I Only Love You, Fishy {Part.2/3}

I Only Love You, Fishy {Part.2/3}

 

Cast: Lee Donghae, Park Soo Yoon, Choi Minho

Support Cast: Super Junior, Shinee, Kim Taehyun

 

annyeong ~

aku come back lg.

ff ini juga d pajang d http://choriccu.wordpress.com/

_____________________________________________

 

Author Pov

Ting tong ting tong….

“aigoo, siapa itu yang datang pagi-pagi” ucap Taehyun yang masih berada di kasurnya.

Ting tong ting tong…..

“aisshh ! siapa sih itu ? kalau sampai Ryushin, akan ku tendang dia”

Taehyun bangun dan berjalan untuk membuka pintu.

“tidak perlu menekan bel seperti itu Ryu…”

Taehyun menghentikan teriakannya, setelah melihat siapa yg memencet bel.

“oppa”

“apakah Soo Yoon didalam ?”

“Eonni ada di kamarnya oppa”

Donghae pun menerobos masuk kedalam.

“ada apa dengannya?” Tanya Taehyun binggung.

Tok tok tok….

“Yonnie” panggil Donghae di sertai ketukan pintu.

Tidak mendengar jawaban dari dalam, Donghae membuka

.

Donghae berjalan mendekati Soo Yoon, dan ikut menyaksikan apa yg di tonton Soo Yoon.

“Yoonie, mengapa kau bisa ada di dalam video itu ?”

Mendengar suara Donghae, Soo Yoon terkejut dan langsung knop pintu dan masuk kedalam.

Di dalam Soo Yoon terlihat sedang menonton sesuatu di laptop berdiri menghadap Donghae.

“oppa”

“mengapa kau bisa menjadi model d mv itu ?”

“kemarin, saat aku menunggumu. Manager Lee menarikku pergi, untuk menjadi model mv shinee oppa”

“mengapa kau tidak cerita kepadaku ?”

“aku ingin cerita, tapi oppa semalam sibuk”

“aku tidak masalah kau menjadi model sebuah mv, tapi apakah perlu beradegan seperti itu ?”

“aku juga tidak tau, kalau akan ada adegan seperti itu”

Donghae menggeleng perlahan melihat kepolosan yeojanya itu.

“jangan terlalu polos Yoonie, bagaimana jika kau d suruh menjadi model video pria dewasa ?”

“oppa, mianhae”

Soo Yoon tertunduk lesu, air matanya mulai keluar.

“sudah jangan menangis, aku tidak marah denganmu” kata Donghae sambil memeluk Soo Yoon dan membelai lembut rambut  yeoja itu.

“oppa, kau belum mandi ya ?”

“bagaimana kau bisa tau ? kau tau Yoonie. Mereka membangunkanku hanya untuk menyuruhku melihat mv itu”

“jangan peluk aku oppa, kalau kau belum mandi”

Soo Yoon berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Donghae.

“aku tidak mau melepaskanmu. Lagipula aku masih tetap wangikan ?”

“aniya !”

“iya, akui saja”

“oppa !”

Donghae tersenyum melihat kelakuan yeojanya itu.

“hari ini aku mau memandikan bada, kau mau membantu ?”

“tentu saja !”

“aku tunggu kau di taman Yoonie”

“ne”

 *************************************************************

Soo yoon POV

Aku berjalan kearah taman, tempat dimana aku dengan donghae oppa memandikan anjing lucu itu.

Bibirku mengeluarkan senyuman, saat melihat seorang namja yg sedang bermain akrabnya dengan seekor anjing.

“bada” panggilku.

Anjing itu menengok, dan langsung berlari menghampiriku meninggalkan sang pemilik.

“aigoo, jgn seperti ini aku geli bada” ucapku saat anjing itu menjilati pipiku.

“kau seperti majikanmu, belum mandi”

“untuk apa aku mandi, toh aku akan mandi lagi sehabis memandikan bada” protesnya.

“ayo oppa, kita mandikan dia”

Donghae oppa mengambil semprotan air dan langsung menyemprotkan air ke bada.

Seketika anjing itu berlari setelah tubuhnya terkena air.

“ya ya ! kau jangan seperti Hyuk Jae yang jarang mandi” kata Donghae oppa terhadap bada.

Setelah basah semua, aku mulai memakaikan sabun kebadannya.

“jika kau wangi, akan banyak anjing betina yang mendekatimu”

Akhirnya seluruh badan anjing mungil itu sudah d penuhi busa sabun.

“oppa, cepat siram bada. Nanti ia kedinginan”

“ne”

Byurrr …

aku merasakan tubuhku basah d siram air.

“oppa !” pekikku.

“mianhae, aku kira kau bada Yoonie” katanya sambil terkekeh.

“aishh !”

Aku mengambil selang air dan mengarahkan kepada donghae oppa.

“akan ku balas kau oppa”

“andwae !” teriaknya sambil berjalan mundur.

Byurr…..

Aku pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan.

“aigoo Yoonie, bajuku basah semua”

“bajuku juga basah”

Donghae oppa membuka bajunya, memperlihatkan absnya –meleleh ngebayanginnya-.

“ya ya oppa, apa yang kau lakukan. Cepat pakai bajumu”

“untuk apa ? bajuku sudah basah”

Dia menghampiriku dengan ekspresi muka yang……

Aigoo, dia terkena virus yadongnya Hyukkie oppa !

“op… oppa kau mau apa ?” tanyaku dengan terbata-bata.

“aku mau…”

Donghae oppa menjilat bibir bawahnya.

“oppa, jangan macam !” ancamku sambil berjalan mundur.

Saat aku ingin berlari, dia menangkap tanganku dan mendekatkan wajahnya padaku.

Aku memejamkan mataku, aigoo apa dia mau menciumku di tempat umum seperti ini ?

Byurrr….

Wajahku terasa seperti di semprot oleh air, dan aku langsung menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“oppa ! hentikan !” pekikku.

“hahahaha…. untuk apa kau menutup mata seperti itu ? berpikiran kalau aku akan menciummu, hah ? ckckckc”

“oppa, hatchi…” aku bersin-bersin karena kedinginan.

“Yoonie, gwenchana ?” tanyanya panik.

“hatchii” aku tidak bisa menjawab pertanyaannya karena masih terus bersin-bersin.

“kau kedinginan ? ayo cepat masuk kedalam” ujarnya sambil menarik tanganku.

“bagaimana dengan bada oppa ?”

“aku akan menyuruh salon hewan untuk mengurusnya, ayo cepat masuk. Aku tidak mau kau sakit Yoonie”

Dia mengkhawatirkanku.

Ya itulah seorang Lee Donghae, dia selalu mengkhawatirkanku walaupun hal kecil yg terjadi denganku.

Belum lagi wajahnya yang lucu saat mengkhawatirkanku.

Aku tersenyum memandang namja yg sedang merangkul erat tubuhku.

Begitu perhatiannya dia kepada diriku, sampai-sampai tidak memperdulikan dirinya yang tak kalah basah denganku dan tidak memakai baju.

Aku bahagia, bisa memilikimu Lee Donghae.

****************************************************************

He’s not Superman
He must be mama’s boy
Eomeoni gateun maengmok jeogin gwanshimmaneul baraji

Handphoneku  yang tergeletak di atas meja berbunyi.

Aku segera mengambilnya dan melihat siapa yang menelepon.

No siapa ini ? aku tidak mengenalnya.

“siapa yg menelepon Yoonie ? Tanya donghae oppa yg duduk di sebelahku.

“mollaso, aku tidak mengenalnya.

“angkatlah, siapa tau itu telefon penting”

Akupun mengangguk dan menekan tombol.

“yeoboseyo”

‘Soo Yoon-sshi ?’

“ne, nugu ?”

‘aku manager Lee, Soo Yoon-sshi’

“oh, ada apa meneleponku manager Lee ?”

‘aku ingin menawarkanmu untuk menjadi model, kau mau ?’

“model ?”

Aku melirik donghae oppa yang sedang memainkan rambutku.

‘ne, apa kau mau ?’

“bisakah beri waktu aku untuk berpikir ?”

‘tentu saja, kau kuberi waktu sehari untuk berpikir’

“gamsahamnida manager Lee, secepatnya aku akan memberi tahu anda”

Aku menutup sambungan telefon.

Aku merubah posisi dudukku menjadi menghadap ke Donghae oppa.

“oppa” panggilku lirih sambil menatap wajahnya.

“kau di tawari menjadi model oleh manager Lee ?”

“ne, aku harus bagaimana oppa ?” tanyaku meminta pendapatnya.

“kau ingin menjadi seorang model ?” dia balik tanya kepadaku.

“ne, aku menginginkannya oppa” jawabku sambil mengangguk kecil.

Aku sempat berpikir ingin menjadi seorang model, bukan karena aku menyukainya.

Tapi karena jika aku sudah menjadi model terkenal, mungkin ELF terutama ELFishy dapat menerimaku menjadi yeojachingunya Donghae oppa.

“kalau begitu terimalah, itu sebuah kesempatan yang bagus untukmu” katanya sambil mengecup pipi kananku.

“kau tidak keberatan oppa ?” tanyaku memastikkan.

“keberatan ? tentu saja tidak, aku bukan tipe orang yang suka menghalangi mimpi seseorang, Yoonie”

“gomawo oppa !” ujarku bahagia sambil memelukknya singkat.

“sekarang cepat kau menelepon manager Lee”

Akupun menelepon manager lee untuk memberitaunya, bahwa aku menerima tawarannya.

****************************************************************

Keesokan harinya manager Lee menyuruhku datang ke Namsan tower. Karena pemotretannya berada di outdoor.

“Yoonie,  fighting …!!!” kata Donghae oppa.

Hari ini ia mengantarkanku untuk pergi menjalani pekerjaan baruku sebagai model.

“ne, gomawo sudah mengantarkanku oppa”

“sudah kewajibanku sebagai namjachingumu”

“aku pergi dulu oppa”

Aku bergerak membuka pintu, hingga kurasakan sebuah tangan menahanku.

Ku tolehkan pandangan, untuk melihat donghae oppa.

Donghae oppa memegang daguku, dan mengecup bibirku.

Blush

Pasti pipiku merah sekarang.

“fighting yoonie” ucapnya dengan lembut sambil mengesekan hidungnya di hidungku.

“oppa, aku malu !” ujarku sambil menunduk dan memegang kedua pipiku yang dapat kupastikan sudah memerah.

“wajahmu lucu jika seperti ini” dia terseyum sambil mengacak-acak rambutku

Aku buru-buru turun dari mobil silvernya.

Omona ~ aku benar-benar malu !

“jangan lupa makan Yoonie, nanti jika sudah selesai telefon aku. Biar ku jemput kau”

“ne oppa, hati-hati di jalan”

Aku melambaikan tangan, dan mobil Donghae oppa mulai melaju meninggalkanku.

Karena mobilnya kehabisan bensin, jadi ia meminjam mobil Donghwa oppa untuk mengantarku.

Aku sudah bilang padanya, untuk tidak perlu mengantarku. Tapi dia tetap bersikeras dan alhasil mobil Donghwa oppa lah yg menjadi korbannya.

Benar-benar so sweet namja ikanku itu.

“Soo-ya ?” panggil seseorang di belakangku.

“Minho-ah ?”

“itu tadi siapa ?”

“eng… tadi itu oppaku”

Aku tidak mungkin memberi tau bahwa yang tadi itu Donghae oppa, karena aku hanya ingin orang terdekat kami saja yang mengetahui hubunganku.

“oppamu ? kau punya oppa ?” tanyanya penasaran. Dia ini seperti polisi yang sedang mengintrogasi saja.

“ne” jawabku singkat.

“pemotretan segera di mulai” ujarnya.

“memangnya kau menjadi model’na juga ?” tanyaku penasaran.

“manager Lee tidak bilang padamu, bahwa aku akan menjadi pasanganmu ?”

“ani”

“ah, pasti hyung lupa. Ya sudah, ayo kita masuk kedalam”

Minho meraih tanganku, dan menggegamnya erat.

Aku risih sekali dengan keadaan ini, aku melepaskan tanganku secara perlahan.

“wae ?” tanyanya saat merasakan tanganku lepas dari genggamannya.

“eng… aku hanya risih seorang namja memegang tanganku”

“oh, gwechana. Mianhae aku sudah menggegam tanganmu”

Aku tersenyum sebagai jawaban  perkataannya.

Sesampainya di lokasi, aku langsung berganti pakaian.

Kali ini aku di belikan hotpans berwarna abu-abu dan atasan berlengan panjang yg berwarna pink yang longgar.

“ayo kita mulai”

Aku dan Minhopun memposisikan tubuh masing-masing.

“kalian ini menjadi couple, jadi harus mesra. Minho-ah peluk Soo Yoon-sshi, dan kau juga Soo Yoon-sshi” intruksi manager Lee.

Dengan kikuk kupeluk Minho, dan ia pun melakukan hal yang sama.

“jangan kaku, nanti kau juga terbiasa” bisik Minho untuk menenangkanku yang tegang.

“ne”

“bagus seperti itu” seru sang photographer.

Cepreet Cepreet Cepreet *bunyi kamera*

Setelah 9 kali berganti pakaian, akhirnya kami sampai di tahap akhir pemotretan.

Aku memakai gaun putih panjang dengan model kemben, dan terdapat hiasan bunga-bunga di kepalaku –kenapa jadi inget foto editannya Kyupa, ya?-.

“kau cantik sekali Soo-ya” ucap mingo yang melihatku memakai gaun putih.

“nde ?” tanyaku yang tak begitu mendengar ucapannya dengan jelas.

“ah ani-ani” jawabnya sambil menggelengkan kepala pelan dan tersenyum.

Dia juga terlihat tampan dengan jas berwarna putihnya itu.

Aku dengannya berjalan beriringan untuk kembali menjalankan pemotretan.

“yak Minho-ah cium pipi Soo Yoon-sshi” kata sang photographer.

Cium ? omona ! bagaimana ini ?

Jika Donghae oppa melihatnya, ia pasti akan cemburu.

Tapi aku tidak bisa menolaknya, aku harus profesional.

“mianhae, Soo-ya. Aku harus menciummu” bisik Minho oppa meminta maaf.

“gwenchana” jawabku. Sebenarnya aku kenapa-napa juga kalau harus melakukan adegan itu. Tapi .. ottokhae???

Cup …

Minho mencium pipi kiriku, dan kedua tangannya melingkar di pinggangku.

“aku meletakan kedua tanganku di dadanya.

“han, dul, set, kimchi”

Akupun tersenyum lebar menghadap kamera.

Setelah selesai, aku buru-buru melepaskan pelukannya dan berjalan untuk menganti bajuku.

Pasti Donghae oppa akan cemburu, bagaimana ini ?

Aigoo ~

Aku selesai berpakaian dan bersiap-siap untuk pulang.

Manager Lee memberikan bayaran atas pekerjaku hari ini.

 

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me

 

Handphoneku berbunyi memperdengarkan suara indah Donghae oppa yang sedang ngerap dilagu Marry You, pasti Donghae oppa yang menelpon. Karena aku sengaja menyetel ringtone itu untuknya.

“yeoboseyo ?”

‘mianhae Yoonie, aku tidak bisa menjemputmu. Aku masih harus syuting’

“gwenchana oppa, aku bisa pulang sendiri”

‘hati-hati di jalan, telefon aku jika sudah sampai di apartemen’

“ne oppa”

Ku masukan handphoneku dan mulai berjalan kehalte bus terdekat.

Tin tin …

Suara klakson mobil itu mengkagetkanku,

“Soo-ya masuklah biar kuantar” teriak Minho dari dalam mobilnya.

“tidak perlu Minho-ah” tolakku dengan halus.

“kita searah Soo-ya, ayo masuk” dia tetap memaksa ingin mengantarkanku pulang.

Akupun terpaksa masuk kedalam mobilnya.

Di tengah perjalanan, Minho memberikanku handphone miliknya.

“mengapa kau memberikan handphonemu padaku ?” tanyaku bingung sambil melihat handphone dan Minho secara berganian.

“tulis no handphonemu” ujarnya

“untuk ?” tanyaku sambil mengrenyitkan dahiku, bingung.

“berteman, tidak boleh ?”

“tentu”

Aku mengambil handphonenya, menuliskan nomor ku lalu memberikannya lagi.

Mweol sakkla, sakkla, sakkla, sakkla neoreul wihan seonmul
O, michigetda. Saenggakman haedo joahal ni moseup

Listen girl. Joahae
Baby girl, Saranghae

Namani neoreul wihan namja

Deureojweo bwa neoreul hyanghan gobaek

handphoneku berbunyi.

“itu nomorku” ucapnya.

“ne”

“bukankah itu lagu bonamana milik Super Junior ? dan itu adalah bagian Donghae hyung ?”

“tepat sekali”

“kau seorangELF ?”

“tentu saja”

“memang sunbaenimku itu sedang digilai semua yeoja, ku harap shinee bisa mengikuti jejaknya”

“jika kau tekun, kau pasti akan bisa Minho-ah. Fighting !”

“aigoo, gomawo” ucapnya sambil mengacak rambutku.

 ****************************************************************

“eonni !” teriak Taehyun saat memasuki kamarku.

“aigoo, saeng bisa kah kau sehari saja tidak berteriak ?”

“ini gawat eonni ! ini gawat !” kata’na dengan panik.

“waeyo ?”

“ini… lihat ini”

Taehyun memberikanku sebuah majalah.

“ige mwoya ?” teriakku.

Di cover majalah ini, terdapat fotoku dengan minho dengan pose minho mencium pipiku dan aku memeluknya. Belum lagi di bawahnya terdapat sebuah tulisan “Choi Minho – Park Soo Yoon, benarkah mereka terlibat cinta lokasi ?”

“eonni, kau tidak benar-benar pacaran dengannya kan ?”

“aniya ! aku mana mungkin berpacaran dengannya”

“lalu, apakah Donghae oppa tau hal ini ?”

“mollaso”

 

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me

 

“Donghae oppa menelepon” ucapku saat melihat display handphoneku.

“pasti dia menanyakann tentang hal ini eonni”

“aku harus bagaimana ?”

“kau coba angkat saja eon”

“yeoboseyo ?”

‘kau ada dimana’ Tanyanya dengan selembut mungkin. Aku tau dia sedang menahan emosi sekarang.

“aku ada di apartemen, waeyo ?”

‘tunggu aku di sana’

Klik

Dia memutuskan sambungan handphone. Aigoo, pasti dia sedang marah sekarang.

“aku harus bagaimana Tae-ya ?”

“jelaskan pada Donghae oppa yg sesungguhnya eon, aku yakin dia kan percaya padamu dari pada gossip murahan ini”

Ting tong ting tong….

Itu… itu pasti donghae oppa.

Segera aku membukakan pintu untuknya.

“oppa” Panggilku.

Donghae oppa masuk kedalam tanpa memjawab panggilanku.

“bisa kau jelaskan maksud dari semua ini ?” tanyanya sambil membanting majalah itu di meja makan.

“oppa”

“yak Taehyun !” teriak seseorang d pintu.

“aishh, si pabo itu” gerutu taehyun yang berjalan kearah pintu.

“ah hyung, kau ada d sini juga ?” tanya kyuhyun.

“yak pabo, ayo kita keluar” kata taehyun.

“shireo ! aku baru datang kesini” tolak Kyuhyun yang langsung melihat majalah itu.

“Choi Minho – Park Soo Yoon, benarkah mereka terlibat cinta lokasi ? aigoo Soo-ya, apa ini benar ?” tanyanya dengan polos.

“jeongmal pabo namja ! ayo kau ikut aku pergi !” teriak Taehyun sambil menarik telinga kanan Kyuhyun. –kalo yang kiri ntar jd budge beneran-

“appo,Tae-ya !”

Brakkk…

Pintu tertutup, kedua evil itu pergi.

Sekarang hanya ada aku dan Donghae oppa saja.

“oppa, berita itu tidak benar. Jebal, percayalah padaku”

Dia tidak menjawab, hanya menghela napas dalam.

“oppa” panggilku lirih.

“aku berusaha percaya padamu yoonie” ujarnya dengan nada berat.

“oppa, aku benar-benar tidak…”

“kenapa harus berpose seperti itu ? kau tau, hatiku sakit melihat foto ini”

“aku juga tidak tau akan seperti itu oppa”

Donghae oppa mendekatiku dan langsung memelukku.

“mianhae, tak seharusnya aku menyalahkanmu. Aku tau itu sebuah profesionalitas dari sebuah pekerjaan” ujarnya lembut.

“gwenchana oppa, aku yg seharusnya yg meminta maaf” kubenamkan kepalaku didada bidangnya.

“aku… aku hanya tidak mau kehilanganmu” ujarnya lirih.

“nado”

Dia melepaskan pelukannya, lalu melumat bibirku secara lembut dan aku membalas ciumannyaa itu..

Dari ciumannya, aku merasakan ketulusan dan rasa cintanya kepadaku.

Demi Tuhan, I only love my fish, no one cant replace him.

Semakin lama, ciuman itu semakin mendalam. Bibir serta lidah kami saling tarik menarik seperti sebuah magnet, dan saling bertukar air liur.

****************************************************************

Mweol sakkla, sakkla, sakkla, sakkla neoreul wihan seonmul
O, michigetda. Saenggakman haedo joahal ni moseup

Listen girl. Joahae
Baby girl
Saranghae

Namani neoreul wihan namja

Deureojweo bwa neoreul hyanghan gobaek

 

Aku tersentak, dan mendorong tubuhnya setelah handphoneku berbunyi nyaring.

“handphoneku berbunyi” kataku dengan gugup.

Donghae oppa hanya menggangguk perlahan.

Minho ?

Aigoo, Minho menelefonku ? bagaimana ini ?

Aku tidak mungkin menjawabnya saat ada donghae oppa d sini.

“kenapa tidak di angkat?” tanyanya bingung karena aku tidak kunjung mengangkat telpon itu.

“aku… aku tidak mengenal no ini oppa” ucapku bohong. Mianhae oppa … Aku terpaksa berbohong padamu.

“jinja ? sini biar kulihat” ia terlihat tidak percaya dan ingin memastikkannya.

“ah tidak usah biarkan saja” ujarku berkelit.

Aku mematikan telefon itu, lalu mematikan handphoneku juga”

“mengapa handphonemu dimatikan ?”

“itu… itu karena baterai handphoneku sudah habis oppa. Eng… kau sudah makan ?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“belum, kau mau menemaniku makan ? kau tahu, aku paling tidak suka makan sendirian Yoonie”

“ne, akan ku temani makan”

Kulingkarkan tanganku d lengannya, lalu mengajaknya keluar untuk mencari makan.

 ****************************************************************

Minho POV

 

Aishh ! Dia mematikan telefonku !

Sebenarnya apa yg dipikirkannya.

Selama 3 hari ini, aku terus mendekatinya. Mengirimkan pesan, dan bahkan meneleponnya setiap hari.

Tapi sepertinya dia susah sekali untuk ku dekati.

Aku sudah mengajaknya kencan, tapi selalu di tolaknya.

Yeoja ini benar-benar membuatku hampir gila !

“yak Minho-ah, ada apa denganmu ?” Tanya Onew hyung.

“dia sedang memikirkan yeoja itu hyung” jawab Jonghyun hyung.

“yeoja siapa ? wow, kau sedang jatuh cinta minho-ah ?” goda Onew hyung

“Soo Yoon, model mv kita dan yang menjadi couplenya itu” jawab Jonghyun hyung lagi.

“jadi berita itu benar ? kalian terkena cinta lokasi ?” tanya Onew hyung lagi dengan nada sangat antusias.

“dia selau menolak berkencan denganku” jawabku lemas. Sungguh memalukan mengatakan kenyataan ini.

“mwo ? menolakmu ? ahahahahah !”

Semua hyungdeul ku serta dongsaengku menertawaiku.

“ya ya, memang’na lucu hah ?” tanyaku kesal.

“aku baru mendengar, seorang yeoja menolak si flaming charisma !” goda Jonghyun hyung.

“berhenti tertawa ! seharusnya kalian membantuku !”

“aigoo, Choi Minho yang terkenal tidak akan pernah menyerah sekarang menyerah begitu saja pada seorang yeoja ?” ledek Kibum a.k.a Key hyung.

Benar kata kibum hyung, aku adalah orang yg pantang menyerah. Jadi aku harus bisa mengajak yeoja itu berkencan.

“ah !” teriakku sambil menjentikan jariku.

“waeyo Minho hyung ?” Tanya Taemin yang bingung melihat tingkahku yang aneh.

“aku puny ide, akan kupastikan dia pergi makan malam denganku malam ini”

Aku yakin ide yg terlintas di pikiranku ini, akan membuatku pergi kencan dengannya.

 

****************************************************************

 

Author POV

 

Mweol sakkla, sakkla, sakkla, sakkla neoreul wihan seonmul
O, michigetda. Saenggakman haedo joahal ni moseup

Listen girl. Joahae
Baby girl
Saranghae

Namani neoreul wihan namja

Deureojweo bwa neoreul hyanghan gobaek

 

Handphone soo yoon bergetar lagi.

Minho lagi, aigoo apa maunya ?” gumam Soo Yoon kesal.

Soo yoonpun mengangakat telepon itu.

“yeoboseyo ?”

‘soo-ya, nanti malam manager Lee mengajak kita makan malam. Karena ia mau merayakan keberhasilan kita’

“keberhasilan ?” tanya Soo Yoon bingung.

‘ne, karena single kami sukses di pasaran. Serta penjualan majalah kita sukses. Kau mau ikutkan ?’

“tentu saja, aku akan ikut” jawab Soo Yoon dengan antusias. Dia sungguh yeja yang polos.

‘nanti malam jam 7 akan kujemput kau’

“ne”

Soo yoonpun mematikan telefonnya.

“seperti’na aku harus bersiap-siap” kata Soo Yoon.

Saat Soo Yoon beranjak kekamar mandi, handphonenya berbunyi lagi.

 

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me

 

“aigoo, aku baru saja mau mandi”

“ada apa oppa ?” Tanya Soo Yoon setelah mengangkat telefon.

‘nanti malam kau ada cara ? bagaimana jika kita pergi berjalan-jalan ? sudah lama kita tidak melakukannya’ Tanya Donghae di seberang sana.

“mianhae, aku akan janji. Manager Lee mengajakku makan malam untuk merayakan keberhasilannya”

‘jinjja ? ya sudah kalu begitu. Lain kali saja kita pergi’

“mianhae oppa”

‘gwenchanayo Yoonie’

Setelah selesai berbicara, Soo Yoon beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

 ****************************************************************

“mainhae, membuatmu menunggu lama Soo-ya” kata minho sambil membukakan pintu mobil untuk Soo Yoon.

“gwenchana, aku baru saja menunggu”

Soo Yoon pun masuk kedalam mobil, begitu juga dengan minho.

Mobil minho pun melaju ketempat tujuan.

15 menit kemudian, mereka sampai di sebuah resto yang telah di pesan oleh Minho.

“dimana manager Lee dan yang lainnya ?” Tanya Soo Yoon yang hanya melihat sebuah meja makan di tengah-tengah restoran tersebut.

“duduk dulu, akan ku jelaskan nanti”

Soo Yoon menuruti kata minho.

Mereka duduk di sebuah meja di tengah-tengah restoran yang di kelilingi oleh bunga mawar merah.

“sebenarnya, aku membohongimu. Tidak ada pesta untuk merayakan keberhasilan. Aku hanya ingin mengajak kau makan malam” ujar Minho jujur menjelaskan semuanya.

“mwo ?” pekik Soo Yoon tak percaya.

“mianhae Soo-ya” ucap Minho dengan nada sangat menyesal.

Soo Yoon menghela napas., “gwenchana”

“Sebenarnya ada satu hal yang ingin kukatakan padamu, Soo-ya”

“Apa itu?”

“Soo-ya …” Panggil Minho.

“Nde?”

“Would you be my girl?” tanya Minho. Soo Yoon membelalakkan matanya karena kaget mendengar pertanyaan Minho.

“Mianhae, Minho-ah … Aku tidak bisa”

“Waeyo?” tanya Minho dengan nada kecewa.

“Aku tidak bisa mengatakan alasannya padamu. Sekali lagi, mianhae …”

“Gwenchana … ayo kita makan”

Mereka berdua pun menghabiskan makan malam.

“kau suka makan malamnya ?” Tanya Minho setelah mereka selesai makan malam.

“ne, aku suka. Gomawo”  jawab Soo Yoon singkat. Setelah selesai makan, mereka berniat untuk pulang.

Karena tidak terbiasa dengan high heels, Soo Yoon kehilangan keseimbangan dan Minho dengan cepat menarik soo yoon kedalam pelukannya.

“hati Soo-ya, kau bisa terjatuh”

“gomawo Minho-ah” jawab Soo Yoon sambil melepaskan pelukan Minho.

“kau bisa berjalan ?” tanya Minho yang khawatir.

“tentu saja bisa”

Soo Yoon mencoba berjalan lagi, tapi kakinya sakit sehingga dia berjalan dengan agak sedikit pincang.

“naik ke bahuku” kata minho sambil berjongkok di depan Soo Yoon.

“mwo ?”

“naik saja, aku tahu kakimu sakit”

Mau tidak mau Soo Yoon naik kepunggung Minho, karena kakinya sudah tidak bisa berjalan lagi.

Minho pun membawa Soo Yoon kearah mobilnya untuk mengantarnya pulang.

*** *************************************************************

Ting tong ting tong.

Pagi sekali bel apartemen Soo Yoon dan Taehyun berbunyi.

Ting tong ting tong.

“siapa si pagi-pagi seperti ini datang ?” Tanya Taehyun kesal.

“biar aku yang buka saja Tae-ya”

Soo Yoon membukakan pintu itu.

“oppa” panggilnya saat melihat Donghae.

“apa maksud semua ini ?” teriak Donghae.

Donghae melemparkan sebuah majalah kepada Soo Yoon.

Soo Yoon melihat majalah ini.

“mwo ?”

Dia terkejut melihat foto dirinya dengan Minho.

Terdapat 3 foto d cover itu, 1 foto mereka berdua tengah menikmati makan malam, 1 dimana Soo Yoon dan Minho sedang berpelukan, dan 1 lagi Minho sedang mengendong Soo Yoon.

Tidak hanya itu, di cover itu juga terdapat tulisan “Choi Minho – Park Soo Yoon telah resmi berpacaran”

“oppa”

“semalam kau bilang kau akan makan malam dengan manager Lee, tapi tenyata kau makan malam dengan Minho. Benarkah itu ?” bentak Donghae. Soo Yoon tersentak kaget karena Donghae belum pernah membentaknya sepert ini sebelumnya.

“oppa, aku bisa jelaskan…” ujar Soo Yoon dengan takut-takut.

“Jawab pertanyaanku ! apa kau semalam pergi makan malam hanya berdua dengan Minho ?” bentak Donghae lagi. Emosinya sudah tidak dapat ia kendalikan lagi. Ia merasa di khianati oleh Soo Yoon.

“benar, tapi oppa…”

“aku benar-benar tidak menyangka kau melakukan ini ! aku sudah mencoba percaya bahwa gossip itu tidak benar, tapi nyatanya kau seperti ini ! aku benar kecewa padamu Yoonie !” ujar Donghae lirih.

“oppa…” Soo Yoon sudah hampir menangis. Ia merasa, hubungannya dan Donghae sedang berada diujung tanduk sekarang.

“mulai sekarang, aku bukan namjachingumu lg, dan kau buka yeojachinguku lagi !”

 

TBC ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s