Forever Love [Part 10]

Author : Park Soo Yoon

Cast :

§ Park Soo Yoon

§ Jung YunHo TVXQ!

Support Cast :

§ Henry Super Junior – M

§ Jung Ji Hye

§ Jessica SNSD

§ Member TVXQ

—- Part 10 —-

“oppa” panggil soo yoon.

“ne ?” jawab yunho sambil membuka penutup helm’na, dan memalingkan kepala’na k samping.

“seharus’na kau menurunkanku d tempat tadi”

Yunho hny tertawa, menggelengkan kepala dan kembali menatap lurus k depan.

“yak oppa !” panggil soo yoon sambil memukul pelan bahu yunho.

“semua org d sekolah sudah mengetahui hubungan kita. Untuk apa aku menurunkanmu d sana hah ?”

“tp…”

“mereka tidak akan berani kpdmu. Jika mereka berani terhadapmu, aku akan membuat hidup mereka tidak tenang sedetikpun”

Soo yoon terdiam mendengar kata namjachingu’na.

Dia tahu, yunho bisa melakukan apa saja hny dgn menjentikan tangan’na saja.

“sudah sampai, turun lah soo”

“ne”

Soo yoon turun dari motor, membuka helm dan menatap sekeliling’na.

D sekitar’na byk murid2 yg menatap’na lalu berbisik.

“yak ! lihat apa kalian hah !” teriak yunho yg seketika membuat para murd2 lari.

“oppa, jgn seperti itu”

“biarkan saja, mereka pantas melakukan itu. Jika ada murid yg menganggumu, katakan padaku arrasoo ?”

“ne, arraso”

“yak yunho-ah !” panggil junsu yg berlari diiringi ketiga teman’na yg lain.

“sedang bersama yeojachingu’na ternyata” kata junsu sambil tertawa melihat soo yoon.

“annyeong” sapa soo yoon sambil sedikit membungkuk.

“kenalkan, aku junsu. Kim junsu imnida !”

“ne, aku sudah tau sunbae”

“aigoo, bagaimana kau bisa tau ?” Tanya junsu dgn polos’na.

“baboya ! dia chingu’na hyeniie. Jd dia mengetahuimu !” ucap yunho sambil mendorong kepala junsu.

“kau tau yunho-ah, dia memang suka belaga sok polos d dpn semua yeoja” ujar yoochun.

“aisshh ! aku memang polos ! memang’na kau !” cibir junsu.

“yunho-ah, kau tidak memperkenalkan yeojachingumu ?”  Tanya jeajoong.

“ne, kau sudah menyembunyikan dia dari kami hampir satu tahun” sambung changmin.

“mmm, seperti’na kau harus mentraktir kami d red ocean café” kata yoochun sambil menepuk bahu yunho.

“yak, kalian ini punya uangkan ? untuk apa aku mentraktik kalian ? perusahaan orang tua kalian sudah bangkrut hah ?” jawab yunho sambil turun dari motor.

“aisshhh, kau ini memang tidak berubah yunho-sshi !” teriak jaejoong sambil menarik kepala yunho dan menjepit’na d lengan’na. *kayak d piting gt deh, ngerti kan yee ? ahahahah*

“aku pinjam namjachingumu dulu soo yoon-sshi” kata jaejoong sambil menarik yunho.

“ne subaenim” jawab soo yoon sambil tersenyum.

“aisshh ! lepaskan ! kalian akan membawaku kmn hah ? yak ! lepaskan ku bilang !” teriak yunho yg semakin menjauh dari soo yoon.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“yunho-ah ! kau tahu tifanny dan jessica mengundurkan diri dari sekolah ini ?” tanya yoochun sambil memakan makanan’na karena sekarang sudah jam istirahat.

“jeongmal ? baguslah, aku tidak usah repot2 untuk mengusir mereka” jawab yunho yg maish terfokus dgn handphone’na.

“kau terlalu kejam pada mereka” ucap jaejong.

Yunho menatap jaejoong, mendengus kesal lalu berkata “terlalu kejam kau bilang ? sudah bagus aku tidak langsung membunuh mereka saat itu juga !”

“kalian seperti tidak tau saja, kalau uri leader sudah marah seperti apa” goda junsu sambil mencolek dagu yunho dan mengedipkan mata kanan’na.

Membuat semua org d meja itu tertawa

“yak !” teriak yunho sambil menepis tangan junsu.

*D tempat lain *

“henry-ah !” panggil seorang yeoja yg berada d belakang henry.

Seketika henry menghentikan langkah’na.

“bogoshippo henry-ah !” kata yeoja itu, sambil memeluk henry dr belakang.

Henry mendengus kesal.

“lepaskan aku”

“mwo ?”

“ku bilang lepaskan aku !” teriak henry sambil melepaskan pelukan itu dgn kasar.

“mengapa… mengapa kau berubah ?” Tanya yeoja itu sambil terisak.

Henry hny diam dan melangkahkan kaki meninggalkan yeoja itu.

“hari ini… hari ini aku kan keluar dari sekolah ini !” teriak yeoja itu yg membuat henry menghentikan langkah’na.

“lalu aku harus apa jessica-sshi ? menahanmu untuk tidak pergi atau aku harus menangis2 d depanmu hah. mm, atau aku harus sedih dgn kepergianmu hah ?” ucap henry dgn sinis tanpa memandang jessica.

“mwoya ? tp… tp kau bilang kau menyukaiku henry-ah ?”

Henry tertawa sinis mendengar ucapan jessica.

“kau ini bodoh jessica-sshi, sangat bodoh ! tidak bisakah kau membedakan seseorang yg benar2 menyukaimu dgn orang yg hny memanfaatkanmu hah ?”

“ma… maksudmu ?”

“perlu kutegaskan jessica-sshi. aku ini mendekatimu hny ingin memanfaatkanmu saja”

“un… untuk apa ?”

“aku selama ini mencurigaimu, kau ada hubungan dgn apa yg terjadi kpd soo yoon. Ternyata dugaanku benar. Hny dgn merayumu, kau memberitahuku semua’na” ucap henry yg melanjutkan  langkah’na pergi meninggalkan jessica yg tengah menangis.

“oh ya, 1 lagi. Aku sama sekali tidak menyukaimu ! dan aku tidak akan menyukai yeoja jahat sepertimu !” kata henry dgn penekanan d setiap kata2’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“aisshh ! aku bosan sekali dgn pelajaran sejarah !” guman soo yoon.

D kelas soo yoon tengah berlangsung pelajaran sejarah dan shin songsaengnim dgn asik’na mendongeng d dpn kelas.

Hampir sebagian besar murid sedang tertidur pulas d meja masing2.

“permisi songsaengnim !” sapa seorang namja dari dpn pintu yg sukses membuat para muris terbangun dari tidur’na dan terkejut menatap menatap namja itu.

“ada apa yunho-sshi ?”

“aku ada urusan sebentar” kata yunho sambil berjalan k arah belakang kelas.

“yak, agashi. Kau mau pergi bersamaku untuk keluar dari neraka ini ?” kata yunho sambil menjulurkan tangan’na k soo yoon.

“mwo ?”

Tanpa basa basi yunho menarik tangan soo yoon dan berjalan keluar kelas.

“shin sosaengnim, bolehkah aku meminjam muridmu ?” Tanya yunho sembari menampilkan smirk’na.

“bo… boleh yunho-sshi” jawab shin sosaengnim yg menundukan kepala.

“aku tau, kau memang guru yg baik sosaengnim” kata yunho sambil menepuk bahu shin sosaengnim.

Yunho pun kembali berjalan meninggalkan kelas.

“bagaimana oppa bisa melakukan’na ?”

“kau lupa, aku ini siapa hah ?”

“aigoo, memanfaatkan kedudukan !”

“yak, aku dtg untuk menolongmu tau”

“ne, aku tau. Lalu kita akan kemana ?”

“pantai ?”

“mwo ? pantai ?”

Tanpa menjawab soo yoon, yunho berlari menarik soo yoon ke arah parkiran.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“minum ?” Tanya yunho sambil menyodorkan soda kpd soo yoon.

“ne, gomawo”

Yunho duduk d samping soo yoon, memeluk pinggang soo yoon dgn tangan kirin’na lalu menepatkan dagu’na d pundak soo yoon.

“kau suka melihat sunset, mmm ?”

“ne, oppa. Kau selalu tau apa yg ku suka”

Yunho tersenyum mendengar perkataan soo yoon.

“oppa, mengapa kau bisa mencintaiku ?”

“aiishh, lagi2 bertanya seperti itu” jawab yunho sambil melepaskan pelukan’na dan menatap lurus k depan.

“oppa, jebal. Jawab saja pertanyaanku” kata soo yoon sambil menarik2 lengan yunho.

“mengapa kau selalu ingin mengetahui hal itu ?”

“karena bisa saja kau pura2 mencintaiku dan hny ingin mempermainkanku. aku ini tidak cantik dan tidak kaya oppa”

“yak ! kata siapa kau tidak cantik ?”

“tp benarkan, aku ini tidak kaya oppa. aku tidak punya apa2”

“aigoo, aku tidak pernah memandang orang dari kekayaan’na soo” ucap yunho sambil menyentil dahi soo yoon 3 kali.

“maka’na, jawab pertanyaanku”

Yunho menghirup napas panjang, lalu membuang’na,

“karena hny kau yg bisa memperlakukanku seperti manusia biasa soo”

“maksudmu ?”

“banyak org d luar sana mempelakukanku bagaikan raja, karena memandang status keluargaku. Bahkan orang tuaku sendiri memperlakukanku seperti anak emas. Aku hny ingin meraka mengganggapku sebagai seorang yunho seorang siswa high school biasa, bukan sebagai pewaris utama jung corporation”

Soo yoon memeluk lengan yunho, dan menaruh dagu’na d pundak yunho.

“tp kau sering memanfaatkan kedudukanmu”

“yak, itu salah mereka menuruti permintaanku”

“aigoo, uri yunho ! ckckckck ” kata soo yoon sambil menyipratkan air pantai ke wajah yunho.

“aaiisshh, kau !”

“kejar aku oppa, kalau kau bisa. wee” ucap soo yoon yg menjulurkan lidah’na sambil berdiri dan berlari.

“yak, kau tidak tau aku ini kapten basket hah ? sangat mudah bagiku untuk mengejarmu”

“kau lupa, aku mantan atlit lari oppa ?”

Mereka berduapun berkejar-kejaran dan bermain air d terangi sinar sunset *ah to tweet*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“yunho-ah !” panggil mrs.jung saat yunho melewati ruang kerja’na.

“wae ?” Tanya yunho sambil menghampiri mrs.jung.

“bisa kau jelaskan semua ini hah ?” teriak mrs.jung sambil melempar setumpuk foto.

Yunho mengambil dan melihat satu per satu foto itu.

foto itu d ambil, saat yunho sedang membolos pelajaran, sedang berdua dgn soo yoon, dll.

“aku menerima laporan hampir setiap hari kau membolos pada saat jam pelajaran. Kau pikir eomma berada d jepang tanpa memantaumu ? aku selalu memantaumu jung yunho !” teriak mrs.jung sambil memukul meja dgn kedua tangan’na.

“lalu ?”

“kalau appamu tau semua yg kau lakukan selama ini, dia akan sangat marah dgnmu ! kau lupa, kau ini…”

“pewaris utama perusahaan. Aku tau itu”

“jika kau tau, seharus’na kau bersekolah dgn benar !”

“sudah ku bilang aku tidak pernah mau menjadi penerus appa ! aku sama sekali tidak tertarik dgn bisnis !” kata yunho dgn suara meninggi.

“kau mau tidak mau harus suka yunho-ah !”

“kenapa kalian selalu memaksakan semua ini padaku hah !?”

“karena kau satu satu’na putra kami !”

Yunho mendengus kesal, lalu meninggalkan mrs.jung.

“aku belum selesai bicara !”

“eomma mau bicara apa lg ? mau tetap menasihatikhu agar aku mau jd penerus appa ?”

“siapa yeoja yg d foto ini ?”

“dia yeojachinguku !” jawab yunho sambil melangka pergi.

“jgn coba2 menyentuh dia, karena aku tidak pernah akan tinggal diam eomma” ucap yunho d ambang pintu, lalu berjalan lg.

“aisshhh jinja !” kata mrs.jung yg menjatuhkan diri d kursi kerja’na.

Dia mengambil telefon, dan memencet beberapa tombol.

“sekretaris lee, cari tau yeoja yg sedang bersama putraku. Aku ingin secepat’na ! arraso ?!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“oppa” panggil ji hye saat memasukin kamar yunho.

“ne ?” jawab yunho yg sibuk dgn kamera SLR’na.

“aku tadi mendengar kau bertengkar dgn eomma”

“terus ?”

“jika eomma tau siapa sebenar’na soo yoon. Dia pasti akan berbuat sesuatu kepada oppa”

“aku tau”

“lalu apa yg akan oppa lakukan ?”

“aku akan melindungi’na”

Yunho meletakan kamera’na, lalu duduk d sebelah ji hye dan menatap’na.

“dengar hyennie, kau harus menjaga diri baik2 jika nanti aku tidak ada”

“maksudmu oppa ?”

“seperti’na ini akan berjalan dgn sulit. Aku sudah putuskan, aku akan pergi dr sini jika appa dan eomma tidak menyetujui hubunganku dgn soo yoon”

“jinja ? kau akan meninggalkanku oppa ?”

Yunho menelan ludah, dan memeluk ji hye.

“mianhae, tp aku sudah memikirkan ini dari dulu”

“aku mengerti oppa” kata hyeniie sambil terisak d bahu oppa’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Park Soo Yoon POV

Handphoneku bergetar saat aku sedang memasak.

“yeoboseyo ?”

‘apakah ini park soo yoon ?’

“ne. nugu ?”

‘aku eomma yunho’

“mw… mwo ?”

‘bisa kita bertemu skrg ?’

“ne. eoddiya ?”

‘d restorant xxx’

“ne aku akan kesana”

Aku menutup sambungan telefon.

Eomma’na yunho oppa ingin bertemuku ?

Untuk apa ?

Dari nada berbicara’na seperti’na sangat penting.

Apa aku harus memberi tahu yunho oppa ?

Ah ani, mungkin yunho oppa sudah tau.

Aku mulai melangkahkan kaki menuju ke kamar dan mulai bersiap2.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

1 jam kemudian aku sampai d restorant tersebut.

Aku terlambat karena harus lama menunggu bus.

“annyeonghaseyo, anda sudah memesan tempat ?” sapa seorang pelayan.

“aku ke sini ingin bertemu dgn nyonya jung”

“oh ne, mari ikut aku nona”

Aku mengikuti pelayan itu naik k lantai 2.

D sana banyak terdapat pintu, mungkin itu adalah ruangan vip bagi tamu resto ini.

Restorant ini dalah restorant berbintang lima, yg memiliki daftar harga yg selangit.

“silakan masuk, nyonya sudah menunggumu dari td”

“ne, gamsahamnida” kataku sambil membungkukkan badan.

“cheonmaneyo agasshi”

Aku menghirup udara sedalam-dalam’na. aku gugup sekarang.

“soo yoon, fighting !” teriakku untuk menyemangati diri sendiri.

Ku buka knop pintu itu mendorong’na.

Aku masuk d dalam ruangan yg cukup besar itu.

Aku melihat seorang wanita setengah baya yg memakai baju glamor lengkap dgn periasan bertabur berlian yg menyilaukan.

D belakang wanita itu terdapat 3 namja yg bertubuh besar, dan 1 namja yg berdiri d samping wanita itu.

“annyeonghaseo” sapaku sambil membungkukan badan.

“lama sekali kau ? kau pikir aku mempunyai banyak waktu hny untuk menemui yeoja sepertimu hah ?” kata’na dgn sinis.

“mianhamnida, aku terlambat karena harus menunggu bus dahulu”

“jadi kau k sini naik bus ?”

“ne”

Wanita itu tersenyum seperti meremehkanku.

“duduk”

“ne”

“aku binggung, mengapa putraku bisa menyukai yeoja sepertimu”

“nde ?”

“lihat penampilanmu, dtg ke restorant berkelas internasional dgn memakai kemeja, celana panjang, dan sepatu kets. Kau ini benar2 buruk dalam hal berpakaian. sunnguh memalukan !”

Aku hny diam menunduk, sambil meremas tasku.

“kau ini yeojachingu putraku kan ?”

“ne”

“kau sadar kau ini siapa, dan putraku siapa ?”

Lagi2 aku hny terdiam sambil menunduk, air mataku akan jatuh saat ini.

“putraku adalah pewaris utama jung corporaton yg bergerak d berbagai bidang. sebuah perusahaan terbesar no 1 d korea. Tidak hanya itu, keluarga kami pun orang terkaya no 1 d asia ini, dan termasuk kedalam 10 besar orang terkaya d dunia ini. Jd apa pantas yeoja sepertimu yg tidak mempunyai apa2 bersanding dgn putraku yg memiliki segala’na hah ?”

“a… ani. Aku… aku tidak pantas ahjuma” kata ku yg terisak.

Air mataku sudah mengalir deras skrg.

“seharus’na kau sadar itu dari dulu”

Aku lagi2 terdiam, sambil menghapus air mataku.

Wanita itu melemparkan sesuatu ke arahku.

“tulis berapa pun yg kau inginkan d cek itu”

“nde ?”

“aku tau, kau mendekati putraku hanya karena uangkan ? jd sekarang tulis berapa yg kau inginkan, lalu tinggalkan putraku”

Ku dongakan kepalaku untuk menatap nyonyajung.

“aku… aku tidak butuh uangmu ahjuma”

Nyonya jung menatapku dgn heran.

“aku… aku mencintai putramu”

“hah ! kau ini naïf sekali ! siapa org d dunia ini yg tidak butuh uang hah ?!”

“aku…”

“baiklah, kalau kau memang mencintai putraku. Tinggalkan dia, karena kau benar2 tidak pantas dgn’na ! arraso ?”

Aku terdiam, aku benar2 tidak tau harus menjawab apa.

“buktikanlah kalau kau mencintai putraku dgn kau meninggalkan’na. biarkan dia bahagia dgn yeoja yg beribu-ribu lebih baik dr padamu !”

“ne, aku akan…”

Brraakkk !

Aku terkejut mendengar suara pintu yg terbuka, aku membalikkan badan dan melihat siapa orang yg membuka pintu itu dgn kasar.

“oppa !”

Aku langsung bangun dari dudukku.

“yunho-ah !”

Yunho oppa berjalan menghampiriku, dan lsg memelukku.

“sudahku bilang jgn menyentuh’na. tapi kenapa kau masih melakukan’na !” teriak yunho oppa.

“oppa” panggilku untuk menenangkan’na.

“apa yg kua lakukan pada’na hah ?” tanya yunho oppa yg menatapku sekilas, lalu menatap tajam ke nyonya jung.

“yunho-ah ! tinggalkan dia ! eomma akan mencarikan yeoja yg beribu-ribu baik dr pada’na !”

“aku tidak butuh siapapun !”

Wanita itu bangun dari duduk’na dan berjalan mendekati kami.

“tinggalkan dia atau…”

“atau apa !? kau akan mengusirku pergi dr rumah !? lakukan saja ! dgn senang hati akan aku lakukan !”

“kau sudah berani sekarang !” teriak nyonya jung sambil melayangkan tamparan’na ke arah wajah yunho oppa.

“president !” teriak seseorang yg memakali setelan jas sambil memegang tangan nyonya jung.

“biarkan saja sekretaris lee, biar wanita yg ku panggil eomma ini menamparku”

“tuan muda”

“ketahui lah eommaku, aku sangat mencintai’na dan aku tidak akan pernah meninggalkan gadis yg ada d sampingku ini. Sekalipun kau mengancam akan mengeluarkanku dari rumah atau menghapus namaku dari daftar keluarga jung. Karena aku tau, jika bersama gadis ini. Aku akan bahagia”

“mwo ? kau !”

“ayo kita pergi soo”

Yunho oppa menarik tanganku keluar.

“jung yunho ! berhenti sekarang juga !” teriak nyonya jung.

Tp yunho oppa terus berjalan tanpa mengindahkan panggilan itu.

“aku bilang kembali yunho-ah !”

“oppa, kembalilah k sana”

Yunho oppa hny terdiam bahkan dia mempercepat langkah kaki’na.

“masuklah” kata’na sambil membuka pintu mobil.

Aku menganggut dan kemudian masuk ke dalam mobil.

Yunho oppa melajukan mobil’na dgn kecepatan yg cepat.

“oppa” panggilku.

“ne ?” jawab’na tanpa memandangku.

“aku… aku sudah tau akan menjadi begini akhir’na. jika kau mau, kau boleh meninggalkan aku. Aku… aku akan baik2 saja oppa”

Tiba2 yunho oppa menggerem mobil’na secara mendadak, membuatku agak terjungkal k depan.

“oppa”

Dia terus menatap ke depan, ku lihat genggaman tangan’na pada setir mobil mengencang.

Yunho oppa memejamkan mata, dan menelan ludah’na.

“soo”

“ne ?”

“jgn pernah berbicara itu padaku”

“nde ?”

Dia melepaskan sabuk pengaman, dan merubah posisi menjadi menghadapku.

Dia menatapku lekat2.

Ku lihat mata’na sudah mulai merah dan berair.

“aku tidak akan pernah meninggalkanmu soo, apapun yg terjadi”

“tp orang tuamu benar, kau bisa mendapatkan yeoja yg jauh lebih baik dari padaku. Itu akan membuatmu bahagia oppa”

Tahan air mata soo yoon, tahan. Kau tidak boleh menangis sekarang.

Hatiku begitu sakit mengucapkan hal itu, tp apapun kulakukan untuk kebahagiaan’na.

Yunho oppa menarik ku ke dalam pelukan’na.

“jgn berkata seperti itu, aku tau hatimu sakit mengatakan hal itu”

Yunho oppa… dia… dia selalu tau isi hatiku.

“oppa”

“aku tidak akan pernah meninggalkanmu sedetikpun soo. Aku akan bahagia jika berada d sampingmu. Tak peduli bagaimana nanti’na, aku selalu ingin berada d sampingmu. melindungimu dan mencintaimu seumur hidupku”

“jgn seperti itu oppa”

Dia melepaskan pelukan’na, menatap mataku dalam2.

“jgn dgrkan perkataan eommaku, dia tidak tahu bagaimana perasaanku terhadapmu. Kumohon percayalah kepadaku, perasaanku terhadapmu sangatlah dalam. Kau segala’na untukku, kau hartaku yg paling berharga dari pada yg lain’na”

 “ne. aku… aku percaya”

Dia kembali menarikku ke dalam pelukan’na.

“kalau eommaku melakukan sesuatu kpdmu, katakan padaku”

“ne”

Kami berpelukan beberapa menit, hingga aku melepaskan pelukan’na.

“oppa, bagaimana kau tau aku ada d resto itu”

“kebetulan aku sedang lewat, dan aku melihatmu masuk. Perasaanku tidak enak, maka’na aku mengikutimu td. Seandai’na aku tidak mengikutimu. Pasti kau sudah menyetujui eomma untuk meninggalkanku kan ?”

Aku menganggut pelan.

“aku td berencana mengajakmu pergi, jd sekarang aku akan mengajakmu ke sesuatu tempat ?”

“eoddiya ?”

“rahasia”

“aigoo oppa ! kau selalu begitu”

Yunho oppa kembali memasang sabuk pengaman dan kembali menjalankan mobil’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“yak !” panggil yunho oppa yg berdiri d sampingku sambil mengibas – ngibaskan tangan’na di depan wajahku.

“ne oppa. Wae ?”

“sudah jgn pikirkan hal tadi”

“a… anio. Aku tidak memikirkan hal td”

Yunho oppa memalingkan wajah’na, menatap lurus k depan.

“jgn berbohong kpdku. Aku tahu isi pikiranmu dan hatimu soo”

Aisshhh jinja.

Dia memang selalu tau apa yg sedang ku pikirkan dan kurasakan.

Memang sedari tadi aku memikirkan hal td.

“aigoo, bagaimana kau bisa tau semua ttg aku oppa ?” tanyaku sambil mengubah posisi berdiriku menghadap yunho oppa yg sedan duduk d dpn cup mobil’na.

Dia melipatkan kedua tangan’na d depan dada lalu tersenyum menatapku.

“karena aku mencintaimu soo”

“aiisshh gombal !” kataku sambil meninggalkan oppa berjalan menuju pinggir jalan.

“jgn terlalu pinggir, nanti kau bisa terjatuh k bawah. Mundurlah 1 langkah k belakang”

Akupun menuruti kata’na, dgn mundur k belakang 1 langkah.

Hari ini yunho oppa membawaku k atas gunung, dari sini kita bisa lihat lautan bintang d langit dan kita bisa melihat jutaan lampu yg d hasilkan oleh gedung2 d bawah sana.

Aku mendengar suara langkah berjalan, aku membalikan tubuh melihat yunho oppa yg sedang berjalan k arah pintu, membuka pintu mobil dan mengambil sebuah mantel berwarna coklat.

Dia menutup pintu lalu berjalan menghampiriku.

“pakai ini, sekarang cuaca sedang dingin” kata’na sambil memakaikan mantel k tubuhku.

“gomawo oppa”

Aku menatap lurus k depan, begitu indah kota seoul dr sini.

Aku mendongakan kepalaku menatap langit yg bertaburan dgn bintang.

Aku merasakan yunho oppa memelukku dr belakang.

“soo itu ada bintang jatuh” kata’na sambil menunjuk k atas.

“ne ! buwad permintaan oppa !” seruku.

Aku lsg mengantupkan kedua tanganku d depan dada dan segera membuat permintaan.

Aku berharap aku tidak akan kehilangan org2 yg kucintai.

Terutama orang yg sedang memelukku tuhan.

Jika kau tidak menghendaki orang yg sedang memelukku ini bahagia d sampingku, aku rela melepaskannya. Agar dia bisa berbahagia dgn orang lain yg jauh lebih baik dr padaku.

Kalau kami berjodoh, pertemukanlah kami jika nanti kami berpisah tuhan.

Aku membuka mataku, dan mengelus tangan yg ada melingkar d pinggangku.

“oppa”

“ne ?”

“kau sudah membuat permintaan ?”

“ne. apa yg kau minta ?”

“rahasia oppa !”

“jgn coba2 meyembunyikan, aku tau apa yg kau minta”

“yak oppa ! jgn so tau !” kataku sambil melepaskan pelukan’na dan berbalik menatap’na.

“aku memang tau semua’na. kau mau kusebutkan ?”

“anio ! aku malu oppa”

Yunho oppa tersenyum, lalu mengacak rambutku dgn lembut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~  

        Jung Yunho POV

Aku mengendarai mobil dgn kecepatan tinggi.

Pikiran itu muncul lg sesaat aku mengantar soo yoon pulang.

Aisshh, kepalaku benar2 pusing skrg.

Aku memijat pelipisku dgn tangan kiriku, sedangkan tangan kananku ku gunakan untuk menyetir.

Hatiku begitu sakit mendengar pembicaraan eomma td siang.

Bisa2’na dia menyuruh yeojaku untuk meninggalkanku, dan memandang rendah seolah2 soo yoon itu sebuah sampah ?

Mungkin soo yoon bukan berasal darr keluarga kaya, tp tak bisakah eomma melihat sikap baik’na soo yoon ?

Mengapa dia hanya bisa menilai seseorang dari materi saja ?

Ddrrtttt Ddrrtttt Ddrrtttt

Ku rasakan handphoneku bergetar d dashboard mobilku.

“yeoboseyo ?”

‘oppa ! eoddiya ?’ kata hyennie sambil terisak.

“yak, ada apa dgnmu ?”

‘appa dan eomma sedang marah besar ! mereka coba menghubungimu, tp handphonemu tidak aktif. Cepatlah pulang skrg oppa’

“ne, aku sedang dalam perjalanan pulang”

Aku mematikan sambungan tersebut.

Memang sejak kejadian tadi siang aku mematikan handphoneku, dan baru mengaktifkan’na saat aku mengantarkan soo yoon pulang.

Aku menghela napas dalam2, lalu menyenderkan kepalaku d sandaran jok mobil.

Skrg sudah d mulai yunho, kau pasti bisa menghadapi’na.

Aku menambah laju mobilku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“yunho-ah !” teriak appa.

Aku berjalan menghampiri appa dan eomma yg sedang duduk d ruang keluarga.

Dari raut wajah’na, aku tau mereka sedang marah besar.

“wae ?”

“kau tanya mengapa ?! kemana saja kau hari ini ?!” teriak appa.

“aku pergi keluar”

Appa bangun dari sofa.

“aku sudah bilang kepada kau, untuk merubah sikapmu itu !”

Aku hanya terdiam menatap’na.

“apa yg kau lakukan kpd eommamu td siang ?” tanya’na dgn suara agak merendah.

“appa bisa tanyakan sendiri kepada eomma”

“aku tidak suka basa basi putraku. Tinggalkan gadis itu !” teriak eomma yg bangun dari sofa dan berdiri tepat d samping appa.

“sudah ku bilang, aku tidak akan meninggalkan’na nyonya jung. aku ini sangat mencintai’na, tidakkah kau mengerti itu ? dan bisakah kau tidak melihat seseorang dari kekayaan’na ?” kataku dgn suara yg meninggi.

“kau benar2 anak keras kepala !” teriak appa yg menghampiriku, lalu menampar pipi kananku dgn keras.

Aku hanya terdiam menatap’na sambil memegang pipi kananku.

“sudah selesai ?” tanyaku.

“kau tinggalkan dia atau kau pergi dari rumah ini ?”

“mianhae, aku akan memilih meninggalkan rumah ini tuan jung” kataku sambil berbalik berjalan ke arah kamarku.

“yunho-ah ! kembali k sini skrg juga !”

Aku tidak menanggapi panggilan appa, dan terus berjalan ke kamarku.

Aku masuk ke dalam kamarku, mengambil tas dan membereskan barang2ku.

Setelah selesai, aku turun ke bawah menghampiri eomma yg sedang memberikan obat kepada appa.

“ini, aku kembalikan semua fasilitas yg kau berikan padaku”

Aku meletakkan kunci mobil, kunci motor, dan dompetku d atas meja.

“senang pernah menjadi putramu tuan dan nyonya jung. Terima kasih telah menjagaku selama ini, walaupun kalian hampir tidak pny waktu untukku”

Aku berjalan meninggalkan mereka.

“jika kau keluar dari rumah ini, aku akan benar2 menghapus namamu dari daftar keluarga ! dan tak akan pernah mengakuimu sebagai putraku !” teriak appa.

Aku berhenti sejenak, lalu mulai melangkah lg meningglkan mereka.

Tekatku sudah bulad untuk meninggalkan mereka.

Memang aku ini anak yg durhaka, tp aku terpaksa melakukan ini karena mereka tidak bisa menerima soo yoon.

“oppa”

Aku berhenti, dan membalikan badanku.

Hyennie berlari dan memelukku.

“oppa, jgn pergi. Jgn tinggalkan aku”

“mianhae, tp aku harus pergi”

“lalu bagaimana dgn aku ?”

“ya, aku ini oppamu, dan selama’na akan begitu terus, meskipun aku bukan lg bagian dr keluarga ini”

“tapi…”

“kita masih bisa bertemu hyennie”

“jika kau mau pergi, bawa aku bersamamu oppa”

Aku melepaskan pelukan’na, memegang bahu’na dan menatap’na.

1 hal yg membuatku begitu berat meninggalkan rumah ini, aku harus meninggalkan dongsaeng yg paling ku sayang ini.

“jgn meniru oppamu ini, aku adalah anak yg durhaka hyennie. Skrg kaulah satu-satu’na putrid mereka, maka bahagiakanlah mereka. Karena aku tidak bisa membahagiakan mereka”

“oppa”

“jaga dirimu baik2, jgn suka terlalu banyak tidur malam dan jgn lupa makan hyennie. Aku menyayangimu”

“ne, na do oppa”

“skrg masuklah k dalam, d luar sangat dingin. Nanti kau sakit”

Hyennie menganggutkan kepala’na.

Aku berjalan meninggalkan rumah ini.

Saat d dpn gerbang rumah, aku menatap’na lg.

Kau bisa yunho, kau pasti bisa melalui semua ini.

Aku berjalan lg, hingga aku menemukan taksi dan memberhentikan’na.

“mau kemana tuan ?” Tanya supir taksi itu setelah aku masuk ke dalam.

“bisa anda mencarikan sebuah apartemen kecil dgn biaya muarah d daerah seoul ?”

“ne, aku tau tuan”

“tolong antarkan aku k sana”

“ne”

Skrg yg ku lakukan mencari apartemen dan kerja untuk menghidupi kehidupanku sendiri.

Aku memang memiliki tabungan yg cukup, tp itu akan kugunakan untuk masa depanku dgn soo yoon.

TBC ~

One thought on “Forever Love [Part 10]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s