pliss, accept her noona *part 3 / end* *soohae version*

CAST :
Park Soo Yoon
Lee Donghae

Support Cast :
Cho RyuShin
Jung Kristal
Member Super Junior

alohaaa ~
aku bikin part 3 versi soohae’na nih.
jd jgn pada binun yaa.
ini ff full hanya aku dan suami *tunjuk dongee*
moga gak bosen yakk.

======================================================

Donghae POV

“ini hyung, minuman’na” kata ryushin yg melempar kaleng minuman kepadaku.
“ah gomawo ryu-ya” jawabku.
kubuka kaleng itu, meneguk minuman itu, lalu memandang sungai han yg ada di depan.
“mianhae hyung. Karena aku kalian menjadi bertengkar”
“mwo ? apa kau bilang ?” Tanyaku tidak percaya.
Si evil ini bisa meminta maaf ?
“mianhae, kataku. Kau tuli ikan !”
“ahahahhaha, aku baru tau kau bisa meminta maaf”
“jangan menghinaku hyung”
“ini semua bukan salahmu ryushin. Yoonie memang selalu begitu”
“jinjja ?”
“ne, hampir setiap hari aku bertengkar dengan’na karena masalah Jessica”
“pasangan mesra seperti kalian bisa bertengkar juga ?”
“aku dan soo yoon, manusia biasa juga. Yg bisa bertengkar karena sesuatu hal”
“manusia ? bukankah kalian ikan ?”
Aishh anak ini, sedang berbicara serius masih bisa bercanda.
Kutepuk bahu’na “yak, aku sedang serius”
“mianhae hyung. Kekekekek”
“aku tak mengerti kenapa yoonie selalu berpikir kalau aku akan meninggalkan’na, dan kembali kepada jessica. Jika aku ingin, aku sudah kulakukan’na sedari dulu”
“noona tidak mau kehilanganmu hyung, maka’na dia berbuat seperti itu”
“arrasoo, tapi haruskah hal itu membuatmu putus dengan kristal ?”
ryushin terdiam, seperti’na dia mulai memkirikan Kristal lagi.
“sebaik’na kau temui dia ryu-ya. Aku akan membujuk soo yoon agar dia menerima kristal”
“haruskah hyung ? Dia sudah memutuskanku”
“kau mencintai’na kan ? Kejarlah dia ryushin”
“ne, aku pergi dulu hyung”
Aku hanya menganggut dan tersenyum.
Dia berlari meinggalkanku.

Aku hanya menghela napas memandang sungai han di depanku.
Bukan pertama kali’na aku dengan soo yoon bertengkar hanya karena Jessica.
Yoonie.
Aku harus bagaimana lagi, agar kau percaya aku hanya mencintaimu yoonie ?
Aku benar benar tidak tau lagi, dengan cara apa aku menunjukan’an ?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV

Angin dingin yg menerpa tubuhuku, ku hiraukan.
Aku suka tempat ini.
Membuatku dapat memandang kota seoul dengan mudah.
Aku menghela napas dalam dalam.
Ini sudah beratus ratus kali’na aku menghela napas.
Apa aku salah telah menuduh’na yg bukan bukan ?
Tapi memang aku cemburu, bahkan sangat melihat’na tersenyum manis seperti itu kepada Jessica.
Air mataku mulai turun lagi.
Ku gengam kalung yg dia berikan’na padaku.
“dengan kau memakai kalung itu, itu menandakan kau adalah milikku selama’na yeoja ikanku”
Kata kata itu terngiang ngiang di pikiranku.
Apa ucapan itu benar oppa ? aku akan menjadi milikmu selama’na, dan kau juga akan menjadi milikku selama’na ?
Saat itu aku tidak melihat kebohongan dia mata’na saat melihat mata’na.
Aku berusaha untuk percaya, tapi melihat’na tersenyum pada Jessica seperti itu.
Semua kepercayaanku kepada’na hilang.
“eonni, keluarlah. Kau dari tadi belum makan” teriak taehyun dari depan pintu.
Aku hanya diam memandang pintu kamarku dari balkon ini.
“yak soo-ya ! penyakit maagmu bisa kambuh jika kau tidak makan” kali ini jeun hye yg berteriak.
Mianhae semua, aku mendiamkan kalian. Aku hanya ingin sendiri sekarang.
Kulepar pandanganku kedepan melihat langit yg mulai gelap.
Apa aku perlu menelefon’na, menanyakan dia sedang ada dimana ?
Pasti dia sedang marah denganku.
Aku mengerti bagaimana perasaan’na sekarang.
Tidak dipercaya oleh orang yg kau cintai.
Tapi memang aku belum bisa percaya sepenuh’na.

“yak yeoja ikan” panggil ryushin.
ku dongakan kepalaku lalu memandang ryushin.
“ryushin ? untuk apa kau disini ?”
“seharus’na aku yg bertanya padamu. Di sini dingin noona, nanti kau sakit”
“aku butuh sendirian, kumohon tinggalkan aku”
“tapi tidak di sini soo-ya” kata jeun hye.
“disini bisa membuat pikiranku tenang. Kalian tidak usah mengkhawatirkanku”
“kau yakin eonni ?” Tanya taehyun.
“ne aku yakin, terima kasih sudah mengkhawatirkanku”
Mereka keluar dari kamarku.
Memang ini yg kubutuhkan, sendiri’an.
Untuk memikirkan semua masalah, dan mencari jalan keluar’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Donghae POV

Kutatap layar handphone yg kedap kedip di depanku.
Kyuhyun, ryeowook, eun hyuk, leeteuk hyung, heechul hyung.
Mereka menelefonku berkali – kali.
Tetapi tidak ada yg kuangkat satupun.
Yoonie, mengapa kau tidak menelefonku ?
Kau masih marah atas kejadian tadi ?
Sungguh, aku hanya basa basi tadi. Tidak bermaksud lebih, seperti yg kau pikirkan.
Apa aku membantkmu terlalu keras ?
Ah jeongmal mianhae yoonie, aku terlalu terbawa emosi tadi.
Aku tidak bermaksud membentakmu atau apa.

Malam ini kuputuskan untuk tidur di mobil.
Tidak ada keinginan untuk pulang ke dorm.
Keadaan di dorm hanya membuatku tambah pusing.
Aku butuh ketenangan.
Dan hingga kuputuskan untuk tidur di mobil malam ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV

Badanku lemas sekali, dan aku baru tidur sekitar 3 jam saja.
Aku ambil handphone yg ada tepat di sampingku.
Tidak ada telefon atau smspun dari seseorang yg kutunggu tunggu.
Apa dia masih marah denganku ?
Tidak biasa’na dia marah denganku lewat dari 24 jam.

“yoonie ! aku sudah sabar dengan semua tuduhanmu selama ini, aku coba mengerti. Jika kau menginginkan hal itu akan kulakukan !”
Kata kata itu, terus berada di pikiranku.
Kata kata yg sangat ku takuti, jika ia benar benar melakukan’na.
Kepalaku mulai pusing.
Aishh, aku masih harus ke kampus untuk menerima pelajaran dari dosen kim.
Aku beranjak meninggalkan kasurku untuk keluar kamar.
Keadaan apartemen ini masih sangat sepi, tae-ya dan hyenie pasti sedang tidur.
Ku buatkan saja mereka sarapan, salah satu dari mereka tidak ada yg bisa masak.
Belum lagi si evil itu, yg akan datang kesini untuk minta makanan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Donghae POV

Kukeluarkan handphone yg ada di saku celana.
13 new message.
Kubuka cepat cepat, ke 13 pesan itu.
Aku menghela nafas panjang.
Dari 13 pesan itu, tidak ada satupun yg berasal dari yoonie.
Kumasukan lagi handphoneku kedalam saku celanaku.
Apa aku harus mampir sebentar ke lantai 13 untuk melihat’na ?

Ku ulurkan tanganku untuk menekan tombol 13.
Tapi sedetik kemudian, ku tarik lagi tanganku.
Aku sangat ragu untuk pergi kesana.

Aku berjalan menuju dorm, dan terdengar suara rebut.
Hah, kenapa dorm ini selalu ramai seperti ini.
Akan tenang, jika para member sedang tidak ada.
Kututup pintu dengan keras, membuat para member yg sedang memeluk leeteuk hyung menatapku.

“donghae ! Couple ikanku yg paling ku cintai !” pekik eun hyuk sambil menghampiriku dan memelukku.
Aishh, berlebihan sekali monyet ini.
“yak monyet lepaskan aku” ucapku sambil mendorong’na.
“kau habis dari mana hae ?” tanya leeteuk hyung.
“aku habis menenangkan diri hyung” jawabku yg langsung berjalan masuk ke kamar.
“donghae, kita akan berlibur kepantai. Kau mau ikut ?” tanya leeteuk hyung lagi dengan semangat.
“ani, aku lelah hyung. Ingin istirahat dulu”
Aku langsung masuk kekamarku, merebahkan tubuh di atas kasurku dan memejamkan mata.
Untuk apa aku pergi berlibur, disaat suasana hatiku sedang seperti ini.

Ku dengar suara pintu dibuka, tapi aku masih memejamkan mataku.
“hae kau ikut saja. Ajak soo-ya, di sana kalian bisa menyelesaikan masalah kalian” usul leeteuk hyung.
“ani hyung, kalian pergi saja. Aku ingin tidur, semalaman aku tidak tidur” jawabku
“semalam kau dimana ?”
“aku tidur di mobil hyung, di dekat di sungai han”
“kau sudah berbicara dengan soo-ya ? Ku dengar seharian kemarin dia belum makan hae”
“mwo ?”
Kurubah posisi’na menjadi duduk, dan menatap leeteuk hyung tidak percaya.
“kami sudah membujuk’na hae, tapi dia tetap tidak mau makan. Seperti’na dia baru akan makan jika kau yg membujuk’na”
“ne arraso, aku akan membujuk’na”
Aku beranjak dari tempat tidur’na.
“hyung, kau mau kemana ?” tanya ryeowook.
“aku ingin bertemu yoonie” jawab singkatku yg langsung keluar dorm.

Ting tong.
Ku pencet bel pintu apartemen taehyun.
“yoonie ada ?” tanyaku saat jeun hye membuka pintu.
“soo-ya sudah berangkat kekampus dari pagi tadi oppa”
“apa dia sudah sarapan pagi ini ?”
“belum, dari kemarin dia belum makan. Padahal pagi tadi dia sudah membuat sarapan untuk kami.”
“aishh, bagaimana jika maag’na kambuh. Ya sudah, aku akan menyusul’na kekampus”

pergi ke kampus, dengan keadaan seperti itu ?
Aigoo, yoonie. Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu nanti ?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

jam menunjukan mobilku menunjukan angka 11:00 malam.
Sudah hampir seharian aku menunggu’na di sini.
Kampus’na juga sudah sepi sekali.
Apa terjadi sesuatu dengan’na ?
Ku putuskan untuk keluar mobil, dan duduk di cap mobilku.
Mengapa lama sekali ?
Sebaik’na aku masuk kedalam.
Setelah kurang lebih 5 langkah berjalan, aku melihat seorang yeoja yg sangat kukenal keluar dari dalam.
Dengan terburu buru aku masuk kedalam mobilku lagi.
Entah mengapa, ada perasaan canggung untuk memanggil’na.

Ku amati sosok yeojaku itu.
Samar samar kulihat wajah’na yg pucat.
Dan dia berjalan dengan langkah yg lemas.
Yak, lee donghae !
Cepat panggil dia, seperti’na dia sedang sakit.
Ku nyalakan mobilku untuk mengejar’na.
Tapi terlambat, yoonie sudah masuk ke dalam bus.

Ku ikuti bus itu dari belakang.
Takut terjadi sesuatu pada yeojaku, karena ini sudah larut malam.
Dan keadaan di dalam buspun tidak begitu ramai.
Bus itu berhenti di halte tempat biasa yoonie turun untuk pulang ke apartemen.
Kuperhatikan baik baik bus itu.
Tapi mengapa tidak ada seorangpun yg turun ?
Kemana yoonie ?

Bus itu mulai berjalan, dan yoonieku masih ada di dalam.
Ku injak gas mobil untuk mempercepat lajuku.
Kudahului bus itu , lalu aku banting setirku ke kanan untuk menghentikan bus itu.

Tttiiiinnnnn.
Terdengar suara klakson bus itu saat mobilku berhenti tepat di depan’na.
“yak anak muda ! Apa kau sudah gila ?” teriak supir bus itu.
“mianhamnida ahjusshi, jeongmal mianhamnida. Aku ingin mengecek apakah kekasihkuu ada di dalam” kataku sambil membungkukan badan.
“ya sudah silakan, tapi jangan lama lama”
“gamshamnida ahjusshi” kataku sambil membungkuk.

Kumasuki bus itu, dan mulai mencari dimana yoonieku.
Itu dia, yeoja ikanku yg sedang tertidur di jok belakang bus.
Dengan berlari kuhampiri diri’na.
“yoonie”
dia tidak membuka mata’na.
Ku pegang tangan’na.
Omona ! Kenapa tangan’na panas sekali.
Ku ulurkan tanganku untuk memegang dahi’na.
Dia deman, ya dia sedang demam.
Ku gendong tubuh’na untuk membawa’na ke mobilku.
“dia kekasihmu ?” tanya supir bus itu.
“ne ahjusshi”
“seperti’na dia dalam keadaan kurang sehat. Saat naik bus ini jalan’na agak sempoyongan”
“jinjja ? Kalau begitu akan kubawa dia pulang. Gamshamnida ahjusshi”

kuletakan yoonie di bangku sebelah pengemudi.
Mianhae yoonie, gara garaku kau jadi sakit seperti ini.
Jeongmal mianhae.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

soo yoon POV

aku terbangun karena merasakan tenggorokanku kering.
Kubuka kedua mataku, untuk melihat sekeliling.
Aku sedang ada dikamarku ?
Siapa yg membawa aku untuk pulang ?
Seingatku, aku sedang berada didalam bus semalam.
Kulihat ada sesorang di sampingku yg sedang tertidur.
Donghae oppa ?
Jadi ikan badutku yg membawaku pulang ?
Senyum mengembang di bibirku.
Ikan badutku ini sudah tidak marah denganku lagi.
Kubelai lembut pipi’na dan ku tatap dalam dalam ikan badutku ini.
Ah benar benar tampan ikan badutku ini.

Karena tidak ingin membangunkan’na.
Aku beranjak dari kasur pelan pelan agar ia tidak terbangun.
Aku berjalan menuju dapur untuk minum.
Saat aku akan mengambil gelas, tiba tiba kurasakan sakit yg luar biasa di perutku.
“aarghhh” erangku.
“perutku sakit sekali” kataku sambil mengigit bibir bawahku untuk menahan sakit..
“arghhh” teriakku kembali.
“soo yoon-sshi !” panggil seseorang yg membuatku mendongkan kepala.
“gwenchana ?” Tanya Kristal.
“Kristal-sshi, perutku sakit sekali”
“biarku panggilkan donghae oppa”
Kulijhat dia berlari meninggalkanku

donghae POV

“oppa irrona”
sebuah suara mebuatku bangun dari tidurku.
Kubuka kedua mataku untuk menatao siapa orang yg memanggilku.
“waeyo Kristal ?” Tanyaku sambil mengucek mata kananku.
“soo yoon-sshi” kata’na yg membuatku menengok ke arah sampingku.
Kosong ? Kemana yoonieku ?
“ada apa dengan’na ?” tanyaku
“dia ada di dapur oppa”
aku segera berlari menuju dapur .
Kulihat yoonie sedang duduk di lantai dapur sambil memegang perut’na.
“yoonie, kau kenapa ?”
“perutku sakit sekali oppa, seperti’na maagku kambuh lagi” jawab soo yoon.
tanpa basa basi, ku gendong tubuh’na.
“kristal-ya tolong ambilkan kunci mobilku di kamar soo yoon”
“ne” jawab’na sambil berlari kekamar.

Kubuka pintu apartemen, dan aku langsung berlari kearah lift.
“opppaaa perutku” panggil’na saat berada di lift.
“tahan yoonie, aku akan membawamu kerumah sakit”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“jadi bagaimana keadaan’na dok ?” tanyaku setelah dokter yg memeriksa soo yoon keluar.
“maag’na kambuh, dan pasien sedang mengalami demam tinggi”
“tapi itu tidak berbahaya bagi’na kan dok ?”
“ani, saya akan memberikan resep obat, dan pasien harus beristirahat beberapa hari di sini”
“ne, gamshamnida” kataku sambil membungkuk beberapa kali.

“oppa, bagaimana kabar soo yoon-sshi ?” Tanya Kristal yg sedang menunggui soo yoon.
“maag’na kambuh dan dia sedang deman tinggi. Kristal-ya sebaik’na kau pulang saja. Biar aku yg menemani yoonie di sini”
“ani, aku juga ingin menunggui soo yoon-sshi”
“eonni !” teriak taehyun yg masuk kekamar soo yoon.
“jangan berisik tae-ya, ini rumah sakit” kyuhyun mengingatkan.
“bagaimana keadaan’na oppa ?” Tanya jeun hye.
“dia baik baik saja, tapi harus tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari” jawabku.

Kulihat soo yoon membuka kedua mata’na dan melihat sekeliling’na.
“oppa” panggil’na setelah melihatku.
“ne . aku di sini chagi”jawabku sambil mengengam tangan’na
“perutku masih sakit oppa”
“tahan yoonie, aku sudah menebus obatmu”
“Kristal-sshi” panggil soo yoon.
“nde ?”
“gamshamnida telah menolongku nanti.
“ne, cheonmaneyo soo yoon-sshi”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“oppa” panggil’na.
“kau sudah bangun yoonie ?”
“ne” jawab’na sambil merubah posisi menjadi duduk.
“oppa, maafkan aku”
“untuk ?”
“karena aku telah menuduhmu yg bukan bukan. Aku tau aku yg salah oppa. Maafkan aku” kata’na sambil menunduk.
Ku dengar dia mulai terisak pelan.
Ku tarik dagu’na untuk mensejajarkan wajah’na dengan wajahku.
“yoonie, lihatlah mataku. Apa dari mataku terlihat ada kebohongan saat aku mengatakan aku sangat mencintaimu soo yoon ?”
dia menatap mataku dalam dalam, dan akupun juga menatap mata’na.
Dia menggelengkan kepala’na perlahan.
Kuletakan dahiku di dahi’na, membuat hidungku bersentuhan dengan hidung’na.
“kumohon percayalah padaku yoonie. Jangan kau berkata aku akan meninggalkanmu. Tidak pernah terpikirkan sedetikpun olehku untuk meninggalkanmu dan kembali kepada jessica”
sebutir air mata jatuh di pipi merah’na, tangan kananku bergerak untuk menghapus’na.
“ulljiman” kataku pelan.
“maaf, maafkan aku oppa”
“ne yoonie, aku mengerti perasaanmu. Jangan menangis lagi, aku tidak suka melihatmu menangis”
yoonie menganggut perlahan.

Ku miringkan kepalaku, dan kudekatkan bibirku pada bibir’na.
Kulumat bibir’na secara lembut, dan ia membalas melumat bibirku.
Aku ingin ia merasakan ketulusanku lewat ciuman ini.
Ketulusanku mencintai yeoja biasa dihadapanku ini.
Ku hentikan lumatanku, “jeongmal saranghae yeoja ikanku” ucapku yg langsung melanjutkan lumatanku pada bibir yoonieku ini.
“nado ikan badutku” jawab’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Soo Yoon POV.

Sudah hari kedua aku berada di rumah sakit ini.
Dokter baru mengijinkanku pulang esok pagi..
“buka mulutmu chagi-ya” kata pangeran ikan badutku .
Ku buka mulutku, dan ia menyuapkanku jerul.
“jeruk ini manis bukan ?” tanya’na.
“ne oppa”
“itu karena aku yg menyuapimu, coba kalau si monyet hyuk jae. Rasa’na akan asam seperti wajah’na”
aku hanya bisa tertawa mendengar hinaan’na pada couple’na itu.
“noona” panggil ryushin.
“waeyo ryushin ?”
“nonna, ku mohon terimalah Kristal sebagai yeojachinguku. Aku mencintai’na noona”
“kau pikir setelah dia menolongku waktu itu, aku akan menerima’na ?” kataku dengan sinis.
“noona…”
“aku tidak akan pernah menerima’na” jawabku dengan lantang.
“yoonie” panggil donghae oppa.
Kulihat dia berlutut, dan menatapku dalam dalam.
“kumohon, terimalah dia noona”
Kulihat Kristal berlutut juga di samping ryushin.
“jebal soo yoon-sshi” kata’na sambil terisak.

Ahahahahah.
Lucu sekali si evil ini.
Aku turun dari ranjangku, dan menghampiri’na.

“ahahahahah !” tawaku
“ya, yeoja ikan kenapa kau tertawa” tanya’na binggung.
“kau kena ku kerjai ryushin !”
Ryushin berdiri dan menatapku tajam.
“aku sudah menerima Kristal dengan baik ryushin”
“mwo ?”
“jadi my princess fishy ku ini, sudah menerima hubungan kalian” jawab donghae oppa sambil merangkulku.
“tadi kau bilang kau tidak akan mensetujui hubunganku”
“aku hanya mengerjaimu. Kena kau evil ! ahahahahah !”
Donghae oppa juga ikut tertawa di sebelahku.
Kulihat ryushin mengeluarkan wajah kesal’na.
Rasakan apa yg kau sering lakuakn padaku ryushi.
“Kristal-ya, mianhae atas kelakuan ketusku selama ini padamu” kataku sambil memeluk Kristal.
“ne soo yoon-sshi”
“jangan memanggilku seperti itu, panggil aku eonni saja”
“jangan ! panggil dia yeoja ikan !” kata ryushin dengan sewot.

Pletak !
Ku mendaratkan jitakan di kepala’na.
“aishh ! yeoja ikan !”
“tadi kau bisa memanggilku noona”
“itu tadi, sekarang sudah tidak berlaku lagi”
“my lovely dongsaeng, mianhae atas kelakuan kekanak kanakanku ya”
ku membuka tangan’na lebar – lebar untuk memeluk’na.
Tiba tiba donghae oppa menarikku.
“yak, tidak boleh peluk peluk. Kau hanya boleh memelukku yoonie” kata’na sambil cemberut.
“ne oppa”
Kupeluk ikan badutku ini.

Kulihat ryushin menarik tangan Kristal untuk meninggalkanku.
“mau kemana ryu-ya ?” Tanya Kristal.
“keluar dari ruangan ini, aku sebal melihat mereka bermesra mesraan seperti itu”
“kau kan sekarang sudah mempunyai yeojachingu, praktekanlah apa yg kau lihat dari kami kepada yeojamu” kata donghae oppa.
Wajah’na semakin terlihat kesal, membuatku ingin tertawa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aishh, dimana ikan badut itu ?
Semenjak dia pamit tadi siang bersama ryushin, dia tidak datang lagi kesini.

naega jigeum neomu apa nega tteonan jigeumi nan neomu apa mwoga iri himdeunji maeil bam nan neol saenggakhae
harurado an hamyeon nae mami buranhan geol neon ani eum ani moreugetji ireon nal al riga eobtji
neodo gakkeum nae saenggagi nandamyeon geu ttae neon doraomyeon dwae

handphoneku berbunyi.
Pasti si ikan itu meneleponku.
“yeoboseyo”
‘yonnie, cepat buka tirai jendelamu’
“untuk apa ?”
‘cepat buka saja”

Aku berjalan mendekati jendela dan membuka tirai itu.
Kulihat kembang api yg sedang menyala membentuk tulisan.
“i ❤ u, yoonie”
Kudengar orang bermain gitar memainkan lagu kesukaanku.

kulihat donghae oppa bernyanyi dan menatapku lekat lekat.
Kulihat di belakang’na terdapat member lain yg sedang menyanyikan lagu kesukaanku.

Neol bomyeon (nan) useumman (nawa) sujubeun misokkajido Yeah
Nal boneun ne nunbicheun seulpeun geol hoksi ibyeoreul malharyeogo hani
Baby

Maeilgachi tto banbokdoel nae moseube neoneun geurido jichyeonneunji nal
Yongseohagenni?
Dasi hanbeon deo saenggakhae saenggakhaejullae ijeneun nochi anheulge

Neoreul ullin geon naega baboraseo
Neoreul bonaen geon naega bujokhaeseo neol
Jiuryeo haetdeon geureon nareul yongseohae jwo nal
Jebal dasi sumeul swil su itge

Neol bomyeon (nan) nunmuri (heulleo) nareul baboro mandeuneun neo
Hoksirado ne mam byeonhal ttae doraol gire naega seo isseulge Baby

Junbihaetdeon ne ibyeori naegeneun jigeum jugeul geot gachi apa sigani
Jinado
Ajik neoreul bonaegien bonaegieneun hae julge neomu manheunde Yeah

Neoreul ullin geon naega baboraseo
Neoreul bonaen geon naega bujokhaeseo neol
Jiuryeo haetdeon geureon nareul yongseohae jwo nal
Jebal dasi sumeul swil su itge

Rap
Eodiseobuteo yaegihalkka eonjebuteonga mworalkka sojunghamiran geol
Irheogatjanha (mal an haedo aljanha)
Geundeyo, geudaeyeo uri hamkkeyeotdeon ilbun ilchoga nunbusige areumdapdeon
Yeppeun misoga geuriwo ne mame kkok dakil
Nae seulpeun gidoga I bissogeul jina hoksi bol su isseulkka
Naega jigeum neomu apa nega tteonan jigeumi nan neomu apa mwoga iri
Himdeunji maeil bam nan neol saenggakhae
Harurado an hamyeon nae mami buranhan geol neon ani eum ani moreugetji
Ireon nal al riga eobtji
Neodo gakkeum nae saenggagi nandamyeon geu ttae neon doraomyeon dwae

Saranghandan mal neol hyanghae haneun mal
Bogo sipdan mal neol ango sipeun mal ojik han saram
Neoreul jikigo sipeo dasi (naege) dorawa jul neoreul wihae

setelah menyanyikan lagu, donghae oppa membawaku kesesuatu tempat dimana hanya ada kami berdua di tempat ini.
Dan sekarang dia sedang memelukku erat.
Aku sangat tau ikan badutku ini sangat suka memeluk.
“oppa”
“nde ?”
“tadi kau menyanyikan lagu ciptaanmukan ? Lagu itu untuk siapa oppa ?”
dia melepaskan pelukan’na.
“untuk seorang yeoja yg sangat kucintai”
“mwo ? Siapa yeoja itu ? Kau berselingkuh oppa ?” kataku sambil menjatuhkan pukulan di dada’na.
“aishh appo chagi-ya” ringgis’na.
“siapa yeoja itu ?”
“yeoja itu adalah kau yoonie”
“aku ?”
“aishh, otakmu penuh dengan ikan nemo. Maka’na kau berpikiran lambat seperti ini”
“yak !”

dia menarikku kedalam pelukan’na lagi.
“lagu itu kuciptakan untuk kau yoonie. Karena Y itu adalah inisial dari namamu Yoonie”
“mengapa harus Y ? Tidak S saja oppa ?”
“ani, kau ada Yoonieku. Jadi ku gunakan huruf Y untuk judul lagu itu”
senyumku bertambah lebar mendengar ucapan’na.
“gomawo oppa”
“mianhae, gara garaku kau sering menangis. Lagu itu adalah ungkapan hatiku untukmu yoonie”
kueratkan pelukanku pada’na, benar benar so sweet sekali ikan badutku ini.
“yoonie, ambilkan sesuatu di saku celanaku”
aku hendak melepas pelukan’na, tapi dia malah menarikku lagi dalam pelukan’na.
“oppa…”
“ambil dengan posisi seperti ini”
tanganku mulai bergerak mengambil sesuatu di saku belakang celana’na.
Aku merasakan benda berbentuk kotak di dalam saku itu.
Ku keluarkan kotak berwarna merah itu.
“ini apa oppa ?”
“buka saja”

aku membuka kotak itu.
Cincin ?
Di dalam kotak itu terdapat sepasang cincin dengan liontin berbentuk ikan dengan taburan berlian di tubuh ikan itu.
Donghae oppa melepaskan pelukan’na.
“ini untukku oppa ?”
“ne” jawab’na.
Dia mengambil 1 cincin itu lalu memakai’na di jari manis tangan kananku.
“bagus sekali oppa” kataku sambil mengankat tanganku dan kupandangin cincin itu.
“kau suka ?”
“tentu ! Kalau tidak aku sudah membuang’na oppa”
dia hanya terkekeh mendengar perkataanku.
“lalu cincin 1 lagi untuk siapa oppa ?”
“untuk jessica”
kupukul dada’na lagi setelah mendengar jawaban’na.
“ini untukku yoonie” jawab’na sambil mengelus dada’na.
“kalau begitu pakailah oppa”
“ya, masa aku pakai sendiri ? itu sangatlah tidak romantis yoonie”
“lalu ?”
“kau pakaikan aku” pinta’na dengan manja.
Kuambil cincin itu dan kupakaikan di jari manis tangan kanan’na.
“kau tau yoonie, cincin ini terdaat magnet”
“jinjja ?”
“ne, coba saja dekatkan tanganmu dengan tanganku”
Kudekatkan tanganku pada’na.
Seketika aku merasakan tanganku seperti di tarik oleh tangan’na.
Dan cincin itu saling menempel.

Donghae oppa menarikku kedalam pelukan’na lagi.
Tak perluku ragukan lagi cinta namjaku ini.
Aku sangat tau dia mencintaiku, sama seperti aku yg mencintai’na.
Mulai sekarang tidak ada lagi kata cemburu.
Say no to cemburu.

FIN ~

2 thoughts on “pliss, accept her noona *part 3 / end* *soohae version*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s