I Only Love You, Fishy {Part.3b/3-end}

I Only Love You, Fishy

Cast: Lee Donghae, Park Soo Yoon, Choi Minho

Support Cast: Super Junior, Shinee, Kim Taehyun, Cho Ryushin

annyeong ~

aku come back lg.

ff ini juga d pajang d http://choriccu.wordpress.com/

______________________________________________________________________________________________

Author POV

“Ada apa kamu meminta bertemu, Ryu-ya?” Sesuai dengan perjanjian mereka ditelpon kemarin, Ryushin dan Taemin bertemu di café yang biasa mereka datangi jika sedang hangout dengan teman-teman lainnya.

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu” Ujar Ryushin langsung pada pokok masalah. Jarang sekali Ryushin serius seperti ini. Taemin merasa jika masalah yang akan di bicarakan Ryushin bukanlah masalah sepele.

“Ige mwoya, Ryu-ya?” Tanya Taemin yang ikut jadi serius.

“Ini berhubungan dengan Minho hyung dan Soo Yoon noona”

“Ha? Memang ada apa dengan mereka berdua?” Taemin mengerutkan dahinya dan menatap Ryushin semakin intens karena penasaran.

“Pertama aku mau tanya padamu. Apa Minho hyung benar-benar berpacaran dengan Soo-ya noona?” Tanya Ryushin sambil menatap balik Taemin.

“Ha? Aniyo. Mereka hanya berteman”

“Jeongmal?” Ryushin agak sedikit terkejut dengan penuturan Taemin. Dia semakin mendekati dirinya kepada Taemin yang duduk di hadapannya.

“Nde. Hanya saja manager hyung meminta Soo-ya noona berpura-pura berpacaran dengan Minho hyung untuk meningkat popularitas Shinee dan Minho hyung sendiri” Jawab Taemin sambil menyendok ice cream vanilla pesanannya.

“Jeongmal? Sampai kapan? Kenapa sampai sebegitunya?” Ryushin sama sekali tidak peduli dengan ice cream cokelatnya yang sudah melumer sekarang. Rasa penasarannya yang besar mengalahkan napsu makannya yang biasanya sangat besar.

“Kurang lebih selama sebulan. Beginilah kehidupan seorang idola, Ryu-ya. Kadang kami di harus melakukan acting agar dapat bertahan di dunia entertainment yang kejam dan penuh persaingan ini” Jawab Taemin sambil menyeringai.

“Apakah ini tidak berlebihan? Bagaimana jika ternyata Soo-ya noona sudah memiliki namjachingu. Apakah manager kalian tidak memikiran masalah ini sampai kesana? Bagaimana jika mereka jadi renggang dan akhirnya putus karena berita berlebihan ini? Bukankah itu menyakiti mereka?” Ryushin mengalihkan pandangannya kepada pemandangan di luar café.

“Kenapa kau sangat peduli dengan masalah ini, Ryu-ya? Tumben sekali kamu mau memikirkan masalah seperti ini sampai sebegitunya. Apa kau mengenal Soo-ya noona? Atau jangan-jangan kau itu …” Taemin menghentikan kegiatan makan ice creamnya dan menatap Ryushin dengan tatapan curga.

“Haish~ aku memang mengenalnya. Tapi aku hanya menganggapnya seperti noonaku. Aku bukan namjachingunya. Tapi, Donghae hyung lah namjachingunya. Ani~ maksudku mantan namjachingunya. Mereka putus karena masalah ini dan hubungan mereka jadi merenggang sekarang. Ini sangat menyakitkan bagi mereka” Ryushin menundukkan kepalanya dan mengaduk-aduk ice creamnya yang hampir menjadi air.

“Mwo? Donghae hyung dari Super Junior kan? Mereka berpacaran? Mereka putus karena masalah ini?” Sekarang giliran Taemin yang penasaran dan mengacuhkan ice creamnya yang tinggal setengah.

“Nde … Dan aku sebagai orang yang dekat dengan mereka, tak bisa tinggal diam melihat hyung dan noonaku seperti ini. Mereka jadi seperti orang yang tidak saling kenal. Dan tak enak melihat mereka seperti sekarang ini” Ryushin memakan ice creamnya dengan tidak bernapsu dan kembali melihat keluar.

“Ottokhae? Aku tidak tahu kalau masalahnya ternyata serumit ini. Kita harus segera memberitahukan Minho hyung” Taemin memudurkan badannya dan ikut melihat keluar. Beberapa Shawol yang ada di luar café, menatap Taemin yang sedang menyamar dengan tatapan penasaran dan curiga. Mengerti akan arti tatapan itu, Taemin langsung membuang mukannya dan menoleh kearah dalam café.

“Hah~ aku nanti yang akan bilang padanya saat SM Town di Jepang”

“Kenapa tidak sekarang saja?”

“Aku rasa ini bukan waktu yang tepat”

“Waeyo?”

“Biarkan mereka mendinginkan kepala mereka dulu dari masalah mereka selama ini” Ujar Ryushin sambil memasukan sendokan terakhir ice creamnya.

“Kau ini lebih pantas jadi malaikat jodoh daripada jadi evil, Ryu-ya” Taemin menyeringai sambil menghabiskan ice creamnya.

“Hah? Maksudmu?” Ryushin menengadahkan kepalanya dan menatap Taemin bingung.

“Kamu kan yang membantu Kyuhyun hyung dan Taehyun berpacaran. Dan sekarang kau mau membantu Donghae hyung dan Soo-ya kembali bersatu. Kamu itu tidak mirip evil sebenarnya. Hahahaha …” Ujar Taemin sambil tertawa terbahak-bahak. Benar apa yang di katakana Taemin, Ryushin itu kadang lebih mirip Malaikat, bukannya evil. Hanya saja jika sifat jahilnya sudah keluar, tak ada yang bisa mengentikannya menjadi evil.

“Kau ini bisa saja, Min-ah” Ryushin menunduk malu. Dia itu tidak bisa di puji.

“Hahaha … Kalau kamu mengurusi masalah cinta orang terus, kapan kamu mengurusi masalah percintaanmu sendiri, Ryu-ya?” Celetuk Taemin. Ryushin yang sedang meminum orange juicenya, sedikit tersedak mendangar pertanyaan Taemin.

“Ha? Aku tidak memiliki masalah apapun dalam hal seperti ini, Min-ah. Aku ini kan banyak fansnya, bahkan lebih banyak darimu, jadi tanpa ku pikirkan, pasti banyak yeoja teman sekelas atau hoobaenim yang mau denganku. Hahahaha …” Ujar Ryushin dengan nada bangganya yang biasa dan menyeringai.

“Kau ini percaya diri sekali, ya. Salah aku memujimu dan bertanya padamu” Sesal Taemin.

“Jangan begitulah, Min-ah. Nanti aku kenalkan kau dengan salah satu fansku, kok”

“Ish~ dasar evil”

“Its me. Hahahaha …”

***

Soo Yoon berjalan memasuki gedung konser. Hari ini dia di suruh manager lee, untuk menonton konser Shinee. Banyak shawol yg melihatnya, lalu berbisik satu sama lain.

“eonni” panggil salah satu yeoja dari kerumanan para shawol.

“kalian memanggilku ?” Tanya Soo Yoon.

“ne, eonni. Bolehkah kami memanggil kau dengan sebutan eonni ?” tanya yeoja tersebut takut-takut.

“tentu saja boleh” jawab Soo Yoon sambil tersenyum ramah.

“aigoo, dia benar-benar ramah. Minho oppa cocok sekali dengannya” celetuk salah satu dari mereka.

“eonni, boleh kami berfoto denganmu ? kami ini termasuk pendukung MinSoo couple” tanya seorang yeoja lain dengan antusias sambil mengacungkan camera pollaroidnya.

“jinjja ? boleh saja kalian berfoto denganku” Mereka berdiri sejajar dengan Soo Yoon.

“han dul set, kimchi” teriak mereka berbarengan.

“sekali lagi eonni” Soo Yoon mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban.

“han dul set, kimchi”

“ah, Minho oppa !” teriak para shawol setelah melihat Minho berjalan.

“Soo-ya” panggilnya sambil mengecup pipi Soo Yoon.

“huwaaa !” teriak para shawol histeris melihat kejadian itu.

“aku sudah menunggumu dari tadi, ayo kita masuk kedalam”

“ne” Minho berjalan sambil melingkarkan tangannya di pinggang Soo Yoon. Banyak shawol yang gembira melihat kemesraan mereka berdua.

‘andai Donghae oppa yg melakukan hal seperti ini saat kami masih berpacaran dulu, pasti aku akan menjadi yeoja paling bahagia d dunia ini’ pikir Soo Yoon sambil menundukkan kepalanya agar tak di lihat Minho kalau dia sedang sedih memirkan Donghae.

“Soo-ya, kau kenapa ? Tanya Minho yang melihat Soo Yoon menundukkan kepalanya dan terlihat tidak semangat.

“ani, aku tidak apa-apa” Jawab Soo Yoon sambil mengangkat kepalanya dan tersenyum semanis mungkin kepada Minho.

***

Konserpun segera di mulai. Seperti perintah manager lee, Soo Yoon duduk di barisan depan.

Kejadian ini, mengingatkannya pada saat duduk di barisan paling depan bersama dengan Ryushin dan Taehyun saat menonton konser Super Junior.

Dimana Soo Yoon terus memandangi namjachingunya yang sedang performe.

“oppa, noumu bogoshippo” ucapnya dengan sangat pelan. Dia sangat merindukan kejadian itu. Soo Yoon menghela napas, dan berusaha kembali tersenyum lebar. Karena dia sangat tau, jutaan mata *lebay* pasti sedang mengawasi gerak-geriknya.

***

‘Park Soo Yoon hadir d konser Shinee, dan dia tampak antusias menonton konser itu. Belum lagi Choi Minho yang mempersembahkan penampilan solonya hanya untuk Soo Yoon’

Donghae menggenggam erat majalah yang ada di tangannya. Tulisan di cover majalah tersebut, membuat hatinya begitu panas.

“aargghh !” teriaknya sambil melempar majalah itu. Dia memejamkan matanya, mencoba meredam emosinya. Seperti inilah keadaannya, setelah membaca berita tentang Soo Yoon dan Minho. Donghae tahu, dia bukan siapa-siapa lagi untuk Soo Yoon. Dia tidak berhak untuk marah. Tapi hatinya berkata lain, dia sangat tidak suka mantan yang masih sangat ia cintai itu bersama namja lain. Terlebih lagi namja itu, adalah orang yang sudah dia anggap sebagai dongsaeng sendiri.

“kau harus bisa melupakannya Donghae-ah, dia sudah bahagia bersama namja lain” gumamnya. Donghae berdiri dari tempat tidurnya, dan menghampiri akuarium yang berisikan ikan-ikan pemberian Soo Yoon dan anak-anaknya.

“apa yang harus appa lakukan ? appa begitu merindukan eomma kalian. tapi eomma tidak mungkin memiliki perasaan yang sama denganku” katanya pada akuarium yang berisi 7 ekor ikan nemo itu.

“Donghae, oppa …”

“Hai Donghae, oppa. Mian menganggumu. Perkenalkan Joneun Park Soo Yoon imnida, bangapseunida. Aku ELFishy dan aku ingin memberikanmu hadiah ini”

“Untukku?” Tanya Donghae tidak percaya.

“Nde … Hehehe …”

“Kenapa kau memberiku ini?”

“Hanya ingin memberimu ini saja. Soalnya aku ingin memberimu hadiah yang unik, jadi aku kepikiran untuk memberimu ini. Hehehehe … Kalau begitu aku pergi dulu, ya. Annyeong Donghae oppa, Eunhyuk oppa” Donghae kembali mengingat perjumpaanya pertama kali dengan Soo Yoon yang aneh dan unik. Dan Soo Yoon lah yang dapat menyembuhkan luka hatinya dulu, karena kecewa tidak berhasil mendapatkan yeoja yang di cintainya dan yeoja yang merupakan Taehyu itu sudah di miliki Kyuhyun terlebih dahulu. Tapi kali ini, dia malah mengalami luka kembali dan Soo Yoon lah yang menorehkannya sekarang. Entah siapa lagi yang dapat menyembuhkan lukanya yang lebih parah sekarang.

“dan kalian tau, sampai detik ini aku masih begitu mencintanya. hingga aku tidak dapat membencinya atas apa yang dia lakukan padaku sekarang” Donghae tersenyum getir melihat akuarium yang berisikan ikan-ikan kesayangannya itu.

“Hae-ah !” panggil Eun Hyuk saat memasuki kamar Donghae.

“waeyo ?” tanya Donghae malas sambil tetap menatap ikan-ikannya.

“waeyo kau bilang ? yak ! lihat sekarang jam berapa, kita ada jadwal latihan untuk persiapan SM town Japan, ikan !” ujar Eun hyuk kesal karena melihat tingkah chingunya.

“tidak usah berlebihan seperti itu monkey ! aku juga tau” ujar Donghae santai dan masih tetap melihat akuarim.

“lalu untuk apa kau memandang anak-anakmu itu, hah ?” Tanya Eun Hyuk sewot sambil menunjuk akuarium itu.

“aku hanya ingin memberikan mereka makan” jawab Donghae asal.

“jinjja ? bukan karena kau merindukan eomma mereka ?” Donghae menatap tajam chingunya itu, dan yang di tatap menjadi takut.

“eng… aku lupa, aku di panggil Teukie hyung tadi” kata Eun Hyuk yang ketakutan sambil berjalan mundur. Eun Hyuk pun keluar kamar Donghae ketakutan.

“cih, namja penakut” Donghae berdecih melihat kelakuan chingunya yang penakut itu.

#Cekelekk …

“Hae-ah, jangan lupa 15 menit lagi kita harus pergi latihan” ucap Eun Hyuk yang menimbulkan kepalanya di pintu kamar.

“kau cerewet sekali Lee Hyuk Jae !” teriak Donghae kesal sambil melemparkan bantal.

#Brakkk …

Eun Hyuk menutup pintu dengan cepat, sehingga bantal itu hanya membentur pintu kamar.

***

Donghae POV

Aku berjalan dengan langkah gontai. Lagi-lagi aku harus menjalankan latihan untuk persiapan SM Town Jepang nanti. Aku benar-benar begitu bosan dengan rutinitasku sekarang ini.

Aku butuh istirahat yang panjang untuk menenangkan pikiran, hati, serta fisikku. Dulu, ketika masih ada sosok yeoja itu, ku jalanin semua rutinitas dengan semangat dan penuh senyuman.

Tapi sekarang dia tidak sudah tidak ada lagi di sampingku, membuatku merasa tidak bergairah menjalani hidup ini.

Aishhh ! lagi-lagi … kau memikirkannya lagi Lee Donghae.

Ingatlah, dia sudah memiliki penggantimu. Kau tidak pantas memikirkannya lagi.

Kau harus belajar agar tidak bergantung dengannya lagi.

Drrtttt Drrttt Drrttt …

Kurasakan handphoneku bergetar di saku celanaku.

Taehyun ?

Untuk apa dia meneleponku ? Untuk mencari si evil itu ?

“yeoboseyo”

‘oppa !’ teriaknya. Aigoo, yeoja ini benar-benar suka sekali berteriak.

“waeyo ? kau mencari Kyuhyun ? mengapa tidak langsung menelepon ke handphonenya ?”

‘bukan itu oppa ikan ! eonni oppa, eonni’ katanya dengan panik.

Soo yoon, ada apa dengan yeoja itu ?

Dari nada bicara Taehyun, pasti telah terjadi hal yang buruk dengannya.

“ada apa dengannya ?” tanyaku dengan nada meninggi.

‘tadi, eonni mengalami kecelakaan oppa. Sekarang dia ada di rumah sakit’

“mwo ? kecelakaan ?” teriakku yang membuat semua member menoleh kearah ku.

‘ne, oppa’

“bagaimana bisa ? lalu bagaimana keadaannya ? apa dia baik-baik saja ? dia di rawat di rumah sakit mana ?” tanyaku pada Taehyun bertubi-tubi.

‘kurasa oppa sebaiknya kesini saja. Aku tidak bisa menjelaskannya. Dia dirawat di rumah sakit Kwanghee’

Ku dengar dia menagis, membuatku semakin panik saja.

“baiklah, aku akan kesana ?”

Aku segera berlari keluar dari ruang latihan.

“hyung, siapa yang kecelakaan ?” Seru Kyuhyun bertanya padaku yang hampir mencapai pintu ruang latihan.

“Soo Yoon, dia kecelakaan !” Seruku tanpa menghentikan lariku. Aku berlari keluar, menekan tombol lift berkali-kali seperti orang gila.

Aisshhh ! kenapa lift ini lama sekali ?

Kuputuskan untuk turun melalui tangga darurat.

‘Kumohon Tuhan, jangan ambil dia sekarang

Aku… aku akan mencoba melepaskannya untuk bahagia dengan orang lain walau aku tau itu sangat sulit bagiku. Tapi jangan ambil dia, selamanya Tuhan’

Aku masih ingin melihatnya tersenyum, walau senyuman itu bukan untukku lagi.

***

Hanya dengan waktu 10 menit aku tiba di rumah sakit Kwanghee. Rumah sakit yang dulu pernah merawat Kyuhyun saat dia kecelakaan pada tahun 2007 dan kami hampir kehilangannya. Entah mengapa aku merasa Soo Yoon tak akan meninggalkanku seperti Kyuhyun yang berhasil kembali kepada kami dulu.

Aku menyetir mobil benar-benar seperti orang gila. Hampir saja tadi aku menabrak pejalan kaki yang sedang menyeberang, untuk saja kaki ku dengan cepat menginjak rem. Sehingga hal buruk itu tidak terjadi.

“suster ! dimana ruang Park Soo Yoon di rawat ?” teriakku pada seorang suster.

Suster itu terkejut setelah melihat wajahku, pasti dia menyadari siapa aku. Karena aku sedang tidak memakai kacamata hitam dan maskerku.

“anda… Donghae super ju…”

“cepat jawab pertanyaanku ! dimana ruang pasien bernama Park Soo Yoon !” bentakku.

Aku tidak peduli imageku sebagai idol yang ramah hilang karena aku membentak seseorang di muka umum seperti ini. Yang aku peduli, sekarang adalah aku harus bertemu dengan Soo Yoon dan memastikan bahwa yeoja itu baik-baik saja.

“dia… dia ada d kamar no 231” Setelah mendengar dimana kamarnya, aku langsung berlari meninggalkan suster itu.

Itu dia kamar no 231. Saat aku memegang knop pintu, dan hendak membukanya.

Tapi niatku itu kuurungkan setelah melihat pemandangan yang menyakitkan di dalam melalui jendela di pintu itu. Kulihat Minho sedang mengacak rambutnya mesra, serta menyuapi Soo Yoon buah-buahan.

Noneun pabo, Lee Donghae, jeongmal paboya !

Kau mengkhawatirkan seseorang yang jelas-jelas sudah mempunyai namjachingu yang akan selalu menjaganya.

Kuangkat tanganku yang menempel pada knop pintu. Dia… dia tidak membutuhkanmu lagi Lee Donghae ! sudah ada Choi Minho di sampingnya ! Sadar lah, kau harus melepasnya.

Aku ku tinggalkan ruangan itu dengan langkah gontai.

Sakit… hatiku benar-benar sakit melihatnya. Tapi aku akan mencoba untuk bahagia, karena dia juga bahagia sekarang ini. Walaupun dia bukan bahagia karenaku.

***

Author POV

Selama 3 hari Soo Yoon menginap di rumah sakit. Hari ini, dia sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Kecelakaan 3 hari yang lalu, membuat kaki kanannya sedikit retak. Dan dia di haruskan untuk memakai tongkat untuk membantunya berjalan.

“makanya Soo-ya, jika sedang berjalan jangan melamuniku. Jadi kau tidak sadar ada mobil, dan membuatmu seperti ini. Sudah bagus, kakimu hanya retak seperti itu. bagaimana jika kau koma dan tidak sadarkan diri selama berbulan-bulan” ujar Ryushin.

“yak pabo ! mengapa kau mengatai eonni seperti itu ? perkataan kau sama saja menyumpahi eonni. Dan bisa tidak kau memanggilnya noona? NOONA !” sungut Taehyun.

“apa kau bilang ? melamunimu ? kau pikir aku sudah gila melamuni evil sepertimu, hah ? dan benar apa kata Tae-ya. Panggil aku noona, pabo. Sopan sekali kau memanggil namaku” tambah Soo Yoon.

“Shireo. Aku tidak mau memanggilmu noona. Rasanya aneh sekali” ujar Ryushin sambil menampilkan ekspresi aneh.

“Aish~ Neooo …” Soo Yoon mendengus kesal mendengar ucapan Ryushin.

“aigoo, aku tau. Kau pasti melamuni si ikan itu” goda Ryushin.

“oh ya, berbicara tentang Donghae oppa, 3 hari yang lalu dia datang menjengukmu kan eon ?” tanya Taehyun.

“menjengukku ? selama 3 hari ini, dia tidak pernah datang menjengukku”

“jinjja ? padahal saat mengetaui kau kecelakaan Donghae hyung langsung pergi ke rumah sakit ” ujar Ryushin. Soo Yoon merasa bingung dengan semua ini. Jika Donghae memang khawatir, kenapa Donghae tidak menjenguknya. Jika benar kata Ryushin, Donghae langsung kesini, kenapa Donghae tidak mendatangi kamarnya. Dan jika memang Donghae mengkhawatirkannya, bolehkah ia sedikit berharap kalau Donghae masi mencintainya?

“Donghae oppa sama sekali tidak datang”

‘aneh, Donghae oppa benar-benar tidak mengunjungiku selama aku berada di rumah sakit. Tapi mengapa mereka bilang bahwa ia menjengukku ? apa Donghae oppa datang saat aku sedang tertidur ?’ pikir Soo Yoon dalam hati.

“sudah selesaikh ? ayo cepaat kita pulang” Tanya Kyuhyun yang berdiri sambil menyandarkan dirinya di pintu.

“Kyuhyun oppa, kau juga menjemputku ?”

“tentu saja. Kalau bukan aku yang menjemputmu, kau akan pulang naik bus Soo-ya. Kau tau, dia dan dia tidak bisa menyetir mobil” kata Kyuhyun yang melangkah masuk kedalam sambil menunjuk Taehyun dan menoyor kepala Ryushin. –memang Kyupa bisa nyetir? Sejak kapan?-

“cih sombong sekali kau hyung ! jika aku sudah bisa menyetir, aku akan menantangmu untuk balapan mobil” ujar Ryushin kesal sambil melipat kedua tanangannya di depan dada dan melirik Kyuhyun.

“silahkan saja, pasti aku yang akan menang” balas Kyuhyun sambil memeletkan lidahnya.

“aishh, kenapa jadi ribut ? sudah eonni tinggalkan mereka berdua saja” kata Taehyun sambil membantu Soo Yoon berjalan.

Mereka berempatpun berjalan menuju tempat parkir.

“aku mau duduk di depan” teriak Taehyun yang langsung membuka pintu depan mobil Kyuhyun.

“yak ! tidak bisa ! aku yang duduk di depan” teriak Ryushin yang tidak mau kalah dan sedikit mendorong tubuh Taehyun kesamping dan mengambil alih knop pintu mobil Kyuhyun.

“ck, aku ! kau mengalah-lah dengan yeoja !” ujar Taehyun kesal dan balik mendorong Ryushin.

“shireo !” Ryuhsin tetap tidak mau kalah. Dan terjadilah adegan tarik menarik dan dorong mendorong di antara mereka. Soo Yoon hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya.

“aishh, mengapa jadi bertengkar seperti anak kecil ! sudahlah Ryushin, kau duduk di belakang saja” ucap kyuhyun.

“mengapa harus aku yang duduk di belakang, Cho Kyuhyun ? aku kan dongsaengmu, mengapa pilih kasih seperti itu” Ryushin merengut kesal sambil menatap Kyuhyun dan Taehyun kesal. Taehyun yang merasa menang, memeletkan lidahnya untuk meledek Ryushin.

“aku lebih cinta dengan yeojachinguku, dari pada dongsaeng yang kurang ajar sepertimu !” ujar Kyuhyun tajam.

“aku juga kurang ajar karena menirumu” ujar Ryushin sambil menatap dingi Kyuhyun.

“mwo ? neo…” Kyuhyun sudah bersiap akan menghampiri Ryushin dan mencekiknya.

“kalian mau pulang atau tidak ? jika masih ingin bertengkar, aku akan pulang naik taksi saja” kata Soo Yoon karena kesal melihat kelakuan duo evil itu.

Kyuhyun dan Ryushin pun saling melempar death glare. Mereka berdua berdecak, lalu masuk kedalam mobil. Sepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Setelah sampai di apatermen, Taehyun membantu Soo Yoon untuk berjalan.

“gomawo oppa, sudah mengantarku pulang” ucap Soo Yoon saat sudah tiba di depan apartemen Soo Yoon dan Taehyun.

“kau tidak kau ucapkan terima kasih padaku, Soo-ya ?” Tanya Ryushin.

“kurasa tidak perlu berterima kasih kepada orang yang bahkan tidak mau memanggilku noona. Sopan sekali, ya. Hahahaha ….” jawab Soo Yoon sambil tertawa.

“aishh” Ryushin meninggalkan mereka bertiga, dan berjalan menuju apartemennya.

#Brak … Ryushin menutup kencang pintu apartemennya dan membuat mereka bertiga geleng-geleng kepala.

“sensitive sekali dia” kata Taehyun sambil menatap pintu apartement Ryushin.

“lagi PMS kali” ujar Soo Yoon asal dan di tanggapi Kyuhyun dan Taehyun dengan tertawa keras.

“Huahahahahahahahaha ….”

“ya sudah, aku turun kebawah dulu. Aku ingin melanjutkan gameku dulu” Kyuhyun meninggalkan Soo Yoon dan Taehyun yang masih tertawa bahagia sehabis meledek Ryushin.

“ck, dia mau berkencan dengan yeojachingunya” Taehyun mendengus kesal.

“memangnya kau bukan yeojachingunya, Tae-ya ?”

“aku hanya selingkuhannya saja eon” Taehyun masuk kedalam sambil mendengus kesal, Soo Yoon hanya tersenyum melihat kelakuan dongsaengnya itu lalu mengikutinya masuk kedalam.

***

Soo yoon POV

Aishh kemana handphoneku. Kukeluarkan isi tasku, sampai aku terbalikan tas itu.

Tapi aku tetap tidak menemukan dimana handphoneku berada.

“ah, pasti tertinggal di mobil Kyuhyun oppa !” Dengan susah payah kuambil tongkatku dan berusaha berjalan keluar.

Sesungguhnya aku belum terbiasa menggunakan tongkat ini. Tapi kata dokter aku harus menggunakannya sampai seminggu.

Aku berjalan dengan bantuan tongkat itu. Kaki kiriku pegal sekali, karena ku pakai untuk menopang tubuhku.

Ah~ aku harus biasa memakainya, jadi tidak perlu meminta bantuan pada Taehyun.

Akupun keluar apartemen dengan perlahan. Dengan tenaga dan jerih payah *lebey lagi*, akhirnya aku sampai di depan dorm SuJu lantai 11.

‘Aishh, apa aku harus memencet bel atau langsung menekan kode password ?’

Lebih baik ku pencet bel saja.

Ting tong ting tong.

Aku menunggu sekitar 2 menit, tapi belum juga ada yang membukakan. Apa mereka sedang tidak ada di dorm ?

Coba ku pencet sekali lagi.

Ting tong ting tong.

Cekelekk.

Kudengar suara pintu terbuka.

“an… annyeong oppa” sapaku terbata-bata. Donghae oppa yang membukakan pintu untukku. Jika sedang tidak ada kegiatan seperti ini, para penghuni lantai 12 seperti Leeteuk oppa, Heechul oppa, Donghae oppa, dan Shindong oppa –shindong kurang yakin- berada di lantai 11 dn berkumpul bersama yang lainnya.

Aku tidak tahu kenapa, sejak kejadian itu aku dan dia menjadi canggung seperti ini.

Dia memerhatikanku dengan tatapan sendu, lalu memperhatikan kaki kananku yang terbalut perban dari telapak kaki hingga lutut.

“bisakah aku masuk oppa ?” tanyaku yg membuat dia mengalihkan pandangannya dari kaki kananku.

“ne” Dia membuka pintu dengan lebar, agar aku bisa masuk kedalam.

Sampai sekarang, aku masti penasaran apa benar dia datang ke rumah sakit seperti yang di katakan Taehyun dan Ryushin.

“oppa” panggilku pelan.

“nde ?” dia menjawab dengan nada dingin. Aku jadi sangsi dia benar-benar menjengkku.

“apa benar kau datang ke menjengukku, saat aku berada di rumah sakit ?”

Dia tanpa terkejut mendengar pertanyaanku.

Apa benar dia menjengukku ?

Tapi jika benar, mengapa aku tidak melihatnya ?

Donghae POV

Ku dengar pintu bel di tekan berkali-kali.

Siapa yg datang sekarang ? Kepalaku sedang pusing sekarang, aku butuh istirahat.

Cekeleekk … Ku buka pintu.

Aigoo, ternyata Soo Yoon yang datang.

“an… annyeong oppa” sapanya degan suara terbata-bata. Aku merindukan dia memanggilku oppa dengan manja.

Ku tatap dia lekat-lekat, dan aku terkejut melihatnya memakai tongkat serta kakinya di perban.

‘Apa kakinya patah akibat kecelakaan itu ?’

“bisakah aku masuk oppa ?” tanyanya yang membuatku melihat wajahnya lagi.

Ku buka pintu dengan lebar, agar ia bisa masuk. Dia berjalan agak pincang.

Ingin sekali aku meminjamkan lenganku, untuk membantunya berjalan.

Tapi… aku harus belajar untuk tidak memperdulikannya.

“oppa” panggilnya dengan suara pelan.

“nde ?” balasku dengan suara yang ku usahakan sedatar mungkin

“apa benar kau datang ke menjengukku, saat aku berada d rumah sakit ?” tanyanya pelan sambil menatapku takut-takut.

Deg.

Aku terkejut dengan pertanyaannya itu.

Bagaimana ia bisa tau bahwa aku menjenguknya ?

Apa dia melihatku, saat aku berdiri di depan pintu kamarnya ?

“tadinya aku akan menjengukmu. Tap ku urungkan niatku, karena ada urusan penting” jawabku asal.

Wajahnya berubah menjadi kecewa .

Mangapa seperti itu Soo Yoon ? Apa kau ingin aku menjengukmu, di saat sudah ada Minho di sana.

“oh. Eng… dimana kyuhyun oppa ?” tanyanya tiba-tiba. Untuk apa dia menanyakan si evil magnae itu?

“dia sedang ada d kamarnya, melakukan pekerjaan rutinitasnya” jawabku sambil menunjuk kamar KyuMin dengan ibu jariku.

“oh kamsahamnida oppa” ujarnya sambil sedikit membungkukkan badannya. Formal sekali dia sekarang. Kenapa jadi kaku seperti ini?

Dia berjalan lagi dengan agak susah payah. Aku tak tega melihatnya berjalan seperti itu.

“biar ku panggilkan kyu, kau tunggu saja di sini” Aku berjalan menuju kamar KyuMin.

“aishhh !” teriak si evil magnae itu. Pasti dia habis mengalami kekalahan dalam bermain game.

“Kyuhyun-ah ! Soo Yoon mencarimu. Dia menunggumu di luar”

“mwo ? mencariku ? bukanya mencarimu hyung ?”

#Pletak

Ku pukul kepalanya, membuat dia meringgis sambil memegangi kepalanya.

“appo ikan !” protesnya.

“sudah cepat sana, temui dia” Magnae itu tersenyum evil menatapku.

“kau cemburu dia mencariku, bukan mencarimu hyung ?”

#Pletakk

Kupukul lagi kepalanya, kali ini lebih keras dari yang sebelumnya.

“yak hyung !” dia berteriak kesal kepadaku.

“cepat kau pergi keluar, dia sudah menunggumu” aku tidak mempedulikan teriakannya itu. toh~ kalau tenggorokannya sakit, dia ini yang rugi. Lead vocal kami kan banyak –salah satunya aku-

Aku mendorongnya keluar kamar. Karena penasaran, akupun mengikutinya keluar pura-pura mengerjakan sesuatu agar dapat mendengar percakapan mereka.

“ada apa mencariku ? kau merindukanku Soo-ya ? aigoo kau baru saja bertemu denganku tadi” ujar Kyuhyun narsis.

Aishh, magnae sialan ! Ingin sekali aku melemparnya dengan sandal rumahku ini. Berbicara sembarangan saja !

“ani ! untuk apa kau merindukan evil sepertimu. Aku sudah pusing dengan kelakuan dongsaengmu itu setiap hari yang kurang ajar seperti kau oppa !” Ku lihat Kyuhyun menyeringai.

“berarti gen evil d keluargaku sangat kuat kan ?” tanyanya dengan bangga. Dasar evil pabo. Bisa-bisanya dia bangga dengan gen evilnya itu. apa sih yang di idamkan Cho ahjumma saat mengandung dirinya dan si the real evil magnae itu. ckckck ….

“kenapa bangga sekali menjadi evil. Ckckckck. Ah oppa ! handphoneku tertinggal di mobilmu. Bisakah kau memberikan kunci mobilmu padaku ?” Taehyun mengulurkan tangan kanannya meminta kunci mobil Kyuhyun. Jadi yang menjemput Soo Yoon pulang tadi itu Kyuhyun. Andai saja kami masih bersama, pasti aku yang menjemputnya tadi. Dan adegan ini pasti menjadi adeganku dan Soo Yoon. Bukan Kyuhyun dan Soo Yoon.

‘Aish~ aku ini memikirkan apa, sih???’

“kau ceroboh sekali yeoja ik…” kata Kyuhyun yang tiba-tiba terhenti karena menyadari sesuatu.

Dia menatapku, begitu juga Soo Yoon. Aku hanya membalas menatap dirinya dengan tatapan tajam.

“mianhae hyung” katanya sambil terkekeh.

Aku membuang muka, dan melanjutkan aktifitasku yang sedang bermain dengan ddadangkoma.

Kalau Yesung hyung tau aku memegang kura-kura kesayangannya, pasti dia akan memaki-makiku dengan suaranya yang serak-serak becek (?) itu.

“akan kuantar kau keparkiran mobil. Kau akan turun dengan kakimu yang pincang itu ? aishh, bisa-bisa besok hari kau baru sampai di parkiran” ledek Kyuhyun sambil terkekeh. Aish~ apa dia mau membuatku mati cemburu melihat kedekatan mereka. Kenapa dia itu suka sekali membuatku cemburu? Dulu dengan Taehyun, dan sekarang dengan Soo Yoon. Aku berharap Taehyun ada disini dan menyeret namja evilnya ini keneraka sana.

“yak oppa !” Soo Yoon protes sambil memukul lengan Kyuhyun pelan.

“jalan kau kan lambat seperti dadangkoma” ledek Kyuhyun lagi.

‘Argh~ tak sadarkah kalian kalau ada ikan patah hati disini? Peka sekali perasaan kalian’

“aishh ! berhenti mengodaku, atau kau akan merasakan tongkatku ini oppa” teriak Soo Yoon sambil mengangkat sedikit tongkatnya.

Aku melihat ekspresi wajahnya dari ekor mataku. Aku tersenyum melihat wajahnya, memang aku sangat suka melihat wajahnya saat diejek. Dia Nampak bertambah manis jika sedang kesal seperti itu.

“jangan marah-marah seperti itu, nanti wajahmu akan berkeriput seperti Heechul hyung” Jika Heechul hyung mendengar perkataan si magnae itu, pasti dia tidak akan selamat dari cengkraman Heechul hyung.

“sudah mana kuncinya oppa ?” Soo Yoon menengadahkan tangannya lagi untuk meminta kunci mobil Kyuhyun.

“biar aku antar kau” tawar Kyuhyun.

“ah tidak usah oppa ! aku takut Taehyun akan marah nanti” tolak Soo Yoon.

Kyuhyun tidak mendengarkan penolakan Soo Yoon. Dia malah melingkarkan tangannya di pinggang Soo Yoon, lalu tangan kirinya memegang tangan kiri Soo Yoon.

‘Aigoo, apa yang di lakukan si evil magnae itu?’

Dia ingin mencuri-curi kesempatan dengan Soo Yoon ? awas saja kau evil. Rasakan pembalasan ikan ini nanti.

“justru dia akan menjitakku habis-habisan, jika tau aku tidak membantu eonni’na. kau mau aku hilang ingatan, akibat jitakan’nya hah ?”

Akhirnya mereka berdua berjalan menuju pintu.

“jangan grogi seperti itu, karena berdekatan denganku” gurau Kyuhyun.

“aauu ! yak, kenapa kau menyikut perutku Soo Yoon !” teriak Kyuhyun sambil memegangi perutnya –yg agak berlemak-.

“kau ini terlalu percaya diri oppa ! kau pantas menerimanya”

Kyuhyun semakin memeluk Soo Yoon dengan erat.

‘Aishh, aku tidak bisa melihatnya seperti itu’

Tapi aku sedang belajar untuk tidak memperdulikan Soo Yoon.

Akhirnya kuputuskan untuk pergi kedalam kamar Eunhyuk –jgn2 kamu mau ntn yadong, yaa oppa-

Tindakan kau benar Donghae, kau harus acuh dengannya.

***

Author POV

2 hari sebelum SMTown Japan di mulai, para artis-artis SM sudah berada di jepang untuk mengadakan gladi bersih –persiapan-.

“hyung” panggil Taemin dan ikut duduk di sebelah Minho sehabis latihan.

“waeyo ?” tanya Minho yang sedang memainkan PSPnya –apa setiap BB tuh ada gamer seperti ini, ya?-

“yak Ryushin, kemari lah !” teriak Taemin yang melihat Ryushin yang sedang sibuk dengan pspnya sambil menunggu SuJu selesai latihan. –Ryu seperti pembantu mereka aja. Ngikut kemanapun mereka pergi-

“kenapa memanggilku, kau tidak lihat aku sedang bermain psp, hah ?” Tanya Ryushin kesal yang kemudian duduk di antara Minho dan Taemin dan tetap sambil memainkan PSPnya.

“mengapa duduk di tengah-tengah kami ? kau kan bisa duduk di sampingku” protes Taemin.

“sudah jangan berisik. Untuk apa kau memanggilku ?” tanya Ryushin yang tetap fokus kepada PSPnya. Minho yang sama-sama gamer sepertinya saja, sudah berhenti bermain sedari tadi. Tapi Ryushin sepertinya tidak akan berhenti meski aka nada gempa dan tsunami sekalipun.

“hyung, Ryushin akan menceritakanmu sesuatu” ujar Taemin kepada Minho. Ryushin menaikan sebelah alisnya dan menatap Ryushin yang masih tetap bermain.

“aku ? apa yang harus kuceritakan pada Minho hyung ?” Tanya Ryushin dan memasang wajah innocent sambil menunjuk diri’na sendiri setelah mempause gamenya.

#Pletakk.

Taemin menjitak keras kepala Ryushin.

“pabo ! masalah tentang Soo Yoon noona !” seru Taemin gemas dan kesal.

“mwo ? Soo Yoon ?” Tanya Minho yang mulai tertarik dengan percakapan Taemin dan Ryushin.

“aigoo, aku lupa Minnie-ah” jawab Ryushin sambil mengusap kepalanya.

“ada apa dengan Soo Yoon ?“ tanya Minho penasaran.

“Minho hyung, sebenarnya itu Soo Yoon noona sudah memiliki namjachingu” ujar Ryushin yang tiba-tiba menjadi serius. Taemin saja sampai sweetdrop melihat sahabatnya seserius itu.

“mwo ? namjachingu ? siapa namja itu ?” tanya Minho lagi dan tambah penasaran.

“Donghae hyung” jawab Ryushin singkat.

Minho mebelalakan matanya setelah mendengar nama Donghae.

“Donghae hyung ? bagaimana bisa ?” Minho sangat penasaran sekarang. Dia tidak menyangka Soo Yoon itu ternyata yeojachingunya Donghae, orang yang sudah dianggap hyungnya sendiri.

“sebelum hyung mengenai noona, mereka sudah berpacaran selama 6 bulan, hyung”

“lalu ? sampai sekarang mereka masih menjalin hubungan”

“ani. Mereka putus saat gossip hyung dengan noona muncul”

Minho POV

“ani. Mereka putus saat gossip hyung dengan noona muncul”

Deg.

Jantungku terasa berhenti berdetak mendengarnya.

“karena aku ?” tanyaku tak percaya.

“ne, Donghae hyung menyangka kalian berdua berpacaran”

“aku… aku dengannya tidak berpacaran Ryu-ya, kami hanya pura-pura saja”

“aku baru tau hal itu dari Taemin saat aku menceritakan ini semua”

“mengapa Soo Yoon tidak menceritakan yang sesungguhnya kepadaku kalau dia dan Donghae hyung ada hubungan khusus?” aku sungguh tak percaya dengan apa yang kudengar sekarang.

“mereka berdua mempunyai kesepakatan, bahwa hanya orang terdekat saja yang boleh mengetahui hubungan itu”

Aku… aku benar-benar tidak tau harus berkata apa lagi.

Aku menyebabkan hyungku sendiri bertengkar dengan yeoja yang kusukai.

Pikiranku mulai melayang, saat Donghae hyung mengangkat telefon Soo Yoon waktu itu. dan segala tingkah aneh mereka berdua.

‘Aishh, Minho ! kau pabo sekali !’

Cinta membutakanmu, dan membuatmu tidak peka dengan keadaan di sekitarmu.

Bagaimana aku harus menjelaskan ini kepada Donghae hyung ?

Dia pasti sangat kecewa denganku.

Kulihat donghae hyung yang sedang latihan di atas panggung.

Dari wajahnya terlihat perubahan, biasanya dia selalu tersenyum tapi sekarang…

Mianhae hyung, jeongmal mianhae.

Kalau aku tau Soo Yoon adalah kekasihmu, aku tidak akan pernah berani mendekatinya.

“apa yg harus kulakukan ?” gumamku.

“jelaskan semua pada donghae hyung, tapi jangan sekarang hyung. Nanti sesudah SM Town ini selesai” kata Taemin sambil menepuk bahuku. Ryushin mengangguk setuju dan kembali terlarut dalam permainannya.

Aku hanya tertunduk lesu.

‘Dongsaeng macam apa kau Choi Minho, tega melakukan itu pada orang yang seudah kau anggap sebagai hyungmu sendiri’

***

Acara SM Town pun akhirnya selesai. Konser itupun selesai, dan terlaksana dengan baik.

Kami semua kembali kehotel untuk beristirahat, karena kami semua akan pulang ke seoul pagi-pagi sekali.

“apa aku harus menjelaskan semuanya sekarang ?” tanyaku pada Taemin saat berjalan menuju kamar hotel.

“jangan sekarang hyung, kita semua sedang dalam keadaan lelah” Aku mengangguk sebagai jawaban.

Benar kata magnae itu, kami saja lelah sekali, bagaimana denga para member Suju ?

Pasti mereka lebih lelah dari kami, karena jadwal mereka yang benar-benar padat.

Kubuka pintu kamar hotel, lalu langsung merebahkan diri di atas kasur.

“mandi dulu hyung” kata Taemin.

“ani, aku lelah. Benar-benar lelah Taemin-ah. Aku mau langsung tidur saja” Kutarik selimut hingga menutupi seluruh badanku.

Hati, pikiran, dan tubuhku benar-benar lelah sekarang.

***

Author POV

Pagi-pagi sekali, para member Shinee dan member SuJu mempunyai jadwal pernebangan yang sama. Merekapun saling bersenda gurau saat menunggu pesawat take off.

Minho berjalan kearah tempat duduk Donghae.

“hyung” panggilnya dan mengambil tempat duduk di sebelah Donghae.

“waeyo ?” tanya Donghae sambil berusaha menahan perasaannya. Jika melihat Minho sekarang, dia langsung mengingat Soo Yoon dan Minho sedang bersama.

“hyung, sebelumnya aku meminta maaf padamu” ujar Minho.

“maaf ? untuk apa ?” Donghae menatapnya bingung.

“maaf, gara-gara ku, kau dengan yeojachingumu putus” ujar Minho. Donghae membelalakan matanya karena kaget mendengar ucapan Minho.

“mwo ? tau dari mana kau hal itu ?” tanya Donghae bingung, sambil menatap Minho semakin intens.

“Ryushin dan Taemin. Mereka menceritakannya padaku kemarin. Aku dengan soo yoon, tidak berpacaran hyung. Berita itu hanya bikinan manager lee saja. Sungguh, aku tidak mempunyai hubungan khusus dengan soo yoon”

Donghae POV

“maaf, gara-gara ku kau dengan yeojachingumu putus” Bagaimana dia tau, kalau aku mempunyai yeojachingu ?

“mwo ? tau dari mana kau hal itu ?” tanyaku bingung. Aku menatapnya semakin intens.

“Ryushin dan Taemin. Mereka menseritakannya padaku kemarin. Aku dengan Soo Yoon, tidak berpacaran hyung. Berita itu hanya bikinan manager lee saja. Sungguh, aku tidak mempunyai hubungan khusus dengan Soo Yoon” aku terdiam menatap Minho, dengan tatapan tidak percaya.

“jeongmal ?” tanyaku memastikan.

“benar hyung, aku tidak pernah berbohong padamu” ujarnya serius. Tak ada kebohongan ku lihat dimatanya.

“lalu, malam itu, kalian makan malam berdua sajakan ?” memang ada perasaan senang saat aku mengetahui kebenarannya. Tapi aku masih belum percaya daengan ucapan Minho.

“ne. tapi aku yang salah hyung. Aku tidak tau ternyata dia adalah yeojachingumu, hyung. Jadi, aku mendekatinya, dan terus mengajaknya kencan. Tapi selalu di tolak olehnya. hingga…”

“hingga apa ?”

“hingga aku membohonginnya. ku bilang manager lee merayakan kesuksesan penjualan single kami. Tapi kenyataannya, aku mengajaknya makan malam berdua saja dengannya. akupun menyatakan cintaku, tapi ia menolaknya hyung. Aku yang salah, hyung, bukan Soo Yoon”

Aku terdiam menatap Minho yang sedang tertunduk.

Aku… aku tidak mempercayai yeojachinguku sendiri. Aku telah menuduhnya, dan lebih percaya dengan gossip itu.

‘Aisshh, pabo-ya. Kau juga seorang artis Donghae, pasti kau mengerti tentang gossip yang sengaja di besar-besarkan hanya untuk menaikan popularitas’

“jika aku tau dia yeojachingumu, aku benar-benar tidak akan melakukan hal itu hyung” ujarnya tulus sambil menatapku serius.

“gwenchana Minho-ah” Aku mengerti, dia bukan tipe namja yang suka merebut kekasih orang lain. Jika ia tau yang sebenarnya, pasti dia tidak akan melakukannya.

‘Justru yang salah adalah dirimu Lee Donghae. Seandainya kau mendengar terlebih dahulu penjelasan Soo Yoon, kalian pasti akan baik-bak saja sekarang’

Aku harus bertemunya, dan harus mengucapkan maaf atas kepaboan diriku.

***

Akhirnya ! pesawat ini tiba di bandara Incheon juga.

Dengan berlari ku turuni pesawat dengan menggunakan anak tangga.

“Donghae-ah, mengapa berlari seperti itu ? Tanya Eunhyuk.

Aku tidak menjawab pertanyaannya, kukeluarkan handphone lalu mengaktifkannya.

Setelah menyala segera kupencet angka dua untuk menghubunginya, karena angka 1 untuk nomor ibuku.

“Aishh tidak tersambung, kemana perginya dia”

Ku coba menelefonnya sekali lagi, tapi akhirnya tetap sama.

Kuputuskan untuk menelepon Taehyun. Kebetulan Taehyun tidak ikut dengan kami ke Jepang. Dia memilih tetap tinggal di Seoul dan menemani Soo Yoon. Agak aneh memang. Tapi aku tidak memedulikannya.

‘yeoboseyo’ jawabnya.

“Tae-ya ! bisa aku bicara dengan Soo Yoon ?”

‘eonnie ? eonni baru saja masuk kedalam pesawat’

“pesawat ? memangnya dia akan kemana ?”

‘eonni akan pindah ke China, oppa. dan 5 menit lagi pesawatnya akan berangkat’

Kututup sambungan telefon itu. Dengan segera aku berlari menuju bandara keberangkatan.

Ke china ? Untuk apa ? Mengapa dia tidak memberitauku ?

‘Aishh, jebal Soo Yoon jangan pergi !’

Kulihat kerumunan para ELF yang pasti sedang menunggu kami. Saat aku mulai mendekat, mereka meneriakan namaku. Aku berlari menerobos mereka, aku hanya mempunyai waktu kurang dari lima menit untuk bertemu dengannya.

Dengan susah payah, akhirnya aku dapat keluar dari keruman mereka.

Tinnn.

Sebuah mobil hampir saja menabrakku, karena aku terus berlari tanpa memperdulikan apapun.

“hey anak muda, kau mau mati !” teriak pengemudi itu.

Aku tidak memperdulikannya, aku berlari lagi.

Tinnn.

Kali ini sebuah bus yang mengklaksonku agar aku berhenti menyebrang. Aku tidak memperdulikan, malah aku menambah kecepatan berlariku.

Tinnn tinn tinnn.

Tubuhku hampir saja tertabrak oleh bus itu. Tapi lagi-lagi aku tidak memperdulikannya.

Dengan napas tersengal-sengal, akhirnya aku sampai di departemen pemberangkatan.

“pesawat tujuan china sudah berangkat ?” tanyaku kepada penjaga pintu.

“sudah tuan, sudah 5 menit yang lalu” Kakiku lemas mendengarnya, apa sekarang aku benar-benar akan kehilangannya.

Aku menjatuhkan diri di sebuah kursi.

“yoonie” panggilku yang berharap ada keajaiban terjadi.

“mianhae, jeongmianhae”

***

*2 months later*

Soo yoon POV

2 bulan sudah aku meninggalkan seoul. Baru 2 bulan saja aku sudah merindukan mereka, bagaimana kedepannya nanti ?

Lee donghae, ya nemoku itu yang paling kurindukan.

Aku terus mengikuti perkembangannya dari internet, ku dengar jadwalnya bertambah padat. Kuharap dia baik-baik saja.

Aku berjalan menuju sebuah gedung, dimana akan dilaksanakan sebuah konser.

Ini pertama kalinya selama 2 bulan, aku akan melihatnya kembali lagi.

Benar-benar kembali keadaan semula, dimana aku hanya menjadi penggemarnya.

Hari ini aku sengaja memakai masker dan topi berwarna hitam. Agar selama konser nanti, dia tidak menyadari kehadiranku. Aku takut kehadiranku, menganggu konsentrasinya saat di atas panggung.

“Super Junior !” teriak para ELF saat melihat mereka turun dari sebuah van. Aku tersenyum saat melihat ikan nemoku turun. Dia bertambah tampan sekarang.

Tiba-tiba ia memalingkan pandangannya, dan melihat kearahku.

Dengan cepat aku langsung berjalan meninggalkan kerumunan itu. Ku harap dia tidak menyadari kehadiranku.

Konserpun dimulai, ya seperti biasa. Mereka tampil sangat menganggumkan !

Saat ku lihat Donghae oppa berjalan mendekatiku, dengan cepat aku membalikan tubuh untuk membelakanginya. Semoga dia tidak mengenaliku.

Aku membalikan tubuhku lagi, setelah merasa keadaan sudah aman.

“aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yeoja” ucap seseorang yang sukses membuatku menadahkan kepalaku untuk menatapnya.

Dia berdiri tidak jauh dari tempatku berdiri, karena aku mengambil tiket festifal yang berdiri di depan panggung.

“dulu, aku pernah menyanyikan sebuah lagu di depannya. ku harap dia mengingat semua kenanganku dengannya”

Donghae oppa mulai menekan tuts piano.

The loneliness of nights alone
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining up above
you surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn’t see are now so clear to me

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

Now all my hopes and all my dreams
are suddenly reality
you’ve opened up my heart to feel
a kind of love that’s truly real
a guiding light that’ll never fade
there’s not a thing in life that I would ever trade
for the love you give it won’t let go
I hope you’ll always know

You’re the breath of life in me
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)

You are my everything (you are my everything)
Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)
When nothing else will do (when nothing else will do)
Every night I pray (I pray)
On bended knee (on my knee)
That you will always be my everything

[almost spoken:] Every night I pray
down on bended knee
that you will always be
my everything
oh my everything

Tanpa sadar, air mataku turun mengingat semua kenangan indahku bersamanya.

“sampai saat ini, aku masih sangat mencintaimu. Kuharap setelah konser ini selesai, kau mau menemuiku di backstage, aku akan selalu menunggumu yeoja ikanku !” ucapnya yang membuat para ELF berteriak.

Apa aku harus menemuinya ?

Aku juga masih mencintainya seperti dulu, tapi apa dia sudah memaafkanku ?

***

Author POV

Dengan ragu Soo Yoon berjalan menuju ruang ganti SuJu.

Tok tok tok.

Soo Yoon mengetuk pintu.

Tok tok tok.

Ketuknya lagi, tapi tidak ada jawaban.

Akhirnya Soo Yoon membuka pintu itu, dan masuk kedalam.

“oppa” panggilnya.

Dia melihat keseluruh ruangan, tapi ruangan itu kosong. Hanya ada baju-baju dan perlengkapan make up.

Tiba-tiba seseorang dari belakang memeluk Soo Yoon.

“bogoshippo Yonnie” bisiknya di telinga kanan Soo Yoon.

“oppa” panggil Soo Yoon lirih. Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.

“jeongmal mianhae, karena kebodohanku. Andai saja aku mau mendengar penjelasanmu dulu. Kita tidak akan seperti ini” ujar Donghae lembut dan mengeratkan pelukannya di pinggang Soo Yoon.

“gwenchana, aku yang salah oppa” ujar Soo Yoon lembut. Air matanya sekarang mengalir perlahan di kedua pipinya.

Donghae membalikan tubuh yeojanya itu, sambil menatapnya lekat.

“berhenti menyalakan dirimu. Aku yg salah disini. Mianhae yoonie” Donghae mengusap airmata Soo Yoon dengan kedua ibu jarinya dan menatap Soo Yoon deng tatapan lembut.

Soo Yoon memandang mata coklat Donghae.

“bagaimana kau bisa tau, kalau aku hadir di konsermu ?”

“aku ini sudah menjadi namjachingumu selama 6 bulan, tentu saja aku mengenalimu. Lagipula kau mengenakan topi kesayanganku yang kuberikan kepadamu” kata Donghae sambil mengambil topi yang di kenakan Soo Yoon. Soo Yoon tersenyum mendengar jawaban Donghae.

Donghae mendekatkan wajahnya kepada Soo Yoon.

Chuu ~

Bibir Donghae dan bibir Soo Yoon bertemu.

Bibir mereka saling melumat 1 sama lain, saling menunjukan kerinduan mereka.

Soo Yoon melingkarkan tangannya di leher Donghae, dan Donghae melingkarkan tangannya di pinggang Soo Yoon.

“jeongmal saranghae, jadilah yeojaku lagi seperti dulu” kata Donghae di sela-sela ciuman mereka.

“ne oppa. Nado saranghae” jawab Soo Yoon yang masih melumat bibir Donghae.

Donghae semakin memperat pelukannya pada Soo Yoon.

Ciuman merekapun semakin dalam dan bibir mereka saling bertautan, hingga menimbulkan suara decakan.

#Brakkk !!!! –ya ampun. Siapa lagi ini muridnya duo evil yg hobi mendobrak pintu?-

Terdengar seseorang membuka pintu, sontak membuat Soo Yoon mendorong tubuh Donghae.

“aishh, apa yang kalian lakukan !” teriak Eun Hyuk yang sukses membuat semua orang berlari keruangan itu.

“apa, memangnya ada apa ?” Tanya Heechul yangg masuk kedalam yang di ikutin member lain.

“itu, Donghae dan Soo Yoon habis melakukan…” kata Eunhyuk sambil memanyunkan bibirnya sambil mengetuk-ngetukkan kedua tangannya yang menggambar orang sedang berciuman.

“kissue ? aigoo, hyung kau baru saja bertemu. Tapi sudah melakukannya” ejek Kyuhyun. –oppa kepengen juga sama Taehyun, ya? Sama aku aja sini. Xixixixi … ^^ #plak … ingat kau cowo disini, pabo-

“ternyata kau yadong juga fishy, seperti si monyet ini” kata Heechul sambil menunjuk Eunhyuk.

“kalian boleh melanjutkannya lagi di depan kami” ucap eunhyuk sambil memedipkan mata kanannya.

#Pletak !

“monyet mesum !” kata Siwon sambil menjitak kepala Eunhyuk dengan alkitab’na. –contoh dongsaeng tidak sopan selain Kyuhyun- khukhukhu … ^^

Karena malu Soo Yoon menghadap ketembok lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“ini urusanku, kalian menganggu saja ! cepat sana pergi !” kata Donghae yang tangan kirinya masih melingkar di pinggang Soo Yoon.

“yak uri fishy, ini kan ruangan ganti kita. Jadi tentu saja kita bebas masuk kesini” ujar Yesung menggoda.

“cih alasan saja” sungut Donghae kesal.

Donghae menarik Soo Yoon, yang masih menutupi wajahnya.

“ yak Donghae-ah, kau mau kemana ?” teriak Leeteuk.

“melepas kerinduanku pada yeoja ikanku !” jawab donghae yang terus berjalan tanpa menghadap kebelakang.

“oppa, kau membuatku malu” ucap Soo Yoon saat mereka sudah ada di dalam mobil.

“aigoo, aku juga tidak tau mereka akan masuk keruangan itu”

“kau mau mengajakku kemana ?” tanya Soo Yoon bingung sambil menatap Donghae yang sedang bersiap menyalakan mesinmbilnya. –setelah Kyuhyun, sekarang Donghae? Aigo~ sejak kapan mereka bisa nyetir????-

“melanjutkan yang tadi” jawab Donghae sambil menjilat bibir bawah’na dan memedipkan mata kanannya.

“ikan mesum !” teriak soo yoon yang akan keluar mobil.

“aku becanda yeobo, aku tidak mungkin mesum seperti Hyuk Jae” ucap Donghae sambil memegang tangan Soo Yoon.

“lalu kita akan kemana ?” Soo Yoon kembali duduk di tempatnya dan menatap Donghae.

“ke suatu tempat” jawab Donghae.

“tapi kau tidak akan macam-macam kan oppa ?” tanya Soo Yoon sambil menatap Donghae takut.

“ani ! percayalah padaku” Soo yoon mengangguk perlahan.

Cup.

Donghae mengecup bibir Soo Yoon.

“paling aku akan melakukan hal itu secara terus menerus” goda Donghae

“oppaaaa !”

***

-bagiannya author Ryushin / Shinri-

“Khukhukhu … aku berhasil lagi sekarang. Sepertinya aku berbakat jadi cupid”

“Yak~ evil junior. Sedang apa kau di situ?”

“Aish~ evil senior. Jangan ganggu kesenanganku. Urusi yeobomu sana”

“Yak~ sopan sekali kau mengusir hyungmu”

“Aku kan belajar sopan darimu, Kyuhyun”

“Yak~ Neoooo”

“Hah~ dasar evil. Sudahlah jangan anggap dia. Kira-kira nanti siapa lagi yang akan kubantu, ya???”

“Bantu dirimu sendiri mencari pasangan, evil junior”

“Kau mau aku mendahuluimu, ahjussi?”

“Yak~ neooo …”

Akhirnya cerita ini ditutup dengan gaje oleh kejar-kejarannya trio evil tidak jelas. Mereka itu lebih pantas di panggil trio gaje –kuartet kalau bareng Yesung juga- daripada trio evil. Khukhukhu …

Fin ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s