Forever Love [ part 13] ending ~

Author : Park Soo Yoon

 

Cast :

  •  Park Soo Yoon
  •  Jung YunHo
  •  Jung Ji Hye
  •  Henry

 

Support Cast :

  • Lee DongHae
  • Park Eun Ri
  • Kim Junsu

 

—-Part 13—-

Author POV

 

“would u marry me ?”

“ya henry-ah” kata soo yoon sambil berdiri.

Henry mengambil tangan soo yoon, “ please answer my question now”

Soo yoon tersenyum lebar.

“henry-ah……”

“nde ?”

“mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak bisa menerima lamaranmu”

Henry melepaskan pegangan tangan’na kepada soo yoon, dan tertunduk lesu.

“ini lucu sekali yoonie. Aku sudah melamarmu untuk ke3 kali’na. tp jawabanmu tetap sama”

Soo yoon membangunkan henry, dan menatap’na.

“mainhae, tp perasaanku terhadapmu tetap sama seperti dulu. Kau tetap teman terbaikku semenjak sma”

Henry membalas perkataan soo yoon dengan tersenyum pahit.

“aku rasa, kita harus menghentikan sandiwara tentang pertunangan kita henry-ah”

“mwo ?”

Setahun yg lalu, henry meminta soo yoon untuk berpura2 menjadi tunangan’na. karena kakek henry yg menginginkan cucu’na untuk bertunangan.

Semua orang tidak mengetahui tentang kepura2’an ini, hanya keluarga henry dan keluarga soo yoon yg tau.

“ya, aku rasa kita harus menghentikan semua ini. Sebelum aku terlalu jauh menyakitimu henry-ah. Mianhae”

 

Henry POV

 

“ya, aku rasa kita harus menghentikan semua ini. Sebelum aku terlalu jauh menyakitimu henry-ah. Mianhae”

“baiklah, kalau yg kau inginkan. Terima kasih sudah membantuku” jawabku.

“ne, cheonmaneyo henry-ah”

Aku tidak percaya, lagi2 dia menolak lamaranku.

Apa dia masih mencintai pria itu ?

Itu sangat mustahil, mengingat nama’na saja tidak.  Bagaimana mungkin masih ada perasaan cinta.

“henry-ah, kau percaya cinta pada pandangan pertama ?”

“mwo ?”

Soo yoon tersenyum kikuk sambil membenarkan poni’na.

“dua minggu lalu aku bertemu dengan seorang pria. Kau tau, saat bertemu dengan’na jantungku bergerak dengan sangat cepat. Aneh’na hatiku ingin aku berlari dan memeluk’na. kalau waktu itu aku tidak menggunakan logikaku, aku akan melakukan’na untung’na tidak”

Aku terdiam menatap’na yg sedang tersenyum bahagia.

“waktu itu dia bercerita tentang yeojachingu’na yg mengalami amnesia dan lupa akan diri’na. haahh, aku iri dengan wanita itu. pasti dia sangat mencintai’na”

Amnesia ? apakah pria itu yunho ?

“kau tau, aku merasa sangat aneh berada d dekat’na. aku merasa aku kenal lama dengan’na dan ada hubungan khusus dengan’na. tp itu tidak mungkin. Dan saat dia mengajakku pergi, aku selalu merasa sering datang ke sana, bayangan aku bersama dengan seorang pria d tempat itu juga mulai bermunculan. Tp bayangan pria itu tidak jelas”

Ya, pria itu pasti adalah yunho. Aisshh, jinjja !

“kau tau henry-ah, ku rasa aku jatuh cinta dengan’na”

Tidak, tidak mungkin !

Bagaimana ini semua terjadi.

Kau ini lupa mengalami lupa ingatan soo yoon, tp bagaimana mungkin kau jatuh cinta dengan’na saat keaadaanmu seperti ini.

Ini… ini aneh, demi tuhan !

Aku dan eun ri noona sudah, membuang barang2 yg dapat mengingatkan soo yoon terhadap yunho hingga tidak ada 1pun yg tersisa.

Tp mengapa semua jd begini ? apakah ikatan batin mereka terlalu kuat hingga bisa jd seperti ini ?

“henry-ah, ada apa denganmu ?”

“ani, sudah terlalu malam sebaik’na kita pulang”

Aku langsung menarik’na, ke dalam mobil.

Aku harus berbicara dengan yunho, sebelum soo yoon benar2 mengingat semua’na dan sesuatu terjadi pada’na.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author POV

 

“yeoboseyo” jawab yunho saat handphone’na berbunyi.

‘bisakah kita bertemu sekarang ?’

“henry-sshi ! kau…”

‘aku tunggu kau d café ocean’

Henry langsung mematikan sambungan telefon’na.

“apa yg terjadi ?” tanya yunho.

Diapun bangkit mengambil jaket’na, dan berjalan keluar ruangan.

15 menit kemudian yunho sampai d tempat.

“henry-sshi ?” sapa yunho yg langung duduk d seberang henry.

“jauhi soo yoon”

“nde ?”

“kalau kau mau dia tetap hidup, jauhi soo yoon”

“apa maksudmu ?”

“kau pasti sangat tau yunho-sshi, soo yoon mengalami amnesia. Jgn coba2 untuk membuat dia ingat dengan ingatan’na, karena itu akan berakibat fatal”

“berakibat fatal ?”

“ne, dia bisa meninggal saat mengingat itu semua”

“mwoya ?”

“5 tahun yg lalu kau meninggalkan’na begitu saja, kau tau karena perbuatan kau itu soo yoon berubah. Dia sering sekali menangis, dan menjadi pendiam. Setiap hari, wajah’na menjadi tirus dan pucat. Aku dan eun ri noona mencoba membantu’na untuk bangkit dari ketepurukan’na, tp hasil’na nihil. Hingga kecelakaan itu terjadi dan dia mengalami lupa ingatan tentang dirimu, aku dan eun ri noona sepakat agar tidak membuat’na ingat denganmu lagi, agar dia bisa kembali kesedia kala sebelum bertemu denganmu. Jd jgn dekati dia lagi, dia sudah bahagia sekarang”

Henry bangkit berdiri.

“kau pasti sangat ingat perkataanku 5 tahun yg lalu, dan aku tidak akan pernah membiarkan’na kembali padamu lagi yunho-sshi”

Henry pun meninggalkan yunho sendiri’na.

Yunho menghela napas panjang, dan mata’na mulai berkaca2 lg.

“soo, mianhae” ucap’na.

Yunho mengepalkan tangan’na, dan bahu’na mulai begetar.

“kalau memang kau lebih bahagia jika tidak ada aku, aku akan memenuhi semua itu. lebih baik aku yg merasakan sakit, dari pada dirimu soo”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Seminggu berlalu sejak pertemuan antara yunho dan henry, yunho tidak pernah menghubungi soo yoon lagi. Dan hal itu membuat hati soo yoon galau (?).

“seminggu, ya seminggu ia tidak menemuiku atau bahkan meneleponku. Apa yg terjadi dengan’na ?” guman soo yoon sambil menatap handphone’na.

‘apa aku harus menemui’na ?’ pikir’na dalam hati.

‘ya, aku harus menemui’na. menanyai’na mengapa ia tidak menemuiku lagi’

Soo yoon mengambil’na tas’na dan berjalan pergi.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Soo yoon berdiri d sebuah gedung kantor yg megah.

Dia tanpa ragu untu masuk kedalam’na.

Dengan mengumpulkan tekat, akhir’na soo yoon masuk kedalam gedung itu.

“annyeonghaseo agasshi” sapa resepsionis.

“bisakah aku bertemu dengan tuan jung ?”

Resepsionis itu mengerutkan dahi’na, “apa kau sudah berbuat janji dengan tuan direktur ?”

“belum”

“mainhamnida, anda tidak bisa bertemu’na tanpa membuat janji dengan direktur”

Soo yoon tertunduk lesu.

“nona soo yoon ? panggil manager lee yg menghampiri soo yoon.

“nde ?”

“kau ingin bertemu tuan muda ? kalau begitu ikutlah denganku”

“ne”

Soo yoon mengikuti langkah manager lee. Naik kelantai 35 *tinggi bener* dengan menggunakan lift.

Soo yoon terkejut, setelah pintu terbuka dia melihat sosok seseorang yg sangat d rindukan’na selama seminggu ini.

“soo” panggil’na yg tak kalah terkejut dengan soo yoon.

“oppa” jawab soo yoon.

“manager lee, apa yg kau lakukan ?” Tanya yunho kepada asisten pribadi’na itu.

“nona soo yoon ingin bertemu denganmu tuan”

Yunho memandang soo yoon, “benarkah itu ?”

“ne”

“kalau begitu ikutlah denganku, manager lee tolong tunda 10 menit dulu meeting itu”

“ne, tuan muda”

Yunho berjalan kearah ruangan’na di ikuti soo yoon dibelakang’na.

“mianhae, sudah menganggu jadwalmu oppa. Jika kau sibuk, aku bisa berbicara denganmu lain waktu”

“gwenchanayo, bicaralah sekarang” jawab yunho yg sedang menatap jendela besar di ruangan’na.

“eng. Mengapa kau tidak menghubungiku selama seminggu ini ?”

“aku sibuk” jawab yunho dengan dingin’na.

“harus’na aku mengerti kau ini pasti sibuk. Mianhae aku sudah menganggumu, aku permisi pulang oppa” kata soo yoon.

“jgn menemuiku lg, karena aku juga tidak akan pernah menemuimu lagi. Lupakan semua yg terjadi d antara kita belakangan hari ini, anggap saja itu tidak pernah terjadi” ucap yunho yg masih memandang jendela besar.

Soo yoon menghentikan langkah’na, mendengar perkataan yunho air mata’na ingin keluar.

“ne, jaga dirimu baik2 oppa” jawab soo yoon sambil menahan tangisan’na.

Yunho menghela napas panjang, lalu menatap karpet d bawah’na.

Soo yoon membuka pintu ruangan itu, dan bergegas keluar.

Tiba2 soo yoon merasakan rasa pusing yg sangat hebat, dia memegang kepala’na yg sakit.

Sedetik kemudian dia jatuh pingsan.

“soo !” teriak yunho yg langsung berlari menghampiri soo yoon yg akan terjatuh.

“soo, irrona ! apa yg terjadi denganmu ?”

Yunho mengguncangkan tubuh soo yoon yg ada d pangkuan’na.

“soo !” panggil’na lagi.

Tidak mendengar jawaban dari soo yoon, yunho mengendong’na keluar ruangan.

“cepat siapkan mobil manager lee !” teriak yunho.

Manager lee menganggut.

“mianhae, jeongmal mianhae. Lagi2 aku membuatmu seperti ini soo” ucap yunho dengan lirih.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

1 jam sudah soo yoon berada d dalam ruangan itu.

Yunho masih setia menunggu’na d luar ruangan, keadaan ini membuat ingatan’na melayang saat kejadian 5 tahun yg lalu. Dimana soo yoon kritis akibat tenggelam d kolam renang sekolah.

“kumohon tuhan, jgn terjadi apapun dengan’na. aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu kepada’na”

Yunho duduk d bangku depan ruangan itu.

“sudah kubilang jauhi dia, mengapa kau masih mendekati’na hah ?” teriak seseorang d depan yunho.

Yunho bangun dari duduk’na dan menatap henry yg sedang menatam tajam diri’na.

“mianhae” jawab yunho.

Henry menarik kerah yunho dan memukul’na keras. Sehingga membuat ujung bibir yunho berdarah.

“kalau terjadi sesuatu pada’na, aku akan membunuhmu yunho-sshi !”

“henry-ah apa yg terjadi ?” Tanya eun ri saat tiba d depan ruangan iccu.

Eun ri menatap pria d samping henry.

“kau ! ternyata kau yg menyebabkan ini semua ! tidak cukupkah kau membuat dongsaengku terluka ! mengapa harus datang d kehidupan dongsaengku, saat ia sudah bahagia !” sungut eun ri sambil memukul yunho.

“yeobo, sudah sudah !” kata donghae sambil menarik eun ri ke dalam pelukankan.

“kau tau, jika dia sudah pingsan pasti akan yg terjadi sesuatu dengan’na donghae-ah”

“arraso”

Setelah eun ri tenang, dongahae mengajak yunho untuk berbicara sebentar.

“aku tidak menyangka kau akan kembali yunho-ah” kata donghae saat mereka duduk berdampingan d bangku taman.

“kembali ke seoul, adalah hal yg paling aku inginkan hyung”

“soo yoon, dia terkena kanker otak”

“mworago ?”

“kau masih ingat kejadian saat ia tenggelam ? otak’na mengalami gangguan semenjak kejadian itu. dan benturan saat kecelakaan itu, menambah parah kerusakan otak’na. karena itu, dia tidak boleh ingat dengan ingatan yg dia lupakan. Jika ia mencoba mengingat itu, akan berakhir dengan kematian”

“hyung……”

“aku tau bagaimana perasaanmu, aku mengalami hal yg sama denganmu. Hubungan dengan wanita yg kau cintai tidak d restui oleh kedua orang tua. Bagaimana sulit’na harus memilih antara cinta dan orang tua. Betapa merindukan rumah, saat kau memutuskan untuk lebih memilih mempertahankan cintamu”

“aku menyayangi soo yoon, aku sudah menanggap soo yoon sebagai dongsaengku sendiri. Jd yunho-ah, jika kau tidak bisa menjanjikan kebahagiaan bagi soo yoon. Jgn ganggu dia lg, atau kau akan membuat dirimu kehilangan soo yoon untuk selama’na”

Donghae menepuk bahu yunho dan pergi meninggalkan’na.

 

*flashback*

 

“appa” teriak yunho saat memasuki kamar appa’na.

“putraku, putraku yg paling aku sayang”

“appa”

“mianhae, jeongmal mianhae. Selama hidupku, aku tidak pernah menjadi ayah yg baik untukmu yunho-ah”

Yunho menghapus air mata’na.

“aku selalu ingin bersama denganmu putraku, tp aku benar2 tidak bisa. Maafkan lah appmu ini”

“ne, appa. Aku sudah memaafkanmu”

“aku minta, tolong kembalilah kerumah. Jdlah penerusku, buatlah perusahaan semakin hebat yunho-ah. Aku mohon dengan sangat. Aku janji, ini terakhir kali’na aku menyusakanmu”

“baiklah appa, aku akan melakukan’na”

“gomawo, aku tau kau putraku yg terbaik”

Tiiiitttttt

Bunyi panjang suara mesin penditeksi jantung mr.jung.

Genggaman’na terhadap tangan yunho juga mengendur.

“appa ! irrona ! appa !” teriak yunho mengguncangkan tubuh ayah’na.

Tp tidak ada jawaban dari mr.jung.

“appa” suara yunho melemah dan ia jatuh terlutut d samping ranjang appa’na.

“appaa”

-Sesudah pemakaman-

“yunhi-ah, kau harus segera pergi k bandara sekarang” kata ms.jung setelah pemakanam suami’na.

“bisakah nanti saja ? appa baru saja d makamkan”

“tidak bisa. Kau harus pergi sekarang”

“aku akan pergi setelah aku menemui soo yoon”

“tidak ! kau tidak boleh bertemu dengan’na ! mulai detik ini, kau tidak boleh berhubungan dengan yeoja itu !”

“tp eomma…”

“tidak ada tp2’an, kau tidak ingat apa pesan terakhir appamu hah ?”

‘aku ingat oppa”

“segera berangkat. Pesawat pribadi kita sudah menunggu d bandara”

 

*flashback end*

 

“apa yg harus aku lakukan sekarang ? appa, aku sangat mencintai’na. tak bisakah kau mengerti aku sekali ini saja ? aku akan mengurus semua perusahaan seperti janjiku kepadamu. Tp tak bisakah aku melakukan itu dengan ada’na soo yoon d sampingku ?” ucap yunho sambil memandang kalung d tangan’na.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Yunho berjalan dengan lemas kearah ibu’na yg sedang bekerja d ruang kerja’na.

“eomma”

“ne chagi ?”

Yunho berlutut d hadapan eomma’na.

“eomma, aku mohon sekali ini saja. Biarkan aku bersama dengan soo yoon. Aku berjanji akan mengelola perusahaan seperti pesan appa. Kumohon dengan sangat eomma, jebal !”

Yunho menundukan kepala’na untuk memohon kepada wanita yg telah melahirkan’na ke dunia ini.

“inilah yg aku takutkan jika kau pulang ke seoul. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengijinkanmu bersama dengan’na seumur hidupku !”

“eomma jebal ! aku mohon dengan sangat eomma !”

“sekali tidak tetap tidak yunho-ah ! tiga hari lg kau harus pergi ke New York, kita akan buka bisnis baru d sana. Jd persiapkan dirimu dengan baik, dan lupakan tentang gadis itu !”

Mrs. jung merapikan kertas2’na d meja, dan pergi meninggalkan yunho yg masih berlutut.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“besok soo yoon boleh pulang, tp kalian harus ingat. Jgn biarkan soo yoon mengingat kejadian yg ia lupakan, atau keadaan ini akan terulang lg dan mungkin akan lebih parah lagi” jelas dokter kim kepada eun rid an donghae.

“ne, gamshamnida dokter” jawab eun ri.

“ya dongsaeng” panggil donghae saat tibba d kamar rawat soo yoon.

“oppa, apa kata dokter ? kapan aku boleh pulang ?”

“besok kau baru d perbolehkan pulang” jawab eun ri yg berada d samping donghae.

“kenapa harus besok ? kenapa tidak sekarang ? kan aku sudah sehari d rawat d sini ?”

“tidak ! dokter berkata besok ya besok, kau keras kepala sekali soo-ya” bentak eun ri.

“oppa, katakan pada istrimu agar aku bisa pulang hari ini juga” renggek soo yoon sambil menarik lengan baju donghae.

“kau boleh pulang, tp besok”

“aigoo, kalian suami istri yg jahat !” kata soo yoon sembali berbalik dan menaikan selimut’na sampai keatas kepala.

“kami pulang dulu dongsaeng, anak2 kami sudah menunggu kami pulang”

“kau jaga diri baik2 soo-ya” sambung donghae.

“ne”

Eun ri dan donghaepun meninggalkan soo yoon.

“hah, membosankan sekali !” ucap soo yoon sambil merubah posisi’na menjadi duduk d atas ranjang’na.

Soo yoonpun keluar kamar untuk mencari udara segar.

 

Park Soo Yoon POV

 

Hah, malam ini banyak sekali bintang’na.

Ah, itu ada tempat duduk. Aku berlari, dan duduk d bangku taman itu.

Taman ini sepi sekali.

“soo, apa yg kau lakukan d sini ?”

Aku mengalihkan pandanganku kearah pemilik suara itu.

“yunho oppa”

“d sini dingin, mengapa keluar ?”

“aku bosan d dalam kamar oppa”

“boleh aku duduk d sini ?”

“tentu saja”

Aku menggeser badanku, lalu dia duduk d sampingku.

“bagaimana keadaanmu ?”

“baik, aku sangat baik”

“syukurlah”

Aku tersenyum kepada’na, dia tidak memandangku sedari tadi.

“lusa aku akan pergi k New York, dan kemungkinan tidak akan pernah kembali”

Senyumku mulai memudar, ke New York ? dan tidak akan pernah kembali ?

“aku ke sini untuk berpamitan kepadamu. Mianhae atas yg terjadi selama ini”

Kenapa harus pergi ? aku tidak rela membiarkanmu pergi, tp aku tidak berhak melarangmu pergi aku bukan siapa2 untukmu.

Dia menatapku, lagi2 mata’na berkaca2.

Yunho oppa menggeser posisi duduk’na mendekatiku, memegang daguku.

“oppa gwenchana ?”

Ccuuuu ~

Aku merasakan bibir hangat’na mengentuh bibirku, dia melumat bibirku dengan lembut.

Aku hanya diam menerima perlakuan’na, aku tidak bisa menolak’na dan tidak bisa membalas’na juga.

Cukup lama ia melumat bibirku, aku tidak membalas’na. Karena tidak ada balasan daripun ia melepaskan ciuman’na.

“maafkan aku atas ketidak sopananku barusan”

Yunho oppa bangkit berdiri. Melihat’na berdiri akupun berdiri, menarik kerah kemeja’na lalu menlumat bibir’na dengan lembut seperti yg dia lakukan tadi.

Awal’na yunho oppa terkejut menerima pelakuanku, tp tak lama dia membalas ciuman aku dan melingkarkan tangan’na d pinggangku.

Aku mulai melonggarkan peganganku d kerah kemeja’na, dan mulai memeluk leher’na.

Aku merasa rindu akan ciuman ini.

1 menit

2 menit

3 menit

4 menit, kami berciuman. Saling melumat bibir satu sama lain.

Aku merasakan air mataku dan air mata’na jatuh, dan membuat ciuman ini terasa asin.

Aku melepaskan ciuman itu, dia menatapku dan langsgung memelukku.

“biarkanlah aku memelukmu beberapa menit saja, sebelum aku benar2 pergi dan tidak akan pernah bisa memelukmu lagi” kata’na sambil memperat pelukan’na.

Aku juga mengeratkan pelukan’na, aku rindu memeluk’na seperti ini.

Aku bisa mencium aroma parfum’na, dan ini hal yg aku rindukan.

Ingin aku mengatakan, pada’na untuk tidak pergi. Tp bibirku begitu kaku, hingga tidak bisa berkata2 lg.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Akhir’na aku pulang dari rumah penuh kebosanan itu, aku memang tidak betah jika berlama2 berada d sana.

Aku duduk d atas ranjangku, memikirkan kejadian kemarin.

Kemarin adalah hari terakhir aku melihat’na. Hatiku merasa sakit untuk kedua kali’na d tinggalkan oleh’na, perasaan itu mucnul lg. Entahlah, aku tidak ingin memikirkan’na lagi.

Ah iya, aku belum membereskan baju.

Aku beranjak dari tempat tidurku, dan mulai memindahkan baju2 ke dalam lemari.

Aisshh, berantakan sekali lemari bajuku ini.

Aku mengeluarkan semua baju2 d dalam lemari tiu untuk merapikan’na.

Plukk

Sebuah kotak kecil berwarna merah terjatuh d atas lantai.

Au berjongkok untuk mengambil kotak merah itu dan membuka’na.

D dalam’na terdapat cincin yg tergantung d sebuah kalung.

Aku mengangkat kalung itu dan melihat’na. Seperti’na kalung ini tidak asing bagiku.

Apa ini punyaku ?

Aku melihat sebuah inisial nama Y & s d balik cincin itu.

Y & S ? siapa itu ? apa soo yoon untuk huruf S itu ?

Tp siapa huruf Y’na jika hruruf S itu adalah soo yoon ?

Sebaik’na aku bertanya dengan eun ri unnie besok.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Esokan hari’na setelah aku pulang dari rumah sakit, aku langsung kembali mengajar.

Aku benar2 menrindukan mereka, setelah 2 hari tidak bertemu.

Aku mengajar mereka seharian penuh, dan melihat senyum mereka. Dan mereka membantuku melupakan sejenak kepenatanku.

Aku terlalu asik mengajar, dan tak terasa bel pulang berbunyi.

Seperti biasa, aku mengantarkan mereka kepada orang tua mereka masing2.

Setelah aku merasa semua muridku pulang, aku segera kembali ke dalam sekolah.

Aku melihat young joon sedang menyebrang jalan.

Aigoo, anak itu mengapa belum pulang ? Aku berjalan menghampiri’na.

Tiba2 aku melihat dari kejauhan mobil yg sedang melaju kencang kearah young joon berdiri.

Aku berlari menghampiri young joon, “youngie-ah ! awas” teriakku.

Tp young joon tidak mendengar’na, aku terus berlari.

Aku mendorong young joon kepinggir jalan.

Mobil itu, semakin mendekat dan aku hanya bisa memejamkan mata.

Bukan tabrakan yg kurasakan, tp dorongan dari seseorang yg mendorongku ke pinggir jalan.

Aku membuka mataku setelah tubuhku terhempas d aspal.

Aku melihat d belakangku seorang pria yg tubuh’na terhempas melewati atap mobil, dan terjatuh.

Aku segera berlari menghampiri’na, dia telah menyelamatkan hidupku.

Aku membalikkan badan’na.

Omona ! yunho oppa !”

“oppa” panggilku.

Kepala’na terus mengeluarkan darah, sehingga membuat genangan (?).

“oppa ! irrona ! jawab aku !”

Ku mengguncangkan tubuh’na, dia tidak bergerak sama sekali.

Aku menggenggam tangan’na, aku melihat dia menggenggam sebuah kalung.

Ku buka telapak tangan’na, dan melihat sebuah cincin menggantung d sebuah kalung.

Aku melihat inisial huruf Y & S d balik cincin itu.

Cincin ini, sama seperti yg aku temukan semalam.

Kalung yg melingkar d leherku, ku copotkan dank u cocokan dengan punya yunho oppa.

Jadi benar S untuk soo yoon dan Y untuk yunho.

Kepalaku terasa berat sekarang, aku mengingat sebuah kejadian.

Kejadian saat yunho oppa memintaku menjadi yeojachingu’na, kejadian aku yg selalu menunggu yunho oppa, kenang2’an yg terjadi antara aku dan yunho oppa.

Ternyata bayangan yg selama ini muncul d mimpiku dan d pikiranku adalah yunho oppa,

Kepalaku terasa berat, pandanganku menghitam dan aku jatuh ke aspal.

 

Author POV

 

Soo yoon pingsan d sebelah yunho yg terus mengeluarkan darah.

Ji hye dan henry berlari menghampiri soo yoon dan yunho yg tergeletak.

“oppa” panggil ji hye.

“yoonie” panngil henry.

“ahjusshi, manager lee, tolong bawa oppa ke rumah sakit” pinta ji hye.

Supir itu dan manager lee mengangkat tubuh yunho ke dalam mobil.

“henry-ah, cepat bawa soo-ya ke rumah sakit”

“ne” jawab henry sambil menggendong tubuh soo yoon.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Soo yoon dan yunho masuk ke dalam ruang iccu.

Mereka, henry, ji hye, eun ri, dan donghae menunggu soo yoon dan yunho dengan khawatir.

1 jam

2 jam

3 jam.

Tidak ada 1 pun dari mereka berdua yg keluar dari ruangan itu, hanya beberapa suster yg keluar masuk untuk mengambil alat.

5 jam berlalu, soo yoon keluar dari ruang iccu.

Tubuh’na tergeletak lemah d atas ranjang rumah sakit yg d dorong oleh beberapa suster.

“dongsaeng” panggil eun ri.

Suster itu terus mendorong ranjang soo yoon ke ruang icu.

Selang beberapa jam setelah soo yoon keluar, kini giliran yunho yg keluar dari ruangan itu.

Keadaan’na tidak berbeda jauh dari soo yoon, ia tebaling lemah dengan selang2 yg menghubungkan’na kepada mesin2 kesehatan.

Yunho d letakan d sebelah ruangan soo yoon. Ruang rawat mereka bersebelahan.

“eun ri-sshi” panggil dokter kim.

“ne dokter”

“seperti’na soo yoon sudah mengingat masa lalu’na, dengan saat menyesal saya mengatakan tidak ada harapan hidup bagi soo yoon”

“mwo ? andwae !” teriak eun ri.

“ku harap kau bisa tegar eun ri-sshi” kata dokter kim sambil menepuk bahu eun ri.

“donghae… ini tidak mungkinkan ? dongsaengku… dia masih bisa hidupkan ?”

Donghae hanya menggeleng pelan, lalu memeluk istri’na.

“andwae ! aku sudah tidak punya siapa2 lg, mengapa tuhan begitu tega denganku”

Donghae hanya terdiam, mendengar perkataan eun ri.

“sabar, yeobo”

Hanya kata2 itu yg dapat d katakan donghae.

“ji hye-sshi, kau dongsaeng dari yunho-sshi kan ?”

“ne”

“yunho-sshi mengalami benturan keras d kepala’na, itu menyebabkan geger otak yg parah. Dan harapan’na untuk hidup juga sudah tidak ada”

Ji hye hanya terdiam, tubuh’na melemah menyebabkan ia terjatuh ke lantai. Dengan sigap junsu menangkap tubuh’na dan memeluk’na.

“oppa mengapa semua ini harus terjadi denganmu dan soo yoon.” ucap ji hye.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“oppa, irrona” panggil ji hye saat ia duduk d sebelah oppa’na yg sedang keritis.

“aku tau kau mendengarku oppa”

 

*flash back*

“oppa” panggil ji hye dari pintu kamar yunho.

“nde ?”

“kau baru 3 minggu d seoul, sudah mau pergi lagi ?” tanya ji hye yg melihat oppa’na membereskan barang2’na.

“ne”

“lalu, bagaimana dengan soo yoon ?”

Yunho menghentikan aktifitas’na, dan menatap dongsaeng’na.

“aku akan meninggalkan’na”

“mwo ? kau tidak salah oppa ?”

“terlalu banyak hal negatif yg akan terjadi jika aku tetap bersama’na”

“oppa…”

“yg penting dia bisa bahagia, aku juga akan bahagia”

“oppa, selama ini kau sudah sangat menderita”

“biarlah, aku yg menanggung semua ini. Kalau memang tuhan menhendaki aku bersama’na, maka aku akan kembali bersama dengan’na”

“kau yakin tidak akan pernah kembali ke seoul ?”

“itu yg terbaik hyennie”

*flashback end*

 

Ji hye menghapus air mata’na.

“kau tau oppa, hatiku sakit melihatmu selama ini. Aku sebagai adikmu tidak bisa melakukan apa2 untukmu dan untuk soo yoon”

“bangunlah oppa, wujudkan impianmu bersama dengan soo yoon. Jgn kau pergi sebelum bisa mewujudkan itu semua oppa”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Jung Ji Hye POV

 

Seminggu sudah mereka berdua koma, tidak ada perubahan sedikitpun.

Saat ini aku sedang ada d ruang soo yoon, menatap miris sahabat terbaikku.

“soo-ya, aku pertama kali aku tau oppaku menyukaimu, aku sedikit iri. Karena d hati’na ada wanita lain selain diriku”

“tp aku yakin, kau akan bisa membahagiakan oppaku. Walau beberapa tahun ini, kalian berdua sama2 mengalami masa2 yg sulit”

“soo-ya, bangunlah. Tidakkah kau ingin bahagia dengan oppaku ? aku sangat yakin, jika kau bangun maka oppaku akan bangun juga”

“aku benar2 menyayngi kalian berdua. Kumohon jgn tinggalkan aku”

Aku bangun dari dudukku, dan memeluk sahabatku ini.

“kau sahabat sekaligus calon kakak ipar terbaikku soo-ya”

 

*2 weeks ago*

“hya, kau tidak bosan terus2’an tidur soo-ya?”

“kenapa kau dengan oppaku begitu kompak’na, samapai2 kalian belum bangun dari tidur kalian. Jika kalian berdua bangun, aku akan minta bayaran atas 3 minggu sudah aku menunggui kalian”

Aku tertawa miris, aku sudah benar2 frustasi dan putus asa sekarang.

Sudah 3 minggu, tp tidak ada perubahan sama sekali dengan keadaan mereka.

Setiap hari’na, aku mondar mandir keruangan yunho oppa, dan soo yoon.

Entah mengapa, perasaanku hari ini tidak enak.

Ttiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttt

Aku mendengar suara yg aneh.

Aku segera melihat mesin penditeksi jantung soo yoon.

Omona ! tiba2 garis’na menjadi lurus dan detak jantung soo yoon melemah.

Aku menekan tombol darurat agar dokter cepat datang.

“soo-ya, jgn ! ku mohon, pertahankan hidupmu soo-ya !”

Dokterpun segera datang, dia langsung menyambil alat pacu jantung lalu menempelkan’na kepada dada soo yoon.

Seketika tubuh soo yoon terangkat keatas saat alat pacu jantung itu menyentuh dada’na.

Tidak ada reaksi dari soo yoon, detak jantung’na semakin melemah.

Dokter menempelkan’na lagi, tetapi tidak ada reaksi.

“sekali lagi” ucap dokter kim.

Lagi2 detak jantung soo yoon tidak menunjukan perubahan. Hingga akhir’na jantung itu tidak berdetak lagi.

“mianhamnida ji hye-sshi, kami sudah mencoba sebaik mungkin. Tp tetap tidak bisa”

“soo-ya”

Brraakkkk

Ku dengar pintu kamar d buka dengan kencang’na.

“hyennie !” panggil junsu oppa dari pintu.

“dokter, tolong yunho”

“oppa, ada apa dengan yunho oppa ?”

“jantung’na melemah”

“mwo ?”

Aku, junsu oppa, serta dokter berlari ke kamar sebelah untuk melihat keadaan yunho oppa.

Ttiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttt

Aku mendengar bunyi yg sama dengan apa yg kudengar d kamar soo yoon.

Dokter melakukan hal yg sama kepada yunho oppa dengan yg dilakukan’na kepada soo yoon.

1 kali tidak ada reaksi.

2 kali.

3 kali dan hasil’na tetap nihil.

Aku melihat kearah mesin penditeksi jantung, dan detak jantung’na menunjukan angka 0.

Tubuhku terhempas ke lantai. Aku memegang dadaku yg sesak.

Bagimana mungkin, aku kehilangan orang yg ku sayangi dalam waktu yg hampir bersamaan.

“hyennie” panggil junsu oppa sambil memelukku dari belakang.

“bahkan mereka belum saling membahagiakan 1 sama lain oppa”

“mungkin ini sudah takdir mereka berdua. Aku yakin, d sana mereka akan berbahagia”

“semoga”

Kepalaku terasa berat, makin lama pandanganku semakin menghitam dan aku tidak ingat apa2 lg.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Author POV

 

Yunho d makamkan berdampingan dengan soo yoon.

D sekeliling pemakaman itu terdapat eun ri dan donghae bersama dengan kedua anak’na, ji hye, junsu, dan henry.

Mereka semua menangis histeris, karena kehilangan orang yg mereka sayangi.

“soo” panggil yunho.

Dia memeluk tubuh soo yg sedang menatap kearah orang2 yg d sayangi’na.

“oppa, aku telah membuat mereka sedih”

“tidak hanya karena kau, karena aku juga”

“sampai kapan mereka akan menangisi kita terus oppa?”

“kalau mereka sudah menerima kepergiaan kita, aku yakin mereka tidak akan bersedih lagi”

“jinjja ?”

“hya, sejak kapan akau tidak mempercayaiku hah ?” kata yunho sambil mencubit kedua pipi soo yoon.

“aigoo, appo !”

Yunho dan soo yoon kembali menatap orang2 yg mereka sayangi.

“aku sangat menyayangi mereka. Aku harap mereka bisa bahagia” ucap soo yoon.

“ne”

D belakang yunho dan soo yoon terdapat cahaya putih yg besar.

“soo, sudah waktu’na kita pergi”

“ne oppa”

Yunho menarik tangan soo yoon untuk berjalan kearah cahaya putih itu.

Sebelum masuk kedalam cahaya itu, soo yoon menghentikan langkah’na dan melihat kearah belakang.

“saranghae eun ri unnie, saranghae donghae oppa, saranghae ji hye, dan… saranghae henry”

“hey hey hey, kau tidak mencintaiku “ protes yunho saat nama’na tidak d sebutkan.

“jeongmal saranghae oppa” jawab soo yoon sambil mengecup bibir yunho.

Yunho tersenyum manis,.

Mereka masuk kedalam cahaya putih itu.

Perlahan namun pasti, cahaya putih itu menghilang.

Mungkin antara yunho dan soo yoon, semasa hidup’na mengalami penderitaan.

Tp percayalah, tuhan sungguh adil.

Jika d kehidupan ini kau tidak mengalami kebahagian, tp d sana pasti kalian akan mengalami kebahagian, sama seperti yunho dan soo yoon *aw aw aw, so sweet*

 

FIN !

Akhir’na selesai ini ff.

Saya buwad ini ff sambil nonton yeobo yunho joget2 d dream concert loh #curcol.

Terima kasih untuk yg sudah membaca ffku dari pertama hingga akhir.

Gamshamnida *bow*

2 thoughts on “Forever Love [ part 13] ending ~

  1. mereka ttp bahagia kok walau gk sma” d’dunia
    stidak e perginya sama”
    huaaaaa~ jiejie
    daebak . . . .

    saia iridgn soo yoon
    kpengen puny cwo kea yunho atw henry
    hahahahaha . . .

    kidding ^-^v
    saia dgn l.joe, atw chunji, atw jaejoong, atw kibum sajalah
    hahahahahaha . . . .

    • kalo saya biasa aja tu *pdhl asli’na mah suka bgt !*
      ahahahahhah.

      tadi’na g mau bikin henry ikut g ama yunho.
      biar cinta segitiga berlanjut d sorga gt.
      wuakakakkaka.

      meninggal’na keren yee.
      g mau tu kyk gt.
      bareng2 yeobo yunho.
      so sweet ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s