghae tahu kalau dirinya menghilangkan sinsin tersebut.

“Paling juga hukuman yang menyenangkan, eonni. khekhekhe … Dia mana mungkin memberikanmu hukuman berat yang aneh-aneh. Donghae oppa kan orang baik. Tidak seperti Kyuhyun yang evil. Ck~”

(Kyuhyun: Hatchi …. Sepertinya ada yang membicarakan aku)

“Ah~ aku tetap saja takut. Dia kan nemoku yang kadang aneh juga. Huaaaaaaa~” Soo Yoon meratapi nasibnya yang kan segera menerima hukuman.

“Hei … Ige Mwoya?” Jeun Hye tiba-tiba muncul dan segera bergabung dengan mereka berdua.

“Ini loh, eonni. Soo-ya eonni menghilangkan cincin pemberian dari Donghae oppa”

“Cincin apa?”

“Ck~ kau itu ingatannya buruk sekali, sih. Cincinku yang liontinya berbentuk ikan”

“Oh~ itu …” Ujar Jaeun Hye sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

“Apa kamu melihatnya?” Tanya Soo Yoon antusias.

“Hmmmmm ….” Jeun Hye nampak berpikir sambil mengetuk-ngetukan telunjuknya ke dagu dan Soo Yoon semakin antusias, berharap Jeun Hye mengetahui keberadaan cincin tersebut dan membebaskannya dari hukuman sang pangeran ikan nemo.

“Ck~ mereka berdua berlebihan sekali ekspresinya” Gumam Taehyun pelan. Sangat pelan, dan sampai-sampai kedua yeoja itu tidak dapat mendengarnya.

“Ah~” Tiba-tiba Jeun Hye berseru seperti mengingat sesuatu.

“Jadi ada dimana?” Tanya Soo Yoon semangat sambil mendekat kearah Jeun Hye.

“Apanya yang dimana?” Tanya Jeun Hye bingung.

“Ck~ cincinku. Kamu tahukan cincinku ada dimana?” Jawab Soo Yoon tidak sabar dan kesal.

“Cincin? Aku tidak tahu” Jawab Jeun Hye polos.

Soo Yoon kesal melihat ekspresi polos sang sahabat yang seketika itu juga meruntuhkan harapannya. Taehyun langsung menarik Jeun Hye keluar karena ia merasa ada tanda-tanda kalau putri ikan nemo satu ini akan murka.

“Yak~ Lee Jeun Hye ….” Pekik Soo Yoon dengan amarah menggebu-gebu.

“Kenapa dia marah-marah begitu, Tae-ya?” Tanya Jaeu Hye bingung sambil menutup kedua telinganya yang pengang karena mendegar jeritan Soo Yoon yang sangat dahsyat.

“Itu karenamu” Jawab Taehyun singkat dan kesal.

“Kenapa dengaku?” Tanya Jeun Hye lagi dengan wajah polosnya sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Ck~ sudah lupakan saja”

“Oh iya aku ingat. Aku kan mau membeli bahan makanan untuk satu bulan” Seru Jeun Hye. Dia langsung berlari kekamarnya dan mengambil dompet.

<3<3<3

Soo Yoon POV~

Ottokhae? Hae oppa bisa marah padaku kalau dia tahu aku menghilangkannya. Itu kan barang berharga bagi kami. Ck~ Soo Yoon baboya … Kenapa aku bisa lalai menaruhnya sih? Penyakit lama begini ini. CK~

drrrt …

HPku bergetar menandakan masuknya satu message.

From: My Fishy Prince

Jagiya … Ini kan hari libur, apa kamu mau jalan-jalan denganku? Kita akan melakukan quartet date. Mau?

Aish~ disaat seperti ini dia malah mengajakku jalan. Dia pasti akan sadar kalau aku tidak memakai cincinnya. Dia bisa tanya dimana cincin itu nanti. Aku harus jawab apa nanti? Aku belum menyiapkan jawabannya. Tapi kalau aku menolak, dia akan semakin curiga. Jadi … Argh~ Aku bingung @@

Ya sudah lah … Aku ikut saja. Apa boleh buat. Soal cincin itu … Kujawab dengan jujur saja nanti. Hah~

<3<3<3

Author POV~

Hari ini, semua artis SMent mendapat libur dari Soo Man Sajangnim. Dan karena ini hari minggu juga, maka Soo Yoon, Jeun Hye, Taehyun, dan Ryushin juga libur sekolah dan kuliah. Maka dari it, mereka akan melakukan quartet date sekaligus merayakan Ryushin yang baru dapat yeojachingu. (Horeeee \^0^/). Mereka berdelapan berencana pergi ke lotte wolrd dan kemudian kepantai menikmati sunset.

“Ryu-ya, Krystal, kalian ikut kami saja. Bahaya kalau naik motor, karena Ryushin belum tidur semalam gara-gara gamenya itu” Ujar Taehyun sembari menyindir Ryushin.

“Nde eonni” Jawab Krystal.

” Ah~ beoblyul-e noona chinjeolhage doeeossseubnida” (trans: kakak ipar memang baik hati) Seru Ryushin. Dia merentangkan tangannya berniat memeluk Taehyun.

“Jangan sentuh yeojaku atau kau akan ku tendang keneraka” Ancam Kyuhyun sambil menarik Taehyun kepelukannya dan menatap tajam Ryushin.

“Pelit sekali kau, Cho Kyuhyun” Cibir Ryushin dan langsung masuk kedalam mobil Kyuhyun tanpa mempedulikan Krystal yang masih diluar mobil.

“Yak~ neo …” Seru Kyuhyun kesal.

“Ck~ hei … evil junior babo. Bawa masuk yeojamu ini. Masa kamu tega membiarkannya diluar? Namjachingu macam apa kamu?” Omel Taehyun. Krystal hanya tersenyum melihat tingkah laku ketiga orang itu.

“Ah~ mianhae Soongie” Ujar Ryushin yang keluar lagi dan mempersilahkan Krystal masuk duluan. (nama asli Krystal Jung Soo Jung. Makanya Ryushin memanggilnya Soongie yang diambil dari nama tengah Krystal).

“Ckckc~ Kaku sekali mereka, oppa” Bisik Taehyun kepada Kyuhyun.

“Kurasa yang lebih tepat, kaku sekali si evil. Kalau Krystal sepertinya tidak. Dia hanya tidak enak mau manja-manja ke sievil tak berperasaan itu” Balas Kyuhyun.

“Yak~ jangan mengobrol aja. Cepat masuk …” Seru Ryushin dari kaca jendela mobil.

“Sabar, oppa” Ujar Krystal menenangkan Ryushin sambil mengelus punggung Ryushin.

“Eh~” Krystal jadi salah tingkah waktu Ryushin menoleh kearahnya dan wajah mereka jadi dekat.

“Ah~ mian” Ujar Ryushin dengan kaku.

“Ck~” Taehyun dan Kyuhyun berdecak bersamaan sambil geleng-geleng kepala.

….

Sedangkan di mobil -WookHye-

“Oppa … Tadi aku membuatkanmu cake cokelat loh. Nanti makannya berdua saja, ya. Soalnya aku hanya membuat sedikit. Tidak enak kalau ketahuan yang lain. Nanti mereka minta terus kita tidak dapat bagian” Ujar Jeun Hye semangat dengan berbagai ekspresi wajah saat berbicara. Membuat Ryeowook yang bersiap akan menyetir tersenyum dan mencubit pipi yeojachingunya itu.

“Kamu itu lucu sekali sih, jagi. Aku jadi ingin berduaan saja denganmu. Hahahaha …” Ujar Ryeowook sambil mencubit pipi Jeun Hye gemas.

“Appo, oppa … Lepaskan … Huaaaaa~” Jerit Jeun Hye sambil memukuli tangan Ryeowook yang masih mencubit gemas pipinya.

“Hahaha … Nanti kita makan dimobil saja. Aku sudah tak sabar memakan kuemu itu. Kamu inikan pintar membuat kue. Dan kue buatanmu pasti enak semua” Ujar Ryeowook setelah melepaskan tangannya dari pipi Jeun Hye.

“Huh~” Jeun Hye menggembungkan kedua pipinya sambil mengusap-usapnya. Pipinya memerah karena Ryeowook.

“Jangan pasang ekspresi begitu, Jagi. Kau nampak imut dan aku jadi ingin mencubitmu lagi. Kekeke …” Goda Ryeowook. Dia paling suka lihat ekspresi yeojachingunya jika Jeun Hye sedang kesal atau semangat.

“Jangan coba-coba” Ancam Jeun Hye. Dia memicingkan matanya dan melirik sebal Ryeowook.

….

Dan didalam mobil -HaeSoo-

“Jagi … Kenapa kamu diam saja? Tumben sekali” Tanya Donghae yang bingung denga sikap Soo Yoon yang biasanya bawel dan ceria, tiba-tiba menjadi kaku dan canggung seperti ini.

“Ah~ tidak ada apa-apa oppa” Jawab Soo Yoon gugup sambil menutupi tangan kirinya agar Donghae tidak tahu kalau dia tidak memakai cincin mereka.

“Benar tidak ada apa-apa?” Tanya Donghae curiga.

“Kau tidak percaya padaku oppa?” Tanya balik dengan nada ketus. Donghae kaget mendengar nada bicara Soo Yoon yang tiba-tiba ketus padanya.

“Kamu kenapa bicara dengan nada seperti itu? Apa salah jika aku bertanya kamu kenapa? Aku kan mengkhawatirkanmu, jagi” Tanya Donghae dengan nada yang dia buat selembut mungkin.

“Aku hanya tidak suka dengan pertanyaanmu oppa. Aku merasa kamu tidak percaya denganku” Soo Yoon membela diri dan tidak mau kalah dari Donghae.

“Aku bukan tidak percaya denganmu. Aku hanya merasa ada yang kamu tutupi. Aku khawatir denganmu, Soo-ya. Kamu kan kalau ada apa-apa tidak mau cerita padaku” Akhirnya mereka malah berdebat sengit.

“Sudahlah oppa. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Ayo kita cepat susul mereka. Mereka sudah keluar parkiran, tuh” Ujar Soo Yoon mengalihkan pembicaraan mereka sambil menunjuk mobil Kyuhyun dan Ryeowook yang baru saja keluar parkiran, dengan dagunya.

Donghae POV~

Aku merasa ada yang di tutupi oleh Soo Yoon. Aku khawtir dengannya. Takut-takut kalau dia sedang menghadapi masalah berat dan dia tidak mau memberitahukannya padaku. Dia kan memang selalu begitu. Memendam masalah sendirian. Aku ini kan namjachingunya, kenapa dia tidak mau berbagi denganku? Ck~

Namun jika kutanyakan lagi, dia pasti akan marah. Dia ini sensitive sekali jadi yeoja. Aku kadang lelah menghadapi sifatnya yang moodian ini. Namun bukan berati aku sudah bosan dengannya. Aku sangat mencintainya seberapapun menyebalkan dirinya. Setiap hari aku akan bertambah cinta padanya. Karena dia satu-satunya yeoja yang bisa membuatku merasakan berbagai perasaan didalam hatiku. Dan setiap melihatnya dan bersamanya, aku merasa sangat tenang dan bahagia.

“Jagi …” Panggilku. Sesekali aku meliriknya, namun aku tetap konsentrasi menyetir.

“Hmmmm …” Dia hanya menjawabku dengan deheman singkat. Apa dia masih marah padaku karena aku mencurigainya tadi? Ck~ dia sedang dalam mode sensitif rupanya hari ini.

Akhirnya kubiarkan dia diam melihat kearah luar dan tidak menganggu ketenangnnya itu Diakan yeoja yang tida tahan dia trus. Nanti juga dia akan membaik dengan sendirinya.

Soo Yoon POV~

Sebenarnya bukan maksudku mendiami Hae oppa terus. Karena aku takut dia mengetahui kalau aku menghilangkan cincin pemberiannya, dan takut dia marah. Tapi entah mengapa saking gugupny, aku malah bersikap dingin dan ketus padanya. Baboya~ begini malah akan membuatnya semakin curiga, atau malah akan dia bisa kesal dan marah kepadaku.

“Hah~” Aku menghela napas pelan agar dia tidak dapat mendengarnya.

“Kamu kenap menghela napas seperti itu, jagi?” Omo~ ternyata dia mendengarnya. Terpaksa deh aku berbohong lagi padanya.

“Aku hanya mengantuk saja. Aku mau tidur, tolong bangunkan aku jika kita sudah sampai, oppa” Mian oppa aku berbohong padamu.

Akhirnya, aku harus berpura-pura tidur disebelahnya. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengantuk. Tapi karena aku tadi bilang aku mengantuk, aku harus menutup mataku agar meyakinkannya kalau aku mengantuk.

<3<3<3

“Huaaaaa … Aku sudah lama tidak kesini” Pekik Ryushin senang sambil merentangkan kedua tangannya dengan ekspresi bahagia.

“Jangan kampungan seperti itu, evil” Cibir Kyuhyun sambil menurunkan kedua tangan dongsaengnya.

“Huh~ dasar evil jaim” Ryushin menjulurkan lidahnya, meledek Kyuhyun.

“Hihihi …” Krystal terkik pelan melihat kelakuan namjachingunya itu.

‘Lucu sekali seperti anak-anak’ Ujar Krystal dalam hati.

“Ah~ mian Krystal. Anak itu memang tidak tahu aturan dan kekanakan. Ku mohon kau jangan kecewa padanya” Taehyun yang bediri di samping Krystal menepuk bahu si yeojachingunya Ryushin itu.

Krystal terseyum manis kepada Taehyun “Dia lucu, eonni. Seperti anak-anak manis. Hihihi …” Taehyun dan Kyuhyun terperangah mendengar penuturan Krystal barusan. Sedangkan Ryushin yang mendegar pujian dari Krystal, matanya langsung berbinar dan dia tanpa sungkan langsung memeluk Krystal dengan erat.

“Gomawo, Soongie … Aku memang manis. Hehehe … Eh” Saat tersadar dengan apa yang baru saja dia lakukan, Ryushin langsung melepaskan pelukannya. Dan tertunduk malu.

Ryushin mengusap tengkungnya yang tidak gatal dan menundukan kepalanya, agar Krystal tidak dapat melihat rona merah diwajahnya. “Mian …” Ucapnya canggung.

Krystal nampak kecewa dengan apa yang baru dilakukan oleh Ryushin. “Gwenchana” Ujanya lirih. Nampak rona kecewa diwajahnya, namun Ryushin tidak menyadari itu.

“Hei … Ayo kita masuk” Donghae, Soo Yoon, Ryeowook, dan Jeun Hye menghampiri mereka dan masuk bersama kedalam.

‘Apa memelukku membuatnya semalu itu? Apa dia tidak mau memegang tanganku seperti mereka’ Batin Krystal. Dia iri melihat pasangan KyuTae, HaeSoo, dan WookHye yang sedang bergandengan tangan masuk kedalam. Sedangkan Ryushin berjalan sendiri didepannya.

‘Dia marah tidak ya karena tadi aku memeluknya tiba-tiba?’ Batin Ryushin. Sesekali Ryushin melirik kebelakangnya dan melihat yeojachingunya sedang berjalan sambil menundukan kepalanya.

‘Bagaimana ini? Donghae oppa malah menggandeng tangan kiriku. Semoga dia tidak menyadarinya’ Batin Soo Yoon. Dia sedang was-was, takut Donghae menyadari ada yang aneh dengan tangan kirinya yang sedang digenggam oleh Donghae.

‘Ini cuma perasaanku atau dia memang tidak memakai cincin dariku, ya. Ah~ aku tidak mau memulai peperangan lagi. Sebaiknya aku diam saja’ Batin Donghae.

“Oppa … Kamu merasakan aura janggal tidak disekitar kita?” Bisik Jeun Hye.

“Aku merasa dua pasangan itu terlihat kaku” Balas Ryeowook.

“Kalau pasangan Ryushin dan Krystal memang kaku dari sananya. Tapi pasangan ikan itu, tumben sekali mereka tidak mesrah-mesrahan” Kyuhyun ikut dalam pembicaraan. Karena ia berdiri disamping Ryeowook dan otomatis ia mendengar pembicaraan pasangan ini.

“Ada apa, oppa?” Tanya Taehyu penasaran.

“Bukan apa-apa” Kyuhyun tersenyum manis meyakinkan yeojanya.

“Oh~” Dan yeojanya percaya begitu saja. Ckckck …

<3<3<3

(ps: Karena author tidak tahu nama-nama permainannya, jadi author hanya menyertakan gambarnya ^^)

“Oppa … Aku mau naik itu …” Seru Taehyun semangat sambil menunjuk sebuah permainan.

“Kajja …” Kyuhyunpun dengan semangat menarik tangan Taehyun.

“Andwaeeeeee …” Seru tiga orang diantara mereka. Dan ketiga orang itu adalah Soo Yoon, Jeun Hye, dan Ryushin (evil takut ketinggian).

“Waeyo?” Tanya Donghae.

“Oppa …” Soo Yoon memasang wajah sememelas mungkin. Donghaepun mengerti dan memutuskan tidak ikut naik mainan itu, untuk menemani Soo Yoon.

“Aku tidak ikutan. Soo Yoon takut tinggi”

Ryeowook yang mengerti kalau Jeun Hye takut tinggi, juga memutuskan tidak ikut naik. “Aku juga tidak. Hyenie juga tidak suka ketinggian” Alasan kedua orang itu dapat dimengerti oleh pasangan evil Sedangkan Ryushin …

Taehyun melirik kearah Ryushin dan menyunggingkan senyum evilnya. “Kamu tidak mungkin bilang kamu takut tinggi juga kan? Disini ada yeojamu loh” Sindir Taehyun.

“Krystal-sshi, kamu tidak takut tinggikan?” Tanya Kyuhyun yang ikut menjadi evil (sudah dari sananya evil).

“Aku tidak takut oppa” Jawab Krystal.

“Aish~” Akhirnya Ryushin harus ikut naik, karena ia malu mengakui didepan Krystal kalau dia takut ketinggian.

Soo Yoon POV~

Aku menjadi canggung dengan Donghae oppa. Sedaritadi, tidak ada pembicaraan apapun yang keluar dari mulut kami. Apa Donghae oppa menyadarinya, ya? Aish~ Ottokhae?

Donghae POV~

Dia ternyata memang tidak memakainya. Aku ingin bertanya padanya kenapa dia tidak memakai cincinku. Namun kalau aku tanya sekarang, nanti dia marah dan akhirnya aku dan dia malah ribut disini. Bisa gawat kalau sampai ketahuan ELFishy aku ada disini bersama seorang yeoja.

<3<3<3

“Hueeek …”

“Oppa … Gwenchana?” Krystal yang cemas, terus memijit tengkuk Ryushin untuk membantunya memuntahkan isi perutnya.

“Huahahahaha … Tinggi segitu saja sudah pucat. Muntah-muntah lagi. Malu dong dengan yeojamu. Ck~ orang sepertimu tidak pantas mempunyai gen evilnya keluarga kita” Ledek Kyuhyun.

“Ckckck … Sudahlah oppa. Jangan diledekin terus. Kasihan dia nih. Lebih baik kamu mencarikan minum untuknya” Usul Taehyun yang sedang membantu Ryushin duduk dan mengelus-elus punggunya.

“Arraseo …” Jawab Kyuhyun malas. Diapun melangkah pergi.

Donghae tiba-tiba berlari dan menghampiri Kyuhyun. “Aku ikut” Serunya.

Donghae POV~

Aku ingin curhat dengan dongsaeng evilku ini. Siapa tahu dia bisa memberikan aku masukan. Maka dari itu, aku mengikutinya saat dia akan membeli minuman.

“Kyunie-ah. Aku merasa ada yang aneh dengan Soo-ya hari ini” Ujarku.

“Maksudmu, hyung?” Tanya Kyuhyun bingung. Dia membayar minum sambil menoleh kearahku.

“Kamsahamnida ahjumma” Kyuhyun membungkukkan badannya kepada ahjumma penjual minum dan menikutiku yang sudah berjalan mendahuluinya.

“Aku merasa ada yang ia sembunyikan dariku” Jawabku saat kami sudah berjalan seiringan.

“Oh~ kamu tanyalah padanya. Kamu kan namjachingunya, hyung. Nanti dia pasti akan cerita padamu” Ujar Kyuhyun.

“Namun dia sepertinya sedang dalam mood yang buruk. Makanya aku takut mau bertanya padanya” Aku ragu dengan usulnya barusan.

“Oh~ nanti kamu bicaralah berdua dengannya. Di pantai atau di mobil atau di apartemenya” Usulnya lagi padaku.

“Tapi kalau dia marah dan menganggapku mau tahu urusannya saja bagaimana?” Tanyaku ragu.

“Ish~ kamukan namjachingunya hyung. Mana mungkin dia berpikiran seperti itu. Ck~ kau itu neting saja” Cibir Kyuhyun.

“Gaeureyo” Akhirnya akupun memilih untuk mengikuti sarannya.

<3<3<3

Author POV~

“Kamu lama sekali, oppa”

“Mana si evil junior itu?”

“Tuh … Sedang main dengan yeojanya” Taehyun menunjuk kearah Ryushin dan Krystal yang sedang bermain komedi putar.

“Huh~ aku sudah membelikannya minum. Ck~ merepotkan. Cepat sekali pulihnya anak itu”

“Biarlah oppa”

“Soongie … Lihat kesini” Seru Ryushin sambil mengarahkan kamera digitalnya kearah Krystal yang duduk diatas kuda-kudaan.

#jpret …

‘Noemu Yeoppo’ Jerit Ryushin dalam hati.

“Kenapa oppa? Jelek, ya?” Tanya Krystal saat melihat Ryushin terdiam sambil melihat kameranya.

“Ah~ a-ani … Ba-gaimana?” Tanya Ryushin gugup sambil memperlihatkan hasil potretannya ke Krystal.

“Bagus … Kamu berbakat menjadi fotografer oppa” Puji Krystal.

“Benarkah? Hehehe …” Ryushin jadi gugup dipuji seperti itu.

‘Ini bukan karena aku yang pintar memotret, tapi kamu yang cantik, Soongie’ Puji Ryushin dalm hati. Dia susah sekali mau memuji Krystal langsung.

‘Apa dia tidak mau memujiku? Apa aku memang nampak biasa saja? Aku kurang cantik, ya?’ Bantin Krystal. Lagi-lagi gurat kekecewaan nampak diwajahnya.

<3<3<3

Soo Yoon Pov ~

Sunset sore ini indah sekali. Sungguh cantik. Apalagi aku menikmatinya bersama dengan namjachinguku yang tampan ini.
Sepertinya, dia belum menyadari kalau aku menghilangkan cincin pemberian darinya. Namun masih ada perasaan was-was dalam hatiku.
Ah~ semoga saja dia tidak marah padaku.

Kusenderkan kepalaku kebahunya dan menikmati sunset sore ini dipantai. Kulihat ke couple yang lain. Kyuhyun dan Ryushin sedang bekejaran. Ryushin pasti menggoda hyungnya lagi. Ck~ anak itu.

Kembali kau eviiiiiil …”

“Tidak mau, evil. hahahaha …”

Dan couple kue itu sedang duduk berdua jauh dari kami. Entah apa yang sedang mereka lakukan. Mereka nampak mesrah saja. Aku jadi iri pada mereka, karena aku dan Donghae oppa tidak mesrah sama sekali hari ini. Kami malah menjadi canggung. Baru kali ini aku bermanja padanya hari ini.

“Sunsetnya indah ya jagi” Ucapnya sambil menyenderkan kepalanya keatas kepalaku. Aku suka dia manja seperti ini. Dia ikan yang manis sekali. kekeke~ ><

“Nde oppa” Balasku.

“Soo-ya. Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?” Tanyanya tiba-tiba.

“Maksudmu, oppa?” Aku mengerti apa yang dia maksud sebenarnya. Aku hanya pura-pura tidak tahu dan tenang.

“Kenapa kamu diam saja seharian ini?”

“…” Aku bingung harus menjawab apa.

“Soo” Tiba-tiba ia menggenggam tangan kiriku dengan tangan kanannya melewati pinggangku.

“Kenapa kamu tidak memakai cincin dariku? Apa kamu tidak suka?” Deg~ dia tahu aku tidak memakainya? Ottokhae? Aku harus jawab apa?

“Eh … Itu … Itu …” Aku susah sekali mau berbicara. Rasanya lidahku kelu saat ini.

“Kamu memang tidak suka, ya? Ya sudah lah. AKu memang tidak mengerti soal perhiasan seperti itu” Terdengar nada kekecewaan dari nada bicaranya.

‘Oppa bukan itu maksudku. Aku suka kok dengan cincin darimu. Hanya saja, aku ini menghilangkannya’ Batinku. Aish~ bagaimana aku harus mengatakan hal itu padanya? Dia akan semakin kecewa kalau tahu aku menghilangkan cincinnya.

“Padahal aku membelinya dengan harapan kamu mau terus memakainya sampai akhirnya aku menyematkan cincin pernikahan kita nanti dijari manismu itu. Ternyata harapanku hanya sebuah harapan. Mianhae Soo-ya”

Aku menatapnya bingung. “Kenapa kamu minta maaf oppa?” Tanyaku bingung.

Dia melihat mataku dan terlihat jelas guratan kekecewaan dimatanya. “Mianhae karena aku tidak bisa memberikanmu barang yang bagus dan kamu tidak suka dengan barang pemberianku” Ujarnya lirih dan menundukan kepalanya.

“Bukan itu maksudku oppa” Akhirnya aku bicara padanya. Aku tidak tahan mendengar kata-katanya yang seperti itu.

Dia tidak menggubris kata-kataku. Dai tetap menunduk melihat pasir yang membenamkan kakinya.

“Aku bukannya tidak menyukai cincinmu” Aku tidak tahan. Ingin menangis rasanya dia bicara seperti itu terus. Dia sudah salah paham padaku.

“Kalau kamu menyukainya, kenapa kamu tidak memakainya?” Tanyanya dan sekarang dia sudah kembali melihatku.

“Mianhae oppa” Aku masih belum berani mengatakan kalau aku menghilangkannya.

“Hah~ sudahlah …” Dia berdiri dan hendak meninggalkanku, menuju kearah couple lainnya.

Aku langsung berdiri dan menatap punggungnya “Mianhae oppa … Aku menghilangkannya” Dengan segenap keberanianku, aku berkata yang sebenarnya.

Dia membalikan badannya dan melihat kearahku dengan tatapan yang … er … sulit ku jelaskan. Dia ini kaget, marah, kesal, atau apa?

“Kamu menghilangkannya?” Tanyanya. Aku mengangguk takut-takut.

‘Tamatlah riwayatku’ Runtukku dalam hat.

“Kamu menghilangkannya?” Tanyanya lagi dan kali ini dengan nada yang lebih tinggi.

Aish~ dia marah. Dia pasti ngambek sebentar lagi. Ck~

“M-mian-hae, oppa” Aku tidak berani melihatnya. Jadi aku hanya menundukkan kepalaku.

“Kenapa bisa hilang?” Tanyanya dengan nada dingin dan berjalan menghampiriku.

“Er … Aku …” Bagaimana menjelaskannya? Ottokhae? Eomma … Tolong putrimu ini. Aku sedang dalam lingkaran ikan nemo. Aish~

“Hmmm … Kenapa bisa hilang, Soo-ya?” Tanyanya dengan nada yang … Dilembut-lembutkan namun terkesan menusuk.

“Aku tidak sengaja” Jawabku takut-takut. Kurasakan aura tidak mengenakkan disini.

“Kenapa bisa hilang, ha?” Dia baru pertama kalinya membentakku. Dia membentakku? Aish~ jadi cincin itu lebih berharga dimatanya dari pada perasaanku.

“Kenapa kamu membentakku oppa?” Tanyaku kesal. Dia tidak tahu apa kalau aku hampir menangis saat ini. Hanya kutahan saja karena aku tidak mau dianggap cengeng oleh ikan nemo ini.

“Itu karena kamu salah” Dia malah membentakku lagi? Selama 8 bulan kami berapacaran, baru kali ini dia membentaku seperti ini. Bahkan dua kali dia membentakku.

“Aku memang menghilangkannya namun itu karena ketidak sengajaan oppa” Akupun tidak bisa menahan nada bicaraku. Aku juga ikut membentaknya.

“Sengaja ataupun tidak, kamu tetap salah. Harusnya kamu bisa menjaga barang pemberian namjachingumu, Soo-ya” Nadanya sudah tidak lagi membentakku, namun tetap dalam keadaan kesal.

“Jadi cincin itu lebih berharga bagimu dari pada diriku oppa?” Tanyaku dingin.

“Bukan begitu. Aku kecewa padamu, Soo-ya. Kamu tidak bisa menjaga hal sesepele seperti cincin itu. Aku sunggub kecewa padamu” Jawabnya lirih.

“Aku menghilangkannya karena tidak sengaja oppa. Aku takut cincin itu karatan jika aku pakai saat mandi. Makanya aku menaruhnya dimeja dekat kamar mandi. Dan saat aku selesai mandi, aku tidak menemukan cincin itu lagi. Kupikir akumenaruhnya didalam kamar. Tapi ternyata tidak ada juga. Aku tidak tahu cincin itu kemana, oppa” Akhirnya air mataku tumpah.

Dia makin mendekat kearahku dan dia memelukku dengan lembut. “Mian … Aku tidak tahu kalau ternyata kamu begitu menyayangi cincin pemberianku. Aku salah sudah menuduhmu. Mianhae … Jeongmal mianhae, jagi” Ucapnya lembut sambil membelai rambutku.

“Aku … Harusnya aku yang minta maaf oppa karena aku sudah menghilangkan barang pemberianmu. Mian … Mianhae, oppa” Ucapku disela-sela air mataku.

“Kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal? Jadi aku tidak menuduhmu seperti tadi” Tanyanya lembut. Dia memegang kedua pipiku dan menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya.

“Aku takut kamu marah oppa. Kamu bilang kalau ada yang menghilangkannya, dia akan dihukum. Aku takut kamu menghukumku, oppa” Jawabku jujur.

Wajahnya nampak berubah ekspresi dan akhirnya … “Huahahahahahahaha …” Hah~ dia menertawakan aku. Sungguh mengesalkan.

Donghae POV~

Ternyata aku sudah mencurigainya. Dia bukannya tidak menyukai cincin dariku, namun dia takut merusaknya. Dan ternyata cincin itu malah menghilang.

Dan aku tertawa geli mendengar penuturan polosnya. Ini yang kusuka dari dirinya. Meski galak dan mudah mengambek, dia ini polos sekali. Hahahaha …

“Huahahahahahaha ….” Aku tidak bisa berhenti tertawa. Apa lagi melihat ekspresi kesalnya. Dia merengut dan memanyunkan bibirnya.

“Ish~” Desisinya kesal. Dia melipat kedua tangannya didada dan menatapku kesal.

#Dak~ dan dia menginjak kaki kananku.

“Huaaaaaaaa …” Jeritku kesakitan.

“Kenapa kamu menginjak kakiku jagi?” Protesku sambil berjongkok dan mengusap-usap kakiku.

“Itu karena kamu mengesalkan oppa” Ucapnya dan ia berjalan meninggalkan aku yang sedang kesakitan.

<3<3 ini sama dengan punyaku” Aku menunjukan HPku yang sudah kupasangan gantungan HP yang sama.

“Dan ini bisa menempel seperti cincin kita karena ada magnetnya juga” Aku mendekatkan gantunganku keantungan HPnya. Dan hati digantungan kami menyatu.

“Manisnya” Pujinya dengan mata berbinar.

“Kamu suka?”

“Nde … Gomawo oppa. Aku tidak akan menghilangkannya lagi” Dia memelukku dan aku balas memelukanya.

Dia melepaskan pelukan kami dan menatapku sambil merogoh kantung celananya. “Oh iya oppa. Cincinnya ketemu, loh” Dia menunjukan cincin kami yang ia hilangkan.

“Ketemu dimana jagi?”

“Di kolong meja. Aku tidak hati-hati menaruhnya, jadi cincin ini jatuh. Saat Jeun Hye sedang menyapu, ia menemukannya” Dia bercerita dengan mata berbinar. Dia nampak sangat bahagia.

“Baguslah. Oh~ iya … Kamu tidak perku melepaskannya saat mandi. Karena cincin ini kupesan khusus dan tidak akan karatan meski kena air, keringat, ataupun parfum” Jelasku sambil menyematkan lagi cincin itu dijari manisnya.

“Oh~ begitu ya oppa. Aku tidak tahu. Hehehe … Aku janji tidak akan menghilangkannya lagi” Dia tersenyum manis kepadaku.

#Chu~

Aku menciumnya. Dan aku makin memperdalam ciuman kami dengan mendorong tengkuknya. Kami berciuman lama. Ciuman yang hangat dan tulus.

“Saranghae” Ucapku saat kami sudah melepaskan ciuman kami. Wajahnya nampak memerah.

“Nado saranghae oppa” Balasnya.

#Chu~

Dan kami berciuman kembali.

<3<3<3

Author POV~

“Oppa lihat itu. Ada bintang jatuh” Seru Soo Yoon sambil menunjuk kearah bintang jatuh dilangit.

“Ayo buat permohonan” Ucap Donghae. Mereka berduapun menutup mata masing-masing.

‘Semoga aku dan Soo Yoon akan terus bersama selamanya dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kami’ Doa Donghae.

‘Semoga aku dan Hae oppa akan terus bersama selamanya dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kami. Terutama Jessicca’ Doa Soo Yoon.

Sedangkan di tempat lain.

Kyuhyun dan Taehyun sedang berduaan di balkon kamar Kyuhyun dan sama-sama mengucapkan permohonan pada bintang jatuh.

‘Semoga aku dan Taehyun tidak akan terpisahkan selamanya dan kami akan selalu bersama sampai kakek dan nenek’ Ucap Kyuhyun dalam hati.

‘Semoga aku dan Kyuhyun oppa tidak akan terpisahkan selamanya dan ia akan tetap mencintaiku melebihi gamenya dan yeoja-yeoja itu. Dan kami akan bersama sampai kake dan nenek’ Ucap Taehyun dalam hati.

Di taman apartement, tempat pasangan WookHye.

‘Semoga aku dan Hyenie akan selalu bersama dan tidak akan ada yang dapat memisahkan kita sampai kapanpun. Dan kami akan bahagia selamanya sampai kami mati’ Ucap Ryeowook dalam hati.

‘Semoga aku dan Wookie oppa akan selalu bersama dan tidak akan ada yang dapat memisahkan kami, terutama Dalma. Dan kami akan bahagia selamanya sampai kami mati’ Ucap Jeun Hye dalam hati.

Sedangkan ditempat terpisah, Ryushin dan Krystal mengucapkan harapan masin-masing.

‘Semoga aku dan Soongie akan selalu bersama sampai kapanpun dan kami tidak sekaku sekarang’ Ucap Ryushin dalam hati sambil menatap bintang itu dari balkon apartemenya.

‘Semoga aku dan Ryu oppa akan selalu bersama sampai kapanpun dan dia dapat bersikap lebih romantis lagi padaku’ Ucap Krytal yang sedang berdiri di balkon kamarnya di dorm f(x), sambil menutup matanya dan mengatupkan kedua tangannya didepan dada.

“Saranghaeyo jagi” Ucap mereka semua bersamaa.

-End-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s