Forever Love [ Part 4 ]

Author : Park Soo Yoon

Cast : § Park Soo Yoon

§ Jung YunHo TVXQ!

§ Jung Ji Hye [ Yunho’s sister ]

§ Henry Super Junior – M

§ Tifanny SNSD

§ Jessica SNSD

—- Part 4 —-

Ku lihat ji hye sedang ada di kelas, aku masuk dan segera duduk di sebelah nya. Dia tidak menyadari sama sekali tidak menyadari kedatanganku, dia terus menatap layar handphone’na sambil tersenyum2 sendiri. Ku intip layar handphone’na, ku lihat dia sedang melihat lihat foto – foto seorang namja. Ku picingkan mataku untuk melihat siapa namja yg ada d foto itu. Aku terkejut setelah melihat siapa namja d foto itu.

“yak ! Jung Ji Hye ! Bukankah itu Kim Junsu teman oppamu ?”

Ji Hye terkejut mendengar perkataanku, lalu dia menengok menatapku.

“Soo-ya ? Se… Sejak kapan kau d sini ?”

“kau tak perlu tau kapan aku berada d sini. Itu foto Kim Junsu kan ?”

Ji hye hanya tersenyum menatapkanku, dan memalingkan wajah kembali menatap layar handphone’na.

Ku rebur handphone’na, ku lihat banyak sekali foto Junsu sedang bermain basket, sedang tertawa, bahkan sedang makanpun ada.

“soo-ya ! kembalikan handphoneku !”

Aku bangkit berdiri dari kursiku, aku berlari menuju pintu kelas. Lalu aku berbalik

“ambillah handphonemu ini kalau kau bisa mengerjarku Jung Ji Hye”

“kau ini benar benar soo-ya !” kata Ji Hye sambil bangkit berdiri lalu mengerjarku

Aku berlari sekencang kencang mungkin. Sambil sesekali aku melihat ke belakang. Ku lihay ji hye masih d belakangku jauh sekali. Aku ini adalah salah satu siswi yg memiliki kemampuan lari yg sangat cepat. Tak heran jika Ji Hye tidak bisa mengerjaku.

Bbrruuukkkk.

Aku merasakan menabrak seorang namja.

Cepat cepat aku meminta maaf dan membungkukkan badanku kepada namja itu.

“Mian, aku tidak melihat mu tadi”

“gwenchanayo, aku juga tidak melihat k depan tadi” kata namja itu.

“yak ! soo-ya kembalikan handphoneku cepat ! kau ini ingin mati ya?” teriak ji hye.

Cepat cepat aku menyembunyikan tubuh ku d belakang namja itu.

“tolong sembunyikan aku, kau tidak dengar perkataan gadis itu ? Jika aku ketauan olehnya, nyawaku tidak akan selamat”

Aku pun agak menurunkan lutut ku, agar Ji Hye tidak melihatku.

“soo-ya ! kau lari kemana ? awas kau soo-ya ! aku akan benar benar membunuhmu !” ancam Ji Hye.

Aku hanya terkekeh mendengar perkataan sahabatku itu.

“Dia sudah pergi” kata namja itu.

“oh ya ?” aku pun melihat k balik tubuh namja itu, ternyata benar Ji Hye sudah tidak ada.

Namja itu pun berbalik menatapku.

“Gomawo ! kau telah menyelamatkan hidupku. Jeongmal gomawo !” kataku sambil membungkukan tubuhku, lalu berbalik meninggalkan namja itu.

Tiba tiba ada sesuatu yg menahanku, ku lihat tanganku. Ternyata tangan namja itu memegang tanganku. Lalu aku mendongakkan wajahku unutk menatapnya.

Henry POV

Sebaiknya ku Tanya gadis ini saja dimana kelas itu berada, aku sudah benar benar sudah lelah mencari’na.

“bisa kah kau beri tau aku. Dimana kelas 2-1 seni ? Dari tadi aku mencoba mencari’na, tapi tidak ketemu” tanyaku sambil menggaruk garuk kepalaku.

“jd kau ini anak baru ?” tanya’na.

“ne. perkenalkan Henry imnida”

“aku park soo yoon imnida, Tadi kau bilang kelas 2-1 seni ? Wah kebetulan, itu adalah kelasku. Ayo aku antar” katanya seraya menarik tanganku.

Kami berjalan menerusuri lorong sekolah, sesekali aku melihat wajahnya. Gadis ini cantik, dia mempunyai rambut yg panjang berwarna coklat muda dengan poni rata’na itu. Kulit’na yg putih, mata’na yg kecoklat – coklatan. Entah mengapa jantungku berdebar debar jika aku menatap’na. inikah yg nama’na jatuh cinta pada pandangan pertama ?

“jadi kau ini murid baru pindahan dari mana ?” tanya’na yg membuatku agak terkejut

“aku pindahan dari china. Aku pindah k sini karena ayahku yg harus dinas kerja d Seoul”

“China? Jinja? Aissh ~ aku sangat ingin pergi k sana. Aku ingin berlari lari menelusuri tembok china ! hahahah “ kata’na sambil tertawa.

“jinja ? kau kuat berlari menelusuri tembok china ?”

Saat dia akan menjawab, Tiba tiba aku ingat saat ia berlari tadi. Lalu aku berkata “ah, ara ara. Tadi larimu saja sangat kencang, pasti ku yakin kau akan bisa menelusuri tembok china.”

Dia hanya tersenyum mendengar perkataanku.

Lalu kami tiba d depan sebuah kelas. Aku melihat papan yg tergantung d atas pintu “2-1 SENI” , “ini kelas kita.” katanya

Tiba Tiba dia melihat k belakang, dan ekspresi’na berubah menjadi panik.

“kau masuk saja, aku harus pergi. Malaikat penyabut nyawaku sedang berlari k sini” kata’na sambil berlari lagi.

“yak ! soo-ya cepat berhenti sekarang !” kata teman’na yg tadi mengejarnya tadi.

Mereka terus terus berlari sambil teriak2.

“seperti anak kecil saja” gumanku sambil tersenyum.

Dan aku pun melangkahkan kaki ku masuk se dalam kelas itu”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setelah berlari2 akhir’na aku menyerah juga. Aku memberikan handphone itu pada Ji Hye.

“omona ! aku lelah sekali. Kenapa kau tak memberikan handphoneku dari tadi saja” kata Ji Hye yg sedang mengatur nafas.

“aisshh ~ napa sekolah ini begitu sepi. Apa sudah bel masuk ?” tanyaku yg masih mencoba mengatur nafas.

“soo-ya ! sepertinya sudah bel ! ck, kita kan sedang pelajaran Choi sosaengnim”

“mwo ? aisshh ~ kita bisa mati Jung Ji Hye !“

Kamipun berlari – lari lagi, hingga sampai d depan kelas. Ku lihat Choi sosaengnim berdiri d samping Henry. Pasti dia sedang memperkenalkan Henry.

“Annyonghaseo, mianhamnida Choi sosaengnim” ucap Ji Hye sambil membungkukan badan. Aku pun melakukan hal yg sama dengan’na.

“dari mana saja kalian berdua ?” tanya’na.

“aku habis nemenamin Soo Yoon ke toilet sosaengnim”

“mwo?” tanyaku kaget.

“aaauuu !” teriakku sambil memegang perut, saat Ji Hye menyikut perutku.

“lihat sosaengnim! dia sedang sakit perut. Sekarang saja dia masih memegang perut’na” kata Ji Hye sambil menunjuk – nunjuk perutku.

“kalian ini, ya sudah cepat duduk sana”

“ne sosaengnim. Gamsahamnida” kataku serempat dengan Ji Hye sambil membungkukan badanku.

Aku pun berjalan melewati Choi sosaengnim dan Henry. Terlihat sangat jelas gadis gadis d kelasku hanya terbengong bengong melihat Henry. Ya memang, Henry itu sangatlah imut dengan pipi chubby’na itu. Ku rasa dia akan menjadi idola baru d sekolah ini.

“Henry kau duduk d depan Kim Soo Yoon”

“ne sosaengnim.” Kata’na sambil berjalan menuju meja d depanku.

Sebelum duduk dia tersenyum kepadaku. Aku pun membalas senyum’na.

“mari kita lanjutkan pelajaran minggu lalu” kata Choi sosaengnim.

Tiffanny POV

Sepanjang istirahat aku mencari gadis itu. Gadis yg berani – berani’na mendekati pangeran hatiku itu. Aku akan mencari siapa gadis itu, dan member peringatan kepada gadis itu agar menjauh dari pangeran hatiku.

“kau masih belum menemukan gadis itu ?” Tanya Jessica yang sedang menggaduk2 makanan’na.

Aku pun hanya menggelengkan kepalaku.

“seperti’na kau ini sudah kalah start dengan gadis itu. Dari kita kelas 1 sampai sekarang. Kau sudah mendekati Yunho sangat keras. Tapi dia tidak pernah menganngapmu ada Tifanny”

Ya benar, 3 tahun aku selalu mencoba agar dia bisa melihatku. Tapi aku ini selalu gagal. Aku tak mengerti sama sekali dengan’na. Aku ini gadis paling cantik d sekolah ini, tp mengapa dia tidak pernah sekalipun melirik ku ? Dan sekarang malah aku kalah dengan seorang gadis. Cih ! aku benci kekalahan, aku harus bisa mengalahkan gadis itu !

“itu, pangeranmu dating” kata Jessica sambil menunjuk k arah pintu.

Aku pun menengok k arah pintu. Benar Yunho masuk bersama sama dengan teman – temannya. Dia berjalan sambil memasukan kedua tangan’na k dalam saku kantong celana’na. Aisshh ~ benar benar tampan sekali !

“aku pergi dahulu sebentar” kataku kepada Jessica sambil beranjak dari tempat dudukku.

Aku menghampiri meja mereka.

“annyeong. Boleh aku bergabung ?”

“tentu saja. Silakan duduk” kata jaejoong salah satu teman’na Yunho.

Aku pun duduk di sebelah Yunho.

“kau tidak makan Yunho-ah ?” tanyaku kepada’na.

Dia hanya diam sambil memainkan handphone’na.

Hah ~ lagi lagi dia mendiamkanku, gumanku dalam hati.

“Aku pergi dulu” kata’na tiba tiba sambil bangkit berdiri dari tempat tidur’na.

“mau kemana dia ?” tanyaku kepada yoochun, setelah Yunho pergi

“ah, kami tidak tahu dia pergi kemana. Dia memang suka begitu”

Aku pun hanya terdiam. Ku putuskan untuk mengikuti’na pergi. Siapa tahu dia ingin menemui gadis sialan itu !

“aku pergi dulu” kataku kepada semua teman teman Yunho.

Saat aku keluar dari kantin, tiba2 ada seorang siswa menghampiriku.

“tifanny, kau d panggil oleh Han sosaengnim”

“pentingkah ?”

“ne. Kata’na penting sekali”

Aisshh ~ benar benar sial ! Saat aku akan mengikuti Yunho, malah harus bertemu dengan guru sialan itu.

Mau tidak mau aku harus menemui guru itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jung Yunho POV

Kemana anak itu ? berkali – kali aku mengirimkan sms, tp tak satupun d balas olehnya. Ku putuskan untuk menyusul’na ke kelas’na. Sepanjang jalan aku menaruh kedua tanganku d kantong celanaku. Banyak gadis gadis memanggil namaku, tersenyum kepadaku, lalu berbisik bisik dengan teman’na. Aku tak memperdulikan’na. Ingin aku berkata bahwa aku sudah mempunyai yeojachingu. Tp jika aku melakukan itu, pasti Soo Yoon akan marah besar kepadaku.

Akhir’na aku sampai d depan kelas’na. Aku melihat dia sedang berduaan dengan seorang namja d dalam kelas.

‘jadi karna dia sedang asik berbicara dengan namja itu, sampai sampai ia tidak membalas smsku ?’ pekikku d dalam hati.

Tanpa ku rasakan aku mengepalkan tangan kananku. Segera aku keluarkan handphoneku. Aku mencet tombol 1, dan menelepon Soo Yoon.

“cepat temui aku d tempat biasa !” kataku setelah mendengar jawaban dari’na.

Aku mematikan telepon tersebut, dan berjalan menuju taman belakang.

Aku benar benar kesal melihat’na tersenyum seperti itu kepada namja lain !

Aku cemburu ? tentu saja ! namja mana yg tidak cemburu melihat yeojachingu’na seperti itu

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“jadi benar kau pernah melakukan itu ?” tanyaku kepada Henry.

“Tentu saja ! aku hebatkan ?”

Aku hanya tertawa terpingkal pingkal, mendengar cerita’na itu.

Tiba Tiba Handphone ku bergetar, ku keluarkan handphone ku.

My U-Know Yunho

Mwo ? yunho oppa meneleponku ? Aku segera mengankat’na

“yeoboseyo ?”

“cepat temui aku d tempat biasa !” katanya, lalu segera mematikan telepon.

Dari nada bicara’na, sangat jelas bahwa ia sedang marah.

“aku ada urusan, mianhae harus meninggalkanmu” kataku kepada Henry sambil bangkit dari kursi ku kemudian lari menuju taman belakang.

“annyeong oppa” kata ku sambil duduk d samping yunho oppa

“10 kali. 10 kali aku mengirimkanmu sms” kata’na.

Aku hanya mengerutkan alisku mendengar perkataan’na.

“ck, seberapa menarik’na obrolan mu dengan namja itu, sampai2 kau tidak menyadari ada smsku ?” kata’na sambil menatapku dengan tatapan marah.

“aku tidak suka jika kau berdekat2 dengan’na ! aku tidak suka melihat kau tersenyum seperti itu kepada’na soo-ya !” bentak’na kepadaku. Selama 1 tahun aku berpacaran dengan’na, belum pernah ia membentakku seperti ini.

“mian… mian oppa” kataku. Ku rasakan air mata sudah memenuhi mataku. Lalu aku menunduk, aku berusaha keras agar air mataku tidak jatuh, Tp air mataku tetap saja jatuh. Tiba tiba aku rasakan ada tangan yg hangat menghapus air mataku. Aku mendongakan wajahku.

“Jangan menangis, aku tidak suka liat kau menangis. Maafkan aku telah membentakmu seperti tadi. Aku benar benar minta maaf” kata’na sambil memelukku.

“gwenchana oppa, aku memang terlalu cengeng. Aku yg salah oppa, mianhae” ucapku sambil membalas pelukak’na.

Henry POV

Aku sangat bosan d kelas, benar benar bosan. Tidak ada soo yoon yg mengajak aku berbicara. Meski banyak gadis d kelas in yg berusaha berbicara denganku, tapi ntah mengapa aku malas sekali meyadeni mereka.

Tiba Tiba aku ke pikiran Soo Yoon, kira kira tadi dia menenima telepon dari siapa ya ? mengapa ekspresi muka’na berubah begitu mendengar suara orang itu. Ekpresi panik. Ku putuskan untuk berjalan jalan d sekolah baru ini.

Aku berjalan d koridor sekolah yg penuh dengan murid murid sekolah ini. Yah, aku beruntung dapat masuk ke sekolah ini. Sekolah ini elit sekali, rata rata murid murid’na pergi menggunakan mobil. Murid murid’na pun banyak. Sepanjang koridor banyak gadis gadis yg tersenyum kepadaku. Mereka berbisik bisik sambil tersenyum kepadaku.

Brukkkkkk

Lagi lagi seorang yeoja menabrakku.

Aiisshh ~ banyak sekali yeoja yg menabrak aku hari ini, omelku dalam hati.

“Mianhae” kata gadis itu

“gwenchana” kata ku sembari tersenyum.

“kau… kau murid baru ?”

“ne, perkenalkan Henry iminida”

“aku Jessica iminida. Senang berkenalan denganmu. Kau… Kau ini sangat tampan”kata’na sambil tersenyum manis kepadaku.

Gadis ini terang terangkan sekali mengatakan aku tampan.

“gomawo, maaf aku harus pergi sekarang” ujarku sambil meninggalkan dia yg masih terpaku melihat ke pergianku.

Setelah aku berjalan lama. Aku sampai d taman belakang sekolah ini. Taman ini sangatlah sejuk dan sepi. Aku langsung menyukai taman ini begitu melihat’na.

Ku edarkan pandanganku ke seluruh taman ini.

Tiba tiba mata ku tertuju kepada seorang namja dan yeoja berpelukan.

“mereka sedang apa d sini ? pacaran kah ?” kataku sambil tersenyum.

“seperti’na aku mengenali yeoja itu”

Ku berjalan mendekati mereka, ke dengar mereka bercakap cakap.

“Jangan menangis, aku tidak suka liat kau menangis. Maafkan aku telah membentakmu seperti tadi. Aku benar benar minta maaf” kata’na namja itu

“gwenchana oppa, aku memang terlalu cengeng. Aku yg salah oppa” kata yeoja itu.

Tunggu dulu, bukan kah dia itu Kim Soo Yoon ?

Aaisshhh ~ bersama siapa dia d sini, mengapa dia berpelukan seperti itu ? apa itu namjachingu’na ? tapi siapa dia, aku tak bisa melihat’na, karena namja itu membelakangiku. Lalu mengapa Soo Yoon menangis ?

Kenapa ada perasaan marah melihat Soo Yoon berpelukan seperti itu.

Apa aku cemburu ?

Akhir’na ku putuskan untuk meninggalkan tempat itu.

TBC _

2 thoughts on “Forever Love [ Part 4 ]

    • g kalo k tabrak henry, g pura2 sakit gt.
      biar d rawat, terus bisa uri2 kesempatan deng.
      ahahahahhahah

      * yunho : yak chagi-ya !
      me : ah mainhae yunho ku syang, aku tetap cinta kamu
      #peluk cium yunho# *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s