I love U, My Bos ! *Part 4*

I love U, My Bos !

Cast :

  • § Park Soo yoon
  • § Jung Yunho
  • § Lee Donghae

*Part 4*

Author POV

“donghae-ah”

“untuk apa kau ke sini ?”

“tentu saja untuk menjenguk soo yoon”

“silakan masuk”

Donghae membuka pintu lebih lebar agar yunho dapat masuk kedalam.

“dia sedang makan d dalam kamar’na, kau tunggu saja d sini”

Donghae masuk kedalam kamar soo yoon, dan melanjutkan menguapi’na.

“siapa yg datang ?”

“yunho”

“maksudmu tuan yunho ?”

“ne”

Mendengar jawaban donghae, soo yoon langsung menyikap selimut dan berlari keluar kamar.

Sedangkan donghae hanya tertawa miris menatap mangkok d tangan’na.

“tuan, untuk apa kau datang kemari ?” Tanya soo yoon setelah keluar dari kamar’na.

“untuk memberikan ini”

“apa ini ?”

Soo yoon duduk d sebelah yunho.

“bubur. Kau sudah makan ?”

“ah mianhamnida, tp aku baru selesai makan”

“jinjja ? seperti’na aku terlambat datang”

“tapi aku bisa memakan’na nanti malam”

“yoonie” panggil donghae.

“ne ?”

“apakah sudah minum obatmu ?”

“ah aku lupa !”

“minumlah”

Soo yoon berdiri dan berjalan kearah donghae yg sedang membukakan obat’na.

“ini”

Soo yoon hanya menatap obat yg ada d tangan donghae, dia sangat tidak suka dengan obat. Karena rasa’na yg pahit.

“oppa…”

“arrasoo, ini permen strawberry’na” kata donghae sambil memberikan permen.

Donghae sangat tau soo yoon membenci obat, dan dia sudah menyediakan permen strawberry kesukaan soo yoon.

“gomawo”

Soo yoon menelan obat itu dan meminum segelas air. Lalu langsung memasukan permen strawberry itu.

“kau masih suka permen itu ?”

“tentu saja”

Donghae tersenyum lalu mengacak rambut soo yoon dan yunho hanya menatap tajam kearah mereka berdua.

“aku pulang dulu ya, sudah malam”

“gomawo sudah menolongku”

“jika terjadi sesuatu, hubungi aku”

“ne”

“yunho-ah aku pulang dulu”

“bagaimana jika kita pulang bersama ? aku juga ingin pulang”

Soo yoon mengantarkan yunho dan donghae.

“aku pulang dulu sekretaris park”

“ne tuan, gomawo sudah mau datang”

“ingat yoonie, jgn lupa menghubungiku jika terjadi sesuatu”

“ne, oppa”

“masuk, dan langsung beristirahat. Arraso ?”

“arra arra”

Soo yoon menutup pintu’na.

“seperti’na kau sudah kenal lama dengan’na ?” Tanya yunho saat mereka berdua sudah ada d dalam lift.

“ani. Itu mungkin hanya perasaanmu saja”

“tp ku perhatikan kau tau kebiasaan kecil’na tadi”

“itu hanya perasaanmu saja yunho-ah”

“apa kau menyukai’na ?”

“aniyo”

“jinjja ? tp kau begitu memperhatikan’na”

“aigoo, sudah kubilang itu hanya perasaanmu saja”

“sejak kapan kau jd begini ? hey kita ini teman dekat”

“tp aku benar2 tidak mengenal’na, dan tidak menyukai’na. aku mengenal’na karena kau”

Donghae berjalan keluar, meninggalkan yunho yg masih berada d dalam lift.

“tapi firasatku mengatakan kau telah mengenal’na lama, dan kau… kau menyukai’na lee donghae”

**************************************************************

“aku suka udara pagi” guman soo yoon sambil menghirup napas dalam2.

Seperti rutinitas sehari-hari’na, soo yoon berjalan menuju halte bus untuk berangkat kerja.

“geunyeoga dolaoneyo mianhadago haneyo iksukhaetdeon geuriun geu songilro eorumanjyeoyo. nal boneun ansseuron nungil deutgo sipdeon geu moksori dajeonghage ijen ulji malraneyo”

Soo yoon mengikuti lagu yg sedang d putar d i-pod milik’na.

“yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado. dasineun ggumguji angireul baraedo oneuldo geunyeoro naneun jami deulsuga isseo. geunyeoga utgo itneyo neomuna uraenmanijyo geureon moseub geureohge bodo sipdeon naui geunyeojyo”

Nyanyian’na terhenti saat, sebuah mobil silver yg berhenti d depan’na.

Pengemudi itu keluar, dan menghampiri soo yoon.

“kau mau berangkat ke kantor ? mari biarku antar” kata pria itu sambil menarik tangan soo yoon.

Dengan cepat soo yoon menepis tangan pria itu.

“aku membiarkanmu menolong dan merawatku semalam, tp bukan berarti aku memaafkanmu lee donghae”

Donghae hanya tertunduk mendengar perkataan’na soo yoon.

“kapan… kapan kau akan memaafkanku yonnie ? aku tau aku salah, tp berilah kesempatan padaku untuk menebus kesalahanku”

“mianhae, tp aku tidak bisa memaafkanmu”

Soo yoon berjalan meninggalkan donghae.

“jebal yonnie, beri aku 1 kesempatan lg” teriak donghae.

Tp soo yoon tidak memperdulikan teriakan’na, ia terus berjalan menjauh dan untuk kesekian kali’na ia menangis lg.

Sebuah mobil berhenti d depan’na.

Tp kali ini berbeda, mobil itu berwarna hitam.

“sekretaris park” panggil pengemudi itu sambil menghampiri soo yoon.

Dengan cepat soo yoon menghapus air mata’na.

“ah tuan, bagaimana bisa kau ada d sini ?”

“kebetulan aku lewat jalan ini. Tidak sengaja aku melihat kau. Kau mau ikut bersamaku ? hey tunggu, apa kau abis menangis ?”

“aniyo tuan”

“jeongmal ?”

“ne. tuan ini sudah hampir terlambat. Tidak sebagai’na kita pergi ?”

“ah iya, baiklah. Ayo kita pergi”

Yunho membukakan pintu mobil utuk soo yoon.

“kau tidak usah repot2 tuan, aku ini pegawaimu. Kau tidak pantas membukakan pintu mobil untukku”

“aku memang atasanmu dan kau adalah pegawaiku. Tp tetap saja kau seorang wanita. Bukankah sudah seharus’na seorang pria melakukan hal ini ?”

Senyum mengembang d bibir soo yoon.

“kau baik sekali tuan”

“memang sedari dulu aku baik sekretaris park”

“kau sudah sarapan ?” Tanya yunho ketika mereka sudah ada d dalam mobil.

“sudah, bagaimana denganmu tuan ?”

“sudah. Apa tadi terjadi sesuatu padamu ? aku tau kau habis menangis”

“aku… aku hanya ingat kedua orang tuaku tuan” jawab soo yoon yg berbohong.

Dia tidak ingin yunho mengetaui masalah’na dengan donghae.

“memang’na mereka tinggal dimana ?”

“kedua orang tuaku tinggal d mokpo tuan”

“jd kau tinggal d sini sendirian ?”

“yap”

15 menit kemudian mereka sampai d kantor.

Duduk d meja masing2, lalu larut dalam pekerjaan.

**************************************************************

Kring kring

Telefon d meja soo yoon berbunyi, dan dengan cepat soo yoon mengangkat’na.

“ini sudah jam 6 sore. Kau tidak keruanganku untuk menyuruhku pulang ?”

Soo yoon melirik jam d meja’na.

“aigoo, aku benar2 tidak tau jam berapa sekarang tuan. Aku terlalu larut dalam bekerja” kata soo yoon sambil memukul kepala’na.

Yunho yg melihat itu dari meja kerja’na hanya tertawa.

“ya sudah bereskan perkerjaanmu. Lalu ke ruanganku”

“ne tuan”

Soo yoon membereskan pekerjaan’na, lalu masuk kedalam ruangan yunho.

“aku sudah membereskan semua pekerjaanku. Sekarang tinggal kau tuan, bereskanlah lalu pulang”

“mwo ? kau berani memerintahku sekretaris park ?”

“bu… bukan itu maksudku tuan. Tp…”

“arraso. Aku cuman bercanda. Bisa kau membantuku sebentar sekretaris park ? setelah pekerjaan ini selesai aku akan pulang”

“dengan senang hati”

Soo yoon menarik kursi, lalu membantu bos’na itu.

2 jam berlalu, dan akhir’na pekerjaan mereka berdua selesai.

“sudah selesai tuan”

“jinjja ? ah gomawo sekretaris park. Kau memang sekretarisku yg baik”

“sudah kewajibanku”

“kau pulang bersamaku ya ?”

“mwo ? ah tidak usah tuan, aku bisa pulang sendiri”

“tidak mungkin aku membiarkanmu pulang sendiri ini sudah malam. lagipula kau sudah membantuku”

“tapi…”

“ini perintah sekretaris park”

“baiklah tuan”

Setelah memsaukan file2 k dalam tas.

Yunho mengambil jas abu abu’na untuk d pakai.

“ah chakaman tuan”

“waeyo ?”

“dasimu berantakan tuan. Sini, biar aku rapikan”

Soo yoon berjalan menghampiri yunho dan membetulkan dasi’na.

‘aisshh, kenapa jantungku tiba2 berdetak cepat seperti ini. Setelah ia berada d dekatku’ kata yunho d dalam hati’na.

“sudah tuan” ucap soo yoon sambil memamerkan senyum indah’na.

Hal itu membuat jantung yunho berdetak lebih cepat.

“aigoo”

“kau kenapa tuan ?”

“ah ani ani. Ayo kita pulang”

Yunho berjalan meninggalkan soo yoon yg masih kebinggungan.

“apa kau lapar sekretaris park” Tanya yunho saat mereka sudah ada d dalam mobil.

“sedikit”

“kalau banyak juga tidak apa2”

“sebenar’na aku sangat lapar tuan” kata soo yoon dengan muka polos.

Yunho memalingkan pandangan’na, untuk memandang soo yoon dan kemudian tertawa.

“mengapa tuan tertawa ?”

“wajahmu lucu saat seperti itu. berkatalah jujur padaku, jgn berbohong seperti itu”

Soo yoon hanya tersenyum.

“kau tau dimana tempat resto yg enak ?”

“aku tau tuan”

“tunjukan jalan’na sekretaris park”

Soo yoon menunjukan jalan ketempat dimana dia biasa makan.

Setelah tiba d sana, yunho terkejut melihat tempat itu.

“kau kenapa tuan ? kau tidak suka ya ? ah mianhamnida, aku tidak tau resto yg mahal. Lebih baik kau saja yg mencari tempat makan”

Tempat makan itu berada d pinggir jalan, dan masih berupa tenda bukan sebuah bangunan.

“sebaik’na kita cari tempat makan yg lain tuan” kata soo yoon yg membalikan tubuh’na.

“chakaman” ucap yunho sambil menahan tangan soo yoon.

“aku… aku belum pernah makan d tempat ini sekretaris park ?”

“aishh jinjja ?”

Soo yoon tertawa mendengar perkataan yunho.

“ya ya ya, jgn tertawakan aku. Aku ini atasanmu”

“ah mianhamnida tuan. Jd kau ingin tetap makan d sini ?”

“ne. ayo masuk”

Setelah mendapatkan tempat yg tepat, mereka berdua memesan makanan.

Tidak lama berselang seorang pelayan datang untuk memanggang daging d atas kompor d meja mereka.

“kau tidak pernah makan d tempat seperti ini tuan ?”

“ani. Kau orang pertama yg mengajakku makan d tempat seperti ini”

“tapi percayalah tuan, makan d sini sangat enak”

“kau sering datang kemari ?”

“sering sekali tuan”

Makananpun sudah matang sekarang.

“mmmmm.. wangi’na. pasti ini sangatlah enak” kata soo yoon sambil mendekatkan wajah’na d daging berwarna coklat yg menandakan daging itu sudah matang.

Soo yoon mengambil sayuran selada, lalu meletakan daging d atas’na dan menggulung’na.

“ayo tuan, kau coba ini” kata soo yoon sambil menyodorkan selada yg berisi daging itu ke depan mulut yunho.

“eng… sekretaris park”

Yunho agak ragu membuka mulut’na.

“ini enak sekali tuan. Ayolah, buka mulut anda”

Secara perlahan yunho membuka mulut’na dan soo yoon memasukan seluruh selada itu yg membuat pipi yunho agak mengembung.

“i…n ban…yak se…kali” ucap yunho sambil mengunyah makanan’na.

“tapi itu enakkan ?”

“ne”

Yunho melakukan hal yg sama dengan soo yoon, ia meletakan daging d atas selada itu lalu menggulung’na.

“sekarang kau buka mulutmu sekretaris park”

Soo yoon membuka mulut’na, dan yunho langsung memasukan sayuran itu.

Merekapun melanjutkan makan mereka.

“kau ini makan banyak sekali sekretaris park”

“habis mereka semua yg memintaku untuk memakan mereka semua”

“mworago ? berbicara ? aishh kau ini”

Yunho mengacak rambut soo yoon perlahan, yg membuat soo yoon terkejut.

“ah, mianhamnida. Melakukan hal tadi”

“gwenchana tuan”

Yunho berdeham pelan dan memalingkan pandangan’na, sedangkan soo yoon melanjutkan acara makanan’na lagi.

‘ara mana mungkin mau aku ajak makan bersama d sini. Ia pasti berkata kalau tempat ini kotor. Ah berbicara tentang ara, mengapa sepanjang hari ini aku tidak memikirkan’na d saat aku bersama dengan soo yoon ?’ pikir yunho.

“kau tidak takut akan gemuk jika makan seperti ini ?”

“tidak, kau tau tuan. Dari dulu aku tidak pernah gemuk jika makan banyak makanan seperti ini”

‘ya, ara tidak pernah mau jika aku ajak makan malam, dia berkata makan malam akan membuat’na terlihat gemuk dan akan menggangu pekerjaan’na sebagai model. Aku terkadang tidak suka dengan pekerjaan’na itu’ kata yunho d dalam hati.

“kau seharus’na bersyukur, karena d luar sana banyak wanita yg takut gemuk jika banyak makan sepertimu”

“ah benar”

Soo yoon meletakan sumpit’na.

Dia menatap keatas dan mengkatupkan kedua tangan’na d depan dada’na.

“tuhan gamshamnida, karena kau mengijinkanku untuk makan makanan yg banyak ini  tapi tubuhku tetap seperti ini”

“aigoo” ucap yunho.

Yunho tertawa, lalu menutup mulut’na dengan tangan kanan’na yg masih memegang sumpit.

“mengapa anda tertawa ?”

“kau ini lucu sekali sekretaris park”

Soo yoon tertunduk malu dan merapkan poni’na.

“ah, sekretaris park. Besok adalah weekend. Apa kau ada acara ?”

“ani. memang’na ada apa tuan ?”

“datanglah ke apartemenku besok jam 9 pagi”

“untuk apa ?”

“pokok’na kau datang saja”

“ah baiklah”

“cepat habiskan makananmu, ini sudah malam”

“ne tuan”

Soo yoon meghabiskan makanan d piring’na.

**************************************************************

Soo yoon POV

Hari ini pagi sangat indah.

Aku duduk d samping jendela memandang matahari yg sedang menyinari kota seoul.

Jam wekerku sudah menunjukan pukul 07.30, ku rasa waktu’na aku bersiap2.

Dia menuyuruhku datang pukul 9, dan aku sudah terbangun sejak pukul 6 tadi.

Aku tak tau untuk apa aku d suruh datang ke apartemen’na, yg jelas itu membuat aku senang.

Ia tidak pernah menyuruhku untuk datang sebelum’na, tp mungkin dia akan memintaku untuk membantu’na.

Aku masuk kedalam kamar mandi, untuk mandi dan bersiap2.

Pukul 08.20, aku menunggu bus untuk pergi ke apartemen bosku.

Sudah 10 menit aku menunggu, dan bus tujuanku akhir’na datang juga.

Dari apartemenku dengan apartemen’na memakan waktu selama 15 menit.

Setelah turun dari bus, aku berjalan memasuki apartemen mewah itu.

Memasuki lift dan menekan angka 15.

Ting tong ting tong.

Bunyi bel, setelah aku pencet.

“selamat pagi tuan” sapaku saat ia membukakan pintu.

“selamat pagi juga sekretaris park, ah silakan masuk”

Aku masuk apartemen’na, untuk beberapa kali’na aku melihat ia tidak memakai baju.

Aigoo, mengapa dia gemar sekali tidak memakai baju ?

“chakaman” ucap’na dan langsung berbalik menatapku dari atas sampai bawah.

“waeyo tuan ?”

“kenapa kau memakai kemeja dan rok kerja seperti itu ?”

“memang’na ada yg salah tuan ? kau menyuruhku datang untuk membantumu bekerja bukan ?”

“aishh, aku lupa memberitahumu. Kau datang bukan untuk membantuku bekerja, tp untuk menemaniku pergi ke sesuatu tempat”

“mwo ?”

“ah sebentar”

Yunho masuk kedalam kamar’na.

5 menit kemudian, dia keluar dengan membawa sebuah pakaian d tangan’na.

“pakailah ini”

“tapi…”

“kau bisa menganti’na d kamar itu”

Akupun masuk kedalam kamar yg d tunjukan’na, mengganti pakaianku dengan pakaian yg d berikan’na kepadaku.

Setelah selesai berpakaian aku keluar kamar.

“pakaian itu sangat pas untukmu”

Dia memberikanku kaos putih berlengan panjang dan hotpans berwarna hitam.

“tp ini pakaian siapa tuan ?”

“pakaian ara”

Deg.

Seakan jantungku berhenti berdetak.

Dia… dia meminjamkanku pakaian mantan tunangan’na ?

“maksudku, itu pakaian yg kubelikan untuk ara beberapa pulang yg lalu. Tp aku belum sempat memberikan itu pada’na. jd aku berikan itu untukmu”

Aku tak tau, apakah sekarang aku harus senang atau sedih.

Dia memberikanku baju, tp baju yg tadi’na d tunjukan untuk mantan tunangan’na.

Aku hanya tertunduk lemas, menatap baju yg melekat d tubuhku.

“sekretaris park, ada apa ?”

Aku mendongakan kepalaku untuk memandang’na

“gwenchana tuan”

Dia tersenyum kepadaku, lalu mengambil kaos yg dia letakan d sofa dan memakai’na.

Aku masih memperhatikan’na, hari ini dia memakai kaos hitam berkerah tinggi dan berlengan panjang serta jeans berwarna biru tua. Sungguh berbeda sekali dengan penampilan’na biasa’na yg memakai jas dan kemeja.

“sudah hampir siang, ayo kita pergi”

Yunho menarik tanganku, saat akan keluar pintu aku memakai high heels 7 cm hitamku.

“kau memakai high heels ?”

“ne, wae tuan ?”

“kau tidak mungkin pergi kesanan menggunakan’na. ah chakaman”

Dia berbalik dan berjalan menuju kamar’na.

Tak lama berselang, dia keluar dengan membawa kotak putih.

Menghampiriku dan berjongkok d depanku.

“lepaskan high heelsmu”

“ne”

Aku melepaskan high heelsku.

Aku terkejut, dia memegang kaki kananku. Aku menjauhkan kakiku dari tangan’na.

“aku akan memakaikanmu sepatu” kata’na sambil menatapku.

“ah tidak usah biar aku sendiri saja tuan”

Yunho tidak mendengar perkataanku, dia mengankat kaki kananku dan memasukan kedalam sepatu kets berwarna pink putih itu.

Setelah selesai dengan kaki kananku, dia melakukan hal yg sama dengan kaki kiriku.

“seperti’na ini pas d kakimu”

“ne, ini sangat pas tuan”

Dia berdiri dan menatapku lekat2.

“soo”

“mwo ? kau memanggilku apa tuan ?”

“ini d luar kantor. Jangan panggil aku tuan, panggil aku oppa. Umurku 3 tahun lebih tua darimu kan ?”

“tapi…”

“tidak ada tapi2’an soo, ini perintah”

“baiklah tu… ah maksudku oppa”

“biasakan memanggilku oppa. Arraso ?”

“ne, arraso”

“hari sudah semakin siang, sebaik’na kita bergegas pergi”

Lagi2 dia menarik tanganku, dan menggengam erat tanganku.

Aku berjalan sambil melihat tangan’na yg menggengam d tanganku.

Apa semua ini hanya mimpi ? mengapa beberapa hari ini dia selalu bertingkah aneh ?

Ah, aku yakin ini hanyalah mimpi.

Kau harus bangun soo yoon, kau tidak boleh bermimpi seperti ini terus.

Aku mencubit perutku.

“aaww !” teriakku karena perutku terasa sakit setelah kucubit tadi.

“soo, gwenchana ?” Tanya’na dengan nada panik.

“gwenchanayo tuan”

“jinjja ? jika ada yg sakit katakan padaku”

“tidak aku baik baik saja. Oppa tidak usah khawatir”

Aku tersenyum lebar menatap’na, dan dia membalas’na.

Tatap’na turun kepada tangan’na yg sedang mengenggam tanganku.

“ah mainhae” ucap’na sambil melepas tangan’na dari tanganku.

Kubalas dengan senyum lebar.

**************************************************************

“ini tempat apa oppa ?” tanyaku saat mobil’na berhenti d sebuah taman.

Dari sini tampak air mancur yg menjulang tinggi d tengah2 taman.

Taman ini d hiasi bunga yg berwarna warni, dan kupu2 yg berterbangan kesana kesini.

“dulu aku sering sekali pergi kesini. tp semenjak aku kuliah d inggris, aku jarang sekali ke taman ini”

“taman ini indah sekali”

“tentu, apalagi sekarang sudah akan musim semi. Kau mau turun ?”

“ne”

Aku membuka turun dan berlari ke tengah taman ini.

Aigoo, sangat indah sekali taman ini.

Seekor kupu2 yg mempunyai sayap berwarna merah hinggap d bahuku.

“annyeong” sapaku kepada kupu2 itu.

“indah sekali sayapmu kupu2, kau pasti bahagia tinggal d taman indah ini”

“soo” panggil yunho.

Aku membalikan tubuhku untuk melihat’na.

“kesinilah”

Aku berlari menghampiri’na yg sedang duduk d sepeda.

“ayo kita berkeliling taman ini dengan menggunakan sepeda”

“tapi… tapi aku tidak bisa naik sepeda oppa”

“tidak bisa ?”

“ne”

“kalau begitu naik d sini saja” kata’na sambil menunjuk bagian tengah sepeda. *author susah ngejelasin’na. semoga pada ngerti ya ^^*

“d sini ?”

“ne, apakah tidak mau berkeliling taman ini ?”

“tentu saja aku mau”

“lalu tunggu apa lagi ? kau tidak mungkin berdiri d belakang karena tidak ada besi tempat kau menaruh kakimu dan kau tak mungkin berlari mengelilingin taman ini, karena taman ini sangat besar”

Dengan ragu aku berjalan mendekati’na dan duduk d besi itu.

Aku mendongakan kepalaku.

Aigoo, jarak wajahku dengan’na sangatlah dekat. Ini membuat jantungku berdegup kencang.

“kau sudah siap ?”

Aku hanya menganggutkan kepala.

Yunho mulai menjalankan sepeda, dan aku langsung mencengkram tangan’na yg ada d depanku.

“kau takut ?”

“ne. aku dulu pernah terjatuh dari sepeda”

“kalau begitu peluk aku saja”

“mwo ?”

Aku langsung menatap’na dengan tatapan biinggung.

Saat aku sedang memandang’na, tiba2 aku merasakan ada goncangan yg membuatku langsung memeluk’na.

“ah mianhae, tadi itu ada lubang. Kau baik2 saja kan soo ?”

“ne gwenchana”

Ku sandarkan kepalaku d dada’na.

Aku merasakan jantung’na yg berdegup kencang.

Ah tidak mungkin, ini pasti detak jantungku.

Sekilas bayangan tentang donghae muncul lagi d kepalaku.

Aku pernah berboncengan sepeda dengan’na.

Mau tidak mau, air mata ini turun dengan sendiri’na

*flashback*

*author POV*

“aaaaa !” teriak soo yoon.

“yak ada apa denganmu hah ? mengapa kau berteriak seperti itu ?” Tanya donghae yg mengoes sepeda’na semakin kencang.

“oppa ! jangan ngebut ! aku takut !”

“sudah kubilang peluk aku”

“shireo !”

“baiklah kalau begitu”

Donghae semakin kencang mengoes sepeda’na.

“masih tidak mau memelukku ?”

“kau ini pemaksa sekali oppa !”

“kau yg keras kepala !”

“oppa awas d depan ada lubang”

Bukan’na mengurangi kecepatan, donghae malah semakin mengencangkan laju sepeda’na.

Tanpa d sadari, soo yoon memeluk tubuh donghae dan memejamkan mata’na

Saat mendekati lubang itu, menekan kedua rem d sepeda itu.

Ccciiitttt

Roda sepeda itu berhenti tepat d depan lubang itu.

Donghae tersenyum menatap soo yoon yg masih memeluk tubuh’na dengan erat.

Dia mendiamkan sesaat, menikmati saat2 soo yoon memeluk’na.

“seperti’na tadi ada yg tidak mau memelukku, tp sekarang mengapa dia terus memelukku terus2an ?”

Tersadar akan ucapan donghae, soo yoon buru2 melepaskan pelukan’na dan turun dari sepeda.

“aigoo ! kau menakutiku oppa”

“tp aku tau, kau senang memelukku”

Soo yoon mencubit perut donghae, yg membuat’na meringgis kesakitan.

“itu sangat sakit yonnie !”

“biarkan saja !”

“ah ya sudah, ayo naik lg. ini sudah hampir sore. Orang tuamu pasti menunggumu”

“tp kau jangan seperti tadi”

“ani”

Soo yoon naik ke sepeda lg, dan donghae mengoes’na dengan pelan agar soo yoon tidak takut lagi.

*author POV end*

*flashback end*

Kueratkan pelukanku d tubuh’na dan aku mulai terisak lg.

Kenapa… kenapa aku harus mengingat kenangan bersama’na lg.

Aku lelah, sangat lelah selalu mengingat semua kenangan tentang’na.

“kau baik2 saja soo ? mengapa kau menangis ? kau takut ? apa ada yg sakit ? atau kau mau berhenti saja ?” Tanya yunho yg bertubi2.

“bisakah kita berhenti ?”

“baiklah”

Aku turun dari sepeda dan berjalan untuk duduk d sebuah bangku taman.

“mengapa kau kau menangis ?” tanya’na setelah duduk d sampingku.

Aku hanya diam, sambil menundukan kepala.

ia menarik daguku untuk menatap’na.

“ceritakan padaku apa yg terjadi ?”

“aku hanya sedang mengingat cinta pertamaku”

“cinta pertamamu ?”

“ne, waktu itu dia meninggalkanku begitu saja. Dia telah mempermainkan perasaanku”

Yunho melepaskan tangan’na dari daguku. Menatap tanah yg berada d bawah.

“padahal aku sudah begitu mencintai’na dengan tulus. Tapi balas’na, dia pergi tanpa berkata apapun. Tanpa berkata bahwa ia mencintaiku atau yg lain’na”

Air mataku terus mengalir keluar.

“aku benar2 membenci’na !” teriakku.

Ku rasakan dia menarikku kedalam pelukan’na.

“aku tau, aku tau rasa’na. aku juga mengalami hal yg sama denganmu. D tinggal oleh cinta pertama. Itu sangat menyakitkan. menangislah soo”

Tangisanku semakin menjadi2, aku membalas pelukan’na dengan erat.

**************************************************************

Yunho POV

Sekarang kami sudah berada d mobil dan dalam perjalan’an pulang.

Aku memandang’na sekilas yg sedang menatap kosong kearah jendela.

Ku gengam kedua tangan’na dengan tangan kananku, sedangkan tangan iriku masih berada d setir mobil.

Entah apa yg ku lakukan.

Beberapa hari ini, hatiku terus menyuruhku untuk mengenal’na lebih dekat.

Setelah kulihat kejadian antara dia dengan donghae beberapa hari yg lalu, membuat hatiku ingin selalu berada d dekat’na.

Aneh’na hari ini aku mengajak’na ketempat yg hanya aku yg tau, bahkan ara saja tidak pernah aku ajak kesana.

Ternyata dia pernah mengalami hal yg sama denganku, di tinggalkan oleh cinta pertama.

“apa kau lapar ? kau mau makan sesuatu ?”

“ani. Aku tidak berselera makan. Tp jika oppa mau makan, makan saja”

“aku juga tidak lapar”

Mobilku pun sampai d depan apartemen’na.

“sudah sampai, gomawo untuk hari ini oppa”

“ne. berjanjilah padaku, kau tidak akan menangis lagi. Seharian tadi kau sudah banyak menangis”

“aku berjanji oppa”

Soo yoonpun turun dari mobil’na.

Aku melihat’na berjalan perlahan masuk kedalam gedung berlantai 4 itu.

Setelah dia sudah masuk kedalam, aku melajukan kembali mobilku.

15 menit kemudian aku sampai d apartemenku.

Sesampai’na d dalam, aku langsung mandi dan berganti pakaian.

Ku hempaskan tubuhku d ranjangku, dan memandang lurus keluar jendela.

Sebenar’na apa yg terjadi ?

Mengapa jantungku berdegub kencang saat berada d samping’na ?

Dddrrttt Dddrrttt Dddrrttt

Aku melihat handphoneku yg bergetar d meja d samping ranjangku.

“yeoboseyo ?”

‘oppa…’

“soo yoon !”

‘oppa… to… tolong a…ku oppa’

“apa yg terjadi padamu ? kau baik2 saja ?”

Tut tut tut

Sambungan telefon itu terputus.

Ya tuhan, apa yg terjadi dengan’na.

Mengapa nada bicara’na seperti itu ? aishh !

Aku langsung bangun dan berlari keluar.

TBC ~

2 thoughts on “I love U, My Bos ! *Part 4*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s