Forever Love [Part 9]

Forever Love

Author : Park Soo Yoon

Cast : § Park Soo Yoon

§ Jung YunHo TVXQ!

§ Henry Super Junior – M

§ Jung Ji Hye

§ Tiffany SNSD

§ Jessica SNSD

—- Part 8 —–

Jung Yunho POV

Aisshh ! yeoja ini sangat merepotkanku saja.

Aku terpaksa harus menemani toko kimia untuk membeli peralatan d sekolah.

Seharus’na td aku lsg keluar kelas saja begitu bel, jd aku tidak d suruh menemani dia pergi membeli oleh han sosaengnim.

“yunho-ah, bagaimana jika kita k café dulu ?”

“shireo”

“mmm, k restorant ? aku sedang lapar”

“tidak ! aku tidak mau !” kataku sambil member penekanan d setiap kata2 yg kuucapkan.

Ku lihat tifanny menggembungkan pipi’na.

Aisshh !

Ku percepat langkahku untuk meninggalkan’na d belakang.

“yunho-ah tunggu aku” panggil’na dgn nada so manja.

Aku beruntung soo yoon tidak pernah bersikap manja seperti ini kpdku.

Jujur, aku sangat membenci yeoja yg sok manja !

Tiba2 ku rasakan sebuah tangan melingkar d lenganku.

Sontak aku menepis tangan itu dgn kasar.

“aauuu !” ringis tifanny akibat tangan’na ku tepis.

“bertingkahlah seperti yeoja baik2 !” ucapku dgn ketus, lalu meninggalkan’na d belakang.

Aku sama sekali tidak tertarik dgn’na, walaupun dia d juluki “princess” oleh murid2 d sekolah.

Ku dengar dia juga menyukaiku dr tahun pertama, tp tidak sedikitpun aku menatap’na karena dia itu gadis manja yg hanya memamerkan kelebihan yg d belikan oleh tuhan.

Sangat berbeda sekali dgn soo yoonku yg cantik, tp tidak sombong.

Aigoo, ngmng2 soal soo yoon.

Aku lupa memberitahu soo yoon bahwa aku tdk jadi latihan basket.

Ku keluarkan handphoneku dari saku celanaku.

Ku pencet angka no 1.

“no yg ada tuju sedang tidak aktif…”

Aisshh ! tidak aktif !

Pasti dia lupa mengecash handphone’na semalam, dan skrg handphone’na low.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Park Soo Yoon POV

Setelah dari pulang dari mal perasaan benar2 kacau.

Aku terus menangis sesampai’na d rmh.

Henry mencoba menghiburku, tp aku menyuruh’na pulang karena aku ingin sendiri.

Sudah 2 jam aku menangis d kamar ini.

Kuambil sebuah boneka baby tiger yg d berikan yunho oppa.

“kau sudah tidak menyukai aku lg oppa ?”

Kuhirup udara yg ada d kamarku, lalu membuang’na.

“baiklah, aku mengerti. Kau sudah mendapat yeoja yg jauh lebih baik dr padaku”

Tok tok tok

Ku dengar seseorang mengetuk pintuku.

“unnie ! tidak usah berbuat aneh seperti itu. masuklah kalau kau mau !”

Eun ri unnie tidak pernah mengetuk pintuku sebelum masuk, yg d blg aku ini adik’na jd tdk perlu mengetuk pintuku dulu.

Cekeeleekkk

Ku dgr pintu terbuka.

Aku sedang duduk d meja belajarku, jd aku membelakangi pintu.

“unnie !” panggilku tapi aku tidak mendgr jawaban dari’na.

“unnie !” teriakku sambil aku berdiri dan berbalik menghadap pintu.

“opp… oppa ?” ucapku saat melihat yunho oppa sedang bersandar d pintu sambil memasukan kedua tangan d saku celana’na.

“bagaimana kau bisa masuk oppa ?”

Yunho oppa tersenyum, lalu tangan kanan’na mengeluarkan sebuah kunci.

“kau lupa, eun ri noona pernah memberikan aku ini saat noona pergi k jepang selama seminggu” kata’na sambil mengoyang-goyangkan kunci itu.

Aku hanya terdiam.

Yunho oppa tersenyum lalu menghampiriku.

Dia memiringkan wajah’na, untuk mensejajarkan wajah’na dgn wajah u sambil tersenyum dan menatapku lekat2.

Sedetik kemudian senyum’na hilang berubah menjadi panik.

“kau menangis. Memang’na ada apa ?” tanya’na sambil memegang kedua pipiku dgn kedua tangan’na.

Aku hanya terdiam, sambil melepaskan kedua tangan’na dari kedua pipiku.

Dia mendengus pelan, lalu menarikku dalam pelukan’na.

“jika aku membuatmu sedih, aku minta maaf. Jgn kau diamkan aku seperti ini” kata’na sambil membelai rambutku dgn lembut.

Aku masih terdiam dalam pelukaan’na.

“kau tau soo. Tadi aku pergi k mal untuk membeli beberapa perlengkapan kimia” ucap yunho oppa sambil melepaskan pelukan’na dan menatap lekat2 diriku.

“aku d suruh han sosaengnim untuk menemani tifanny. Awal’na ku tolak mentah mentah, tp kau tau han sosaengnim itu tukang maksa. Jd aku mau tidak mau menemani’na”

“bukankah itu bagus, kau pergi bersama yeoja plg cantik sekolah”

Yunho oppa tertawa sambil menatapku.

“kau tau, dia itu sangat2 menyebalkan dan manja. Td dia menggandeng tanganku, tp buru2 aku tepis. Dia tidak pny etika sbg yeoja yg baik”

“tp dia itu cantik sekali oppa”

Lg2 yunho oppa menarikku k dalam pelukan’na.

“kau jauh lebih cantik dr pada’na. dan hatimu juga jauh lebih baik dr pada’na”

“kau tidak tertarik kpd’na ? ingat oppa, dia itu miss beautifull d sekolah”

Yunho oppa melepaskan pelukan’na, memegang daguku lalu mengecup bibirku dgn cepat.

“mau dia miss korea, atau miss world sekali pun. Aku tidak akan pernah tertarik dgn’na. karena d hatiku sudah ada yeoja yg sangat aku cintai sampai kapanpun”

“siapa yeoja itu ?”

Yunho oppa tersenyum “kau ini terlalu polos soo”

Akupun ikut tersenyum melihat senyum’na.

“td aku pergi k mal, dan aku melihat tifanny merangkul oppa”

“jgn blg, kau berpikir aku menyukai yeoja itu dan akan meninggalkanmu. Jd kau menangis seperti ini skrg ?”

Aku mengganggut menjawab pertanyaan’na.

“omona, soo ! jgn pernah berpikiran seperti itu ! sudah berapa kali aku katakan kepadaku, aku hanya mencintaimu ! aku tidak tertarik sedikitpun kpd tifanny ! aku harus apa agar kau percaya ?”

Aku hny menundukan kepalaku.

“mianhae oppa”

“soo yoon, tatap mataku” ucap’na sambil mengangkat wajahku agar aku bisa melihat mata’na.

“jgn pernah kau berpikir aku akan meninggalkanmu. Karena aku tidak akan pernah meninggalkanmu sedetikpun. Aku terlalu mencintaimu, jadi aku hny akan meninggalkanmu jika aku sudah menemui mautku. arraso ?”

Ku tatap mata’na dalam2, dr mata’na bisa aku lihat ketulusan hati’na mencintaiku.

“ne arraso” kataku sambil memeluk’na.

“tp ngmng2, bersama siapa kua pergi k mal ? setauku hyennie sedang pergi bersama junsu”

Aku melepaskan pelukkanku lalu menatap’na.

“dgn… dgn henry”

Ku lihat yunho oppa mendengus kesal, lalu berjalan k tempat tidurku dan mengempaskan tubuh’na d ranjangku.

“oppa” panggilku sambil duduk d ranjangku di samping yunho oppa.

Yunho oppa memejamkan mata’na, lalu menutup mata’na dgn lengan tangan kanan’na.

“oppa… kau tidak marahkan ?”

“jika aku marahpun, kau pasti akan tetap dkt dgn’na. kau ini yeoja keras kepala soo” kata’na tanpa bergerak sedikitpun dari posisi’na td.

“tp aku hny menemai’na oppa”

“ne arra arra, lg pula dia sudah menolongmu waktu itu”

“oppa”

“soo aku cape sekali hari ini, bolehkan aku tidur sebentar d sini ?”

“ne oppa kau tidur saja”

Aku beranjak dari dudukku.

Ku tarik selimut untuk menyelimuti yunho oppa.

Cuppp ~

Ku kecup pipi kiri’na, yg tidak tertutup oleh lengan’na.

Ku matikan lampu kamarku, dan berjalan k dapur untuk memasak.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Butuh waktu sejam lebih aku untuk memasak.

Ya, karena aku harus membeli beberapa bahan d supermarket dkt rumahku.

Setelah selesai menaruh’na d piring.

Aku tata makanan tersebut d meja makan.

Tiba2 aku merasakan ada seseorg yg memelukku dari belakang.

“aisshh ! oppa aku terkejut !”

Yunho oppa hanya tersenyum lalu meletakan kepala’na d bahuku.

“kau sudah bangun ?”

“aku terbangun karena aku mencium bau makanan yg enak”

Aku mencoba melepaskan pelukkan’na, tp malah dia semakin erat memelukku.

“sudah oppa lepaskan. Kau tidak lapar ?”

Akhir’na yunho oppa melepaskan pelukkan’na, lalu menarik kursi d sebelahku.

Aku tertawa melihat penampilan’na skrg, penampilan yg berbeda dgn 360 derajat saat dia berada d sekolah.

Memang aku cukup sering melihat penampilan’na yg skrg ini, ya dia sering tertidur d rumahku sambil menemaniku.

Tp aku menyukai penampilan’na yg skrg, rambut hitam’na yg d spike k atas itu berantakan, mata’na yg sayu sehabis bangun tidur, dan kemeja putih’na yg berantakan serta 3 kancing atas terbuka memperlihatkan dada’na yg bidang itu.

Yunho oppa skrg masih menggunakan seragam’na, karena ku yakin sehabis plg dr mal td dia lsg pergi k rmhku.

“yak, kenapa melihatku seperti itu ?” tanya’na yg membuyarkan lamunanku.

“ani oppa, sudah cepat makan”

Ku taru beberapa bimbimbap dan kimchi d piring, lalu memberikan kpd’na.

“noona tidak pulang lg hari ini ?”

“ani, hari ini dia menginap d busan”

“aisshh, pasti sedang bersama donghae hyung”

“memang’na knp jika bersama dgn donghae oppa ?”

“tidak apa2 sih” kata’na sambil terkekeh.

Setelah selesai makan, aku membawa piring2 kotor k dapur untuk ku cuci.

Saat aku mencuci piring, lg2 yunho oppa memelukku dr belakang.

“aigoo oppa, kau suka sekali memelukku”

“dgn memelukmu aku bisa mencium aroma tubuhmu yg berbau strawberry”

“kalau bgt, bsk2 aku akan mengganti parfumku”

“andwae !” kata’na sambil membalikkan tubuhku.

“kau tidak boleh menganti’na. arraso ?”

“ne arraso oppa” jawabku sambil mencubit kedua pipi’na.

Sedetik kemudian aku merasakan bibirku tersentuk oleh bibir yunho oppa.

Aku sempat terkejut, tp kemudian aku memejamkan mataku dan membalas ciuman’na.

Yunho oppa melumat bibir atasku dengan lembut, dan aku melumat bibir bawah’na.

Ku lingkarkan tanganku d leher’na, dan dia menarik pinggangku agar tubuhku dgn tubuh’na benar2 menempel tanpa ada cela sesentipun.

Tidak berapa lama ku rasakan lidah’na memaksa masuk k dalam mulutku.

Ku buka mulutku, membiarkan lidah’na masuk k dalam.

Ciuman yg awal’na lembut ini, makin lama makin membuatku dan yunho oppa bergairah.

Dia mengangkat tubuhku dan membawaku kekamar tanpa melepaskan ciuman’na.

Kami berdua terus berciuman, saling memainkan lidah masing2, saling bertukar air liur.

Ku rasakan yunho oppa membaringkan tubuhku d atas ranjangku, ia menindihku dan terus melumat bibirku.

Beberapa menit kemudian yunho oppa melepaskan ciuman’na, lalu tersenyum kpdku.

“aku hanya sebatas menciummu, tidak akan melakukan lebih dari itu sebelum kau resmi menjadi nyonya jung, soo” kata’na sambil bangun dari ranjangku.

Yunho oppa menarik selimut dan menyelimutiku.

“skrg kau tidurlah, aku akan tidur d sofa depan”

Dia mendaratkan ciuman d kening, dan pipi kiri dan kananku.

Saat dia akan beranjak pergi, aku menahan tangan’na.

“yg ini tidak oppa” godaku sambil menunjuk bibirku.

“bukankah td sudah ? kalau aku mencium bibirmu lg, aku tidak akan menjamin kita tidak kan melakukan hal ‘itu’ soo” kata’na sambil tersenyum lebar.

“mmm… oppa, ku dengar dari tadi kau memanggil ku soo. Kenapa tiba2 memangil seperti itu ?”

“ani, hny saja aku sedang mencari nama panggilan baru untukmu. Karena ku pikir yg memanggilmu soo-ya sudah byk”

“oh”

Yunho oppa beranjak dari ranjangku.

Aku tersenyum menatap’na, yg berjalan menuju pintu kamarku.

“selamat malam oppa !” teriaku saat ia membuka pintu.

Dia berbalik dan berkata “ selamat malam soo, saranghae”

“na do saranghae oppa”

Dia tersenyum dan lsg menutup pintu.

Pantas saja eun ri unnie mempercayai yunho oppa, dgn memberikan duplikat kunci rumah ini kpd’na dan menyuruh’na untuk menginap menemaniku jika unnie tidak plg.

Karena yunho oppa tidak akan berbuat macam2, sebelum aku menikah dgn’na.

Benar2 namja yg baik.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jam weker d sebelahku berbunyi, menandakan sudah jam 7 pagi.

Aku merubah posisiku menjadi duduk, dan merentangkan tanganku sejenak lalu menurunkan tubuhku dari ranjang untuk keluar kamar.

Saat aku keluar kamar, aku melihat yunho oppa tidur d sofa dgn melipat kedua tangan’na d depan dada.

Ku berjalan mendekati’na, lalu berjongkok d samping’na.

“oppa irrona” kata ku sambil menyentuk hidung mancung’na dgn telunjukku.dia hny diam tidak bereaksi apapun.

“yak oppa, irrona” kataku lg sambil mengguncangkan badan’na.

Yunho oppa menggeliat pelan lalu, membuka mata’na.

“pagi oppa” sapaku yg membuat yunho oppa merubah posisi menjadi duduk.

“oppa, sebaik’na kau mandi. Akan ku buatkan kau sarapan”

Diapun hny mengganggutkan kepala, lalu menyandarkan kepala’na d sofa kemudian memejamkan mata’na lg.

“yak oppa ! kenapa tidur lg ? irrona, nanti kita bisa terlambat” kataku sambil menarik2 tangan’na untuk berdiri.

Namun yunho oppa menarik tubuhku sehingga aku jatuh d atas tubuh’na.

“berikan aku morning kiss dulu, baru aku akan bangun” ucap’na dgn mata tertutup.

Ku kecup bibir’na dgn cepat, lalu bangkit berdiri.

“sudah oppa. Ayo cepat bangun, atau aku akan menyirammu oppa”

“ne ne, aku akan mandi” ujar yunho oppa yg bangkit berdiri lalu verjalan ke arah kamar mandi.

Aku berjalan menuju dapur dan mulai membuat sarapan.

Ddrrrtt Ddrrrtt

Aku mengambil handphoneku yg berfetar dari saku celana ku.

“yeoboseyo ?”

‘oppaku menginap d rmhmu lg ?’

“ne, wae ?”

‘kau tau appa dan eommaku sudah plg dan mencari’na semalaman’

“jinjja ? tp mengapa kau baru menelefonku pagi ini ?”

‘handphonemu dan oppa sama2 tidak aktif semalam’

“aisshh ! semalam handphoneku dan yunho oppa low, dan skrg aku baru menyalakan karena sudah ku cash td”

‘untung appa dan eomma tidak menanyaiku, kalo mereka bertanya kpdku aku tak tau harus menjawab apa’

“sebaik’na kau bawakan seragam yunho oppa k sini hyennie”

‘ne, aku akan berangkat k sana skrg’

Aku menutup sambungan telefon itu.

Orang tua yunho oppa sudah kembali ?

Mengapa saat memikirkan’na perasaanku jd tidak enak seperti ini ?

Semoga ini hny perasaanku saja.

30 menit kemudian hyennie dtg membawakan seragam yunho oppa.

Setelah selesai makan kami bertiga bersiap2 untuk berangkat.

“aku pergi bersama dgn hyennie saja oppa”

“aigoo, pergi bersamaku saja soo”

“ani oppa, biar soo-ya pergi dgnku” kata hyennie sambil menarik tanganku untuk masuk k dalam mobil.

Yunho oppa hanya mendengus pasrah melihat tingkah laku dongsaeng’na ini.

Diapun berjalan k arah motor’na dan menjalankan motor’na dgn kecepatan yg lumayan tinggi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bel istirahat berbunyi.

Akhir’na pelajaran yg menyiksa aku ini selesai.

Aku sangat membenci pelajaran sejarah.

“soo-ya, ayo kita k kantin” ajak hyennie sambil menarik bajuku.

“ne, kajja” jawabku.

Akupun berjalan beriringan bersama hyennie menuju kantin.

“semalam kau pasti berbuat ‘itu’ dgn oppa, ya kan ?”

“yak, aku tidak melakukan apapun !”

“sudah mengaku saja kpdku, kau pasti melakukan’na kan ?”

Aku berjalan mundur, dan menatap’na tajam.

“aku dan oppamu tidak melakukan apapun hyennie !”

Brruuukkk

Tiba2 ku rasakan tubuhku menabrak sesuatu.

Ku balikkan tubuhku untuk melihat apa yg terjadi.

Aku terkejut menatap yeoja d dpn yg baju’na kotor akibat terkena soda yg tumpah.

“mianhae, aku tidak sengaja” kataku sambil membungkuk dgn yeoja d dpnku itu.

“kau ! berani’na kau menumpahkan soda k bajuku yeoja miskin !”

“mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak sengaja melakukan’na” ucapku sambil membungkukan badanku beberapa kali.

“kau pikir aku akan memaafkanmu atas semua yg sudah kau perbuat kpdku hah ?”

Yeoja itu mengangkat tangan’na, bersiap2 untuk menamparku.

Aku hanya menundukan kepalaku, dan memejamkan kepalaku.

Tp beberapa detik kemudian aku tidak merasakan tamparan itu.

“jgn kau sentuh dia !” teriak seorg namja yg sangat kukenal suara bass’na.

Ku dongakan kepalaku untuk melihat ada apa d depanku.

“oppa”

Kulihat yunho oppa sedang mencengkram tangan tifanny.

“kalau kau berani menyentuh’na sedikitpun, aku tidak segan2 untuk membunuhmu dgn tanganku sendiri !”

Ku lihat sorotan tajam mata yunho oppa, dia… dia sedang sangat marah besar saat ini.

“yunho-ah lepaskan, tanganku sakit” ringis tifanny sambil mencoba melepaskan tangan’na dari cengkraman tangan yunho oppa.

“jgn kau pikir aku tidak tau dgn apa yg kau perbuat kpd soo yoon selama ini !” teriak yunho oppa lg sambil menepis tangan tifanny.

Tifanny memegang pergelangan tanga’na yg sakit sambil menangis.

“dengarkan aku semua !” teriak yunho oppa dgn nada yg tinggi.

Yunho oppa menarikku k dalam pelukan’na, dan merangkulku.

“yeoja yg ku peluk ini adalah park soo yoon, seorg siswi anak kelas 2-1 seni. Perlu kalian ketahui dia adalah yeojachinguku selama 11 bulan ini. Jika ada yg berani menyentuh’na sedikitpun, aku tak segan2 untuk membunuh kalian ! dan jika kalian berurusan dgn’na, berarti kalian juga berurusan dgnku juga ! kalian taukan resiko’na jika berurusan dgnku ?!”

Seketika semua org d sini terkejut mendengar pengakuan dari yunho oppa.

Yunho oppa menarik daguku agar aku menatap’na, lalu dia melumat bibirku perlahan.

Aku bisa mendengar suara para yeoja2 yg mendengus kecewa melihat yunho oppa yg sedang mencium bibirku.

Aku tidak membalas ciuman itu, aku masih shock dgn apa yg barusan terjadi.

Beberapa detik kemudian, yunho oppa melepas ciuman’na dam menarik tanganku.

Dia menarikku keluar dari krumunan, dgn menabrak mereka 1 persatu.

Aku melihat henry berdiri mematung menatapku dan yunho oppa.

Dari tatap’na bisa ku artikan dia kecewa.

Aku terus mengikuti langkah yunho oppa, hingga tiba d taman belakang sekolah tempat biasa’na kami berdua bertemu.

Yunho oppa melepaskan genggaman tangan’na.

Lu lihat dia memejamkan mata dan mengepalkan kedua tangan’na.

Aku tau, dia skrg sedang menahan emosi’na.

“kau boleh marah padaku atas kejadian tadi”

Belum sempat aku berbicara, dia membalikkan tubuh’na menatapku.

“ani, kau tidak boleh marah kpdku. Karena diriku tidak akan sanggup jika kau marah kpdku. Kau boleh memukulku sesuka hatimu soo. Akan ku terima dgn baik”

Aku berjalan mendeati’na dan memeluk’na.

“aku tidak akan marah dgnmu. Justru aku berterima kasih kpdmu oppa, karena sudah menolongku”

“aku tidak sanggup melihat kau d permalukan yeoja tidak tau malu itu, setelah aku mengetahui atas apa yg telah d perbuat’na terhadapmu”

“maksudmu oppa ?”

“dia lah org yg telah mendorongmu k kolam renang waktu itu”

Aku melepaskan pelukan ku dan menatap’na

“bagaimana kau bisa tahu ?” tanyaku

“dari henry”

“mwo ?”

*Flashback*

“yunho-sshi bisa kita berbicara sebentar ?” Tanya henry kpd yunho yg sedang bermain basket dgn teman2’na.

“mau apa kau hah ?” jawan yunho dgn nada ketus.

“aku hanya ingin berbicara sebentar dgnmu. Bisakah kau mengikutiku ?” Tanya henry yg d jawab dgn anggukan yunho.

Setelah sampai d sebuah taman, mereka berdua sempat berdiam diri.

“ini” ucap henry sambil memberikan sebuah gelang kpd yunho.

“js ?” Tanya yunho.

“itu punya jessica, aku menemukan’na d gedung kolam renang”

“apa maksudmu ?”

“dia dan tifanny yg membuat soo yoon tenggelam. Waktu itu dia mengambil handphonemu yg tertinggal d dalam kelas. Mengirimkan sebuah pesan kpd soo yoon, meminta dia untuk menemuimu d kolam renang. Karena soo yoon pkr yg mengirimkan smsmu adalah kau maka soo yoon lsg pergi k gedung renang. Sesampai’na d sana dia d dorong oleh tifanny”

“jd tifanny yg mendorong soo yoon k kolam renang. Aisshhh ! yeoja itu minta aku bunuh karena sudah hampir membunuh soo yoonku”

“dia dan jessica juga sudah mengetahui bahwa kau berpacaran dgn soo yoon”

“bagaimana mereka bisa tau ?”

“mereka melihatmu menurunkan soo yoon d jln dekat sekolah”

“aishhh ! mereka benar2 ketelaluan ! entah apa yg harus kukatakan kpdmu atas semua henry-sshi ?”

“jaga soo yoon baik2 dan bahagiakan lah dia”

“nde ?”

“saat aku pertama kali bertemu dgn’na, aku sudah merasakan dia berbeda dgn yeoja lain’na dan aku mencintai’na pada pandangan pertama. Aku terkejut mengetahui kau berpacaran dgn’na. aku sempat berpikir untuk memisahkan kalian berdua. Tp aku sadar hati soo yoon hanya untukmu. Aku akan merelakan dia untuk bersamamu, karena aku tau dia akan bahagia d sampingmu. Aku akan bahagia jika ia bahagia”

“ne, aku berjanji akan melindungi’na dan membuat dia bahagia. Gomawo henry-sshi, jeongmal gomawo”

Yunho berbalik dan meninggalkan henry.

“kalau aku tau soo yoon tidak bahagia bersamamu, aku akan mengambil’na darimu. Dan tak akan ku biarkan kau mengambil’na dari sisiku”

Yunho menghentikan langkah’na dan menengokkan wajah’na tnp membalikkan badan’na.

“sayang’na hal itu tidak akan pernah terjadi” jawab yunho ug lsg melangkahkan kaki’na lg untuk meninggalkan henry.

*Flashback end*

“jd henry yg memberi tahumu semua ini oppa ?”

“ne”

“aisshh, aku bena2 tidak menyangka kalau tifanny yg melakukan semua’na”

“aku juga curiga yg menaruh handphone teman sekelasmu d tasmu adalah dia”

“mengapa dia tega berbyat seperti itu ?”

“karena kau adalah yeojachinguku. Sudah lah tidak usah membahas dial g. yg pnth skrg jika ada yg berani menggangumu blg kpdku”

“ne oppa”

Tringgggg

Kudengar suara bel masuk berbunyi.

“sudah masuk oppa, ayo kembali kekelas”

“akan ku antarkan kau k kelasmu”

“aigoo, tidak usah oppa”

“sudahlah ayo” kata’na sambil menarik tanganku.

Yunho oppa berjalan mengenggam tanganku melewati lorong.

Semua murid memandangku, ada yg memandangku dgn tatapan iri dan ada juga yg menatapku dgn tatapan tidak percaya.

Tanpa ku sadari, kami sudah sampai d dpn kelasku.

“sudah sampai soo, masuklah dan belajar yg benar, jgn memikirkan aku terus” kata yunho oppa sambil mencium keningku lalu mengacak rambutku dgn lembut.

Ribuan pasang mata lg menatapku dgn tatapan iri dan tidak percaya.

“ne oppa”

Aku pun lsg berbalik dan meninggalkan oppa.

“lihat apa kalian hah !?”

Kudengar yunho oppa berteriak, dan sukses membuat para murid kalang kabut untuk masuk k kelas’na masing2.

Setelah yunho oppa berteriak lorong sekolahpun lsg sepi, tidak ada 1 org pun d sana.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Yunho berjalan k arah kelas’na.

Saat akan masuk k dalam, tiba2 ia merasa sebuah tangan menarik’na.

“yunho-ah” panggil tifanny dgn suara bergetar.

Yunho hny terdiam dan menepis tangan tifanny dgn kasar.

“mianhae, atas kejadian td. Aku…”

“bisakah kau hilang dari pandanganku ?!” kata yunho dgn nada dingin tnp melihat lawan bicara’na.

“aku…”

Yunho berbalik menatap tifanny dgn tatapan tajam.

Mendekati yeoja yg ttengah menangis itu.

“tidak tau kah dirimu, betapa aku ingin membunuhmu skrg hah ?!” teriak yunho sambil menarik kerah seragam tifanny.

“kau pikir aku tidak tau kalau kau yg mendorong soo yoon sampai dia terjatuh k dalam kolam renang ?! kau itu hampir membunuh’na !” kata yunho yg mendorong tifanny sampai dia tersungkur.

“kalau kau memang masih sayang dgn nyawamu, jgn pernah kau tunjukan wajahmu d dpnku lg !”

“dia itu sangat mencintaimu ! semua dia lakukan agar kau bisa menatap’na” teriak jessica yg duduk d sebelah tifanny yg sedang menangis.

“aku tidak butuh cinta dari yeoja seperti dia !”

Yunho mengeluarkan sebuah gelang dari saku’na dan melempar’na k wajah Jessica.

“peringatan itu juga berlaku bagimu, jika kau berani menampakan wajahmu akan ku bunuh kau !”

Yunho kembali berjalan meninggalkan 2 yeoja itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“soo yoon !” panggil yunho setelah membuka penutup helm’na.

“oppa” jawab soo yoon sambil menghampiri yunho.

“taman bermain” kata yunho sambil memberikan helm merah ke soo yoon.

Soo yoon mebelalakan mata’na, dan senyum merekah d bibir’na.

“oppa mengajak aku ke sana ?”

“ne, wae ? kau tidak mau ?”

“ne ! aku sangat mau oppa” kata soo yoon yg lsg mengambil helm dan naik atas motor.

“siap ?”

“ne oppa” yunhopun menjalankan motor’na.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“soo irrona, sudah sampai” ucap yunho setelah berada d dpn rumah soo yoon.

“soo” panggil yunho.

Soo yoon yg tertidur d bahu yunho karena kelelahan seharian main d taman bermain.

Yunho membuka helm yg d pakai soo yoon secara perlahan.

Dia menatap soo yoon yg tertidur pulas d bahu’na.

“aigoo, kau kalau sudah tidur sangat susah untuk d bangunkan”

Secara perlahan yunho turun dar motor’na sambil tetap memegang tubuh soo yoon agar tidak terjatuh.

Dia membalikkan tubuh’na dan lsg menangkap tubuh soo yoon lalu menggendong’na dan membawa soo yoon masuk k dalam rumah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yunho berjalan menelusuri rumah’na yg besar sambil memutar-mutarkan kunci motor’na d tangan kanan.

“kau sudah pulang ?”

Langkah yunho terhenti setelah mendgr suara dari ruang keluarga.

“dr mana saja kau ? dari kemarin kau tidak plg. Beginikah pekerjaan seorg penerus perusahaanku ?”

“appa” panggil berjalan mendekati pria separuh baya yg duduk d sofa besar.

“kau tau betapa khawatir’na aku setelah aku tidak menemukan satu2’na putra keluarga jung, calon penerus jung corporation d kamar’na ?”

Yunho hny terdiam mendengar perkataan ayah’na.

“sebentar lg kau akan lulus sma, kau akan mengantikanku”

“aku sudah blg appa, aku tidak tertarik dgn urusan bisnis dan aku..”

“mau tidak mau kau akan menjadi penerusku, dan terimalah itu takdirmu !” kata pria separuh baya itu dgn nada  meninggi seraya meninggalkan yunho.

“jgn mengulangi kejadian semalam, atau kau tidak akan pernah merasakan udara bebas lg putraku” ancam pria itu tanpa membalikkan tubuh’na.

Yunho hny tersenyum miris dan berjalan k arah kamar’na.

ayah’na yg keras kepala itu, selalu memaksakan yunho untuk menggantikan posisi’na sbg direktur utama.

TBC ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s