I Love U, My Bos *Part 2*

I love U, My Bos !

Cast :

  • Park Soo yoon
  •  Jung Yunho
  •  Lee Donghae

Support cast :

  •  Cho Taehyun

*Part 2*

“kumohon jangan lakukan itu” ucap pria itu sambil membekap erat tubuh soo yoon.

Soo yoon menadahkan kepala’na, dan menatap pria itu.

Betapa terkejut’na ia melihat wajah pria itu.

“kau !”

Soo yoon mencoba melepaskan pelukan’na.

“kumohon lepaskan aku lee donghae” pinta soo yoon.

Dengan perlahan donghae melepas pelukan’na.

“yoonie”

“kenapa kau harus menolongku hah ?” bentak soo yoon.

“karena aku tidak ingin kehilanganmu”

Soo yoon mendengus pelan mendengar perkataan donghae.

“kumohon jangan lakukan itu lagi yonnie”

Soo yoon memandang sebentar donghae, lalu beranjak pergi.

“yoonie, kumohon dengarkan aku dulu”

“apa yg harus ku dengar ? kau tau melihatmu, seperti membuka luka lamaku. Jd aku harap aku tidak bertemumu lg”

Soo yoon berjalan meninggalkan donghae yg menatap’na dengan nanar.

“mianhae… jeongmal bogoshippo yoonie”

**************************************************************

Yunho berjalan menuju ruangan’na, dan terhenti d depan meja sekretaris’na.

“bahkan hari ini dia tidak masuk. Seperti’na memang terjadi suatu kessalahan semalam”

Dia kembali berjalan dan masuk ke ruangan’na. Duduk d bangku direktur’na lalu mulai kembali bekerja.

Ia terus bekerja sampai jam makan siangpun datang.

Tok tok tok.

“masuk”

“permisi tuan”

Seorang pelayan masuk kedalam sambil membawa makanan.

“siapa yg memesan ini ? aku tidak merasa memesan’na” Tanya yunho.

“nona park soo yoon yg memesan ini untuk anda”

“oh, arraso” kata yunho sambil mengeluarkan dompet dari saku celana’na.

“ah tidak usah tuan, nona soo yoon sudah membayar ini semua ?”

“jinjja ? ya sudah kau boleh pergi sekarang”

Yunho kembali melanjutkan pekerjaan’na, tp dia merasa terganggu karena pelayan itu masih ada d ruangan’na.

“kenapa masih ada d sini ? kau mau tip dariku ?”

“bukan itu maksudku tuan, hanya saja tadi nona soo yoon berpesan kepadaku. Aku tidak boleh meninggalkan ruangan ini”

“mwo ? dia benar2 berkata seperti itu ?”

“ne”

Yunho tersenyum, lalu mulai memakan makanan itu.

“lihat, aku sudah selesai makan. Kau boleh pergi sekarang”

Sebelum pergi yunho memberikan pelayan itu tip.

“kau ini lucu sekretaris park, kau tidak masuk kerja tetapi kau masih sempat2’na memesankanku makanan dan berkata seperti itu kepada pelayan tadi”

Tanpa ia sadari, senyum tulus’na yg dulu pernah hilang kini kembali lagi.

“tp mengapa ia tidak masuk ?” Tanya yunho.

Yunho menatap meja kerja soo yoon.

“aku merasa sangat bersalah kepadamu”

**************************************************************

Soo Yoon POV

Ting tong ting tong.

Aigoo, siapa yg datang tidak tahukah aku habis menangis ?

Aku melangkahkan kaki menuju pintu, dan membuka’na.

“park soo yoon” teriak pemilik suara cempreng itu.

“aisshh ! aku tidak tuli ! kalau kau datang untuk teriak2 saja, lebih baik kau pulang saja”

Aku menutup pintuku, lalu taehyun menahan’na.

“yak, aku ingin berbicara denganmu”

“berbicara atau berteriak hah ?”

“berbicara !”

Taehyun mendorong pintuku, membuatku nyaris terjungkal.

“aigoo, liat penampilanmu sekarang ! ckckckckc”

“sudah jangan cerewet”

Akupun berlalu meninggalkan’na, dan duduk d sofaku.

“kau tidak masuk kerja ?”

“ani”

“woow ! tumben ! biasa’na weekend saja kau masih mau bekerja, karena ingin melihat bosmu itu”

Aku melirik’na dengan mata super tajam !

“baiklah baiklah, arraso park soo yoon. Jeongmal arraso”

Aku kembali menatap lurus jendela besar d apartemenku.

“kau tau, td aku bertemu dengan donghae”

“lalu ?”

“dia… dia ingin bertemu denganmu, untuk menjelaskan semua’na”

“menjelaskan ? menjelaskan apa ?”

“masalah lima tahun yg lalu pabo !”

“oh”

“kenapa cuman beroh saja ? benar2 pabo”

“lalu aku harus bagaimana hah ?”

“dengarkan dia, park soo yoon !”

“shireo ! aku tidak ingin mendengarkan’na”

“ayo lah soo yoon, dengarkan dia sekali ini saja. Sehabis itu kau boleh menbenci’na, kalau kau sudah tidak punya hati lg”

“ya ya ya ! mengapa kau sekarang membela’na hah ?”

“karena aku sudah tau alasan dia meninggalkanmu”

“ya sudah, kau saja yg mengatakan’na padaku”

Pletakkk !

Si cho taehyun itu menggeplak kepalaku, aishhh !

“yak ! kenapa kau memukul kepalaku hah ?”

“otakmu kekurangan banyak air karena kebanyakan menangis, maka’na kau bisa setolol ini soo yoon !”

“apa maksudmu ?”

“aku tidak akan pernah menceritakan semua’na padamu. Aku mau kau mendengar langsung dari donghae !”

“aku bilang tidak ya tidak, kau pemaksa sekali !”

“memang’na kenapa si ?”

“aku membenci’na !”

Akupun bangun dari sofaku, dan berjalan kearah kamar.

“jgn sampai kau menyesal, karena tidak mendengarkan alasan’na soo yoon PABO !” teriak’na saat aku berada d dalam kamar.

Aishh !

Aku sudah pusing dengan masalah yunho, mengapa sekarang bertambah dengan ada’na masalah donghae ?

Ya tuhan, musnahkan mereka berdua dari otak dan hatiku !

**************************************************************

Hari ini aku kembali masuk bekerja, dan aku harus bertemu’na serta harus mengingat kejadian malam itu.

Aisshh !

Lupakan soo yoon lupakan ! Aku memukul2 sendiri kepalaku.

“sekretaris park ?” panggil seseorang yg sangat kukenali suara’na.

“ah, annyeong direktur !”

Aku terbangun dan membungkuk 90 derajat.

“kenapa kau memukul kepalamu sendiri ?”

“aku… aku tidak apa apa tuan”

Dia tersenyum kepadaku, lalu berjalan menuju ruangan’na.

Aku pun mulai duduk d kursi kerjaku.

“ah, sekretaris park !” panggil’na yg membuatku tidak jadi duduk.

“ne tuan ?”

“lain kali, jika kau memesan makanan untukku. Tidak usah menyuruh’na untuk menungguiku sampai makanan itu habis” kata’na sambil tersenyum kepadaku.

“mianhamnida tuan”

“gwenchana”

Aigoo, aku mulai melihat senyuman manis’na itu, apakah dia mulai berubah tuhan ?

Terimakasih tuhan, kau sudah sedikit mengembalikan bosku itu seperti dulu.

**************************************************************

“tuan”

“mengantarkanku makanan ? taru saja d mejaku”

Aku tersenyum mendengar’na, seperti’na dia sudah terbiasa dengan aktifitasku ini.

“kau sudah makan ?” tanya’na sambil menatapku.

“belum”

“kalau begitu makanlah bersamaku”

“mwo ?”

“waeyo ? kau tidak mau ?”

“tuan kau sedang tidak sakitkan ?”

Dia hanya tertawa mendengar perkataanku.

“memang’na mengapa kalau aku mengajakmu makan bersama ?”

“hanya aneh saja”

“lalu ?”

“aku.. sebaik’na makan d tempatku saja tuan”

“baiklah jika itu maumu”

Aku berjalan keluar, dan duduk d tempat kerjaku.

Aku memegang dadaku, aku merasakan debaran jantungku yg sangat cepat.

Aigoo, baru d ajak’na makan bersama saja aku sudah begini.

Bagaimana jika…. Ah ! jgn berpikiran terlalu jauh soo yoon !

Yunho POV

Aku hanya tersenyum melihat tingkah laku’na, mengapa dia bisa sebegitu terkejut’na mendengar ajakanku ?

Memang dalam waktu 1 tahun dia bekerja d sini, aku tidak mengajak’na seperti itu.

Aku juga tidak mengerti, mengapa aku bisa mengucapkan kalimat itu.

Entahlah, mungkin aku hanya ingin menebus kesalahanku malam itu.

Walaupun dia berkata tidak terjadi apa2, tp aku bisa lihat dari mata’na yg menggambarkan ada rasa kecewa d hati’na.

Aku memandang’na , aku baru tersadar dari tempatku ini aku dapat memandang’na dengan bebas.

Lagi2 aku tersenyum melihat’na, rambut panjang’na yg d sanggul keatas dengan menggunakan ballpoint.

Ddrrrttt Ddrrrttt Ddrrrttt

Handphoneku yg tergeletak d atas meja bergetar.

“yeoboseyo ?”

‘yunho-ah’

“ah, kau donghae-ah. Ada apa kau meneleponku ?”

‘kau sudah makan siang ?’

“ani, tp akan. Sekretarisku sudah menyiapkan makanan untukku”

‘sekretarismu ?’

“ne, wae ?”

‘ah ani, aku sedang berada dekat kantormu. Bolehkah aku mampir untuk makan siang bersama ?’

“tentu saja, aku akan menunggumu”

Aku mematikan handphone, dan menaruh’na d tempat semula.

Mengapa setiap aku berbicara tentang sekretaris park, donghae selalu berubah.

Seperti ada sesuatu yg aneh.

Tp mungkin hanya perasaanku saja.

Author POV

Donghae berjalan keluar dari lift, langkah’na terhenti setelah melihat gadis yg dia rindukan selama 5 tahun ini.

“yonnie”

Soo yoon yg sedang sibuk bekerja, tiba2 menghentikan aktifitas’na.

“tuan direktur sudah menunggu anda dari tadi, silakan langsung saja keruangan’na” jawab soo yoon tanpa memandang donghae.

Donghae masih berdiri terpaku menatap soo yoon.

Merasa tidak enak, soo yoon melangkah pergi.

Dengan sigap doghae menarik tangan soo yoon.

“mianhae, jeongmal mianhae yonnie”

“maaf ? maaf untuk apa ?”

“untuk…”

“ya, donghae-ah !” panggil yunho yg keluar dari ruangan’na.

Seketika soo yoon melepaskan tangan donghae dari lengan’na dengan kasar.

“mengapa tidak langsung saja ke ruanganku ?”

“aku baru akan keruanganmu”

Yunho melihat donhse datang tidak membawa apa2.

“kau belum membeli makanan ?”

Donghae menggeleng perlahan sebagai jawaban’na.

“sekretaris park ?”

“ne ?”

“bisakah membelikan donghae makan siang ?”

Soo yoon terdiam, melirik kearah donghae.

“ne tuan, aku akan membelikan’na”

“gomawo sekretaris park”

Yunho mengajak donghae masuk kedalam ruangan’na.

“oh ya, kemana tunanganmu itu ? aku tidak melihat’na”

Yunho tertawa miris mendengar pertanyaan teman’na itu.

“kau tau donghae-ah, dia memutuskan hubunganku dengan’na 2 bulan yg lalu ?”

“jinjja ? wae ?”

“dia ingin mengejar karir’na d paris. Aku tidak mengijinkan’na pergi, tp dia pergi begitu saja”

“aigoo, pasti kau sekarang sedih sekali”

“lalu bagaimana dengan gadis yg kau ceritakan saat d inggris ? kau kembali ke seoul untuk menemui’nakan ? kau sudah menemui’na ?”

“aku sudah bertemu’na”

“jeongmal ? siapa gadis itu ? perkenalkanlah denganku donghae-ah. Aku ingin tau, gadis seperti apa yg membuat kau gila selama d inggris ?”

Donghae tersenyum, “dia…”

Tok tok tok.

“masuklah” ucap yunho.

“tuan aku sudah membelikan makanan untuk donghae-sshi”

Soo yoon meletakan makanan itu d meja dan membuka’na.

“seafood ? kau membelikan’na seafood sekretaris park ?”

“ne”

“ini kebetulan sekali, kau ini kan sangat suka seafood donghae-ah”

Donghae hanya menatap nanar soo yoon yg berdiri d samping’na.

“mungkin ini bukan sebuah kebetulan” ucap donghae.

“eng… tuan aku permisi dulu”

“ne, gomawo sekretaris park”

Soo yoon hanya mengganggut pelan, lalu meninggalkan mereka berdua.

Yunho membuka kotak makan yg d berikan oleh soo yoon.

“kau membawa makanan itu dari rumah ?” Tanya donghae.

“aniyo. Kau tau masakan ini sangat enak. Kau mau coba ?”

Donghae mengambil makanan dengan sumpit’na, lalu memakan’na.

‘masakan ini, masakan yg setiap hari selalu aku makan lima tahun yg lalu. Masakan yg selalu ku rindukan’ batin donghae.

*Flashback*

Soo yoon menghampiri donghae yg sedang bermain basket d lapangan sekolah.

“sunbaenim”

“jika kau memanggil aku dengan sebutan itu lagi, aku tidak mau berbicara denganmu lg”

“lalu kau mauku panggil apa ?”

Donghae berjalan mendekati soo yoon, dan mendekatkan wajah’na kepada wajah soo yoon. Membuat soo yoon agak memundurkan wajah’na.

“chagi-ya” goda donghae sambil memedipkan mata kanan’na.

“aigoo, oppa ! kau ini genit !”

Donghae mencubit kedua pipi soo yoon.

“kau membawakanku bekal lagi ?” Tanya donghae.

“ne, aku akan membuatkan makanan untuk seseorang yg special untukku”

“jinjja ?”

“oppa, bisakah kau menjauhkan tubuhmu dariku. para yeoja2 d sana sudah mulai menatapku seperti akan membunuhku”

“shireo”

Donghae terus mendekati soo yoon hingga tubuh soo yoon menempel pada dinding.

“aku sangat suka mengodamu yoonie”

“aku mau makan apa tidak ? kalau tidak, aku akan memberikan makanan ini kepada siwon sunbaenim”

“ck, jgn memberikan makan ini kepada namja sainganku itu”

Donghae mengambil kotak makanan itu, lalu duduk dan memakan’na.

“masakanmu ini sangat enak yoonie”

“jinjja ? gomawo oppa”

“berjanjilah padaku, jgn pernah kau memasakan makanan special ini untuk namja lain selain aku yoonie”

Donghae mengancungkan kelinking’na kepada soo yoon. Dengan cepat soo yoon menautkan jari kelingking’na d kelingking donghae.

“ne, aku berjanji oppa”

*Flashback end*

“donghae-ah !” panggil yunho yg melihat donghae melamun.

“wae ?”

“mengapa melamun seperti itu ?”

“kau tau siapa yg memasak makanan ini ?”

“ani, yg ku tau setiap hari’na sekretaris park membawakan makanan ini kepadaku”

Yunho melanjutkan aktifitas makan’na lg.

Donghae membalikan badan’na menatap soo yoon yg sedang bekerja d tempat’na.

‘aku bukan orang spesial lg untukmu yoonie ? sudah tidak adakah lg aku d dalam hatimu ?’ ucap donghae dalam hati.

**************************************************************

“tuan” panggil soo yoon d ambang pintu.

“ne ?”

“sudah waktu’na pulang”

“arraso”

“mari tuan, kita pulang”

Yunho menghentikan aktifitas menulis’na dan menatap soo yoon.

“kita ?”

“ah ani ! maksudku kau dan aku pulang tuan. Bukan pulang bersama2”

“aku akan pulang setelah menyelesaikan ini”

Soo yoon masuk kedalam, dan duduk d hadapan yunho.

“kenapa ? bukankah kau sudah ingin pulang ?”  Tanya yunho.

“aku tidak akan pulang sebelum kau pulang juga tuan”

“aigoo, penyakitmu kambuh lagi. Sudah sana pulang”

“aniyo. Apa yg bisa aku bantu tuan ?”

“tidak ada. Sudahlah kau pulang saja”

“shireo. aku akan menemanimu d sini tuan”

“kau ini begitu keras kepala sekretaris park”

“sama seperti anda tuan”

Yunho tersenyum, “terserah kau saja sekretaris park”

3 jam berlalu, yunho masih larut dalam pekerjaan’na. sedangkan soo yoon sudah tertidur d ruangan itu.

“aigoo, sudah 3 jam berlalu. Mengapa tidak terasa sekali ?” guman yunho.

Yunho melihat soo yoon yg tertidur d sofa dalam keadaan tangan menopang kepala’na.

“dia tertidur ? aisshh, lucu sekali gadis ini”

Yunho berdiri mengambil jas’na yg tergantung d gantungan sebelah meja’na dan menghampirii soo yoon.

“seharus’na kau pulang, kau sudah bekerja keras hari ini sekretaris park”

D baringkan’na tubuh soo yoon d atas sofa, dan menyelimuti’na dengan jas’na.

“tunggu 1 jam lg, baru aku akan mengantarmu pulang”

Yunho kembali ke meja’na untuk melanjutkan perkerjaan’na.

1 jam kemudian, jam menunjukan jam 10 malam.

Yunho bangkit berdiri, dan menghampiri soo yoon yg masih tertidur pulas.

“sekretaris park irrona”

Yunho mengguncangkan badan soo yoon secara perlahan.

“sekretaris park”

Soo yoon tidak bergeming sedikit pun.

“omona, dia susah sekali d bangunkan”

Yunho mengendong tubuh soo yoon dan membawa’na ke dalam mobil.

Setelah menaruh soo yoon d dalam mobil, dan bersiap untuk pulang, yunho melupakan suatu hal.

“aisshh, aku tidak tau dimana ia tinggal. Lalu bagaimana aku bisa mengantar’na ?”

Yunho menatap soo yoon dan mencoba untuk membangunkan’na lg, tp soo yoon masih tidak terbangun dari mimpi’na.

“bagaimana ini ?” Tanya frustasi yunho.

“ah, mau tidak mau aku harus membawa’na k apartemenku”

Yunho melajukan mobil’na kearah apartemen’na.

Sesampai’na d apartemen’na, yunho meletakkan soo yoon d kamar tamu apartemen’na.

“aishh, bagaimana bisa kau tidur semalaman nanti, dengan menggunakan baju kerja seperti ini ?”

Yunho keluar dari kamar tersebut.

“ah, aku minta tolong ahjumma sebelah saja”

Yunho berjalan keluar dari apartemen’na, dan mengetuk tetanggga seberang’na.

“ahjumma, boleh aku minta tolong ?”

Ahjumma itu keluar, “ne, apa yg bisa ku tolong ?”

“tolong gantikan baju gadis yg ada d apartemenku”

Mendengar kata gadis, ahjumma itu langsung menatap yunho dengan curiga.

tau tatapan ahjumma itu berubah dengan cepat yunho menjawab tatapan itu.

“dia itu teman ku ahjumma, jika aku akan berbuat macam2 dengan’na aku tidak akan memintamu untuk menggantikan baju’na” jawab yunho.

Ahjumma itu berpikir sebentar, lalu menggangut dan mengikuti yunho masuk ke dalam apartemen’na.

“gadis itu ada d dalam kamar itu”

“lalu mana baju untuk’na ?”

Yunho berpikir sebentar, lalu masuk kedalam kamar’na.

Dia keluar dengan baju tidur d tangan’na.

“ini, pakaikah dia ini ahjumma”

Ahjumma itu mengambil baju d tangan yunho, dan masuk kedalam kamar tamu.

Lima menit kemudian ahjumma itu keluar dengan baju kerja milik soo yoon.

“ah gomawo ahjumma, jeongmal gomawo” ucap yunho sambil membungkuk.

“ne. jgn kau apa2 kan gadis itu ya. Dia adalah gadis baik2”

“ne ahjumma”

Ahjumma itupun keluar dari apartemen yunho.

“gadis baik2 ? bahkan orang yg belum mengenalmu saja sudah mengatakan kau baik”

Yunho tersenyum, lalu berjlan kearah dapur unutk meletakan baju kerja soo yoon.

**************************************************************

Soo Yoon POV

Sinar matahari yg menyeliaukan mataku ini membuatku terbangun.

Mmmmm ~

Aku merenggangkan seluruh tubuh ku.

Ku rubah posisiku menjadi duduk, dan melihat sekitarku.

Aigoo, aku haus sekali.

Aku turun dari kasur, lalu berjalan keluar.

Saat aku membuka pintu kamarku, aku melihat seorang pria yg duduk membelakangiku dan hanya memakai celana piyama’na.

Pencuri ! pasti dia pencuri !

Aku mendekati pencuri itu secara mengendap2.

“yak pencuri !” teriakku yg d sertai pukulan d badan’na.

Orang itu berdiri lalu memegangi kedua tanganku yg memukul dada’na.

“ya ya ya sekretaris park” ucap’na.

Mwo ? sekretaris park ? jgn2 dia…

“kenapa kau memukuliku ?”

“omona ! tuan jung sedang apa kau ada d apartemenku ?”

“apartemenmu ? aigoo ini apartemenku sekretaris park ?”

“mwo ?”

Aku menatap sekelilingku dengan seksama.

ah benar, apartemen ini sangat mewah. sangat berbeda dengan apartemenku.

“bagaimana bisa aku ada d sini ?”

“semalam kau ketiduran saat menungguiku, karena aku tidak tau apartemenmu aku membawamu k sini”

“jinjja ? kalau begitu mianhae atas kejadian tadi”

“gwenchanayo”

Ting tong ting tong

Terdengar bel berbunyi.

Tuan jung langsung berjalan kearah pintu dan membuka’na.

“ah kau, aku sudah menunggumu dari tadi masuklah”

Seseorang masuk kedalam dan d ikuti tuan jung dibelakang’na.

Dia terkejut setelah melihatku, dan ia menatapku dari atas sampai bahwa.

Akupun melihat diriku sendiri dari atas sampai bawah.

Omona !

Aku baru sadar aku memakai gaun tidur yg sangat pendek, dan bagian atas’na juga sangat terbuka.

Tuanku berdiri d sampingku, “yak, mengapa kau melihat sekretarisku seperti itu ?”

“mengapa kalian berdua berpakaian seperti itu ? apa kalian habis berbuat sesuatu ?”

“berbuat sesuatu ?” Tanya kami berbarengan.

Aku dan tuan jung menatap diri masing2.

“omona !” teriak kami berdua.

TBC ~

3 thoughts on “I Love U, My Bos *Part 2*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s